Kado Cinta untuk May (Sebuah Cerita Hati)

10:16:00 AM

seseorang bercerita tentang perjalanan nya

kurasa cukup jadi sebuah catatan buat cerita hati

yang kan dijalani...

menjejali talian kasih dalam sebuah penantian...



Hidup adalah tantangan. Seberapa jauh kita bisa melewati setiap tantangan yang terjal. Hidup sebagai aktor. Seberapa hebat kita memerankan skenario yang Allah berikan. Sang Sutradara kehidupan....

"Hufhh" May menghela nafas panjang. Menerawang ke langit-langit kamar yang suram. Hujan di luar sana semakin membuat lara. Teringat kata-kata "Abak" yang tak mengizinkannya melanjutkan sekolah.

"A guno basakolah tu ha? manga indak manggaleh ajo, dapek pitih tu" (apa guna sekolah itu? lebih baik berjualan aja, dapat duit)

Anak Bungsu bukanlah jaminan akan dipenuhi setiap keinginan. Terlebih dalam kondisi keluarga yang serba kekurangan. Berkali-kali May beristigfar sambil menghela air matanya.

"Sungguh Allah tak ada niat untuk tidak bersyukur kepadaMu, tapi aku bingung, apa yang harus kulakukan?"



Hujan mulai berhenti. Tekad May sudah bulat. Ia harus tetap melanjutkan sekolahnya dengan cara apapun. Kakinya melangkah ke luar kamar. Abak dan Amak terlihat berdiskusi. Raut muka Abak terlihat masam. Amak berapa kali memujuk Abak untuk mengizinkan May melanjutkan Sekolahnya di SMA. hari itu adalah hari terakhir pendaftaran di SMA Negeri.

"Indak ado pitih do untuk sekolah tu" (Tidak ada uang untuk sekolah).

Sembari menangis May berlari ke luar rumah sambil menggenggam map ijazahnya. tujuan tak lain SMA Negeri x Bengkulu. SMA Negeri yang bisa menerima NIM nya yang tergolong standar. Bismillah... tekadnya sudah bulat, dia akan berusaha keras untuk menyekolahkan dirinya sendiri.

***

Mencari uang ternyata tak semudah yang dibayangkan. Sudah berapa toko yang ia datangi, tak ada yang mau menerima May sebagai pekerja disana. Alasannya May tidak bisa bekerja full time karena masih berstatus sebagai pelajar. Ia berjalan gontai di pelataran prapto. Di persimpangan ia bertemu dengan guru SMP nya dulu.

"MAy cari kerja? ada sih tetangga ibu tapi dia mencari tukang cuci" Mata may berbinar. Alhamdulillah, Terima kasih Allah ucapnya berkali-kali. Pekerjaan apapun itu asal halal akan ia lakoni. InsyaAllah gaji sebulan cukup untuk membayar uang sekolahnya.

***



3 tahun berlalu...

May tersenyum melihat ijazah SMA nya. Allah telah memberinya kesempatan untuk sekolah sejauh ini. Walaupun harus menjadi buruh cuci. Abak pun sudah berubah pandangannya. Ia terlihat semangat mendorong May untuk melanjutkan ke jenjang sarjana. Tapi tidak semudah itu, ia harus menunggu 2 tahun untuk kuliah, mengingat kakak-kakaknya sedang kuliah juga. Allah sudah memberi nikmat yang berlipat-lipat kepadanya. Terutama perubahan pandangan Abak terhadap pendidikan. Abak mendorong kesembilan anaknya untuk menjadi sarjana. walaupun ia hanya bisa membantu seadanya.

" Tunggulah May, dodo tamat kuliah, sudah kerja bisa bantu kau kuliah, sekarang carilah dulu kerja, kumpulin buat kau kuliah" May mengangguk menyetujui pendapat Abakny. Ia sadar ia bukanlah anak konglomerat yang bisa langsung saja memilih Universitas yang dikehendaki.

