cinta

Cinta dalam Bait Do'a

8:56:00 AM



Other things may change us, but we start and end with the family. Anthony Brandt.
Rumah kecil sederhanaku, selalu menjadi saksi tentang arti kasih yang tulus karena Allah. 6 bulan tak di rumah membuatku begitu merindu obrolan santai penuh tawa, bahkan curhatan penuh air mata. Elusan tangan Ibu yang telah dibasahi air wudhu, membangunkan tidur lelapku untuk segera sholat Subuh, atau tatapan mata ayah tanpa kata, hanya getaran kasih yang ia pancarkan lewat mata nya yang merah. 
5-10 tahun yang lalu, Pernah aku berkata yang paling kucintai adalah pacarku. Namun tidak untuk saat ini, tidak. Setelah Allah, merekalah yang kucintai. Yang tak pernah alpa kasihnya, yang tak pernah alpa do'anya. Karena wujud cinta sesungguhnya adalah do'a :) Bahkan saat aku kadang terlupa. Lalu, jika Allah mengirimkan lelaki untuk pendampingku nanti, maka ia pun harus mencintai keluargaku :D


tiudd, Ibu, ayah, Abang Bayu, Dian, Chika


Satu hal yang begitu kurindukan dari kebersamaan dengan mereka adalah "Band Fasha Geje" yang akan show mendadak kalau mati lampu, kenapa disebut band fasha, karena memang aku dan ketiga adikku, punya nama belakang fasha, di ambil dari nama ayah. ^^


Band ini dimodali dua gitar yang selalu stand by dirumah, Abang Bayu mainin Gitarnya, Tiud dan Dian Ngambilin sumpit atau sendok untuk di ketokin ke gelas, panci, atau galon, dan Chika jadi vocalis dadakannya. Di depan teras aksi kami berlangsung dramatis karena setiap orang yang lewat pasti "ngetawain"


tiudd, bayu, Chika, Dian



Sekarang, aku dan Tiudd tidak tinggal dirumah karena kerja agak jauh, Aku di Curup, Tiudd di linggau, dan saat menulis postingan ini jadi mewe >.< kangen banget dengan mereka. Hiks :( 








Dengan segala kerinduan, aku yakin Allah pasti menjaga mereka untukku, dan Allah pun akan menjaga ku untuk mereka, insyaAllah :) Semoga kasih dan cinta ini akan terus selamanya, dan semoga Allah mengumpulkan kita di Surga-Nya, Aamiin..


Mendung: Akankah Hujan?

12:20:00 PM

berjalan dalam mendung
lalu biarkan angin membawa debu terbang bercumbu bersama awan bersimpuh
menanti wajah langit berubah sumringah

lelah... pekat... penat....
terjepit sesak tak bergerak
suara gemuruh melintas
sayup.. sayup...
menghilang

lalu hening.....
kubaca hujan dimatamu
menggeliat semburat kilat menyergap
senja masih kentara dalam senyummu selamanya ada

pada mega
hujan bersua... letih sengsara
senyum menatap ombak biru
menghantar butir-butir rindu

berjalan pada mendung....
akankah hujan....???
ataukah tidak....
di setiap senja berlalu
bait-bait rindu... tersulam dalam doa
untuk mu, yang menatap hujan senja ini

cerita

Dopi, Si Detektif Lumba-Lumba

11:01:00 AM

Negeri Seribu pulau.
Negeri bawah laut yang begitu indah. Disana tinggallah berjuta-juta makhluk ciptaan Allah dengan berbagai jenis bentuknya. Mulai dari ikan, cumi-cumi, gurita, udang bahkan ubur-ubur. Mereka hidup rukun dan damai karena mereka memiliki pemimpin yang bijaksana, yaitu Baginda Paus Biru. Baginda Paus Biru tidak tinggal di kerajaan yang harus ia tempati, Baginda Paus Biru malah memilih tinggal di rumah sederhanannya bersama istri dan anak-anaknya. Karena kebijaksanaan dan kesederhanaannya itu semua penghuni Negeri Seribu Pulau sangat menghormatinya.

Begitu juga dengan Dopi, lumba-lumba cerdik yang diangkat menjadi panglima di negeri seribu pulau. Dopi sangat ahli dalam mengontrol semua hal yang terjadi di Negeri Seribu Pulau. Jika ada kekacauan sedikit, pasti Dopi lah yang pertama kali akan datang untuk mendamaikannya. Bahkan Baginda Paus Biru pun sering kebingungan, bagaimana Dopi bisa mengontrol keamanan Negeri Seribu Pulau dengan begitu rapi dan tak ada yang terlewatkan. Setiap ada masalah, pasti Dopi yang paling tahu seluk beluk masalahnya. Dan Dopi selalu membawa benda seperti box tipis yang bisa memunculkan gambar-gambar dan kejadian-kejadian. karena itulah, penduduk Negeri Seribu Pulau menjulukinya Si Detektif Lumba-Lumba.

