Kado Cinta Untuk Ibu

9:50:00 AM



Matahari belum muncul dan udara pagi yang dingin begitu menusuk.
"Ka bangun..." Walau berat rasanya, kucoba membuka mata.
"Bu... " gumamku sambil berbaring.
"Ibu ke pasar ka, tutup pintu rumah dulu," aku bergegas bangun, lalu melangkah mengikuti Ibu yang beranjak ke luar rumah. Hari masih gelap. Aku menatap dari kejauhan sosok Ibu yang pergi. Di tanganya tergenggap kresek hitam besar.

"Apa Ibu tidak kedinginan? " batinku bergumam. Angin subuh pasti begitu menusuk hingga ke sumsum tulang. Sedang tubuhnya sudah mulai lemah karena usia. Kerut di dahi dan rambutnya yang memutih sudah cukup tunjukkan padaku pengorbanan yang tak henti untuk keberlangsungan hidupku dan adik-adikku.

Kau memberikanku hidup
Kau memberikanku kasih sayang
Tulusnya cintamu, putihnya kasihmu
Takkan pernah terbalaskan (Doa Untuk Ibu, Ungu)


Pagi mulai beranjak datang/.sayup-sayup alunan lirik band favorite ku itu terdengar merdu menemani pagi yang cerah ini. Bayang-bayang sinar bulan masih terlihat mengantar pagi. Kicauan burung seolah tak henti mewakili rasa syukur akan indah nya alam yang tercipta atas kasih sayangNya. Kasih sayang Allah yang diberikannya lewat orang-orang yang kucintai. Bahkan kata-kata tak sanggup mewakilinya.

Setiap pagi Ibu membeli sayuran ke pasar untuk dijual lagi di rumah. Selain sayuran Ibu juga menjual bermacam-macam kebutuhan, juga makanan kecil dan snack yang biasanya digemari anak-anak.

Hidup dalam keluarga sederhana tak lantas membuatku harus malu. karena aku sangat merasa cukup dengan kasih sayang Ibu dan ayah yang tak semua orang bisa merasakannya. Namun seringkali Diam-diam dalam hati aku menangis, menatap peluh yang berjatuhan dari dahi Ibu yang mulai mengkerut. Mengamati rambutnya yang telah memutih. Kadang-kadang kepala nya sakit karena terlalu letih bekerja. Tapi Ibu tak pernah mengeluh, apalagi di depan ku, anak sulungnya.

"kebahagiaan orang tua adalah ketika melihat anak-anaknya berhasil, memanfaatkan jerih payah orang tuanya dengan sebaik-baiknya. Ibu tidak ingin uang, Ibu hanya ingin do'a kalian jika Ibu tidak ada lagi." uangkapnya sela  ia melayani pelanggan.



Sosok malaikat hidupku, selalu membuatku ingin menumpahkan air mata. Apalagi ketika ia mengelus lembut rambutku, memijatku saat ku sakit, menciumku saat ia gemas. Masih terngiang kejadian 9 tahun yang lalu. Di saat aku harus terbaring lemah selama 2 bulan di rumah. Kecelakaan yang menyebabkan aku tak bisa berjalan pada saat itu. Air panas yang baru saja mendidih, menghujani bagian paha dan kakiku. Padahal pada saat itu aku harus ekstra keras untuk mengikuti EBTANAS SD. hampir tiada daya dan harapan untuk bangkit. Ku kira hari itu aku tak ada lagi di dunia.
Tapi Ibu lah yang membuat ku kuat, setiap hari ia membersihkan luka bakar di kakiku, menyuapi ku makan, bahkan membersihkan tubuhku setiap harinya, karena memang aku tak bisa beranjak dari tempat tidur.
Dalam hening malam, terdengar isak tangis Ibu yang mendoakan kesembuhanku. Sungguh tiada tempat yang pantas untuk nya selain surga. amin....