***

Episode-episode hidup terlah dilewati. Semuanya adalah karunia yang tak terhingga. Setelah Kakak-kakak May mendapat pekerjaan. May akhirnya bisa mengecap bangku kuliah. walau banyak kendala terutama dalam keuangan, itu bukanlah hal yang berarti dibandingkahn keinginannya tuk kuliah yang sangat tinggi. Karena hidup adalah perjuangan. Hidup adalah keberartiaan. sejauh mana hidup kita ini berarti bagi orang lain? Bagi diri sendiri? bagi Agama kita? dan bisakah mempertanggungjawabkannya kelak?



***

Satu pertanyaan yang selalu mengganggu pikirannya saat ini. “Kapan kamu menikah May?” Abak selalu bertanya di sela-sela perbincangannya. May hanya bisa menghela nafas panjang. Ia sudah berusaha. Namun sekali lagi Allah yang menentukan semuanya. Semoga taaruf nya kali ini diridhoi Allah.

***

Lelaki itu tak dikenal sebelumnya. May hanya tau dari fotonya. Wajahnya bersahaja. Mungkin karena umurnya yang sudah mapan, 37 tahun, 9tahun bedanya dari May. Tapi tekad itu sudah bulat. May sudah istikarah berkali-kali. insyaAllah itulah pilihannya. walaupun jarak jauh antara Jogjakarta dan Bengkulu, tapi ketika keyakinan itu sudah ada. tak ada yang bisa menghalangi

Lelaki itu tidak main-main. Ia akan ke Bengkulu. Jantung May berdegup kencang. apakah orang tua nya akan percaya dengan perkenalan yang hanya sebatas chating dan sms seadanya saja? apakah orang tuanya akan menerima perbedaan umur yang cukup jauh itu?

***

hari itu tiba juga. Joko namanya. hitam manis tinggi, selalu tersenyum. tak ada sirat takut diwajahnya. dengan santai ia mengutarakan niatnya kepada orangtua May. May hanya berdiam di kamar, tentu saja ia takut, karena siapa yang tidak tahu Abaknya. Teman sekolah main ke rumah saja sudah diceramahin. apalagi ini, lelaki yang baru saja dikenal ingin melamarnya.

entah mukjizat dari mana, Abaknya hanya mengeluarkan satu pernyataan. "KAlau saya terserah May saja, kalau May bersedia, saya pun ikut saja" Semua keluarga mengangguk setuju. Sang Pria berjanji akan kembali ke Bengkulu lagi setelah berembuk dengan keluarganya.

***

Kebahagiaan itu tak terhingga. wajah may berbinar haru kala ijab kabul dibacakan. Seolah tak percaya eposide hidupnya sudah sejauh ini.

dan sekarang ia pun sudah menjadi sedikit gemuk. ada calon penghuni baru yang akan meramaikan rumah kecilnya. Suaminya pun selalu menjaga hingga overprotektif. kemana-mana ditemani.

5 Bulan kandungannya, ia merasakan nyeri yang terhingga. Sudah berapa kali ke dokter tapi dokter terus mengatakan bahwa tidak ada yang aneh di kandungannya.



Desember 2009

Hari itu tidak ada yang aneh dengan May, tidak ada keluhan yang berarti dengan kandungannya. malah May terlihat ceria. Namun, saat pergi ke kamar mandi, May terpeleset hingga terduduk. Semuanya kelam, May tidak bisa mengingat apa-apa. yang terakhir dililahatnya adalah darah yang berceceran di kamar mandi.

Kamar Anggrek RS M.Yunus

May terdiam lesu. Ia terbaring di sepetak kasur putih menatap kosong pagi yang menyapa hari. Di hadapannya, di sebuah meja kecil, terhidang teh tubruk dalam gelas besar yang belum tersentuh. Mas Joko suaminya, terus mengigatkannya untuk selalu istigfar. May berpikir mungkin memang dirinyalah yang salah, berbuat sesuatu yang membayakan kandungannya, Bahkan, mungkin saja suaminya malah membenci nya.

sesekali ia menangis, namun Joko tak henti mengihiburnya. "Sabar ya sayang, nggak kenapa-kenapa, ndak boleh nangis gitu terus, kasian bayi kita ya" dikecupnya kening May lembut. seolah mengerti kegundahan istrinya.