Suatu hari, saat Baginda Paus Biru sedang mengadakan rapat dengan Dopi dan pasukan yang lain-lain.  Tiba-tiba alarm bahaya Negeri Paus Biru berbunyi. Bunyinya begitu keras, sehingga mengejutkan seluruh penduduk Negeri Seribu Pulau.


"Dopi, apa yang terjadi?" tanya Baginda Paus Biru cemas.
"Sepertinya, terjadi sesuatu di perbatasan Negeri kita baginda?" jawab Dopi tenang.
"Bagaimana kau bisa tahu kalau terjadi sesuatu di perbatasan kita?" Baginda masih cemas akan yang terjadi.
"Sebentar Baginda," Dengan tenang Dopi membuka box tipis yang ia sebut notebook itu, dengan lincah Dopy menekan tombol-tombol yang tak baginda ketahui. Tiba-tiba muncul gambar perbatasan Negeri Seribu Pulau.

"Ha? bagimana kau bisa menampilkan perbatasan negeri kita?" tanya baginda heran.
"Baginda! saat saya melakukan kunjungan ke Negeri Matahari Terbit, saya dihadiahkan Notebook ini oleh Panglima Takeshi, disana semua panglima memantau Negeri dengan ini Baginda! dan diperbatasan dan setiap daerah saya telah memasang cctv untuk memantaunya?" jawab Dopi bangga.

"Apa itu cctv? apa itu sejenis mantra sihir?"
"Hahaaa... tentu bukan Baginda, mantra sihir itu malah membuat negeri kita nanti dapat bencana dari Sang Raja Alam... cctv itu sejenis perekam setiap kejadian yang tampak oleh nya,"
"Ahh... baiklah, nanti saja kau jelaskan padaku, sekarang cepat kirim pasukan ke perbatasan," perintah Baginda.
"Sudah baginda, sekarang masalahnya sudah teratasi... ternyata ada Bajak Laut yang mengganggu perkampungan Mutiara, dan pasukan telah membereskannya"  Baginda geleng-geleng kepala karena heran,
"Baginda, saya telah memberikan HT alias Hand Talky kepada koordinator perkampungan sehingga langsung bisa menghubungi kalau ada masalah," Dopi langsung menunjukkan Hand Talky pada baginda.


 Tiba-tiba Hand Talky Dopi berbunyi, "Panglima Dopi, Bajak Laut sudah kami atasi," suara Kapten Hiu terdengar puas,
"Bagus Kapten Hiu, ini saya Baginda Paus Biru, terimakasih atas usaha kalian," Baginda Paus Biru juga terdengar begitu puas.
"Hahaa... hebat sekali kau Dopi, kau memang cerdik... sekarang tugasmu adalah mengajarkan pada semua pasukan dan penduduk Negeri Seribu Pulau untuk memanfaatkan alat sihir ini," Baginda Paus Biru tertawa terbahak-bahak.
"Bukan alat sihir baginda... tapi alat hebat!"
"Oh iya iyaa...." Baginda terus tertawa kegirangan sambil memainkan hand talky milik dopi.

Dopi berlalu meninggalkan Baginda Paus Biru dan duduk di antara terumbu karang. Di bukanya kembali Notebooknya lalu berujar dalam hati "Terimakasih Panglima Takeshi, aku tidak akan melupakan kebaikanmu memberikan hadiah hebat ini, karena aku bisa melindungi negeri Seribu Pulau.


Sejak saat itu penduduk Negeri Seribu Pulau merasa sangat terbantu akan alat yang diperkenalkan oleh Panglima Dopi. Misalnya saja Nino si ikan badut, pemilik usaha laundry bisa mempromosikan usahanya lewat alat canggih itu, sehingga usaha nya semakin pesat. dan begitu Juga, Mr. Guri bisa mempromosikan usaha bakerynya. Semua Penduduk berterimakasih pada Dopi, Si Detektif Lumba-Lumba. Negeri Seribu Pulau semakin aman dan tentram.

----the end----

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Persahabatan NF

Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan. 
Sahabat sejati menjadi pendorong impian. 
Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah

Air Mineral

Viro, Live the Moments

12:43:00 PM

Rumah Ceria: Rebuild Sumbar with Heart
 
"Kota Padang, Sumatera Barat tengah dirundung bencana, yakni banjir bandang. Berdasarkan catatan BNPB, musibah tersebut terjadi sejak Selasa  sekitar pukul 18.30 WIB. Kepala Pusat Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho, mengungkapkan, akibat bencana tersebut, dilaporkan sebanyak enam orang hanyut dan masih dalam tahap pencarian," aku tersentak mendengar berita di televisi. Lagi-lagi Ranah Minang diuji.

Berita ini seketika membuatku ingin mengenang, moment 2009 silam. Saat dimana Ranah Minang diuji bencana yang meluluh lantakkannya. Semua orang berduka, tak terkecuali aku dan keluarga. Keluarga Ayah dan Ibu ada di Pariaman, saat itu kami tidak bisa menghubungi mereka. Cemas dan sedih bercampur aduk.