***
Lahir dalam keluarga yang pas-pasan adalah suatu anugrah terbesar dalam hidupku. karena aku bisa merasakan kasih sayang lebih dari ayah dan Ibu :)
Kadang aku iri melihat teman-teman yang berlimpah ruah, apapun yang ia mau selalu ada, tak seperti aku yang harus berusaha sendiri jika inginkan sesuatu. Tapi aku merasa bersyukur karena tidak semua orang yang berlimpah harta benda, merasakan kasih sayang seorang Ibu. Malah kadang mereka rindu kasih sayang Ibu. Orang tua mereka terlalu sibuk dengan kerja sehingga lupa akan anaknya :)

" Ibu hanya bisa memberimu makan dan pendidikan, kalo inginkan yang lain usahakanlah sendiri," Kata-kata ini yang membuatku jadi lebih mandiri. Berusaha mencari pekerjaan sampingan selain kuliah untuk memenuhi kebutuhanku. Karena hidupku tidak akan terus mengharap dari Ibu dan Ayah. Aku juga mempunyai tanggung jawab terhadap ke tiga adikku.

Sosok nya yang kuat membuat ku belajar menjadi kuat. Sosoknya yang mandiri membuat ku belajar untuk mandiri. Sosoknya yang Pengasih membuat ku belajar untuk menyayangi.
Namun, saat ini tak ada yang bisa ku berikan padanya. Hanya doa-doa yang terselip dalam sujud-sujudku. Berharap Allah melimpahkan kasih sayang nya kepada Ibu dan Ayah. Seperti kasih sayangnya yang tak pernah putus kepadaku.

Jika Allah memberikan rejeki, dan Allah memberikan kesempatan. Ingin sekali rasanya membawa Ibu ke Makkah. Tempat yang diidam-idamkannya sejak lama. Namun, keinginan itu harus ia tahan. Demi keberlangsungan pendidikan ku dan adik.
Ibu rela tak makan enak asal anaknya makan.
Ibu rela tak membeli baju baru di Hari Raya asal anaknya terlihat ceria mengenakan baju baru.
Ibu rela tak pergi kemana-mana demi berjualan untuk makan anak-anaknya.

Berbahagialah kita yang masih bisa merasakan kasih sayang Ibu. karena tidak semua orang merasakannya. :) Kasihilah dia selagi dia masih ada, atau kita akan menyesal
Bagi sahabat yang telah kehilangan Ibu, karena dijemput Sang Kekasih. berdoalah banyak-banyak untuk nya,

“Ya Tuhan kami, beri ampunilah aku dan kedua ibu bapakku serta orang-orang mukmin yang laki-laki dan perempuan pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. Ibrahim: 41)
amin.. ya Allah....

 satu sajak yang kupersembahkan untuk Ibu tercinta


syarat makna kutatap wajah sendumu, kian haru lerai diriku yang sendiri
sibakkan air wudhu dalam jemarimu yang kian kasar
basuh keningmu yang kian legam berkerut
beribu duka ku berikan dalam piring hatimu
tapi bibirmu yang kian pecah tak henti berajut doa akan ku yang sering buatmu lara

Ibu...
senja tak lagi indah bila ku dudukkan kau pada singgasana malam
Tapi tanganku tak sanggup tuh rekahkan senyum syahdumu
Tropy terbesar ingin ku persembahkan di pangkuanmu
tapi kaki tak sanggup tuk berjalan
halang duri perjalanan yang lekang dengan nista
malam ingin kuhadiahkan untukmu
beribu bintang ingin kuterangi jiwamu
tapi kau hanya diam dalam sejuta yang tak ku mengerti
menghapus hampa hati yang kian merusuh
Kau tak berkata
merangkulku dalam sejuta kasihmu

Harapku disini kau tetap ada, duduk disampingku
tenangkan teriakan ketakutanku akan gelap
harapku kau tetap ada Ibu...
menyentakkan keterlambatanku akan subuh

Ya Rabb..
curahkan kasihMu sebesar kasih sayangnya
Berikan singgasana terbaik untuknya
Berikan kejora yang paling bercahaya untuknya
Berikan kebahagiaa untuknya amin..

