"Malas Aja"

8:06:00 PM

"Shandy kok nggak sekolah." Syifa yang tengah asyik membaca buku di teras rumah teralih perhatiannya pada seorang bocah berumur sekitar 7 tahun bernama Shandy.
"Shandy cape kak." jawab bocah itu seolah tak ada beban. Tangannya asyik memainkan pasir yang bertumpuk di rumah syifa.
"Cape? Sekolah kok cape, masih kelas satu aja sudah malas. Apa enaknya main." gerutu Syifa tak senang.Yang diceramahin hanya tersenyum, memperlihatkan gigi-giginya yang hitam.
"Mau jadi apa kamu kalo nggak sekolah. Sudah cape-cape toh Ibu mu cari duit jadi buruh cuci, masih malas-malasan juga." Syifa ternyata masih melanjutkan omelannya.
"Uang jajannya dikit kak. cuma dikasih dua ribu."
"Apa??? Dua ribu dikit... tau nggak kakak dulu ke sekolah jauh jalan kaki, nggak ada jajan, malah bawa keripik buat di jual!"
"Hee..heee..." Shandy kembali tertawa.

Syifa masih saja menggerutu saat seorang remaja menghampirinya.
"Baca buku apa kak?" gadis remaja itu memanjangkan lehernya.
"Oh.. ini buku jadi orang sukses." jawab Syifa ketus.
"Oh... gitu ya.."
"Eh.. he... mery kamu kok nggak ke sekolah sih?" tanya syifa sambil mengkerutkan keningnya.
"Hehe.. dah berhenti kak!"
"Nah lho... kok berhenti. Apa masalah uang sekolah? kalau masalah itu, ntar kakak coba cariin donatur ya, sayang lho dah kelas 2 smp kok berhenti. Eh.. tapi bukannya dah ada Pak Haji Komar yang ngedanain sekolah mery"
"Hehe.. bukan itu kak, mery malas aja, jauh sekolahnya cuma dikasih uang ongkos."
Glek.. Syifa menelan ludah, diam... tak mau melanjutkan pertanyaannya.

Dibukanya lagi buku yang baru dia beli itu. Tidak ada alasan jika ada kemauan. Otaknya tak bisa menalar alasan jajan sedikit, dan tidak ada jajan dibandingkan ilmu dan masa depan yang bisa didapat di bangku sekolah. Berjuta anak bahkan merindukan hari-hari di sekolah. Namun sebagian, mungkin termasuk kita menyia-nyiakan kesempatan yang tidak bisa semua orang dapatkan. Seperti tidak bersyukur atas apa yang telah didapatkan. Syifa geleng-geleng kepala memperhatikan kedua anak itu sibuk bermain. Entah jadi apa mereka nanti. Tak terbayangkan jika setiap anak Indonesia bepikir seperti ini

You Might Also Like

22 komentar

  1. itu aja yang sekolahnya bayar anak bisa mikir kayak gitu.. saya mah nggak bisa ngebayangin kalo sekolahnya gratisan, kira2 gimana anak mikirnya yah... ckckck

    ReplyDelete
  2. padahal mereka adalah generasi penerus, yang akan menggantikan generasi sekarang

    ReplyDelete
  3. btw, kamu kayaknya produktif banget ya nulis untuk kontes cerpen gt.. keren!

    ReplyDelete
  4. dia kan masih anak-anak,,,!!!!! heheh

    ReplyDelete
  5. Anak-anak itu pikirannya masih polos, hanya main-main saja. Ngajarin anak-anak juga dengan pendekatan yang menyenangkan. Ntar bisa jadi masa anak-anak tidak bahagia kan kasian juga. Memang hidup perlu disyukuri, dengan cara lebih rileks, nyaman. Tiap orang akan bisa mengatur sendiri proporsinya agar bagi waktu antara kerja keras, ibadah, istirahat. Sori kepanjangan...

    ReplyDelete
  6. kalau sekolahnya jauh, maka bangun sekolahnya di tempat yang dekat dgn perumahan penduduk, jangan di pusat kota

    ReplyDelete
  7. Pagi Chika...

    Iya..anak2 emangnya paling suka main, kalau sudah main pasti malas lagi kesekolah ditambah lagi uang jajan yg sedikit.
    Kembali kepada orang tua mungkin ya..bisa lebih sedikit kasih nasehat yang lebih mujarap, untuk apa sekolahh itu dan akan jadi apa jika tidak sekolah.
    Dini masih kecil , gak tau kalau nanti udah besar dan udah mulai tau jajan bisa2 malas juga gak ya.

    ReplyDelete
  8. Cobalah untuk tidak menggunakan alasan apapun, asala mau berusaha pasti ada jalan, saya dulu sekolah udah rada jauh tidak di kasih uang saku

    ReplyDelete
  9. kalo di luar negeri kan sekolahnya gratis tuh...

    ReplyDelete
  10. Bagus Chika postingannya, semoga ini cuma cerita ya...dan jangan sampai pola pikir anak2 sekarang kayak contoh di atas itu, pada males sekolah.Hmm

    ReplyDelete
  11. hey chika...
    lucu sekali ceritamu itu...
    menyirat dan menyurat makna adanya... ^_^
    dan apa kah kabarmu rei??
    aku makin hilang dari peredaran ^___^
    aku butuh ada semangat,,, ayok ayok, semangati aku...

    Salam buat semuaaaaaa ^___^

    Chika, aku baru aja posting,,,, dan chika, mampir deh,,, hihihi ^_^
    http://wiedewriter.blogspot.com/2011/02/perih-ada-bersama-kenyataan.html

    ReplyDelete
  12. yah.. namanya jga anak anak ,, masih seneng2 nya main.. ntar jg lama2 ngerti heheh,, but thats so funny hehehe:)

    ReplyDelete
  13. iya, intinya di kemauan. karena orang yang memiliki kemauan otomatis akan menjari seribu jalan. dan orang yang tidak memiliki kemauan akan mencari beribu alasan. :)

    ReplyDelete
  14. jadi tujuan ke sekolah tu bwt nyari ilmu ato bwt nyari jajanan yah heehee

    ReplyDelete
  15. emang kebanyakan anak sekarang kaya gitu. karena uang jajan berpengaruh besar pada sosialisasi mereka di sekolah. ga jarang kok anak ngerasa malu karena uang jajan lebih minim daripada temannya yang lain. mungkin salah satu bentuk kesenjangan ☺

    ReplyDelete
  16. Waduh... gak sekolah hanya gara2 uang saku? Capek deh.... :(

    ReplyDelete
  17. Moga2 gak banyak anak2 yg malas spt itu....

    ReplyDelete
  18. Jadi gemes deh baca cerita di atas... masak mereka gak sekolah hanya gara2 masalah uang saku sih?

    ReplyDelete
  19. Mau jadi apa ya anak2 itu nantinya? Kok orang tuanya juga gak berusaha mendorong mereka utk tetap sekolah?

    ReplyDelete
  20. kenapa selalu masalah uang ya,padahal ilmu yg lebih penting. salam kenal mbak

    ReplyDelete
  21. Nampaknya sekarang uang menjadi motivasi yang penting buat mereka bersekolah ya.

    Salam.. .

    ReplyDelete
  22. kalo aku punya adik kayak gtu kujewer nanti hehehe :p

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)

Instagram

IBX583D9E221356E

Like us on Facebook

Flickr Images