Pikiran dan hatiku terus saja memberontak hebat. “Kenapa masih diam disini,” aku bahkan tak sanggup menjawabnya. Bagaimana mungkin aku hanya bisa duduk, sedangkan saudara-saudaraku disana dilanda musibah. Di sela-sela do’a, seorang teman tergopoh-gopoh mendatangiku yang sedang stay di Radio Jazirah, menawari untuk menjadi relawan di Sumatera Barat. Aku langsung mengiyakan, walaupun resikonya aku harus meninggalkan kuliah selama apapun itu. Entah, keberanian apa yang mendorongku, aku tak punya kemampuan lebih, walaupun aku pernah tergabung di PMI atau sejenisnya. Aku bukan seorang professional, namun keyakinan dan keinginan untuk membantu lebih kuat dari perasaan ragu itu. Tak ada yang menentang, ayah, ibu, teman-teman  dan dosen-dosen bahkan membuat semangatku semakin bertambah.

(bangunan di kompleks hotel ambacang)
Perjalanan yang mungkin tidak akan mudah, but I believe sesuatu yang dilandaskan dengan niat yang baik akan mendapatkan pertolongan dari Allah. Insya Allah. Tak butuh waktu lama, malam itu juga aku berangkat bersama 3 orang teman lainnya ( Mba Meri, Mba Fitri, dan Rio) menuju Ranah Minang. Bismillah… aku yakin Allah pasti menjaga kami.  Lokasi yang akan kami tuju adalah Kelurahan Kurao Pagang Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Di perjalanan aku tak mampu memejamkan mata,  kembali aku terguncang melewati jalanan yang hancur, bangunan yang rubuh ditambah bau bangkai membuatku bergedik. 

Setibanya di Kurao Pagang, kami langsung disambut relawan lainnya. Aku bahkan baru tahu bahwa yang mengutus kami adalah Rumah Ceria Rahmania Fondation Jakarta yang bekerja sama dengan Daarut Tauhid Bandung, ada Korps Relawan ITB juga disana. Tugas awal Tim Rumah Ceria dimulai saat kami tiba, kami mengumpulkan semua anak korban gempa di tenda pengungsi. Sebagian dari mereka kehilangan rumah, bahkan ada yang kehilangan keluarga. Aku miris melihat wajah-wajah mereka yang kehilangan kebahagiaan, tidak ada rona semangat tersungging di bibir mungil mereka. Inilah tugas berat yang harus kami kerjakan, Menceriakan Anak-Anak Korban Gempa Sumbar  dan juga membangkitkan mental korban gempa secara umum untuk bangkit dari keterpurukan seperti motonya Rebuild Sumbar with Heart. Sepintas orang-orang mungkin menganggapnya sepele, tapi ternyata tidak, ini merupakan tugas yang lebih berat… tim relawan harus selalu ceria, tersenyum, bersemangat, dalam keadaan apapun itu. Walaupun, kondisi sumatera barat tak pelak membuat kita ingin meneteskan air mata, tapi hal ini bisa dikatakan tidak boleh bagi tim relewan Rumah Ceria. Bagaimana mungkin kami bisa membuat anak-anak korban bencana menjadi ceria kalau kami sendiri tidak ceria.

rumah salah satu warga yang hancur

Aku yang sebenarnya sensitive sekali, harus berusaha keras untuk selalu ceria. Di awal perkenalan, tim Rumah Ceria memberikan tugas kepada anak-anak untuk menggambar apapun yang mereka mau. Dan mengejutkan, setelah dianalisa ternyata mereka semua termasuk ke dalam kategori anak-anak yang trauma. Gambar-gambar yang mereka gambar tak jauh dari bangunan yang roboh, keluarga mereka yang tertimpa bangunan, bahkan ada anak yang begitu ketakutan saat mendengar bunyi kendaraan lewat dan mengira itu adalah gempa susulan.



Syukurlah, aku memiliki tim yang solid, yang mau berbagi ilmu dan terus mengajariku bagaimana membimbing anak-anak korban bencana. Setiap harinya kami berkeliling ke sekolah-sekolah memberikan trauma hilling,  games, motivasi dan juga menanamkan pikiran-pikiran sehat pada mereka di sela-sela proses belajar di bawah tenda yang sederhana. Respon anak-anak pun beraneka ragam, ada yang mulai menunjukkan keceriaan, ada yang biasa-biasa saja, dan ada juga yang takut untuk bergabung.  Itulah tantangan, kami belum bisa berpindah ke tempat lain, jika anak-anak disini belum ceria.



