Empat Pasang Mata

1:43:00 PM

Sunyi. Mata mereka menatap kosong pada dinding-dinding kayu dengan celah lubang cahaya disetiap sudutnya. Empat pasang mata bocah ingusan itu tak seperti anak kebanyakan, tidak berbinar, tidak juga penuh harapan. Kosong... dan sunyi....

Malam. tidak ada yang lebih sepi daripada sebuah kehilangan. Kehilangan yang menyakitkan...empat pasang mata itu bukan anak yang bisa mengerti apa yang akan dihadapinya nanti. namun nurani mereka lebih tak peduli, karena bahkan orang dewasa pun tak lagi menyimpan nurani...

Tangis. bahkan tak cukup untuk melembutkan orang yang ada dihadapan mereka, lebih baik diam... dan merekam kejadian, dan mengingat lebih detail, bahwa kehadiran mereka bahkan tidak dianggap sebagai anugrah Tuhan.

Malam kian pekat, empat pasang mata menahan tangis dalam gundah.
"Kembalikan anakku... beraninya kau menyentuh anakku, sedang saat dia dalam kandungan kau malah main dengan wanita lain," sang Ibu berteriak seperti kesetanan, ditangannya sebilah pisau sedari tadi menyambar tak tentu arah.
"Kau yang tidak bisa menjaga anak... aku sibuk bekerja, kau pergi dengan lelaki yang, dan anak-anakmu kau tinggalkan," sang ayah pun, membabi buta memukuli apapun yang ada didepannya.

3 pasang mata telah menangis ketakutan. namun satu pasang mata memerah nanar, menggenggam tinju erat-erat lalu pergi... entah... dan orang dewasa pun lebih tak peduli...

***
Harusnya sepulang sekolah, ia bisa menikmati makan siang buatan Ibunya, namun tidak bagi Aa, bocah kelas 4 sd, anak pertama dari 4 bersaudara... kakak dari adik-adiknya.

Masih berseragam sekolah, Aa berlari menuju rumah Pak Imran..
"Nggak ganti baju dulu?" tanya pak Imran ragu. bocah itu menggeleng lalu meraih karung-karung kecil yang diberikan pak Imran...

sore Menjelang...
Aa menerima uang sepuluh ribu dari Pak Imran.
"Ibumu kemana,?" aa menggeleng sedih, lalu berlari membeli 2 nasi bungkus, lalu berlari lagi, ke rumahnya...

3 pasang mata telah menunggunya disana. Mereka makan dengan lahap hasil jerih payah kakaknya. Aa...
aku hanya bisa menatap sedih dari kejauhan...
haruskah seperti ini?? Bocah kelas 4 sd setiap harinya mengumpulkan 10 kantong kotoran sapi yang dibayar dengan uang 10 ribu untuk makan ke tiga adiknya.... Sedang kedua orang tua mereka semakin sibuk menyalahkan... lalu empat pasang mata ini, akan jadi apa,.....

Malam. tetap pekat... sunyi tetap sunyi... empat pasang mata berdoa pada Allah, untuk tidak menjadi dewasa, setidaknya tidak menjadi seperti ayah ibu mereka

You Might Also Like

13 komentar

  1. baguuuus, dalem maknanya... ketika niatnya berbuat baik, tetapi oleh ortunya ditentang karena ketidak tahuan orang tua tentang apa yang dikerjakannya

    ReplyDelete
  2. daleeemmmmm!! mak jleb gitu. Terenyuh banget saya bacanya.

    ReplyDelete
  3. kurang ngeeeh sama ceritanya. mungkin karna bahasanya rada rumit... maaf otak saya rada lemot kali ini. :(

    ReplyDelete
  4. 3 pasang mata bukan hanya cerita,(seperti)Mereka ada disekitar kita.Bangkitkan kepekaaan dan sifat memberi semoga makin terang jalan kita.

    Salam.. .

    ReplyDelete
  5. bisa jadi kejadian seperti ini ada di sekitar kita, orang tua tidak memperdulikan keberadaan anak-anaknya karena bergelut dengan keegoismean diri mereka. Menjadi anak terlantar secara ruhani dan jasmani.
    Namun Alloh swt tidak pernah membiarkan hamba yang teraniaya berada dalam kubangan kesedihan, dan selalu saja ada jalan keluarnya walopun seharusnya belum saatnya dia melakukannya

    ReplyDelete
  6. bapak mereka itu tidak dewasa, dia kekanak-kanakan..
    dan anak-anaknya yang sidah dewasa..
    harusnya mereka berdo'a untuk tidak menmiliki sifat anak-anakn seperti bapak ibu mereka..

    ReplyDelete
  7. Aku jadi kasian ama semuanya..anaknya..orang tuanya juga..

    ReplyDelete
  8. empat pasang mata dalam kesederhanaan dan kenyataan hidup..mencoba menjelajahi dengan seadanya...

    keren chik.. :)

    ReplyDelete
  9. Cukup mengharukan..
    Andai itu terjadi, itulah realita, mudahan bisa jadi pelajaran bagi kita yg berakal..
    Salam kenal

    ReplyDelete
  10. Chika pa kabar nih?
    postingannya bagus banget sih

    ReplyDelete
  11. Ceritamu dek..., mata2 itu dapat kubayangkan bil aitu kejadian nyata.

    ReplyDelete
  12. komen tak harus dengan kalimatlengkap kan? oke, kalo gitusaya cukup bilang: saya suka.. :)

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)

Instagram

IBX583D9E221356E

Like us on Facebook

Flickr Images