Hidayah dari Seorang Anak

8:22:00 AM


Rinai hujan turun malam ini, aku bersama keluargaku duduk bersama menikmati informasi lokal di RB Tv. Entah kenapa tiba-tiba aku mulai bercerita tentang kejaidan unik siang tadi sewaktu di angkot.

siang itu aku berencana untuk menyelesaikan laporan entri data di KPU Provinsi. Di dalam angkot aku berdua dengan seorang Ibu. senggang beberapa waktu, Si Ibu turun. Ia menyerahkan selembar uang 10 ribu. tapi tiba-tiba pak sopir tertawa.
"Wah bisa kaya saya Bu."
"Ha? kenapa? ini cepat kembaliannya, saya mau pergi" Si Ibu kebingungan.
"Nanti saya bisa kaya Bu... nah tadi kan udah ada teman Ibu yang bayarin" Pak Sopir kembali tertawa.
"Hoalah.. iya.. lupa saya.. makasih ya sudah jujur" Si Ibu berlalu sambil tersenyum

perlahan angkot kembali berjalan. sepanjang perjalanan Pak Sopir bercerita padaku yang merupakan penumpang tunggalnya.
"Entah kenapa ya dek, dulu itu saya suka bohong sama penumpang, uang kembaliannya sengaja saya kurangin. atau kejadian kayak tadi, pasti saya ambil lagi ongkos ibu itu karena dia lupa," aku sedikit terkejut mendengar pengakuan Pak sopir ini. Namun aku mulai lega ketika ia mencerutajab gak kyar biasa di hidupnya.

"Tapi.. semenjak anak saya lahir, perilaku buruk itu perlahan menghilang. Saya juga bingung kenapa bisa berubah. Dalam hati kecil, saya sering terpikir, tidak mungkin memberik makan anak saya dengan uang haram... saya ingin anak saya menjadi anak baik-baik. tidak seperti bapaknya hehee..." Pak supir tertawa kecil membawa pikiranku menerawang.

"Itu mungkin teguran Allah Pak," aku mengatur kata-kataku agar tidak menyinggung perasaan Pak sopir.

" Ia memang betul, tapi nggak semudah itu dek buat berubah. sewaktu ekonomi lagi sulit saya tergiur jadi bandar togel. wah uangnya banyak tuh.... tapi untunglah saya nggak berlama-lama dengan pekerjaan haram itu. anak saya yang usianya mungkin hampir sama kayak adek, nggak mau makan dan nggak mau saya kasih uang. dia bilang nggak mau darahnya terkandung uang haram. saat itu saya mau menangis dek, dan secepatnya mencari pekerjaan yang halal. untunglah ada yang mau menerima saya jadi sopir angkot lagi, walaupun gaji tak seberapa. saya bahagia," aku ikut terharu mendengar cerita Pak sopir ini. Andai saja setiap anak di dunia ini bisa memberikan hidayah pada keluarganya. Alangkah indahnya hidup ini.

"Alhamdulillah pak kalau begitu, anak bapak pasti anak yang soleh." aku berpamitan dan membayar ongkos karena sudah sampai di KPU.

***
Aku terngiang-ngiang cerita pak sopir itu, ternyata keluargaku punya kisah yang sama, walaupun agak berbeda.
hmm.. ayahku.. seorang seniman kota yang pergaulannya sangat luas. Kalau melihat album fotonya. Banyak sekali fotonya manggung bersama tim bandnya. kata ibu dulu ayah seorang playboy yang punya banyak pacar. foto mantan-mantan pacarnya juga ada di album kok hehee..
entah kenapa akhirnya ayah mau dijodohkan dengan Ibu yang tak pernah ia kenal sebelumnya..


Bulan-bulan pertama pernikahan bukan hal yang mudah bagi ibu. Ayahku.,. terkenal sebagai seorang seniman dan juga preman. sukanya tawuran dan kongkow bareng teman2 nya.

Waktu Ibu lagi hamil, pernah suatu waktu ayah pulang dengan bau alkohol. Ibu membiarkan saya ayah muntah-muntah. toh salahnya sendiri. ^^

Aku lahir.,..
ayah mulai mengurangi aktifitas "kepremanannya" dan satu hal unik yang sangat aku syukuri sampai sekarang walau tak ingat kejadian itu. Ibu bercerita sewaktu umurku 2 tahun aku tak pernah mau dipeluk, apalagi dicium ayah. sampai aku bisa bicara...
"Ayah.. auuu... " (ayah bau)
Ternyata ayah kadang-kadang suka minum karena dipaksa teman-temannya.

Sejak itu ayah berhenti minum dan mulai focus untuk membesarkanku. Menengar cerita itu aku bersyukur sekali karena "aku kecil" setidaknya mengerem ayah untuk tidak "jahil lagi"

Aku sangat bangga pada ayah yang telah berusaha berubah. sembari berdoa.. Allah menyayangi ayah. dan juga Ibu ku amin....