Setiap minggu, tim Rumah Ceria juga mengadakan outbound. Ini lah kegiatan yang paling tidak bisa kulupakan. Senang sekali rasanya melihat wajah-wajah ceria mereka berlari-lari diantara petakan sawah, atau mereka yang terpingkal-pingkal saat melihatku terinjak tai sapi sewaktu mendekati sapi yang sedang berpacaran atau melihat wajah semangat mereka saat melempari teman-temannya dengan bom air yang kami siapkan saat bermain Perang Badar di sungai. Tak ada yang lebih membahagiakan dari ini semua, saat kami bisa membuat wajah-wajah muram anak-anak itu menjadi ceria lalu berteriak bersama-sama saat ditanya adik-adik baa kabanyo?*(adik-adik apa kabarnya?)



dengan semangat mereka menjawab
Tubuh wak  
Fikiran wak
Hati wak
Fresh-fresh
Yes… Allahu Akbar :)

Bukan hanya di luar, tapi kegiatan tim Rumah Ceria juga berlangsung di Mushola Nailuss’aadah. Mushola ini masih berdiri walaupun sebagian sisi mushola ini ada yang hancur dan retak. Kami mengumpulkan anak-anak untuk sholat bersama, mengaji dan berbagi cerita tentang perasaan mereka. Anak-anak dengan antusias menuliskan keluh kesah mereka dalam sebuah kertas. Unik-unik sekali, ada yang bilang aku lucu, ada yang bilang mereka tidak mau ditinggalkan oleh tim Rumah Ceria, ada yang bilang dia sedih karena ada keluarganya yang meninggal dan banyak sekali hal yang membuat warna hatiku jadi seperti warna-warni.

Kegiatan menceriakan anak-anak ini setiap hari secara rutin terus dilakukan. Walaupun kadang kami harus keteteran dengan tugas memasak, mencuci, dan menyiapkan kegiatan untuk esoknya. Untunglah ada Mba Meri(yang kami panggil ummi) yang biasanya memasak, aku dan mba fitri sering kebagian tugas mencuci. Aku serasa mendapatkan keluarga baru, ada kak kholik yang awalnya kelihatan sok cool tapi ternyata bocor juga, ada uda ghani yang ternyata juga jago nari (karena aku, mba fitri, mba mery dan uda ghani harus membuat gerakan senam untuk anak-anak dengan lagu Guruku).  Ada abi hakmal, yang merupakan coordinator tim yang kerjaannya ngurus-ngurus semuanya. Ada juga rio yang dikenal sebagai motivator dan rafit yang lucu banget kalo diajak bicara :D



Kesemuanya itu kami lakukan bersama-sama, saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan terutama untuk tidak lupa mengkonsumsi air putih. Bayangkan saja, aktivitas yang padat tanpa konsumsi air putih yang seimbang akan mengakibatkankan tim relawan dehidrasi, dan tidak bisa menceriakan anak-anak korban gempa. Pernah salah seorang temanku mengingatkan seperti ini "Jangan sakit, jangan lemah, kita harus selalu sehat dan ceria,"

Tim Relawan juga senantiasa mengingatkan anak-anak untuk mengkonsumsi air putih seimbang. Agar mereka bisa melanjutkan mimpi-mimpi mereka, walaupun bencana baru saja melanda. Dan semoga apa-apa yang kami ajarkan selalu mereka ingat.

***

Ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Dan tak bisa dipungkiri kami tak bisa selama nya ada disana. Setelah hampir sebulan, tim rumah ceria harus pindah ketempat yang lain. Sedih, itu pasti. Tapi lagi-lagi kami tak boleh menangis, kami harus meninggalkan anak-anak itu dengan senyuman, dengan keceriaan, yang kami tinggalkan hanya kenangan bahagia, perpustakaan kecil di mushola dan semangat untuk bangkit di hati mereka. Jujur, aku menangis diam-diam di perjalanan menuju tempat selanjutnya, membaca surat-surat dari adik-adik di nanggalo. Kak Ria jangan pergi tinggalin kami,nanti kami main sama siapa lagi. Aku hanya bisa menatap surat-surat kecil itu sembari berdoa semoga Allah yang menjaga mereka. mereka masih punya mimpi yang begitu besar, aku yakin mereka akan menggapai mimpi-mimpi dan cita-cita mereka lalu bangkit dari keterpurukan.

 
Tempat selanjutnya yang kami tuju adalah Kabupaten Pariaman, Koto Gadis Nagari Sunur  Kecamatan Nan Sabaris. Aku hanya sempat tinggal satu minggu disana lalu pulang, karena ada pergantian relawan, beberapa relawan dipulangkan dan digantikan relawan yang baru. Banyak hal yang kudapatkan disana, keluarga baru, adik-adik baru, semangat berbagi cinta dan banyak lainnya yang tak bisa kuungkapkan lebih banyak lagi. Semoga suatu saat nanti aku bisa bertemu lagi dengan mereka.

