Surat Kecil untuk Tuhan

7:49:00 AM


Tuhan...
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini

Tuhan...
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal sama terjadi padaku, terjadi pada orang lain

Tuhan...
Bolehkah aku menulis surat kecil untukMu

Tuhan...
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu

Tuhan...
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..

Tuhan...
Izinkanlah rambutku tumbuh, agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya

Tuhan...
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan
kepada ayah dan sahabat-sahabatku

Tuhan...
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hiduo
kepada siapapun yang mengenalku

Tuhan...
Surat kecil ku ini
adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali

Ke dunia yang Kau berikan padaku


itu adalah rangkaian kata surat terakhir dari Gita Sesa Wanda Cantika, sosok gadis yang luar biasa menghadapi cobaan, melawan kanker ganas selama tiga tahun lamanya walaupun akhirnya ia menyerah.

Keke, nama panggilannya adalah seorang gadis yang ceria, pintar dan sangat aktif di sekolahnya. Tapi Allah mengujinya, di usianya yang ke 13 kanker Rabdomiosarkoma menyerangnya. Kanker itu menyerang dan nyaris membuat wajahnya menjadi tampak seperti monster.Dokter menyarankan agar keke segera dioperasi karena kanker itu adalah kanker yang sangat ganas dan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 5 hari.

Ayahnya, tidak menginginkan keke di operasi karena akan berakibat kecacatan pada wajah keke. Ayah keke berusaha untuk mencari alternatif pengobatan lain asal keke bisa sembuh.
Kasus kanker ganas yang diidap oleh Keke menjadi kasus pertama yang terjadi di Indonesia dan menjadi sebuah perdebatan di kalangan kedokteran karena kanker tersebut biasa hanya terjadi pada orang tua.
Namun, Tuhan memang maha adil, Maha Bijaksana. Dengan segala upaya akhirnya orang tua nya, Keke mendapatkan kesempatan untuk sembuh setelah bertahan selama 6 bulan melalui kemotrapi untuk membunuh sel - sel kanker yang menggerogoti tubuhnya.
Sekali Kemotrapi, mampu merontokka semua rambut yang ada di tubuhnya, dan tubuh kecil Keke harus menghadapinya, sesakit apapun itu, tekadnya sangat kuat.

Tapi kebahagian itu tidak berlangsung lama, Kanker itu kembali dan bersarang di bagaian mata pelipis kanan Keke. Ayahnya Pak Jody, hanya bisa menangis. tapi dia tidak boleh menangis di depan keke, karena kekuatan yang membuat Keke sanggup bertahan adalah Ayah nya. Keke juga tak merasa sendiri, karena sahabat-sahabatnya yang terus menemani nya ketika sakit, dan kekasih yang sangat dicintainya Andi, selalu menunggunya.

Satu hal yang membuat kita bergetar membaca buku ini adalah semangat yang luar biasa dari gadis kecil pengidap kanker ini, dalam kondisi yang memburuk Keke tetap menjalankan puasa Ramadhan. Ia juga nekad ingin sekolah menyelesaikan pendidikannya. Hinaan bahkan cacian dari orang orang yang melihatnya tidak ia pedulikan. Dan, yang paling menyedihkan adalah ketika ujian kenaikan kelas disaat tangannya tak mampu lagi bergerak hingga hidungnya mimisan mengeluarkan darah, dirinya masih ingin terus ujian dan lulus naik kelas.
Tekadnya sekuat baja sampai - dan ia berhasil membanggakan ayahnya dengan mendapatkan terbaik ke tiga dikelasnya.

Segala cara telah dilakukan oleh ayah keke, hingga pengobatan ke Singapura, tapi tidak ada cara lain yang disarankan dokter selain dioperasi. Ayah keke tak bisa membiarkan anaknya dioperasi dan memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Kanker dalam tubuh keke menyebar ke seluruh organ tubuh, mulai dari kepala yang harus tertekan, hidung yang mulai kehilang kepekaan, serta paru-paru yang terus mengeras dan teras sulit bernafas.

Tapi, Allah lebih menyayangi Keke, kematian itu pasti, setelah tiga hari mengalami koma, keke bangun dan berpamitan untuk terakhir kalinya kepada Ayah, Ibu dan sahabat-sahabatnya. di saat-saat terakhirnya ida mampu menulis dengan izin Allah walau yang ia tuliskan hanya....

"Rukun dan bahagialah ketika Keke pergi...."

tulisan itu menjadi harapan terakhirnya, dan keluarganya telah mengikhlaskan keke untuk pergi. Tepat tanggal 25 Desember 2006, Keke menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 11 malam. Dan sebuah wangi melati muncul misterius disaksikan oleh beberapa orang yang ada di detik-detik terakhir nafas Keke. wangi tersebut terjadi sekitar lima menit lamanya. Wangi itu mengakhiri perjuangan dan ketegaran seorang Keke di dunia ini. Membuat kita berkaca akan sebuah kehidupan. Tidak ada yang abadi, semua hanya sementara. Tapi kehidupan yang ditinggalkan keke mengajarkan kita akan sebuah ketabahan dan kekuatan bahwa hidup akan selalu ada untuk setiap orang dan selalu akan hadir.

