kesehatan

Agar Tubuh Sehat Ga Gampang Sakit Ala Ummi

2:41:00 PM


Add caption

Haii Assalammualaikum... apa kabarnya sahabat happyummi?

Walaupun sekarang cuaca lagi nggak menentu dan bikin banyak orang gampang sakit, semoga aja teman-teman tetap sehat dan bahagia ya. Kalau sakit mah pasti susah bahagianya ya hehe.. gimana mau bahagia kalau kita terbaring lemas dan harus rutin minum obat, belum lagi sulit makan dan nggak bisa beraktifitas seperti biasanya. Apalagi bagi teman-teman yang punya tanggung jawab sebagai ibu dan istri seperti saya! Harus pinter-pinter mencari cara menjaga kesehatan tubuh.  Kalau sakit... bisa-bisa kacau balau seisi rumah.

Ada yang bilang sebagai Ibu kita ga boleh sakit. Kalaupun sakit nggak boleh lama-lama. Satu hari saja Ibu sakit, sang ayah sudah kebingungan. Gimana mau masak, nyuci pakaian, beresin rumah, belum lagi ngurusi anak balita yang nggak mau diemnya. Ujung-ujungnya si Ibu akhirnya menguatkan diri untuk berdiri karena kondisi rumah sudah di luar kendali.

Saya sempat heran sih kenapa orang zaman sekarang mudah sekali jatuh sakit dibandingkan orang tua kita dulu. Saya nih punya nenek yang sampai sekarang masih sehat dan masih kuat beraktifitas, jarang banget sakitnya deh. Di umurnya yang nggak muda lagi, setiap hari ia masih saja sibuk beresin rumah, berkebun dan pengajian ke masjid, kata orang mah nggak mau diam saja. Nah saya yang umur masih kepala dua, kerja sedikit sudah capek. Bawaannya suka ngantuk dan lemas.

Setelah saya tanya-tanya ternyata yang paling berpengaruh adalah faktor makanan dan lingkungan. Zaman dulu kebanyakan bahan makanan masih alami, hasil tangkapan laut segar dan berlimpah. Apalagi Bak Uo (kakek) saya adalah seorang nelayan. Saya masih ingat setiap kakek pulang melaut selalu bawa ikan, cumi dan hasil laut lainnya segar dan besar-besar, rasanya manis banget walau hanya dipanggang pake garam saja. Sayur-sayuran sering ditanam nenek di pekarangan rumah, tanpa bahan kimia dan pestisida. Zaman nenek dulu juga sangat jarang mengkonsumsi makanan cepat saji. Pantas saja sistem imun tubuh orang dulu lebih kuat karena kualitas asupan gizi mereka terjaga.

Jika dibandingkan dengan sekarang sungguh jauh berbeda. Hasil tangkapan laut kualitasnya tidak sebagus dulu. Jika saya ke pasar yang dijual adalah ikan yang sudah di es cukup lama sehingga rasa asli ikan tidak lagi terasa, nutrisinya pun jauh berkurang. Sayur dan buah yang kita harapkan menyumbang kesehatan tubuh malah kadang menyumbang racun karena kadar pestisida yang tak dicuci bersih masuk ke dalam tubuh. Belum lagi banyak makanan instan di mana-mana. Saya sempat bergedik ngeri saat mendengar berita pembuatan siomay dari ikan sapu-sapu atau pedagang nakal yang membuat bubur kacang hijau dengan tambahan boraks. Yang saya ingat tentu anak saya. Namanya anak-anak suka sekali jajan. Sesekali pasti diberikan juga.

Finansial

Efek Perkembangan FinTech di Ekonomi Indonesia

2:30:00 PM





Ramai-ramai kemunculan Fintech membawa warna baru dalam dunia finansial. Fintech bukan hanya sekadar menawarkan jasa pinjaman tanpa agunan secara mudah dan cepat saja, namun ada Fintech yang bertujuan sebagai pembayaran, perencanaan keuangan, pembiayaan hingga jasa perbandingan keuangan serta kemudahan mengajukan produk-produk keuangan terbaik seperti yang tersedia di AturDuit.

Kehadiran Fintech di Indonesia turut membantu konsumen dalam memenuhi kebutuhan finansialnya. Pun, layanan finansial atau perbankan menjadi lebih efisien berkat kemajuan teknologi.
Adanya Fintech juga menciptakan peluang dalam pelayanan di sektor keuangan serta mendorong inklusi keuangan. Hingga kini, Fintech di Indonesia berjumlah sedikitnya 120 perusahaan. Data tersebut diperoleh menurut hasil riset Asosiasi FinTech Indonesia. Jumlah tersebut bisa kian bertambah setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan adanya permintaan tinggi dari konsumen untuk mendapatkan kemudahan produk finansial tanpa harus melakukan proses panjang.