Inilah mereka, pencipta momen indah dan pembelajaran luar biasa dalam salah satu moments hidupku.
Dengan bangga, aku perkenalkan tim Rumah Ceria

Tim RC Kota Padang *dari (Rafid, Mba Meri, Ka Kholik, Uda Gani, Chika(saya), Mba Fitri, Abi Hakmal, Rio)


Tim RC Kab. Pariaman (Rio, Kang Tebe, Kak Kholik, Chika (saya), mba Meri, Rafid, Teh Syifa, Mba Meri, Abi Hakmal)

setiap moment adalah pembelajaran yang berharga
Allah telah memberikan kasih-Nya bahkan dalam bencana sekalipun
Karena mimpi tak akan berhenti sampai disini
ayo Bangkit! menuju hari esok yang lebih baik


di akhir postingan ini saya memberikan dua jempol untuk @virowater yang memberikan kesempatan pada kenangan  saya untuk kembali mengenang moment-moment indah dan berkesan. Semoga penuh pembelajaran :)



Yuk Ngeblog Bareng Viro

If you like this post, Please share it  ^^

Untuk Lelaki yang Ku Rindu Senyumnya

10:00:00 AM

Ramadhan kembali

di sunyi pagi yang membawa kerinduan untuk setiap penanti
sengaja ku biarkan masa lalu mengusik, menjentik kenangan untuk kembali mengingat
kenangan yang ku anggap selalu indah, begitu indah. Tentang senyum lelaki yang paling menyejukkan, menentramkan, walaupun ia hanya tersenyum simpul menatap anak-anak yang bermain di petak sawah.


aku begitu bahagia, sekalipun yang kulihat hanya punggung mu yang tegap dari kejauhan

Dia mungkin tampak sama dengan lelaki kebanyakan. Namun tidak dimataku, dia berbeda, sangat spesial. Tak perlu tahu namanya, tak perlu berkenalan dengannya. Cukup saja melihatnya berjalan keluar rumah, tersenyum menyapa tetangga, lalu beranjak ke mushola. Melihat punggungnya dari kejauhan, aku telah merasakan bahagia.

Ini bukan perasaan cinta atau apapun yang sering diumbar para remaja. Aku hanya begitu kagum akan senyumnya, sikapnya yang tak pernah dusta, dan Dia yang mencintai Tuhan-Nya. 

Aku tak pernah mau bertanya, siapa namanya. Hingga suatu kali adik lelaki ku bercerita.
"Kak Rudi hebat kak, hafiz Qur'an 30 Juz, setiap hari keliling ngajar ngaji gratis ke orang-orang, ni aja Bayu diajarkan ngaji pake irama, bayu mau juga seperti kak Rudi, disayang Allah," mataku berbinar, hatiku berdegup kencang. Ternyata Kak Rudi namanya, aku merasa malu pada diriku sendiri, diumur nya yang masih muda dia telah hafal 30 juz. Subhanallah, Allah pasti selalu menjaganya.

Satu kejadian yang membuatku begitu malu, saat Kak Rudi datang ke rumah untuk membeli Racun Nyamuk, 
"Ka, beli baygon" mukaku langsung merah merona saat ia memanggil namaku, darimana ia tahu namaku ya?
"Eh iya kak,!" aku buru-buru masuk mengambilkan pesanannya.
"Ini kak!"
"Baygon ka, bukan indomie!" masya Allah >.< aku salah ambil. Harusnya Baygon malah Indomie. Malu sekali rasanya. Kak Rudi hanya terkekeh dan geleng-geleng kepala. 

Sepersekian detik, jantungku rasa berhenti, ingin sekali mengabadikan ekspresinya saat itu di otakku. Tapi waktu ternyata tak berpihak, ia segera pergi setelah mendapatkan Baygon. 

***
"Foto bayu sama kak Rudi," 
"Mintaaaaaaa...." aku kejar-kejaran dengan adik lelakiku demi mendapatkan foto kak Rudi, walaupun hanya di print dengan kertas biasa, sungguh aku ingin memilikinya. 
"Suka ya.. suka yaa...." Bayu meledekku.
"Nggak, cuma kagum aja," muka ku memerah. 

***
1 bulan Kak Rudi tak terlihat. aku selalu menunggu setiap magrib di beranda rumah demi melihatnya berangkat ke mushola, sekalipun yang kulihat hanya punggungnya. 

kalian tahu kan bagaimana rasanya rindu? rindu diam-diam yang terpendam. hufthh... 

"Kak Rudi sakit kak, sakit usus sudah 1 bulan ini, kasihan liat dia nggak bisa bergerak sama sekali,"  

aku terdiam. pasti banyak yang merindukannya.


*langit malam begitu cerah, dipenuhi bintang-bintang, diam-diam aku menangis di kamar mendengar berita yang begitu mengejutkan. Kak Rudi dipanggil Allah di malam 23 Ramadhan.

"Kak Rudi kan nggak bisa ngomong dan nggak bisa gerak sama sekali, tapi dimalam ia meninggal, ia mengucapkan La Ilahaillallah dengan lancar dan pasti, bayu ingin menghafal Quran juga, biar nanti meninggal baik seperti kak Rudi" aku terdiam lagi, menahan sesak didada. 

Allah begitu menyayanginya, Allah begitu menyayanginya.


subuh membawa rindu di hati, untuk melihat senyum lelaki kekasih Allah.

Terimakasih untuk mengingatkanku membaca Al-Quran setiap pagi.

Berbahagialah dengan iman yang kau bawa hingga Allah memanggilmu.

satu hal yang tak pernah bisa kusampaikan. aku begitu mengagumimu :)





giveaway

Kumcer Gratis dari Mba Fanny, Mau?

