Follow Us @riafasha

Saturday, September 24, 2011

Babak Baru Akan di Mulai

11:09:00 AM 0 Comments

2007

Ini sungguh berat, sangat berat untuk seorang remaja yang masih labil sepertiku. Kenapa orang sepertiku harus punya mimpi yang besar? Kenapa aku tak seperti anak-anak di lingkunganku, yang cukup mengatakan “yang penting sekolah”.  

Dan disaat aku mendapatkan kesempatan untuk menimba Ilmu di universitas yang ingin kutuju, Ayah dan Ibu kuanggap “merusak impian” yang telah kuidam-idamkan. Lalu kembali aku menyesalkan diriku yang terlahir sebagai seorang perempuan, “Kamu perempuan… kita tidak punya saudara di yogya, nanti siapa yang jagain” Alasan klise pikirku. Di saat orang tua lain berbangga jika anaknya mendapatkan beasiswa di salah satu universitas yang terkenal baik, Ayah dan Ibu menyuruhku untuk mundur. Bertahan di kota kecil yang ku anggap tak akan baik untuk kemajuanku. 

Aku menjadi tertutup, lalu diam mengikuti apa yang mereka inginkan. Dan akhirnya takdir mengantarkan ku pada sebuah Universitas swasta di Bengkulu yang waktu SMA tak pernah ku harap akan menjadi almameterku. Aku kian malu saat teman-teman SMA mengajak reunian, AKU TAK PERNAH DATANG, semua tak akan percaya kalau aku sekarang menjadi mahasiswa Universitas ini. 

Aku semakin tertekan dengan kondisi kampus yang jauh berbeda dengan yang kuharapkan, bahkan jika dibandingkan dengan SMA ku yang penuh dengan persaingan sehat, penuh dengan gairah berprestasi. Universitas ini terlihat begitu hampa, sangat hampa… tak ada persaingan sehat yang kuidamkan, tak ada teman-teman yang membuatku bergairah untuk berprestasi, tak ada guru yang seperti SMA dulu, perpustakaan kosong dan pegawainya pun garang.  Aku merasa begitu kosong…  dan jika ada satu permintaanku yang boleh dikabulkan, aku ingin tetap di SMA.

2008
Entah darimana awalnya, Fakultas Agama Islam mengadakan kontes blog se-Universitas. Tumben! Inilah kata yang meluncur sinis dari mulutku. Bukannya apa-apa, berdasarkan pengamatan ku, orang-orang disini biasanya sekadar mengadakan turnamen futsal dan olahraga, untuk yang ilmiah-ilmiah: jarang sekali. Well, olahraga bagus, namun bukannya motto kampus ini kampus ilmiah??? Nah lho, kok aktivitas mahasiswanya jauh banget untuk bias dikatakan ilmiah. Datang ke kampus, duduk diam dengerin dosen, terus ke mall, atau kongkow2 kemana-mana. 

Baiklah, sudah lama kurindukan lomba-lomba seperti ini yang dulu waktu SMA setiap bulan pasti ada yang kuikuti.  GLEKK!! ! ini sungguh diluar dugaan, tak kirain pesertanya ampe ratusan orang -.-‘ ehh taunya Cuma terdiri dari 10 orang, yang kesemuanya anak teknik informatika, dan chika satu-satunya dari FKIP. Lagi-lagi chika ngedumel “INI KAMPUS APA??”

Hufftthh.. kalau sahabat jadi chika pasti akan menghela nafas panjang, gimana bisa ngeliat potensi diri kalo kayak gini??? 

Masa penjurian pun berlangsung, pada saat itu chika ternyata jadi juara 1, namun sungguh pada saat itu tidak ada rasa bahagia seperti saat memenangkan perlombaan waktu SMA, uhh lagi-lagi terus membandingkan dengan masa SMA rasanya sedih banget.

Lama-lama pikiran chika mulai terbuka dan menyadari Chika gx bisa kayak gini terus, banyak hal yang mesti chika lakuin di kampus ini. Gx bisa hanya diam ngedumel kayak gini terus…

Terjawab sudah harapan-harapan itu. Walau perlahan, akhirnya chika menemukan beberapa teman yang merasakan hal yang sama. Berharap Universitas ini menjadi terisi oleh acara-acara ilmiah, walaupun perjuangannya itu menyesakkan dada (hahaha)… 

Banyangkan aja, kalo proposal buat tanding futsal langsung di ACC, kalo proposal untuk kegiatan English Competition kayak speech contest, storytelling, debate ehh,…. Sama sekali gx dikasih dana!!! Uhh… pengen rasanya marah-marah di depan petinggi-petinggi itu -.-‘

Kampus ini chika sebut kampus aneh… hanya segelintir orang yang peduli untuk membangun citra mahasiswa yang ilmiah, dan hanya segelintir orang juga yang mau peduli dengan kemajuan mahasiswanya.
Semakin aneh, waktu chika dkk menemukan dosen yang “rusak” . dulu chika pernah cerita di multiply, bisnis pembuatan skripsi, bisnis penjualan nilai, pelecehan mahasiswa dan lain sebagainya. Perjuangan kami waktu itu gx sia-sia, akhirnya si dosen itu diturunkan dari jabatannya sebagai ketua prodi. Walaupun tuntutan kami “dia harus berhenti ngajar disini”  gx diterima…  aneh kan kampus ini? Jelas-jelas buat salah masih aja dilindungi.


