Follow Us @riafasha

Tuesday, June 28, 2011

Senandung Anak Kapal: Mengenang Rani

mengenang Rani.,. dalam hamparan kertas-kertas putih…
atas coretan-coretan kelam kisah menyusur setapak
membekas jejak pasir bergeliat… menyisiri angin..

mengenang Rani…
pernah kau berkata, wahai anak kapal…
cintai laut ini, bagai bersemayam dalam rahim ibumu
mengenang Rani…
mengenang kilauan ombak hamparan mutiara
mengenang jentikan butiran pasir
mengenang cemara
mengenang… kisah saat kau masih berdiri di bawah biduk…

wahai anak kapal… kelam.. dan legam…
isak yang naïf…
bersenandung pada petikan gitar senar tiga
luka masih menganga…
dan bertanya… adakah aku benar-benar anak kapal kawan?
Sedang pelayaran tak jua berpihak kepadaku…
Dan malam tak jua membalas cintaku…

Mengenang Rani…
mengenang rambut kasar berkutu ...bau ....berketombe…
dan bertanya… adakah malam kan punya jendela?
agar kusampaikan salam seorang teman untuknya (sayang… kau pun tak menatap bulan malam ini)
biar kutitip saja rindu Rani pada angin malam…

mengenang Rani…
mengenang seribu mimpi yang terangkum pada senandung-senandung batu karang…
namun pecah oleh ombak…
dan bertanya… adakah aku benar-benar anak kapal kawan? (sedang ombak tak
menjawab mimpiku)

cerita tak kunjung usai
sedang bintang tak terlihat lagi…
kau tetap saja dengan senandung gitar senar tiga..
ah.. aku lupa… sudah jadi dua rupanya…
dan bertanya… adakah benar yang kau bilang kawan? Tentang laut yang menyukaiku?
(sedang laut tak mau menatap wajahku)

Ah.. Rani…
Seandainya hati punya tangga…
Ingin kudaki menuju hatimu…
Membawakan bulan merah jambu…
Dan menobatkan mahkota di kepalamu…
Rani…si Anak Kapal…
Dan… laut sangat mencintaimu…
Memilihmu karam… bersemayam… menjadi buih-buih…

dan tika senja…matahari merah merona…dan rinai pun berpihak kepadaku…
senandungmu masih saja ada…memaksaku untuk kembali mengenangmu…
andai kau masih disini… kan ku katakan padamu…seperti apa yang kau mau…
bahwa aku mencintai laut ini, ombak ini, karang ini, pasir ini, sama sepertimu, walaupun tak ada mahkota anak laut dikepalaku…sampai kapanpun…deburan ini… menoreh kan kisah tak berujung… tentang anak kapal yang tak berhenti bersenandung…


*repost puisi tahun 2009

17 comments:

  1. hmmm Puisinya udah lama, tapi bermakna, pasti kalo Rani baca dia sukaaaaa.

    Bagus chika Puisi kamu..

    ReplyDelete
  2. puisi yg keren bgts chika,... teryata puisi lama ya, siapakah rani ?

    selamat pagi...selamat beraktifitas :)

    ReplyDelete
  3. Sukaaaa...meski ada yang ga tau maksudnya, tetep aja mengena huehehehehe
    Btw, Rani itu siapa mba?

    ReplyDelete
  4. Puisi yg bagus. Jaman sekarang jarang yg bisa bikin puisi yg bukan tentang cinta, hehehe

    ReplyDelete
  5. dilihat dari kata-katanya rani tu pasti temen deket ya

    ReplyDelete
  6. Jadi sekarang si Rani itu dimana? andai dia baca pasti dia bersyukur punya sahabat yg masih sangat perhatian sama dia... :D

    asik ya bisa jadi anak kapal :) tiap hari ngeliat yg indah2 :D

    ReplyDelete
  7. chik, kok dhe jd terharu bacanya..
    rani itu sobitnya chika ya?
    apakah dia tak lagi ada spt qt?

    dimakah rani, chik?? *ikutan komen ferdinad*

    ReplyDelete
  8. puisinya bagus chik ^^ klo ngomong rani jadi ingat lagunya so7 hehe

    ReplyDelete
  9. sama kayak pertanyaannya Nuel, siapakahh Rani itu??

    bagus juga puisinya, teruntuk rani..
    pasti suka kalo dia baca ^_^

    ReplyDelete
  10. hi hi hi, sama dengan teman2, rani ank pantai, siapakah dia?

    Pakabar chika ^_^

    ReplyDelete
  11. bagus sekali..suka kata2nya...:)

    ReplyDelete
  12. semoga rani membaca ini, btw rani siapa ya?

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)