9:40:00 AM

Dapet gratisan siapa yang nggak mau, jangan tanya saya, hihii,. pemburu gratisan :D

nah kali ini mba fanny ngadain Kuis berhadiah 5 Buku Kumcer karyanya,
cukup dengan menjawab beberapa pertanyaan dan posting info kuis di blog,
kalian bakal punya kesempatan untuk dapat kumcer gratis,

ini pertanyaannya

1. Ada berapa buah Kumcer yang saya terbitkan di bulan Juni 2012 ?
2. Sebutkan judul-judul Kumcer tersebut!
3. Di masing-masing buku Kumcer tersebut, ada berapa judul cerpen?
4. Sebutkan satu judul buku Kumcer yang menurutmu menarik dan ingin kamu miliki!


mau???

Cara ikut serta kuis ini :

1.Kirim jawabanmu ke imel lombanyafanny@yahoo.com
2. Tulis postingan mengenai acara Kuis Berhadiah 5 buah Kumcer di blog kamu, jangan lupa cantumkan link blog Sang Cerpenis (http://just-fatamorgana.blogspot.com)
3. Peserta harus memiliki alamat di Indonesia.
4. Semua jawaban yang benar akan diundi dan 5 orang yang beruntung akan mendapatkan buku kumcer yang diinginkannya (sesuai jawabannya pada pertanyaan nomor 4).  

info lengkapnya kesini

jangan lupaaa... paling lambat tanggal 25  Juli jam 15:00
^^

selamat mencoba, wish me luck :D

giveaway

Kau Yang Mengutuhkan Aku ~ Review Revolvere Project

2:20:00 PM


seperti pelangi selepas hujan
Penantian akan indah pada waktunya

Sengaja kubiarkan haru menyelimuti ruang kosong tempat dimana aku kini duduk dengan aroma secangkir teh rosela yang baru saja diseduh. Dari kaca yang bening masih terlihat titik-titik hujan menjentik, seperti alunan musik yang saat ini kunikmati. Menyentak satu titik rasa yang lama ku simpan dan kubiarkan agar tak kembali luka menganga. Sesak namun menenangkan. Sakit namun menyimpan sejuta harapan.

Entah sebagai sebuah kebetulan atau memang sudah rencana Tuhan agar aku membacanya. Ku anggap saja ini sebuah kesempatan yang langka, untuk sebuah inspirasi yang patut disyukuri karena ia tak akan datang semau kita.

Awalnya aku bertanya-tanya tentang judul yang mungkin tak biasa "Kau Yang Mengutuhkan Aku," sebagai pembaca yang penuh dengan imaji dan sering berprasangka, aku mengira ini pasti cerita tentang dua insan yang penuh dengan romantisme dari awal hingga akhir dan mungkin membuat ku yang sedang dirundung kegalauan di atas tenor semakin tersudut di petak-petak mimpi sang penanti.

Imaji ku pun menciut pada satu titik untuk pembukaan fiksi-auvi ini. Hampir saja menyerah untuk tidak melanjutkan membacanya. Bukan karena aku tak suka, lebih kepada kondisi hatiku yang tak bersahabat. dalam rindu yang tak tersampaikan. Namun, Antusiasme para juru komentar membuatku mengurungkannya, perlahan menilik kata yang dirancang dengan hati. Aku tersentak!

Imaji yang kubenihkan ternyata salah total. Ku ulang hingga 3 kali untuk membacanya. dan tulisan ini sudah cukup membuat mata ku berkaca-kaca. Membuat ku mengangguk setuju, lalu merambah pilu untuk sebuah masa lalu yang harusnya tak membuatku mengingatnya sebagai kenangan pahit.

andaikan, kata ini kenapa harus ada dalam kamus otakku. Aku berandai menjadi wanita beruntung dalam cerita ini. Dicintai dengan sepenuhnya cinta. Cinta yang menjaga. Menunggu tanpa ragu untuk akhir yang indah.
kita saling bertahan, aku dan kamu: Kita harus menunggu.*

Begitulah sebuah karya, jika ditulis dengan hati maka ia akan berbicara dengan hati para penikmatnya. Hidup lagi menghidupkan. Memang aku bukan ahli dalam fiksi audio visiual, tapi setidaknya sebagai seseorang yang punya hati. Ku anggap karya ini sebagai sebuah inspirasi pembangun. Mengajak kita untuk memaknai hakikat menyayangi dan mencintai sesungguhnya. Bersabar dan menunggu. Dua kata yang jarang dimiliki para pencinta saat ini :) . bukan hanya mata dan telingaku saja yang menikmatinya. Lebih-lebih perasaanku yang teraduk-aduk >.<
Yang penting bukan itu. Apa artinya kita berdua, bermesraan, tapi tak pernah saling mendoakan?”*