2011

Tak ada yang patut disesali. Allah pasti memberikan yang terbaik. I believed it, and I proved it 
Mungkin 4 tahun yang lalu chika menyesali menjadi salah satu bagian dari kampus ini, namun sekarang chika bersyukur telah ada di sini. Banyak hal yang chika dapat, dan mungkin tak akan pernah chika dapatkan jika di menjadi mahasiswa di kampus lain.

  • Keliling Sumatera pake mobil L300 bareng orang-orang hebat dalam acara MTQ Mahasiswa Nasional di Lhoksmawe…. Tak akan dilupakan.....
  •  Pelatihan SAR Hizbul Wathan bareng Mba’Inza dan teman-teman HW Se-Indonesia, Kaliurang-Gunung Merapi- ketemu Alm. Mbah Marijan…  Bagiamana mungkin di lupakan.
  • Dapet Bantuan Rp.35 jt dari Kopertis Wilayah II Dirjen Dikti Bersama Crew J-Design printing (Mb Merry, Ka Hardi, Rio) untuk mendirikan usaha Mahasiswa, adalah anugrah sebagai mahasiswa…
  • Keliling Jakarta buat nyari Bahan dan Alat untuk J-Design Printing bareng Mba Mery, kapan lagi bakal dirasakan??
  • Menjadi Broadcaster di Jazirah Fm bereng (Mas Dandi, Ka Nover, Ka Hardi, Mas Soleh, Mas Wawan, Hafiz, Asep, Toto, Mba meri, Mba Vika, Mba Emje) adalah pengalaman paling “cool” yang tak semua mahasiswa mendapat kesempatan ini.
  • Perwakilan Kampus untuk lomba proposal Kreativitas Mahasiswa (Bareng Kak Afif dan Kak Zoo) di Sekayun, Alhamdulillah juara 2… juga bakal di rindukan…
  • Jalan-Jalan ke pekalongan-semarang, ketemu akuntan-akuntan hebat di BTM Wiradesa, gx akan mungkin kalo bukan jadi mahasiswa -.-‘
  • jadi Orator saat demo menurunkan si dosen X,,, panas-panasan bareng... kapan lagi yaaaa :(

Dan banyak lagi hal yang tak bisa disebutkan semuanya…
Kini, saat-saat itu tak akan terulang lagi, dan akan menjadi hal yang begitu dirindukan…
chika tahu, bakal sangat dirindukan… 

Foto Bareng Sarjana FKIP B.Inggris bareng Ka.Prodi Pak Ivan & Abi Luqi

babak baru akan segera dimulai… 
selamat menempuh hari-hari baru untuk teman-teman yang telah meraih gelar sarjana^^
semoga ilmunya bisa bermanfaat '
karena sesungguhnya orang hebat adalah orang yang bermanfaat bagi orang disekitarnya^^


terima kasih untuk kebersamaan selama ini^^

Monday, September 19, 2011

First Love ~ You're the Only One

1:57:00 PM 0 Comments




And I miss you, like the deserts miss the rain

Hujan. Aku selalu suka hujan, apalagi saat titik-titik airnya mengembun diantara kaca jendela kamar. Alunan nya merayu mengajakku menari bersamanya. Dari balik jendela yang basah, ada bayang Cia tersenyum melambaikan tangan. Hahaa, aku tertawa, sepertinya Cia membuatku gila.

Cia juga suka hujan, ia bahkan sering mengkhayal bermain petak umpet bersamaku kala hujan. Aku yang jaga, dia yang ngumpet. Begitu katanya, lalu berharap aku akan kebingungan mencari sosoknya yang tak kunjung tampak. Cia juga berkhayal aku akan menangis karena tak menemukannya. Lalu berfikir aku akan kehilangannya. Dan pada saat itu, Cia datang dan memergokiku, lalu aku mengakui bahwa aku takut kehilangannya. Hahaa.. aku kembali tertawa, lalu tersenyum memandangi bayangnya yang masih tersenyum dari balik hujan. Cepatlah datang Cia.

Well Cia, inilah takdir yang bahkan tak kuharap sebelumnya, namun begitu kusyukuri untuk saat ini. Tuhan emang punya cara sendiri untuk buatku lebih dewasa, ku harap Alice, Tuhan mengirimkan Cia. But, thanks God. Buket bunga telah kupersiapkan, sekiranya bisa menyandingkan senyum indahmu untuk perjumpaan kita yang tertunda. 7 tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah rindu dan penantian yang kusimpan. Bukankah begitu rindu yang juga kau rasakan? Kuharap rindu kita sama. 7 tahun juga, aku simpan keberanian untuk mengakui bahwa kau telah berhasil membuatku mengakui bahwa cinta yang selama ini membuatku terpuruk, bukan seperti yang selama ini aku rasakan. Keven yang sekarang bukan Keven yang dulu. Dan itu berkat kamu Cia. Setidaknya Tuhan sudah menakdirkan kamu untuk jadi pahlawan bagi Keven yang terpuruk. Walaupun selama ini hanya huruf-huruf dimonitorlah yang mewakili. 

Tapi aku tahu, you’re so real. J

Jika saja, dering telpon tak berbunyi, rasanya aku masih saja terus tersenyum memandangi bayang Cia dari jendela kamar.
Pagi belum beranjak, ini tak mungkin telpon dari Cia. Kami akan bertemu sore nanti.

“Hallo” suara lembut seorang wanita dari seberang yang entah dimana terdengar begitu syahdu.
“Ya Hallo”
“Keven!!!”
“Ya?”
“Ini Alice,” Mozaik ingatanku perlahan menyatu, membentuk sebuah kenangan manis. Alice, nama yang selama ini aku cari dan aku khayalkan hadirnya. Nama yang juga mempertemukanku dengan Cia, lalu kenapa tiba-tiba….