Hanya senandung doa untuk Ibu tercinta
 

**Postingan ini ditulis untuk ikut serta dalam lomba Blog 1000 Kisah Tentang Ibu


Persembahan Ungu  dan Chocolatos

http://unguband.com/1000kisahtentangibu.html

http://www.gerychocolatos.com/

Informasi bisa juga dilihat di Blognya Agnes Davonar  http://lieagneshendra.blog.friendster.com/?p=2888



You Might Also Like

32 komentar

  1. keren tulisannya...
    semoga... menang yah dear ^^

    ReplyDelete
  2. smoga menang chika,..bagus terharu,..

    ReplyDelete
  3. kasih ibu memang bener2 tulus chik...ga harap kembali...aku terharu baca kisahnya...semoga ibu chika sehat2 selalu ya..salamku untuk beliau...

    semoga sukses untuk lombanya....:)

    ReplyDelete
  4. Kisah ketegaran dan pengorbanan seorang ibu yang tanpa batas.
    Salut untuk kisahnya Chika,semoga menang ya?!

    ReplyDelete
  5. iya, postingannya tanggal 23.
    bikin draft postingan sekarang aja, trus di set supaya muncul pas tanggal 23.

    :)

    semoga menang yaaa

    ReplyDelete
  6. Tante,,,
    Dija gak bisa lomba blog buat ibu yaa
    Dija gak punya Ibu..

    :(

    ReplyDelete
  7. moonlight serenade :-"
    brapa ari tu bikin? ikikikik

    ReplyDelete
  8. Terlepas dari Ikutan Kontesnya.. aku terharu baca postingan ini dari awal sampe abiz Chika hhe..... yupz bener.. aku juga cuma dari keluarga sederhana tapi itulah nikmatnya.. dapet kasih sayang yg luar biasa dari Wanita yg juga luar biasa...... salam yach sama Ibunya... emank klo kepasar jam brp tuh Chika si Ibu? smoga sehat2 ya ibunya....

    Semangat n Happy blogging!!!

    ReplyDelete
  9. membaca tulisanmu ini membuat aku rindu mama terkasih di luar kota sana ^^

    apa kabar ? aku baik sahabat...mohon maaf lahir dan bathien ya :)

    ReplyDelete
  10. doa terindah buat ibu mgkn adalah doa anak2nya..

    thanks sdh berkunjung ke blogku ^^

    ReplyDelete
  11. ceritanya kerennih.... smoga menang ya

    ReplyDelete
  12. saya jadi berkaca diri sesuai dgn yang saya aLami, saya pun terLahir dari keLuarga sederhana.
    beLiau mengatakan itu "Ibu hanya bisa membesarkan dan mendidik, seLebihnya adaLah terserah kepada mu. yang membuat Ibu bahagia adaLah keLak kau Lebih berhasiL dari kedua orang tua mu, karena hari esok harus Lebih baik dari hari ini. begituLah dirimu bagi Ibu".

    di usia masih sekitar 5 atau 6 tahunan badan saya pernah tersiram air panas, saat saya Lagi main di koLong meja rupanya tangan saya menggapi ke atas meja dan menyenggoL termos. air di saLam termos tumaph dan mengenai badan saya, saya nyaris menggunakan baju perban, karena Luka bakar akibat tersiram air panas tersebut.
    Ibu Lah yang merawat, seperti yg Mbak sampaikan di atas.

    hmmm... jadi nostaLgia bersama kenangan beberapa puLuh tahun LaLu.

    ReplyDelete
  13. waahh.. keren. eh eh. baru tau kalo deza itu perempuan. dari dulu mikirnya laki - laki. ckck. :P

    ReplyDelete
  14. eh eh salah denk. ini chika ya. chika mah emang perempuan. haha. btw gimana kuliahnya? udah lulus yua? hoho.

    ReplyDelete
  15. Bagus tulisannya... jadi terharu oleh pengorbanan sang Bunda...
    Betapa hebatnya beliau...

