Follow Us @riafasha

Monday, December 6, 2010

p-u-l-a-n-g


seperti rahasia
tika daun berjatuhan di beranda
dimana aku pulang
tika letih berbaring dalam hitam...

anai-anai beringsut masuk...
usik ketenangan malam kian bisu...

sedang telaga kian keruh
tak jua ada lentera

mencoba rangkai nadaku yang minor
bermelodi di atas tenor
terlempar pada titik nadir

letih...
kuingin pulang menemuiMu...
bercumbu dalam ruang bisu ku...

ahh,,,,
aku lupa... 
dimana jalan pulang...



*pernah di post di MP yang dah chika hapus
sengaja dipost lagi biar gx hilang^^ 

24 comments:

  1. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    ------

    Jalan pulang? Tanya saja pada peta
    Susah-susah amat
    Apa kau butuh dua pasang mata lagi? Atau mungkin 4 otak tambahan?
    Susah jadi orang
    Tak pandai manfaat syukur
    ---------------------------------
    maaf kalau jawaban puisinya terasa galak,,sebenre tha gak galak,,,dasar aliranku memang kyk Om almarhum WS Rendra... Membara...

    mbak Rei, selamat tahun baru hijriyah ya....

    ^^



    ------

    صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد - صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم

    ReplyDelete
  2. @Ahmad Bumi Fattah

    mata dan otakku sudah mengingat jalan pulang itu

    namun langkahku tak bisa digerakkan...
    malah mengembara ke jalan yang entah akan bawa kemana >.<

    yah.. memang tak jadi ahli syukur

    ============================
    gx apa2..^^
    itu perwakilan hati chika saat lagi down banget
    yupp ,, happy hijriah^^

    ReplyDelete
  3. berjalanlah..hingga benar2 Tuhan menunjukannya..
    hingga keletihan itu benar2 tak bisa terkoyakan lagi..
    di sanalah, kau akan merasakan kekuatan itu..

    ReplyDelete
  4. @windflowers
    smoga mba :)
    berharap jalan yang ditempuh ini
    benar2 jalan pulang

    ReplyDelete
  5. jalan itu sangat mudah ditemukan
    terlebih ketika kau temukan sepi dan sendiri
    karena sejatinya Ia tak pernah biarkanmu sendiri
    tengok lah dalam diri
    disana kan kau temukan jalan pulangmu... ^^

    ReplyDelete
  6. Ngga tau jalan pulang kak? yuk aku anter.. #ngaco! :ngacir:

    ReplyDelete
  7. Puisinya keren... bakat sang Ayah bener2 menurun pada putrinya nih.

    ReplyDelete
  8. Seakan aku pun diingatkan bahwa aku pun sering lupa jalan untuk pulang.... :(

    ReplyDelete
  9. setuju ma inge, lentera penunjuk jalan itu selalu ada melekat dalam nurani.

    ReplyDelete
  10. pulang....pulang!!! kamu harus cepat pulang, jangan terlambat sampai di rumah (slank).

    ReplyDelete
  11. jalan pulang tersembunyi dibalik sepertiga malam

    ReplyDelete
  12. mencoba rangkai nadaku yang minor
    bermelodi di atas tenor
    terlempar pada titik nadir


    salut dgn penggunaan bahasanya,...

    ReplyDelete
  13. aku seneng banget tuh sama warna daunnya...
    hehehehehe

    selamat tahun baru ya Chikaa

    ReplyDelete
  14. chika pinter bikin puisi juga?? kereeenn.. ;D

    ReplyDelete
  15. Aku juga kadang lupa jalan pulang, mungkin keasikan dilena dunia.
    Nanti kalau sudah tau jalan pulang beritahu aku yah.
    Salam.. .

    ReplyDelete
  16. @all :thankx:
    makasihh yah >.<
    smoga jalan pulang pulang itu segera kutemuiii

    ReplyDelete
  17. ...dan nada minor itu telah berubah menjadi mayor
    sehingga jalan pulang itu menjadi indah dengan irama yang mengalun merdu

    Puisi yg bagus Chika... ^__^

    ReplyDelete
  18. kemana teman seperjaLan yang seLaLu mengiringi?. di saat sedang daLam pejaLanan, biasa seLaLu diingatkan akan arah menuju puLang.

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)