Ahh… Takdir lagi-lagi membuatku bingung. Bayang-bayang Alice berputar mengusik mood ku yang telah tertata rapi untuk Cia.
***

Bukan hanya aku dan Cia yang menyukai hujan. Alice juga, aku masih ingat saat pertama kali hati polosku terisi oleh senyum alice. Saat itu hujan baru reda, bau tanah basah yang paling aku suka tercium juga seperti saat ini.

Tempat aku duduk saat ini masih belum berubah, TK yang menyoretkan berjuta kenangan untuk bab cinta hidup ku,  namun gadis yang ada disampingku telah berubah menjadi gadis dewasa. Dan ia pun telah menemukan lelaki yang mengisi hatinya. Alice menyodorkan Ice Cream padaku, aku tersenyum.

“Rasanya, setiap yang ku lakukan selalu ada kenangan tentang kamu, Keven!” Alice melumat Ice Creamnya terburu-buru.

“Seperti ini,” aku mengedip pada Alice lalu menyoletkan Ice Cream punyaku ke pipinya.


“Ahaa… kamu masih ingat,” Alice tertawa renyah.
“Mana mungkin aku lupa.” Aku tersenyum
“Ya mana mungkin kamu lupa, walaupun sudah ada Alice yang lain,” Alice tertawa lagi.
“Bukan Alice yang lain, tapi memang orang lain. Kau juga tak akan lupa dengan Keven, si Ganteng ini kan,” aku mengedip genit.
“Mana mungkin aku lupa.” Alice sepertinya mencontoh ucapanku.
“Ya mana mungkin kamu lupa, walaupun sudah ada Keven yang lain. Hahaa…” aku tertawa. 


Lalu seketika Alice menjambak rambutku. Dan berakhirlah pagi ini dengan colet-coletan es krim dan kejar-kejaran. Ahh… Alice andaikan masa kecil yang kita habiskan berdua lebih lama. Mungkin kita tak perlu bertingkah seperti anak kecil, dan orang-orang menertawai tingkah kita yang konyol seperti saat ini.

***

Hahaa.. aku terlalu konyol jika berfikir Alice sama terpuruknya sepertiku saat kehilangannya. Mungkin ia sempat sakit kehilanganku. Namun waktu mengobatinya lebih cepat, begitupun aku. Cia mengobatiku. Aku tak sabar menyambut kedatangannya.

Perasaan ini tak bisa diungkapkan. Rindu ini membeludak di ubun-ubunku. Dadaku berguncang hebat, lalu keringatku tak berhenti mengalir. Ini terlihat berlebihan, Cia baru tiba di Indonesia sekitar pukul 04.00, namun aku telah menunggunya sejak pukul 02.00. sekarang masih pukul 03.00. satu jam lagi serasa lebih lama dari 7 tahun kerinduanku. Keven ada apa denganmu,sisi hatiku yang lain tertawa terpingkal-pingkal, dan yang satunya mendengus kesal.


Aku terlihat begitu bodoh. Bolak-balik bandara tak tentu arah. Duduk, berdiri lagi, lalu melihat-lihat kerumunan orang yang sibuk sendiri. Lalu kuputuskan untuk mencari makan di tempat terdekat, haha.. aku hampir lupa kalau seharian ini aku hanya makan ice cream bersama Alice. Betul kata orang, cinta bisa bikin orang lupa makan :p

***

Seorang gadis melambaikan tangannya padaku. Ia tersenyum, wajahnya merah merona. Aku pun tersenyum dari kejauhan. Aku tahu itu Cia, rindu yang kusimpan selama 7 tahun lamanya. Tak sabar kaki ku melangkah mendekatinya.

Gadis itu terus melambai, aku tertawa riang. Inikah indahnya sebuah pertemuan. Aku ingin segera melihat wajahnya dari dekat. Lalu menghabiskan hari, bercerita tentang aku dan dia. Hanya kami berdua.
Namun, perlahan wajah gadis itu berubah kelam, ia terlihat ketakutan dan berteriak…

“Keven…”

BRAAAK….

Entah apa yang telah terjadi padaku. Semuanya hitam lalu berubah putih. Hanya kosong dan putih yang kutemukan. Aku meronta, rasa sakit menjalari semua tubuhku. Aku mendapati diriku terkapar pada ruang kosong. Tak ada siapa-siapa… dimana Cia… harusnya saat ini aku menemuinya dibandara.

Ahh aku tersadar, aku terdampar pada sebuah tempat, yang entah aku pun tak tahu. Air mataku menitik. Benarkah ini sebuah pengakhiran akan takdirku, tak bisakah sebentar saja menemuinya. Cia, aku hanya ingin melihat senyumnya terakhir kali lalu mengatakan terimakasih padanya. Hanya itu… aku mohon…

Tak ada yang berubah selain putih, lalu aku pasrah. Aku teringat kembali kata-kata Cia  When you said that you love someone, you are making a promise. A promise, of a lifetime. Make sure you remember that.

Dan aku begitu merindukannya.
Will you?

"Keven...." Aku tersadar. Sakit menjalari seluruh tubuhku. aku baru ingat saat aku ingin menghampiri Cia, sebuah mobil menghempaskan tubuhku. Lalu aku tak ingat apa-apa. Dan sekarang, Kulihat Cia sudah berada disampingku, dan kuharap ini bukan mimpi.

Kulihat wajah Cia pasi... aku tahu dia mencemaskanku.  Cia menangis sesenggukan...