Fintech turut memberikan efek positif bagi perekonomian Indonesia. Terutama bagi konsumen, antara lain :
1.    Kemudahan Pelayanan Finansial

Berkat kehadiran Fintech, proses transaksi keuangan menjadi lebih mudah. Nasabah juga mendapatkan pelayanan finansial meliputi proses pembayaran, pinjaman uang, transfer, ataupun jual beli saham dengan cara mudah dan aman. Nasabah bisa mengakses pelayanan finansial melalui teknologi seperti ponsel pintar maupun laptop. Sehingga tidak perlu datang langsung ke bank untuk
mendapatkan pinjaman demi memenuhi berbagai kebutuhan.

Kehadiran teknologi dalam urusan finasial seperti ini jelas membantu masyarakat dalam memaksimalkan layanan finansial. Masyarakat yang memerlukan produk finansial tertentu, cukup mengajukan melalui online. Kemudahan pelayanan finansial ini tercermin dari proses kerja yang tergolong cepat serta minimnya kebutuhan dokumen untuk mendapatkan produk finansial terkait.

2.    Melengkapi Rantai Transaksi Keuangan

Efek Fintech bagi perekonomian Indonesia salah satunya adalah melengkapi rantai transaksi keuangan. Faktor kelahiran Fintech ini pun karena ada tuntunan zaman dan pasar ekonomi. Melalui Fintech segala transaksi keuangan seperti proses pembayaran, pembiayaan,  jual beli dan transfer semakin praktis dan aman. Pun, semuanya bisa diakses hanya melalui smartphone atau tablet.

Peranan Fintech bukan sebagai pengganti bagi bank konvensional, melainkan sebagai pelengkap rantai transaksi keuangan. Hadirnya Fintech memperkuat ekosistem keuangan di Indonesia karena bisa meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk-produk finansial. Hal ini menjadi kesempatan emas dalam menjangkau masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh berbagai layanan keuangan.

3.    Meningkatkan Taraf Hidup

Selama ini hanya kalangan masyarakat menegah ke atas saja yang mumpuni menikmati layanan finansial. Bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), mengajukan kartu kredit atau KTA bunga rendah saja sepertinya sulit. Hal ini dipengaruhi oleh peraturan Bank Indonesia yang mewajibkan masyarakat harus memiliki kartu kredit terlebih dahulu untuk mendapatkan kartu kredit atau pinjaman.

Pernyataan tersebut perlahan sirna karena Fintech memudahkan MBR untuk mendapatkan pinjaman dana tunai hingga pembayaran dengan cara mudah. Sehingga dengan adanya Fintech dapat mempercepat terwujudnya inklusi keuangan seluruh masyarakat Indonesia, bahkan MBR sekalipun. Dan hal ini sekaligus meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan MBR. Mereka bisa memperoleh pinjaman dengan bunga rendah untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Pada akhirnya, Fintech turut mendorong perekonomian Indonesia dengan mengentaskan kemiskinan.

4.    Melawan Lintah Darat

Keberadaan lintah darat atau rentenir tentu meresahkan  nasabah yang ingin mengajukan produk finansial. Pasalnya, bagi masyarakat dengan penghasilan pas-pasan yang kurang memenuhi syarat untuk mengajukan pinjaman di bank, mereka kerap meminjam pada lintah darat atau rentenir dengan bunga tinggi. Ketika muncul Fintech, hal-hal seperti itu dapat terhindari.

Fintech mumpuni menerbitkan sistem pinjaman uang dengan cara transparan. Masyarakat bisa mengetahui berapa persen bunga yang harus dibayarkan, berapa cicilan per bulannya dan berapa lama tenor pinjaman yang tersedia. Bahkan di AturDuit, Anda juga menghitung simulasi cicilan per bulan sesuai jumlah pinjaman yang diajukan. Jadi, Fintech dapat meringankan persoalan finansial Anda. Secara khusus, keberadaan Fintech membantu masyarakat dalam membuat keputusan keuangan. Saat inipun, Fintech jadi salah satu sarana meningkatkan pemasaran produk di tengah industri keuangan, karena produk online saat ini makin digemari publik.


Instagram

Like us on Facebook

Flickr Images