Hmm.. sekian dulu cerita hati hari ini, semoga kita semua bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian agar kita menjadi orang-orang yang beruntung :)

hujan mulai deras.. aku berharap hidyah Allah tak pernah putus seperti air yang mengalir

You Might Also Like

26 komentar

  1. Yea aku pernah denger pak ustad bilang gini. "Anak adalah rizki dan hidayah. Maka banyak anak banyak pula rizki dan hidayah"

    ReplyDelete
  2. hehe iyah :12
    tapi jangan hanya bisa buat anak aja :13
    harus bisa membesarkannya dngan penuh tanggung jawab :10
    karena pertanggungjawabannya nanti besar :10

    ReplyDelete
  3. halo sabatku berkunjung nich Absen
    terima kasih

    ReplyDelete
  4. @khoirul :) hee iyah

    @imtikhan..
    makasih sudah berkunjung :12

    ReplyDelete
  5. yup...
    ayahku jjuga dulu kayak gitu waktu gw lahir...
    hehehe

    *kalau nggak salah sih :13

    ReplyDelete
  6. :10
    hehee
    kalo skarang gmana :13
    dah berubah gx :10

    @elok
    hehee alhamdulillah kalo gitu :12

    ReplyDelete
  7. Cerita yang luar biasa... Senang plus terharu membacanya.

    ReplyDelete
  8. Betul bu...kehadiran anak, bukan hanya dapat merubah prilaku kita yg tdk baik, tapi juga dapat memberikan banyak perubahan dari masalah rizki hingga hal-hal yg sepele...

    ReplyDelete
  9. Hallo Mbak, salam kenal.
    Kisah-nya menarik sekali, juga religious, memberikan pendidikan moral yang sempurna.

    Oiya, pernah saya mendengarkan ceramah seorang ustad, yang intinya "Barang siapa dalam darahnya mengalir sari-pati makanan yang haram, biarpun hanya setitik, jangan harap akan bisa menghirup aroma sorga".

    ReplyDelete
  10. RB tb sama seperti di jogja dunk ada RB tv hehehhe

    ReplyDelete
  11. Met pagi...wah ayah nya musisi jg nie..sm donk...sukses selalu

    ReplyDelete
  12. @mba reni
    makasih mba :10 hehee
    alhamdulillah kalo seneng bacanya :13

    @achmad taher
    dohh dipanggil ibu :13 chika kan belum ibu2 :p
    iyah betul banget.. anak itu bisa membawa perubahan besar

    @pelangi anak
    salam kenal juga mba
    makasih yah^^
    makanya kita mesti wanti2 kalo memberikan makanan yang halal untuk keluarga :13

    @indahnya kebersamaan
    heheee iyah gitu? kalo RB tv disini >> Rakyat Bengkulu TV

    @ariefborneo..
    hehee iyah :)
    ayah mu musisi juga yah^^

    @cerita hujan
    makasih mba :12

    ReplyDelete
  13. Ceritanya mengena banget cHika.. iya ya.. kita harus menjaga diri dari segala sesuatu yang haram.. apalagi "togel",, wih.. di lingkunganku masih banyak sekali yg seperti itu..

    ReplyDelete
  14. wah... kisahnya seperti yang ada difilm-film,,,,

    ia pasti sosok ayah yang baik!.. yang rela "berhenti" demi anaknya,,, ^^

    ReplyDelete
  15. mungkin benar ya kalau ada yang bilang kalau anak itu membawa berkah.. hehee.. :)

    ReplyDelete
  16. Begitulah kecenderungan ayah (untuk kasus ini loh, bukan generalisir qe3)... gak mau dengar omongan istri tapi luluh oleh kehadiran sang buah hati :D

    Salam kunjungan perdana, barusan aku follow. trims

    ReplyDelete
  17. bagus klo yg seperti itu, tapi tak jarang yang bejatnya ga berakhir2(di sinetron) :11
    nice article...

    dah saya follow balik, makasih, mba' apa dek ya ini? mba' kyknya..... :10

    ReplyDelete
  18. Ntar lebaran ikut aku adja, cos ane sekalian pulang kampung hehehhe

    ReplyDelete
  19. Anak adalah anugerah tuhan jd harus di jaga n didik dgn benar..

    ReplyDelete
  20. teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
    indahnya saat itu buatku melambung
    iisisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
    kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu :D

    ReplyDelete
  21. @ajengdewie..
    makasih mba
    yup kita harus jaga diri :12
    di tempat chika juga masih banyak banget apalgi kalo pengangguran :11

    @arif chasan
    hehe iyah gitu?
    insyaAllah dia adalah ayah yang baik

    @ieyaz
    yup^^ betul banget yazz

    @inung
    hehe.. kalo masih punya perasaan biasanya luluh ama anak hehee
    salam kenal juga^^
    makasih

    @febriyanto
    hehe emang yang di sinetron emang kayak giman :13
    makasih sudah berkunjung
    hehe..

    @indahnya kebersamaan
    wah2.. jauh euy.. :13

    @ariefborneo..
    iyap betul banget
    karena tanggung jawabnya besar :13

    @aby umy
    hehee.. nyanyi deh :12

    ReplyDelete
  22. kunjungan pertamaku...nice posting...thanks for share...^_^

    ReplyDelete
  23. @mba wind
    wahh makasih yah sudah berkunjung :12

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)

Instagram

IBX583D9E221356E

Like us on Facebook

Flickr Images