"Aku mencemaskanmu," Jika saja tanganku tak diperban ingin sekali kuhapus air matanya. Tenang saja Cia, Aku.. Keven tak selemah itu. 

Aku tersenyum. Terimakasih Tuhan untuk membuatnya ada disampingku. 

Hujan kembali jatuh membasahi rinduku yang membuncah. 
Kini Cia bukan lagi bayang diantara hujan. 
Dia ada disampingku... 
Terimakasih Tuhan


you're always gonna be my love
I'll remember to love you taught me how
you're always gonna be the one
now and forever



Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba "First Love ~ Create Your Own Ending" yg diadakan oleh Emotional Flutter dan Sequin Sakura

catatan untuk Keven: 
Jujur ini cerita yang chika buat sedikit ngehayal hihii...(nah lho kan emang ngayal) :p Cerita ini sedikit harapan buat Keven dan Cia, walaupun dalam cerita Keven yang sebenarnya, takdir sudah menentukan jalannya.
 4 Jempol untuk Cerita First Love nya Keven. Chika ampe sesak bacanya :(
Smoga pembaca suka dengan cerita lanjutan ini^^


Ai and Mi : Tuhan! Izinkan Aku Mengingat-Mu

9:57:00 AM 0 Comments
cerita sebelumnya
Ai and Mi 
Ai and Mi #1


andaikan setiap puisi adalah do'a
aku harap ini adalah puisi
tengadahku meneteskan kristal bening
kuingin malam ini tak segera berlalu



kucari cahaya bersama sang bintang
bergetar...
ah cahaya itu tak datang
kemanakah jalan pulang?

bolehkah pintuMu kuketuk
merayu padaMu
bukakan lebar sampai pucuk
agar ku bisa masuk



Tuhan…dalam diam, ragu-ragu kuakui kealpaan yang hampir tak kusadari. Harusnya tak perlu lagi kuragui jika suatu saat nanti tika awan telah menjemput kelam. Bayang-bayang dalam temaran seakan menerkam menakutkanku, sedang ku makin tenggelam dalam hitam. Kini…Aku bisu dalam diam. Ketakutan merajai separuh bahkan seluruh hidupku. Jujur aku begitu takut saat ku harus menepati janjiku padamu. Menemui-Mu.
Tuhan. Kau tahu kan aku rindu? Begitu rindu hingga ubun-ubunku mendadak panas. Rindu yang selama ini kupendam bersama sepi.
Tuhan! Kenapa aku harus bersama sepi. Bukankah aku telah lahir dari rahim Ibu, dan aku besar karena perjuangan Ayah? Lalu salah siapakah jika sejak kecil aku tak merasai kasih dari mereka? Bahkan Ade Syifa pun merasai hal sama sepertiku. Hanya saja ia masih kecil dan tinggal bersama keluarga yang peduli padanya. Sedang aku? Terlunta dalam kelam, lalu dimakah Kau saat sepi menggerogotiku.
Tuhan! Kupanggil namamu saat hitam menghancurkan pundi-pundi mimpiku. Namun, sepi lagi-lagi yang datang padaku. Begitupun saat kuteriakkan asa untuk menghancurkan diriku. Enyahkan aku dari dunia ini, hancurkan saja aku, buat aku tidak ada. Bahkan berkali-kali kucoba enyah dari dunia ini, kau membuatku selalu ada. Dalam hidup yang tak jauh dari sepi dan sendiri.
Lalu apa mau-Mu Tuhan?
Apa mau-Mu….
***
Mi menangis memandangiku. Dan aku semakin terisak. Mi merangkulku, aku benci kehangatan seperti ini. Aku benci menangis seperti ini. Aku benci mengakui jika aku merindukan Tuhan. Aku benci mengakui kalau aku rindu kasih sayang Tuhan, aku semakin benci saat aku menyadari ku ingin pulang pada-Nya sedangkan aku bahkan tak tahu jalan pulang.
“Aku terlalu memalukan Mi,” mataku basah. Sesenggukan, jika saja Mi tidak menenangkanku, mungkin aku akan berteriak.
Mi diam penuh makna, ia hanya merangkulku dan menepuk-nepuk bahuku, berharap aku bisa tenang. Kau ini bodoh Mi, bagaimana mungkin aku bisa tenang sedangkan ketenangan telah berlayar meninggalkanku. Kau seolah mengolokku Mi, kau pasti senang telah membuatku seperti ini.   
Mi perlahan mengusap air mataku. Ah Mi hentikan, jangan buatku semakin merasa galau. Walaupun separuh jiwaku berteriak untuk lepas dari keadaan ini, separuh jiwaku yang lain semakin kuat menarikku untuk terus berada disini. Rupanya separuh rinduku lebih hebat dari dendam akan kesepian yang telah jadi teman baik hari-hariku. 
Rindu dan Sepi, keduanya berguncang hebat, makin buat ku terjebak di antara jembatan tiada hujung.
“Bisakah kau menjadi Ai seperti dulu,” pertanyaan Mi menyentakku. 
Aku terbangun. Kulepaskan kain putih yang menutup tubuhku. Kubuang jauh-jauh dariku. Aku marah.
“Tidak akan pernah Mi… tidak akan,” entah kebohongan atau sebuah perjanjian yang kupatrikan untuk diriku sendiri. Bahwa akulah Ai, yang akan terus berteman bersama sepi. Akulah Ai yang tak akan berubah menjadi seperti Mi, dan itu tak akan pernah terjadi.
“Jangan bohongi dirimu Ai… aku tahu ini bukan kau… kembalikan Ai-ku… kembalikan,” Mi mengguncang-guncang tubuhku, air matanya bersimbah. Tak pernah kulihat sebelumnya, ia menentangku sedemikian kerasnya.