Menahan nafsu untuk tidak bermesraan adalah godaan dua insan yang dimabuk asmara. dan tokoh dalam cerita ini menjadi panutan untuk kita untuk menahan semuanya. Menggantinya dengan bait-bait doa, karena do'a adalah salah satu bukti cinta. Dan kalian tahu apa yang aku lakukan? pada saat ini juga aku berdo'a untuk seseorang yang hanya aku dan Allah yang tahu. Seseorang yang masih disimpan Allah hingga saatnya tiba. dan aku berjanji akan berjuang menjadi lebih baik setelah ini. :)


kekagumanku tak sampai disitu, dengan penasaran yang sedikit berlebih, ku akhiri sebuah akhir yang menurutku begitu indah
Pagi-pagi, selepas sembahyang, aku akan mendoakanmu dan kamu mendoakanku. Hingga pada saatnya sebuah SMS akan tiba, berisi tiga kata seperti biasanya: aku cinta kamu.
Bertahanlah,
sebentar lagi,
sampai kau ikat diriku...

Aku menghela nafas panjang mengakhirnya. Menahan kekaguman yang bercampur dengan memori ku yang berputar bersama laju video yang terus berulang.  Izinkan kata terima kasih mengakhiri postingan ini. Terimakasih untuk inspirasi di siang yang sendu dengan guyur hujan yang henti.

Semuanya yang membaca ini, datanglah kesini . Selamilah imaji, temukan inspirasi, lalu menuai arti.





Lalu biarkan saya menikmati secangkir teh rosela yang telah dingin namun masih menyimpan hangat pada rasa di hati. Menanti hujan, Merindu pelangi. yang akan indah pada saatnya nanti.




~Chika Rei
Bengkulu, Juli 2012


diikutsertakan dalam Lomba Review Revolve Project yang diadakan di Blog Fahdisme.com

pelangi

Ku Harap Pelangi itu Dirimu

11:07:00 AM

Dalam keheningan

Di antara sepoi angin Masjid Al-Farabi, kubiarkan diriku duduk bersandar pada satu tiang penyangga. Mengedarkan pandangan pada hampa, tiada siapapun disini. Hanya aku dan pikiranku yang memenuhi ruangan. Ada sesal menyesak entah dimana, yang kutahu aku serasa sakit dan ingin tumpah.

Tiba-tiba Perasaanku menjadi biru membaca apa yang kau tulis, entah untuk siapa.
Bolehkah aku merasa itu untukku? Ah sudah terlambat, karena aku telah menyerah jauh sebelum rindu tersampaikan.  Aku memang pengecut, bukan karena aku tak sanggup namun karena aku terlalu takut untuk jatuh lagi. Walau aku tahu aku begitu mencintai hujan dengan segala kerinduan yang dibawanya, aku selalu takut petir yang mengiringi penantian ku. Bahkan saat kau menawarkan pelangi indah diakhirnya.

Kau tahu aku takut, takut sekali. takut memulainya, takut menjalaninya, takut untuk akhirnya. tak ada yang bisa kulakukan di sela hujan selain berdo'a, dan sesekali mendo'akanmu untuk pencarian rindumu yang berujung pelangi.

aku mengakhiri sesuatu yang kuharapkan pertengahan tahun ini dengan menyakitkan, untuk diriku. Entah untuk dirimu. Mungkin ini sesuatu yang biasa bagimu, mungkin juga perasaan yang kau tampakkan hanya topeng belaka untuk pelampiasan kesepianmu.

Ah, aku semakin bingung dengan pilihan-pilhan yang sulit. Di saat yang sama beberapa pelangi datang menemui di setiap pagi. namun tak ada kau, ku katakan bukan kau yang menyuguhkan ku pelangi. kau hanya tersenyum dengan pesan yang tak kumengerti. Aku mengharapkan kau yang bicara, ku ingin kau yang datang dipagiku, menyuguhkan pelangi selepas hujan deras ini.

gambar dari sini

Pernah kukatakan, Berkompetisi itu adalah berjuang menjadi yang terbaik di mata Allah. dan aku akan berjuang, bukan untukmu :) tapi untuk yang terbaik bagimu, bagiku. Karena ku tahu aku dan kau adalah kepunyaan Allah. dan semua yang akan terjadi adalah apa yang diinginkan-Nya, terbaik menurut Nya.

Seperti hujan yang menawarkan rindu pada semua penanti. biarkan aku merindu dalam penantian. Berdo'a pelangi akan hadir di pagiku, membawa mu. membawa rindumu untukku.

Ya Allah ya Tuhanku…..Pasrahkanlah aku dengan takdir-Mu. Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan adalah yang terbaik buatku. Karena Engkau Maha Mengetahui segala yang terbaik buat hamba-Mu ini

cerita

Mengukir Pelangi

9:02:00 PM




aku terpaku
pada sebuah bangku kayu
menatap pelangi tersenyum
lalu aku bertanya, darimana datangnya pelangi?


saat seberkas sinar matahari menembus pusat tetesan air hujan kemudian sinar matahari dibiaskan oleh tetesan air hujan akibatnya sinar putih mendadak terpecah menjadi berkas-berkas warna yang cantik (pelangi). Dan ia  muncul di pagi dan sore hari yang cerah setelah hujan.