Perjalanan Keke menjadi inspirasi dan motivasi bagi chika pribadi dan mungkin para pembaca, saat membaca buku ini tak bisa dipungkiri kita akan terhanyut dan meneteskan air mata. Malu jika melihat kisah Keke. dalam cobaan yang begitu berat, ia terus bersyukur atas apa yang Allah berikan kepadanya. sedangkan kita kebanyakan, telah begitu banyak nikmat, namun syukur kita tak sebanding dengan apa yang sudah Allah berikan. Chika menganggap kematian Keke adalah syahid, syahid karena dia bisa bertahan bersama kanker dengan ikhlas dan terus bersyukur kepada Allah. Ia berfikir mungkin inilah bentuk Anugrah Allah kepadaNya, sehingga Ia bisa lebih dekat dengan Allah.

Allah Maha Adil, Maha Mengetahui.
Ia tak mungkin meninggalkan hambaNya.



Tulisan ini di buat untuk diikutsertakan yang diadakan BukuMoo123
hehe^^ ikut berpartisipasi.. moga menang dah^^

Writing Challenge

You Might Also Like

24 komentar

  1. Wah aku jadi terharu denger ceritanya.........biarpun akhirnya keke mesti berpulang ke Yang Maha Kuasa juga sih...tapi semangat hidupnya kayanya mesti ditiru tuh apalagi untuk orang yang secara fisik normal.......

    bagus review'y aku belum baca bukunya sih tapi kayanya bener-bener meng-inspirasi tuh bukunya......

    Buat ikutan kontesnya, semoga menang yach....

    slam knal sebelumnya, aku Follow sekalian yach(DJ Site) klo berkenan d'tgu Follow baliknya.....Semangat N met aktivitas...

    ReplyDelete
  2. saya pernah tuh, liat sampul depannya tu buku.. hehehe...
    moga menang ya.. ^_^

    ReplyDelete
  3. subhanallah.. saya terharu mendengar ceritanya..

    sukses untuk lombanya.. :D

    ReplyDelete
  4. Wahhh aku juga pngen bikin surat buat Tuhan,,,:10

    ReplyDelete
  5. cerita yang penuh inspirasi ....

    ReplyDelete
  6. hiks hiks.. sedih ya kayanya bukunya..
    udah aku catet.. makasih sudah berpartisipasi.. buku yang dipengenin apa??

    ReplyDelete
  7. @ferdinand
    wah makasih komentarnya :10
    iyah kita harus banyak belajar dari keke
    sudah chika follow kok :12

    @arif
    hehee^^ sampulnya doank
    maksih dah mampir

    @saidiblogger
    hehe iyah chika juga terharu :11
    amin.. makasih ya

    @sun's
    bikin aja sun :12

    @rubiyanto
    makasih :10

    @bukumoo
    oke makasih juga^^

    @kakvesanti
    maksudnya??

    ReplyDelete
  8. Shasa-ku punya juga buku itu... Memang bagus sekali.

    ReplyDelete
  9. Ikutan kontes juga ..? Semoga menang ya...

    ReplyDelete
  10. masih bisa ikutan gag ya? baca artikel ini jadi tertarik beli bukunya dan ikut lombanya juga

    ReplyDelete
  11. ceritanya menginspirasi bgt...
    goodluck ya buat lombanya.. :D

    ReplyDelete
  12. @ mba reny
    iya emang bagus banget
    aminnn :13
    moga kali ini menang deh hehee

    @tukang colong
    masih bisa kok^^
    buka aja linknya

    @ieyaz..
    iyah.. makasih yahh :12

    athifah...
    hehe :13
    makasih

    ReplyDelete
  13. halo sobat blogger
    berkunjnung nich terima kasih

    ReplyDelete
  14. @imtikhan...
    salam juga^^

    makasih sudah berkunjung :13

    ReplyDelete
  15. Subhanallah, kisah Keke ini sungguh memberi banyak hikmah buat kita. Semoga menang kontesnya, ya! amiiiin ...
    oya salam silaturahim

    ReplyDelete
  16. iyah mba :)
    amin...
    makasih ya sudah berkunjung
    salam kenal :12

    ReplyDelete
  17. selamat ya

    semoga kamu dapat membawa inspirasi keke dalam kehidupa banyak orang

    ReplyDelete
  18. subhanallah mba agnes berkunjung ke sini :11 jadi terharu
    makasih mba
    mba keren banget bikin bikunya :10

    ReplyDelete
  19. cerita yang layak di simak banyak orang .

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)

Instagram

IBX583D9E221356E

Like us on Facebook

Flickr Images