“Pergilah Mi… temui jalanmu sendiri… dan aku akan berjalan dengan jalanku sendiri. Apapun yang kau lakukan kita tak akan pernah bersatu. Tak akan pernah.” Aku tahu ini menyakitkan, tapi aku sudah terlalu terbiasa dengan kata-kata yang menyakitkan hati, dan membuat hati orang-orang sakit menjadi candaan yang menyenangkan. Mi meringis pilu, dari kejauhan kulihat ia berusaha mengejar bayangku yang semakin menjauh… 
jauh 
dan 
kian jauh…

bersambung

Saturday, September 17, 2011

Cerita Saat Hujan

10:39:00 AM 0 Comments
Hei…

Hula.. hula…




rintiknya menari dari balik jendela berdebu

mengusap torehan nakal dinding-dinding kotor

kletak… kletakkk…

terdengar senandungnya

hmmm….
seperti ayunan kaki jackson…
berbaur bising teriakan ,,
keluhan wanita-wanita yang makeup nya luntur

deras…
        dan semakin deras

melompat…
         kembali melombat

meniupkan terompet soak sambil menari…

hula… hulaa……

bising dan semakin bising….

1…
          2….
                       3……………

semua berteriakk…

HoOOraaayyyy….

ada sebuah sms masuk dari pak dosen dibacakan….


“Maaf saya tidak bisa masuk, hujan deras”

inilah kelas ku kawan hihiii

Friday, September 16, 2011

Tulisan Sederhana untuk Bunda Selma--

9:42:00 AM 0 Comments
Namanya Selma De Vries, chika memanggilnya Bunda Selma. seorang wanita berkebangsaan Belanda. dan berdomisili di Amsterdam. Tak ada yang berbeda dengan orang Belanda biasanya  rambutnya pirang, kulit kemerahan, dan punya mata khas orang Belanda.

Awal perkenalan chika dan bunda selma saat chika lagi gandrungnya join di foroum ajangkita.com dan sekarang kebanyakan usernya sudah beralih ke kopimaya[dot]kom. Sekarang chika sudah jarang ke forum lagi ekeke...


bunda dan jingga
Awalnya kaget lho ternyata Bunda Selma juga bisa bahasa Indonesia. rupanya Bunda selma juga punya saudara di Indonesia *tapi chika lupa saudara nya dari pihak apa*  Walaupun pada saat itu penggunaan bahasa Indonesia nya masih kaku hihiii... Kami juga punya hobby yang sama, yaitu "memelihara kucing" hihii... lengkaplah sudah dengan Nha2 yang juga hobby kucing.  Kalo kata si cungkring kalo ngejekin kami "trio endut" hahaa... kebetulan badan kami bertiga tergolong besar ikikii.... Kucing si Bunda namanya jingga, imut banget -.-' bikin iri aja karena saat ini chika udah gx melihara kucing, alias kucing chika di buang semua ama ayah gara-gara punya anak mulu huaaaaa :(


Lama-lama Bunda Selma semakin fasih berbahasa Indonesia. Bunda juga udah tahu penggunaan bahasa gaul ala Indonesia. misalnya "elo, gue, kangen, sebel," dan bahasa informal lainnya hihii...chika ampe ketawa sendiri kalo bunda selma menggunakan bahasa gaul, gimana gitu rasanya....



Sebenarnya Bunda Selma pernah mampir ke Indonesia, tapi chika gx sempat ketemu :( hiksss karena waktu nya gx pas buat chika ke jakarta, tapi Bunda Selma ngirim Soevenir belanda dan Kartu Pos ke chika^^ lumayanlah mewakili pertemuan dengan bunda Selma hehee

Walaupun kami hanya berkomunikasi via dunia maya, rasanya sudah sangat dekat. Makanya chika ngebet banget waktu ada lomba nulis tentang belanda yang hadiahnya bisa ke Belanda. Eh taunya gx menang :( Tak apalah belum rejeki. Semoga suatu saat nanti bisa ketemu ya bunda ^^

Akhir-akhir ini, Bunda Selma sering sakit. Sakit Migrain yang terus-terusan.  kalo teman-teman mau baca ceritanya bisa baca catatan beliau disini:








walaupun dalam kondisi sakit seperti itu, bunda selma tetap semangat... ^^ Chika sampe iri dengan semangatnya... selang setelah itu, chika dapat kabar yang mengejutkan kalau bunda selma juga sakit kanker.








Jujur chika kaget campur sedih. Walaupun belum pernah bertemu langsung, chika bisa ngerasain sakit nya bunda selma :) Untunglah banyak teman-teman dunia Maya yang terus mendukung bunda untuk sembuh. Setidaknya itu bisa menjadi semangat bunda selma... ya walaupun lagi-lagi hanya lewat tulisan-tulisan penyemangat via status, wall atau pun inbox...
Mereka luar biasa, begitu juga Bunda Selma, beliau luar biasa...

entahlah apa maksud catatan ini chika buat, tapi pagi ini kepengen banget buat cerita tentang bunda selma... Semoga bunda bisa baca^^

Maaf ya bunda tak bisa berbuat banyak, cuma bisa memberi semangat lewat tulisan yang sederhana ini. Chika yakin bunda Selma pasti kuat dan selalu kuat dan akan diberikan kesembuhan secepatnya. banyak orang-orang yang menyayangi Bunda, begitu juga dengan teman-teman forum dan fb. Kangen juga becandaan lagi dengan bunda hehee...


