Follow Us @riafasha

Sunday, February 13, 2011

Cintai air demi Masa Depan Kita


Dia yang menurunkan dari langit, air; dan boleh dicapai, dan kebun-kebun (jannah) anggur, dan zaitun, dan delima, yang serupa sesamanya dan tidak mutasyabihat (serupa) sesamanya. Perhatikanlah pada buah-buahnya apabila mereka berbuah, dan masak. Sesungguhnya pada semua ini adalah ayat-ayat bagi kaum yang mempercayai. (Al-‘Anam : 99)
Bumi merupakan anugrah besar yang diciptakan Allah terutama bagi manusia di Dunia. Keadaan Bumi sebagai salah satu planet yang kaya akan air merupakan keadaan yang unik dalam sistem matahari yang dibuktikan dengan sains modern. Tanpa air tak bisa dipungkiri planet akan mati bahkan Alquran menjelaskan bahwa air menggambarkan fenomena penciptaan yang tiada henti dan dari airlah diciptakan segala yang hidup.

70% dari tubuh manusia adalah air. Bagian terbesar dari darah yang beredar di mana-mana dalam tubuh kita tentu saja air. Hal ini berlaku bukan hanya dari diri sendiri atau orang lain tetapi: sebagian besar tubuh semua makhluk hidup adalah air. Tanpa air tampaknya, hidup kita mustahil!

Sebuah informasi dari Tribun Timur menyebutkan bahwa Indonesia menjadi negara yang kaya air dan pernah menduduki peringkat kelima negara yang paling kaya air. Itu ditunjukkan dengan curah hujan yang mencapai 2.779 milimeter per tahun. Namun berdasarkan catatan Kementerian Lingkungan Hidup pada 2008, Indonesia mengalami krisis air bersih. Nah lho kok bisa begitu *

Hal ini perlu dipertanyakan! bagaimana mungkin Negara yang kaya akan air malah mengalami krisis air. Kita seperti asing di negera sendiri. Air yang dulu dianggap gratis dan bisa dikonsumsi secar Cuma-Cuma oleh public, sekarang menjadi sebuah barang mahal dan langka yang tidak semua orang terutama masyrakat miskin bisa memiliki dan mengkonsumsinya. Air bersih bahkan lebih mahal dari bahan bakar minyak.

Berdasarkan riset United States Agency for International Development (USAID) terhadap beberapa sampel air yang diambil dari beberapa kota, hampir 100 persen sumber air minum di indonesia sudah tercemar bakteri E. Coli dan Coliform. Nah sobat mudaers tau kan bahwa bakteri E. coli dalam air minum menunjukkan bahwa air minum tersebut pernah terkontaminasi kotoran manusia dan mungkin dapat mengandung patogen usus. Oleh karenanya standar air minum mensyaratkan E. coli harus absen dalam 100 ml (Eureka). Dari hasil penelitian oleh Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Jakarta pada 2006, 13 sungai yang mengalir melewati ibukota sudah tercemar bakteri Escherchia coli (E-coli). Bakteri yang berasal dari sampah organik dan tinja manusia ini juga mencemari hampir 70 persen tanah di kawasan ibukota, sehingga berpotensi mencemari sumber air tanah. Salah satu sungai yang tingkat pencemarannya paling parah adalah Sungai Ciliwung. Kadar bakteri E-coli pada sungai itu mencapai 1,6-3 juta individu per 100cc, jauh di atas baku mutu 2.000 individu per 100cc. Padahal sungai ini menjadi bahan baku air minum di Jakarta. Sedangkan penelitian lain menyebutkan, 76,2 persen dari 52 sungai di Pulau-pulau Jawa, Sumatera, Bali, dan Sulawesi tercemar berat oleh zat organik, termasuk 11 sungai-sungai utama di Indonesia yang tercemar unsur amonium. Sungai-sungai yang mengalir di pulau Jawa, seperti Jakarta, cenderung lebih tercemar oleh bakteri E-coli akibat pencemaran tinja yang menyebabkan penyakit diare pada manusia. . Nah bayangkan saja jika air minum yang selama ini kita minum mengandung bakteri tersebut!!


Tidak bisa menyalahkan siapa-siapa! Karena ini memang kesalahan kompleks yang begitu berantai, mulai dari masyarakat kita sendiri hingga pihak-pihak terkait yang lebih mementingkan kepentingan sendiri. Betul apa yang tertera di Quran Surat Ar-ruum ayat 41 bahwa semua nya karena ulah manusia.