    ReplyDelete
  16. Ikutan berpartisipasi dalam lomba blog 1000 kisah tentang ibu ya...? Semoga menang... Amin

    ReplyDelete
  17. Wah jadi kangen lagi sama ibu di rumah,,,
    makasih ya kunjungannya yahhh maaf ru s4 berkunjung sekarang

    ReplyDelete
  18. @inge
    Wah makasih ya , aminn.. moga menang hehee

    @mba melani
    Hehe.. bener gitu mba? Makasih ya :D

    @mba wind
    Alhamdulillah, Ibu memang orang luar biasa yang mengajarkan chika arti kehidupan 

    @combrok
    Makasih ya  amin.. makasih juga doanya

    @mba elsa
    Alhamdulillah chika dah buat, tunggu ya tanggal 23 hehehe^^

    @Baby Dija
    Bisa kok dija ikut, ceritaiin aja tentang harapan dija ^^

    @ka dave
    Hihiii^^ chika aja gx tau
    Berapa ari ya :-“ lupa hehee

    @Ferdinand
    Kadang hidup dari keluarga yang biasalah yang membuat kita lebih banyak belajar untuk mensyukuri kehidupan 
    Iyah nanti chika salamin, ibu ke pasar sehabis subuh kak

    ReplyDelete
  19. @senja
    Alhamdulillah chika juga baik-baik aja
    Rindu dengan mama? Telpon dunk :D

    @chandra
    Makasih ya sudah menyempatkan membaca 

    @Taqi
    Ditemui ibunya donk biar gx kangen lagi 

    @kakve
    Hehee chika juga selalu merindukan rumah 

    @zasachi
    Emang, chika juga pernah dengar, doa yang diijabah itu doa anak kepada orang tuanya

    @wahyu
    Makasih yah^^ aminnn…

    @om rame
    Ternyata om punya pengalaman yang hampir sama ya kayak chika 
    Namun perlu kita syukuri kadang hal itulah yang membuat kita jadi lebih bersyukur akan kehidupan saat ini, dan berusaha untuk membahagiakan Ibu

    ReplyDelete
  20. @rizaldy
    Wekeke chika tau,, deza sapa coba ekekee…
    Masa sih chika dikira laki2… foto profilnya aja kartun berjilbab gitu >.<
    Belum chika masih ppl kok :D

    @mba reni
    Iyah mba makasih ya,
    Aminn deh ^^

    @sun’s
    Hehe.. emang skarang dimana sun’s?
    Yup sama2 ^^

    ReplyDelete
  21. Sukses ya chikaaa ^_^

    Pengen ikutan deh... :)

    ReplyDelete
  22. @edsa
    makasih edsa sudah berkunjung

    @senja
    makasih yah^^
    ikutan aja

    ReplyDelete
  23. iyah Mbak, tepat kejadiannya saya Lupa karena memang masih anak sekaLi. sudah puLuhan tahun LaLu. dengan keLuwesan seorang Ibu daLam merawat saya dan atas dasar ridho-NYA, semua Luka bakar yg ada di badan saya hiLang tidak berbekas. namun apa yg saya aLami masih membekas erat di hati ini untuk menjunjung tinggi keutaman seorang Ibu dari haL2 Lainnya.

    memang itu adaLah pengaLaman buruk. tetapi di baLik itu justru Lebih memahami arti dari seorang Ibu, dan ituLah akhirnya saya mengerti.

    ReplyDelete
  24. @om rame
    kalo chika masih ada bekas luka bakarnya om dibagian kaki
    karena di bagian pergelangan kaki, setiap bergerak selalu berdarah waktu itu
    alhamdulilah sekarang dah baikan walau masih ada bekas.. :)
    Ibu memang memberikan kasih tiada tara

    ReplyDelete
  25. berburu lomba nih ye..:)
    moga menang ya..topiknya menyentuh..:)

    ReplyDelete
  26. hahaha :D
    iyah nih
    lomba itu jadi inspirasi buat nulis juga wkekeee

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)

Instagram

IBX583D9E221356E

Like us on Facebook

Flickr Images