Semangat bunda selma... Peluk besar untuk bunda Selma
Salam sayang dari Chika^^
Bunda Pasti Sembuh^^


Tuesday, September 13, 2011

Rumah Ceria dalam Kenangan

9:24:00 AM 0 Comments

Ada sebuah kenangan yang kusimpan rapi pada kotak kenangan di otakku. ^^ Kenangan yang begitu berarti dan telah memberikan banyak pelajaran melebihi buku-buku yang kubaca sebelumnya....
Kenangan yang tak akan pernah terlupa hingga aku mungkin akan beranjak tua, begitu juga mungkin dengan mereka. Orang-orang hebat yang penuh dengan inspirasi dan motivasi.

Dan kami dipertemukan dalam satu pertemuan yang tak terduga selama satu bulan tepatnya di Kelurahan Kuaro Pagang , Kecamatan Nanggalo Padang.. Rumah Ceria^^ gabungan utusan Rahmania Fondation Jakarta yang bekerja sama dengan Daarut Tauhid Bandung dan Korps Relawan ITB 
Tak pernah bertemu sebelumnya, namun harus segera membagi keceriaan untuk anak-anak korban gempa sumbar 2009  seperti mottonya Rebuild Sumbar with Heart
 
3 bidadari gx dapet ojek hakshaks
 Inilah 3 cewek gokil utusan Bengkulu, bukan mudah untuk keliling-keliling sekolah memberi motivasi, karena memang tidak ada kendaraan umum di jalanan desa.. sehingga kami harus bonceng bertiga, but... it's nice... aku merindukan saat-saat itu :)

saat perpisahan bersama anak-anak SD :)
mungkin terlihat sepele, berkeliling kampung, dari rumah ke rumah, masjid ke masjid, dan ke sekolah sekolah, namun menurutku ini hal luar biasa
mencoba untuk membuat mereka tersenyum lagi :)
Setelah dirasa bisa meninggalkan anak-anak di Kurao Pagang
Tim Rumah Ceria pindah ke Posko selanjutnya di Padang Pariaman Di Bukit Sunur
alhamdulillah kami mendapatkan tambahan tim
ada 2 orang lagi dari Bandung :)


sama seperti di padang :)
kami mencoba berbagi keceriaan
walau pun sedih melihat kondisi disana,
semua tim harus terlihat ceria, agar bisa membuat semua anak-anak disana tersenyum :)

inilah mereka orang-orang yang luar biasa
memberi pelajaran bagi chika untuk terus berbagi

berpose ala laskar pelangi

dari kiri :D
Rafid (Padang), Mba Meri (Bengkulu). Ka'Kholik (Bandung), Uda Ghani(Padang), CHika^^, Mba Fitri (Bengkulu), Abi Hakmal (Bandung), A'Rio (Bengkulu)

di akhir tulisan ini chika berharap.. kami dipertemukan kembali, tapi bukan untuk menjadi relawan lagi :)
karena kalo jadi relawan lagi, berarti ada bencana :( Smoga Allah menyayangi kita semua :) 


ini kenangan indahku.... apa kenanganmu ??? (ala indomie) ^^

Memeriahkan  1st Giveaway : The Sweetest Memories  yang diadakan mba Orin 

Monday, September 12, 2011

Kasih dalam Sepotong Do'a

3:39:00 PM 0 Comments
Subuh. Embun jatuh bersama dingin angin yang berhembus. Lorong-lorong perkampungan nampak lengang. Hanya beberapa jamaah lanjut usia, tampak tertatih menapaki jalanan becek bekas hujan tadi malam. Asshola tu khoirumminannaum…adzan subuh menggema di seantero kampung. Namun, Masjid Baitul Hamdi masih terlihat sepi, baru setelah adzan selesai, para jamaah berbondong-bondong memasuki masjid.
gambar dari google
Subuh, selalu menawarkan pilihan pada hamba-Nya. Mengikuti kantuk yang kian meraja, atau melawan kantuk itu lalu beranjak menuju panggilan-Nya. Seperti subuh ini, dari sebuah lorong sepi, terdengar rintih yang sering kali kudengar. Rintihan nya mendobrak relung hati yang mendengarnya, terdengar begitu pilu namun penuh dengan kekuatan.
Mak Yur, begitu aku memanggilnya. Wanita lanjut usia yang rumahnya tepat dibelakang rumahku. Wajahnya tirus namun bercahaya, badannya kurus namun tampak bertenaga. Jika malam telah datang, aku sering mendengar rintihannya. Menahan sakit yang menjalari hampir seluruh badannya, lalu merintih memohon ampunan Sang Maha Pencipta. Aku kadang berkaca-kaca, seolah merasakan sakit yang kian ia rasakan.
"Mak... baik-baik saja?" tanyaku padanya yang nampak tertatih menyusuri lorong menuju  masjid. Wanita itu tersenyum simpul sembari memegangi dadanya.
"Nggak apa-apa ka, kapan lagi Mak bisa ke masjid, semakin lama semakin sakit saja badan Mak ini," aku tersenyum pasi. Perlahan ku rangkul tangannya, memapahnya menuju masjid. Aku malu, ingin kutundukkan wajahku setunduk-tunduknya pada ketabahan dan kesabarannya. Dalam keadaan seperti ini, ia tak pernah menyia-nyiakan waktu subuhnya untuk sekedar mengikuti kantuk.