Malam itu may terus gelisah, rasa sakit mulai terasa lagi pada perutnya. Ketakutan-ketakutan mulai menjalari. lama-kelamaan sakit itu semakin menjadi. ia pendarahan lagi. May memegangi perutnya. digenggamnya tangan suaminya...

sambil menangis May berteriak "Mas.. mas... gx terasa lagi... mas... mas..." tangis may pecah tak terbendung. pendarahannya semakin banyak.

"Istigfar may..." Joko berusaha menenangi may.

malam itu sepertinya malam kelabu. sudah 4 kantong darah yang masuk ke dalam tubuh may, tapi pendarahan terus saja terjadi. dokter mengatakan, May harus dioperasi dan memerlukan tiga kantong darah lagi. Semua cara dilakukan untuk mendapatkan darah. Keluarga May tidak ada yang bisa menjadi donor, karena tekanan darah yang naik.

Pukul 02.00 wib

episode itu sudah Allah rencanakan untuk May, bagaimanapun berusaha Allah lah yang menentukan. hanya tangis pasrah ketika janin yang hampir jadi itu keluar tanpa nyawa dari rahimnya. Semua yang hidup akan kembali padanya. Tubuhnya terbelenggu haru. baru sebentar kebahagiaan akan angan-angan penghuni baru itu. hilang sirna sudah....

sering kita terlupa dengan takdir yang tak kan bisa kita elakkan

siap tidak siap... May harus siap



dan Allah lah Maha Pemberi Hikmah

tak henti memberikan hidayahNya kepada hambaNya

Perkuburan dipenuhi para pelayat

itulah jalan yang sudah Allah takdirkan untuknya...

Allah sudah menentukan ia akan pergi

hanya jalanNya saja yang kadang kita tak menduganya



May tidak bisa menghadiri pemakaman anaknya sendiri. karena kondisi tubuhnya yang tak memungkinkan. Joko menangis diam-diam saat menguburkan anaknya. Semoga cobaan ini semakin membuat ia dan May lebih sering mengingat Allah. dalam tangis ia berdoa:



Ya Allah…

Jangan lalaikan hatiku dari mengingatMu

Jangan lalaikan hambaMu ini dari dzikrul maut

Tetapkan hatiku pada kebenaran, hindarkan diriku dari salah dan lalai



May 2010

Hari hari berlalu hampa, May kehilangan gairah hidupnya. padahal hari ini adalah hari ulang tahunnya, ia memandang langit lewat jendela kamar, menerawang jauh entah kemana. namun tiba-tiba matanya tertuju pada kotak kecil berwarna-warni. May penasaran. dibukanya kotak kecil itu. Jilbab pink merona seolah tersenyum padanya. terselip surat kecil disana



tersenyumlah..

cukup langit saja yang berduka dan merana

tersenyumlah...

masa lalu tak akan kembali...

tersenyumlah...

meski kamu terhimpit suasana...

barangkali orang lain kan bahagia saat melihatmu bermuka ceria...

apakah dengan murung kamu akan menjadi kaya?

atau kamu akan merugi dengan bersuka?

apa salahnya kamu tertawa dan bermuka ceria..

tertawalah..

karena warna kelabu juga tertawa kegelapan juga begitu bahagia

karenanya kita bisa menikmati bintang disana...

aku rindu senyummu sayang...

selamat ulang tahun, bidadariku...



Suamimu, Joko



May terisak-isak. ia baru sadar sudah berapa lama ia mengacuhkan suaminya. Tiba-tiba Joko memeluknya dari belakang.

"Selamat ulang tahun sayang"

"Maafkan aku mas"

"sudah tak apa"



May kembali ceria seperti bulan may yang cerah ini. Hidup adalah skenario dari Allah. Hanya orang-orang yang beruntunglah yang bisa melewatinya dengan sabar dan bisa mengambil hikmahnya..,..ia menemukan jiwanya kembali. dan hari ini ia seperti mendapatkan kado cinta dari Allah. untuk melanjutkan skenario sebagai aktris Allah di dunia ini.









