Follow Us @riafasha

Wednesday, July 7, 2010

Surat Untuk Ibu Pertiwi

Teruntuk Ibu Pertiwi

Ibu...

ku tulis surat ini dengan tangan yang bergetar

menyaksikan negeri ini

dimana manusia jujur tak punya tempat yang mujur

kecuali hanya hancur dimakan jamur


Ibu...

aku terlahir dengan bangga

dari rahim ayah-ibuku

ku pelajari tiap butir pancasila

ku maknai bhineka tunggal ika


dua puluh tahun sudah segudang uang di pelupuk keringat ayah-ibuku

kuhabiskan di meja pendidikan

dan hingga kini, aku tak tahu

apakah titel sarjana yang dibanggakan ayahku

bisa mengisi lambungku dan keluargaku


Ibu...

jangan menangis mendengar kabar negeri ini

uang bukan segalanya, tapi tanpa uang aku hanya sampah

dua puluh tahun sudah kuhabiskan hari di gerahnya bangku sekolah dan kuliah

namun tak juga otakku mapan


Ibu...

sudah berbuih mulut guru Agama mengajarkan kejujuran...

jangan tertawa mengetahui aku yang hanya pandai menjiplak karya temanku

mencuri ide-ide briliant temanku, bukan mencipta


Ibu..

kau seharusnya tak perlu tahu kabar negeri ini

dimana aku hanya jadi bahan percobaan pendidikan negeri ini

dan lihatlah generasimu generasi tikus tikus kantor

yang suka interupsi tapi tak mau berdiri

berdiri unruk bocah-bocah kucel di lampu merah

merangkul dan membawanya ke sekolah

atau sekedar menyuapkan makan pada lambungnya yang kian kerontang


Ibu...

Barangkali yang tersisa padaku hanya lah doa

dalam rintihan asa

meski hanya sia-sia

sembari berharap, ada sesuatu yang bisa ku beri pada Negeri ini

daripada hanya sekedar basa-basi




**miris lihat pemilukada Bengkulu**


puisi ini pernah chika ikutsertakan di lomba PGSD Expo 2010 :)

18 comments:

  1. Mudah2an ibu pertiwi bisa mendengarx...
    aQ juga sangat prihatin dengan negeri ini....

    :29

    ReplyDelete
  2. aku merinding baca puisi ini,,,

    ReplyDelete
  3. keren bgt chika, bait kelima menampar bgt, jadi malu saya...

    ReplyDelete
  4. Kunjungan siang di hari hujan...

    >> Ibu pertiwi, ternyata aku masih belum bisa memberikan yang terbaik untuk mu............. ^_^

    ReplyDelete
  5. ibu pertiwi itu yang mana mba? apa bedanya sama ibu kita.. heheee..

    kereeen... jago buat puisi ^_____^

    ReplyDelete
  6. puisinya keren..
    ngena banget ney... :D

    ReplyDelete
  7. tetap optimis bahwa ibu pertiwi bisa tersenyum dikemudian hari...

    ReplyDelete
  8. keren puisinya..... menohok2 gmana gtu... :13
    semoga menang y ni puisi, kykny berpotensi..... :15

    ReplyDelete
  9. Eh, kenapa dengan pemilukada bengkulu?

    ReplyDelete
  10. @GOO blog
    iyah :11
    parah banget liat tingkah laku pemimpin kita :11

    @sun's
    :10 kok merinding sih :13

    @siroel
    :13 makasih rul
    hehe doh bahaya kalo puisi bisa nampar :30

    @cerita hujan
    wah disana hujan yah
    iyah kita belum bisa memberikan yang terbaik

    @elok
    hehe ibu pertiwi itu diibaratkan sebagai ibu bangsa :12
    hehe makasih ya :10

    @ieyaz
    heheh makasih ya yaz :19

    @berry
    iyah insyaAllah :10
    kitalah yang harus merubahnya

    @febriyanto
    hehee.. menohok gimana emangnya :19
    itu dah menang kok puisinya juara dua :13

    @mba fanny
    makasih yah mba^^

    @ariefborneo
    makasih yah :13 jadi geer euy hehe

    @tukang colong
    huffhh begitulah :39:
    banyak kecurangan dimana2 ,,,

    ReplyDelete
  11. ibu pertiwi...

    lebih baik sekarang tutup saja dulu matamu, dan buka kembali ketika mawar sudah bermekaran, bibir menyunggingkan senyum, dan tanah tak lagi tandus oleh ulah kita..

    ReplyDelete
  12. @arif
    aminn :10
    semoga ada orang2 yang bisa memperbaiki negeri ini

    ReplyDelete
  13. sepertinya, kita tak perlu mempelajari ini, Chika "ku pelajari tiap butir pancasila ku maknai bhineka tunggal ika" Wehehehe.. Mbak memprovokasi nih :30

    Chika sudah menjadi sarjana yah? selamat, semoga gelar sarjananya berkah, Insya Allah...

    ReplyDelete
  14. :30
    hehee itu kan cuma kata2 mba :19
    hehe
    chika belum jadi sarjana kok :10
    itu hanya mewakili banyaknya sarjana di negeri ini hehee

    insyaALlah sebentar lagi sarjananya.. aminnnnn

    ReplyDelete
  15. Wow... puisi yg keren banget.
    Aku suka sekali..
    Semoga saja Ibu Pertiwi tak menangis gara-2 kondisi negeri yg kian terpuruk sekarang ini

    ReplyDelete
  16. @mba reni
    :10
    makasih mba
    iyah, chika juga berharap begitu
    tapi kayknya gx deh :21
    siapa yang gx menangis melihat kondisi negeri kita

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)