***
Pernah kuberanikan diri untuk bertanya tentang penyakitnya, namun ia hanya tersenyum yang membuatku kian terhenyuh.
"Mak begitu banyak dosa sewaktu muda, dan sakit yang mak derita saat ini tidaklah cukup jika untuk menghapus dosa mak selama hidup, biarlah sakit ini terus ada, mak ikhlas..." Kanker Payudara yang diderita Mak Yur sudah termasuk sangat parah, sudah berapa kali ia menjalani operasi, dan terpaksa memotong bagian dadanya. Semua orang mengira setelah ini ia akan sembuh, namun ternyata sel kanker itu bukannya habis, namun semakin ganas dan menggerogoti bagian tubuh belakanya. 
"Ini mak ada kapsul dari Ibu, dari tanaman obat tradisional, maaf Mak tak bisa membantu banyak," Mak Yun menepuk-nepuk tanganku, lalu matanya berbinar.
"Keluargamu sudah berbuat lebih dari cukup untuk Mak nak, apalagi Ibumu, walaupun sama-sama susah, beliau selalu berusaha buat bantu emak, jadilah anak yang pemurah seperti ibumu nak, cerewet tapi baik.. hahaha..." Mak Yur terkekeh memperlihatkan gigi depannya yang kemerahan karena sering "nyirih". aku pun ikut terkekeh. Masih saja Mak Yur bisa bercanda.

***
Terlihat awan bergumpal-gumpal membentuk gumpalan seperti asap rokok di mega yang kelam. Pagi ini aku ada ujian, gawat kalau hujan deras. 
"Bu tika berangkat," masih sempat kupandangi rumah gubuk Mak Yur. lalu tersenyum miris, beberapa hari ini ia tak tampak ke masjid, ia hanya terbaring di sepetak dipan lalu merintih diselingi dzikirnya memilukan setiap yang mendengarnya. Aku hanya bisa berdo'a Allah memberikan kekuatan untuknya dan memaafkan segala dosa-dosanya.

Aku gelisah...
Siang itu setelah ujian usai, kuputuskan untuk segera pulang. Langit terlihat semakin kelam, dan aku kian gelisah. Saat memasuki gang menuju rumah kulihat orang berbondong-bondong menuju rumah Mak Yur.
"Ada apa Bu,?" tanyaku pada seorang tetangga yang terlihat tergesa-gesa.
"Mak Yur ka... " wajah ibu itu terlihat gugup dan berkeringat.
"Mak Yur kenapa?" banyak hal yang berputar di otakku.
"Beliau baru saja meninggal," 

Aku diam..
Lalu menunduk "Innalillahi wa inna ilaihi roji'un"  Kepada Allah lah semuanya kembali. Wajah wanita itu terlihat tersenyum. Tak tampak ia sedang kesakitan. Semoga yang terjadi seperti yang tampak ya Allah. Semoga Engkau mengabulkan do'a dalam setiap sakitnya. Aku tahu Engkau menjawab pintanya dengan sebuah pengakhiran yang indah. Amin....

"Allah itu sayang sama Mak, makanya dikasih sakit seperti ini supaya Mak belajar sabar dan semoga ini menjadi bahan pertimbangan Allah untuk memaafkan dosa-dosa Mak di masa lalu." Aku masih terngiang-ngiang wajah ikhlasnya, yang tak akan kulupakan... dan kini tak ada lagi wanita yang senantiasa menjaga sholat jamaah di masjid. Semoga aku bisa mencontoh ketabahannya.

Semoga surga menjadi tempatnya. Amin....

*kisah ini terinspirasi dari tetangga chika yang bernama Mak Yur (tepat rumahnya dibelakang rumah chika) yang harus melawan kanker payudara hampir separuh hidupnya. semoga bisa menjadikan pelajaran bagi kita semua, bahwa sakit yang kita derita hendaknya dipahami sebagai wujud kasih sayang Allah yang masih selalu mengingatkan kita bahwa hidup tak kan kekal selamanya.  Semoga bermanfaat^^

Cerita ini diikutsertakan dalam kontes Bahasa Cinta di Atap Biru
*baru tau 1 jam yang lalu ada kontes ini, nyoba ikutan walau tulisan dadakan^^ semoga berhasil hihiii... * 

Honestly, Saya Belum Apa-Apa

9:18:00 AM 0 Comments
Galau... chika benar-benar galau kali ini... sangat galau... galau dikali bingung dikali gx enakan....
Rasanya itu seperti perut mules, kepala pusing dan sakit gigi

Beberapa Hari yang lalu, seorang teman dikampus menyapa chika lewat chat facebook
anggap saja namany si Putra

Putra : oiy bulan ini sibuk gak?
chika : lumayan :D:D kenapa emangnya
putra : mau buat acara utk mhsw baru, dg judul "succes in campus (SIC)" angkatan-
          rei sebagai pembicara ...gmn?cm 1 hari


huaaaaaaa
glekk.. saat itu kayak jadi katak disambar gledek. pengennya ngumpet di bawah tempurung...
Huuu :( yang bener aja, apalah chika disuruh ngisi seminar kelas besar kayak gini...
ya ampun... chika itu udah ngebayangin kayak gimana nanti disana -.-'
aduhh... perasaan nya itu gmana...