“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”


- Jika diamati krisis air ini berbanding lurus dengan banyaknya penebangan liar di hutan-hutan di Indonesia. Menurut kompasiana, penebangan liar dan konversi hutan di daerah tangkapan air telah membuat penyerapan air tanah menjadi terhambat muka air tanah juga menurun dengan konversi lahan yang merubah lahan pertanian menjadi pemukiman. Selain itu juga ada masalah penyaluran air secara ilegal dan pencurian seperti yang terjadi di Palembang.
- Selanjutnya adalah masyarakat yang tidak pernah menyadari tindakan-tindakan kecil mereka ternyata malah merusak ekosistem yang ada. Contohnya: membuang sampah ke sungai atau sumber air, ternyata mengakibatkan pencemaran air dan tentunya berdampak negative bagi kelangsungan hidup manusia.
- Pemanasan global telah memicu peningkatan suhu bumi yang mengakibatkan melelehnya es di gunung dan kutub, berkurangnya ketersediaan air, naiknya permukaan air laut dan dampak buruk lainnya. mengalami penguapan. Danau-danau itu sendiri akan menghadapi masalahnya sendiri ketika airnya tidak lagi membeku.
- Pengelolaan air yang sangat buruk baik itu dari departemen pekerjaan umum ataupun PDAM.

Nah sobat muda. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi permasalahan ini. Belum terlambat jika semua pihak mau bekerja sama. Seperti kata Aa Gym, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal terkecil, dan mulai dari sekarang juga^^ Lalu apa sih yang bisa dilakukan oleh pemerintah dan kita sebagai kaum muda yang harusny peduli pada masa depan air. Jika mengintip ke Negara-negara luar seperti di New York, cenderung memiliki tradisi untuk melakukan konservasi di kawasan penangkap air dan memperluas kawasan hijau di wilayahnya atau di Cina, kepedulian internasional semakin meningkat terhadap ukuran dan biaya ekologis serta kehidupan manusia yang muncul akibat sejumlah rencana infra struktur air secara besar-besaran. Kita juga bisa melakukannya, bisa saja dengan memperluas kawasan hijau sebagai daerah resapan air, menggunakan air secara efisien dan tentunya menjaga sumber air dari berbagai penyebab pencemaran. Kalau bukan kita siapa lagi^^

Dan sebagai generasi penerus, Pemuda Indonesia jangan Cuma tau happy-happy aja, atau sekedar kongkow-kongkow di mall *tidak bermaksud menyinggung hihii.. siapa yang akan tahu apakah 10 tahun ke depan, kita masih bisa menikmati air bersih atau tidak. Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA yang dilaksanakan Kompas MuDA dan AQUA menjadi salah satu ajang bentuk kepedulian kita menyumbangkan ide-ide kreatif. Siapa tahu kan dengan tulisan yang kita tulis, bisa menjadi inspirasi bagi orang-orang yang membacanya untuk peduli dan menjaga air. Karena ini demi kehidupan kita. IT's about Us: Air untuk Masa Depan.
^^ Cintai air demi Masa Depan Kita

11 comments:

  1. wah airrrr .. iya salah satu nya pembodohna publik dengan menanam di pot ,lebih baik langsun gke tanah aja ..soalnya itu juga ada dampak dalam jangka panjang ..makasih info nya

    ReplyDelete
  2. hmm.. jadi semakin mengerti trnyt selama ini bnyk salah.. nice post Rei.. mas doain menang..

    ReplyDelete
  3. Harus d akui memang masih banyak sebagian kita yg mengabaikan hal2 kecil dlm penggunaan air, sampai kpd sikap yg menyepelekan kegiatan2 yg dapat mencemari lingkuang.

    Saya sangat setuju, sebaiknya kita mulai membenahi semua dr lingkungan paling kecil terlebih dahulu, biarkan semua menjadi kebiasaan yg positive hingga meluas, untuk masa depan yg lebih baik demi anak cucu kita kelak...

    ReplyDelete
  4. Sudah sifat manusia merusak alam karena keserakahan. Memang semua mesti dijaga termasuk air. Semoga kebiasaan menulis ditambah dengan ayat Al Quran dibiasakan ya...

    ReplyDelete
  5. lha kalo air di eksplorasi besar²an oleh perusahaan² air minum dalam kemasan dan dikomersilkan untuk mencari laba sebesar²nya ntu bagaimana....??

    ReplyDelete
  6. memang kita harus mencintai dan menjaga air, serta semua sumber daya alam yang ada di sekitar kita ^^

    ReplyDelete
  7. iya, kita bisa bertahan hidup lebih lama tanpa makanan, tapi tidak tanpa air...

    ReplyDelete
  8. air sangat penting peranannya memang dan harus di jaga, sukses buat contesnya Chika :)

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)