^^sebuah kisah dari seorang sahabat yang sudah dianggap kakakku sendiri^^



Tulisan ini dibuat untuk mengikuti kontes Blog Berbagi Kisah Sejati

Penyelenggara: anazkia

Sponsor : denaihati



You Might Also Like

15 komentar

  1. aminnn :10

    makasih dah mampir mba :13

    ReplyDelete
  2. Subhanallah... terimakasih atas partisipasinya :) Lonk sudah saya kirim ke juri, Mbak :)

    ReplyDelete
  3. Kisah yang luar biasa... Beruntung May mendapatkan pendamping hidup yg istimewa. Salamku utk mereka ya... :10

    ReplyDelete
  4. Tulisannya bagus, semoga berhasil dalam kontesnya ya..

    ReplyDelete
  5. @mba anazkia.. iyah makasih banyak mba :12

    @catatn kecil.. makasih :13...
    iyah dia sangat beruntung dapat pasangan hidup seperti mas joko,, iyah ntar disampaikan salamnya

    @the others.. amin.. makasih,.,

    ReplyDelete
  6. Ceritanya bagus puisinya menyentuh

    sorry sob aku bbaru bisa datang, oea link nya uda kupasang

    ReplyDelete
  7. wah wah wah... T___T termehek mehek...
    kata-katanya
    indah banget..
    dan untaian bait-baiitnya
    enak dan syahdu dipandang
    kayaknya partisipasi
    milik Chikarei ini udah pass
    masuk perhitungan berat
    ^__^v
    aku suka untaian kata dan puisinya
    yang dirangkai manis banget
    peralihannya indah banget
    ^-^v, chikarei
    semoga partisipasimu membuahkan hadiah
    dari hati dan untuk hati
    hehehehe
    chikarei ..
    semoga kamu menang yah ^-^
    cerita diary ini..
    mengingatkan aku
    akan cerpen lama
    sayang, belum tersaji
    sebagai pemenang,,, hihihi
    ^-^ ganbatte!!!!

    ReplyDelete
  8. Wahhh... aku terlambat tau nih, pas udah buka blognya anazkia, eh, malah lombanya udah ditutup. huhuhu...

    gpp deh, moga kamu menang ya.... :D

    ReplyDelete
  9. Walau panjang tapi ceritanya mengasikan

    ReplyDelete
  10. @Daniel..
    makasih hehe^^ iyah linkmu juga udah chika pasang

    ReplyDelete
  11. @Main Kata
    wah makasih...
    bisa terbang nanti kalo dipuji gitu :13

    peserta yang lain juga keren-keren banget ceritanya,....
    yah kalo ntar menang alhamdulillah
    kalo gx ya gx apa2 hehee

    @tukang colong
    sule mode on nih :13

    @Fauzan..
    wah gx tau yah ada lombanya
    lain kali aja ikut,, :13
    makasih doanya

    @aguestri
    maacih ^^

    ReplyDelete
  12. Assalamu'alaykum,
    ada beberapa catatan yang mbak ingin sampaikan :13

    Pertama: ide cerita bagus penuh hikmah
    kedua: May tidak bisa melanjutkan SMA sedang kakak-kakaknya bisa kuliah? Ada yang aneh disini. Bagaimana mungkin kakak2nya membiarkan adiknya tidak meneruskan SMA? Meski akhirnya May bisa sekolah dengan kerja kerasnya.
    Ketiga: Harusnya cerita ini bisa lebih indah kalau ada alur cerita yang jelas.

    Sekian
    terimakasih
    :10

    ReplyDelete
  13. waalaikumsalam mba tini...

    nah yang itu kelupaan mau diceritain
    abisnya ngerjain cuma berapa jam ngejar deadline hehehe....
    gx teliti hehehe :13

    makasih mba

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)

Instagram

IBX583D9E221356E

Like us on Facebook

Flickr Images