Dengan segala kerendahan hati chika menolak untuk menjadi pembicara. Chika sadar dengan kemampuan yang sangat terbatas ini, chika belum mampu dan belum pantas memberi motivasi bagi mahasiswa baru. apalagi dengan tema "succes in campus," wong chika aja belum sukses. Kok mau ngasih motivasi sukses

Si Putra memaksa banget, ampe pusing akut chika dibuatnya.. trus ampe salah paham chika disindir gx mau bagi-bagi ilmu...  Chika bilang chika punya kerjaan dalam bulan ini, dia masih maksa... dan bilang kalo chika gx datang berarti itu resiko panitia, tapi kalo datang Alhamdulillah....

Hari ini kembali chika dikejutkan oleh aksi pemaksaan ini -.-'
sebuah pamflet telah ada di tangan chika... Pamflet seminar success in campus 2011
Minggu, 18 September 2011, Auditorium Kampus 2 UMB
dengan pembicara
1. Ustadz Gunawan, S.KM., M.Si (Motivator Nasional Tructco)
2. Dr. Irwandi, M.Pd (Ketua PPS Pend. biologi. Pemerhati Pendidikan)
3. Ria Mustika Fasha- B'Ing '07 (Penulis Muda)

sontak chika serasa ingin pingsan dan berteriak sekeras-kerasnya..
ini pemaksaaan :(
apalah chika...
somebody help me :(


walau masih dengan kegalauan dan kebingungan ini, Chika mencoba mencari materi yang pas terutama dalam bidang kepenulisan dan dunia mahasiswa... berharap Allah memberikan sedikit ilmunya untuk chika berbagi nantinya, memberikan chika kelancaran dalam berbicara, dan terhindar dari perkataan yang sia-sia...

Doa'kan :(




Sunday, September 11, 2011

Domain Gratis

7:32:00 PM 0 Comments
assalammualaikum^^

malem semuanya....
hari ini seneng banget, karena chika dapet domain gratis...tis..tis ^^

berawal dari inbox tri yang menanyakan teka-teki...
ehh taunya siapa yang bisa menjawab teka-teki itu dengan benar bisa dapet domain gratis

langsung aja chika ke tkp... ohh rupanya kak jaya yang lagi bagi-bagi domain gratis
beliau juga seorang blogger asal bengkulu :D

siang nya chika dikirimi email yang berisi teka-teki itu

bener deh, susah banget -.-' kepala chika ampe puyeng dibuatnya...
untunglah gx berlangsung lama, sore harinya waktu lagi nonton pilm You are My Destiny chika dapat jawabannya.. hahaa...

aneh bin ajaib... adegan saat Jang Sae Byuk (pemeran utama pilm ini) sedang berusaha untuk membuat mertuanya memaafkannya, entah kenapa jadi inspirasi chika untuk menemukan jawabannya hahaaaa













dan akhirnya.... blog yang semulanya http://simple-rei.blogspot.com berubah menjadi http://www.chikarei.com/

Semoga dengan domain .com ini chika lebih semangat ngeblog^^
makasih banyak untuk kak jaya yang udah berbaik hati ^^
semoga rejeki nya dilancarkan :D

Friday, September 9, 2011

Rindu di Penghujung Senja

9:06:00 AM 0 Comments
gambar dari sini














Seperti rahasia
Dalam denting senja yang mengalun sendu
Bias bayangmu menghadirkan rona rindu
Ada penantian
Bahkan asa
Yang kulukis diantara pasir walau ombak kembali menghapusnya

Sebuah doa
Bahkan lebih dari pengharapan
Saat rindu terjawabkan
Dalam nada-nada pelangi yang indah
Potret aku dan kau dipenghujung senja
Biar rindu mewakilinya

Thursday, September 8, 2011

Ai and Mi #1

11:26:00 AM 0 Comments


Aku berjalan malas mengikuti Mi… 
 
Kakiku terasa kaku saat menginjakkan kaki ke pelataran masjid. Bibirku kelu lalu membisu. Apalah aku hingga merasa pantas menginjakkan kaki di tempat yang harusnya tak ku masuki. Bahkan hingga saat ini, aku terus saja menolak pendapat Mi bahwa Allah itu selalu ada. Selalu mendampingiku. Untuk apa aku ikut Mi memasuki tempat ini jika aku saja tak yakin akan apa yang kulakukan. 

Tapi lagi-lagi Mi selalu punya cara untuk merayuku.
“Saat ini mungkin belum yakin Ai, tapi nanti perlahan akan ada keyakinan itu, akan ada ketenangan disini,” Mi tersenyum simpul. Menyuruhnya mengikuti gerakan wudhu yang sebenarnya sudah sangat kuhafal, namun memori itu kusimpan rapat-rapat hingga tak ingin kuingat. 

Kata orang aku hanya Islam KTP saja. Namun Mi tak berkata demikian. “Kau hanya belum meyakini sepenuhnya Ai, Mi yakin suatu saat nanti Ai akan menemukannya,” sebenarnya ku akui selain sepi, Mi juga menemaniku. Mi dan Sepi selalu saja berlomba-lomba menggodaku dan memenuhi hariku. Namun, lagi-lagi ku akui, sepi lebih hebat dari Mi. sebut saja Mi sahabat keduaku.

“Ayo Ai… kalau lupa ikuti saja aku ya,” Mi menuntunku untuk berdiri disebelah kananya.

“Allahu Akbar,” suara Mi terdengar pilu, mendobrak relung-relung hatiku yang kian hancur. Aku tahu setelah itu Mi membaca alfatihah dengan lirih. 

Aku rapuh, kenangan itu mengoyak pikiranku. Aku ingin Mi menghentikan semua ini. Namun, aku terlanjur masuk dalam labirin yang ku ciptakan sendiri. Bayang-bayang Mama, Ayah, Ade Syifa berputar bergantian mengelilingi pikirku.