seperti sore ini
aku menggangguk lalu menyeka air mata
bisakah air mata ini ditembus sinar matahari dan membentuk spektrum indah itu?

dan aku menangis lagi

Aku dan semua yang ada padaku, semua kebahagiaan yang ada disekelilingku dan Ramadhan yang sebentar lagi insyaAllah  akan membawa kesempatan perbaikan diri.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan (QS: Ar-Rahman)

Aku sesak mengenang lalu,
Ingin mengulang namun tak mampu
Hanya sesal menggunung pilu

Allah izinkan aku mengukir pelangi setelah hujan tanpa henti
Membuktikan diri, bahwa aku bisa berarti


"Ya Allah pujian untuk Mu seluas langit dan bumi, hanya Engkau terpuji Ya Allah, hamba berterimakasih pada-Mu yang telah memberi kesempatan hamba bertaubat, ya Allah sampaikan sholawat dan salam untuk Rasul-Mu yang mulia, keluarga, dan para sahabat yang menyertainya.

Ya Rabbana kami telah menzholimi diri kami dengan banyak berbuat maksiat, kalau Engkau tidak ampuni dan rahmati kami, niscaya kami termasuk mahluk-Mu yang celaka, Ya Allah tidak ada sesuatupun tersembunyi dimatamu, alangkah malunya hamba, alangkah hinanya hamba, alangkah kotornya hamba, rasanya tidak pantas menyebut Nama-Mu yang suci lagi mulia, sementara hamba ini penuh dengan lumuran dosa, tetapi Engkau dengan rahmat-Mu masih memberi kesempatan hamba untuk bertaubat.

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim maha pengasih Maha penyayang Maha menerima taubat, terimalah taubat hamba, ampunilah seluruh dosa hamba, maafkan seluruh kesalahan hamba, hijrahkan hamba menjadi hamba-Mu yang sungguh-sungguh takut pada-Mu dan takut dahsyatnya hari pembalasan... sungguh-sungguh taat pada-Mu... sungguh-sungguh memperbaiki diri... sungguh-sungguh tidak maksiat lagi... Ya Allah, hamba ingin bahagia selama-lamanya di akhiat... ya Allah, kabulkan doa hamba...aamiin."

me

Tentang kau dan aku di ruang tunggu

9:17:00 PM



dan ketika aku bertanya,

kenapa kau memilihku??

kau hanya tersenyum, dan menjawab

Allah yang memilihkanmu untukku


hening sejenak
kau membuatku tersedu

biru

Secangkir Kenangan tentang Biru

2:04:00 PM


There is a pleasure in the pathless woods
There is a lapture on the lonely shore
There is  society, where no intrudes
By the deep sea, and music in its roar
I love not a man less, but nature more
~lord byron

Laut memancarkan kilau, sinarnya menembus ruang dimana aku kini berdiri mematung, mengintip dari celah jendela terbuka. Indah, tak ada kata lain untuk sebuah panorama pagi yang bercengkrama diantara deburan ombak yang memburu. Lalu mentari mengintip malu-malu di balik batu cadas nan angkuh diujung lautan. Aku pun tersenyum, ada bahagia yang tak terlukiskan kuraskan. Ini seperti rasa yang yang dirasakan seorang Cristoper dalam In to the Wild, aku pun merasakannya. Alam memang punya cara yang khas untuk menawarkan kebebasan dan impian.

Laut dan langit
Biru
Suatu warna terarah bagi dunia*)

Seperti sunyi, biru selalu ada di setiap pagi. Mengerling genit seakan ingin menari. Tak seperti kenangan pahit dan kadang menggigit namun menuangkan rasa bernama rindu. Tentang warna, tentang rasa, tentang dia, tentang kamu biru.

“Hei jangan memandangiku seperti itu!” aku masih saja ingin mengingat caramu tersenyum, jujur aku terpaku.
 Bahkan lebih dari itu. Pada sebentuk pelangi bernama mimpi, aku merajut harap padamu.

“Ok! Apa maumu Ray!” mungkin saat itu kau menganggap aku adalah orang gila yang tak sengaja diterima di perusahaan kita bekerja. Namun, aku lebih tak peduli lagi akan apa yang kau pikirkan

“Hei, kau pernah merasa rindu? Seperti inikah rasanya. Hanya termenung di balik jendela kamar. Memandangi langit dan rintik dengan perasaan gundah. Lalu menerawang tak tentu arah. Seperti inikah perasaan yang membuat orang tak bisa tidur nyenyak, bahkan bernafas pun tak tenang.” Saat itu kau tampak kebingungan.

“Ray!”

“Biru!”

Aku ingin mencintaimu
Aku ingin mencintaimu dengan kontras, seperti dasar warna lukisan Affandi bukan Leonardo Davinci **)

Kau tahu biru. Warnamu berpendar membentuk sebuah pelangi tepat di ruang kosong hatiku yang hampir tak terjamah. Namun kau selalu tak mau tahu, bahkan melemparkan asaku perlahan namun pasti.
“Ada yang lebih baik dari ku Ray! Kau pasti bisa tanpaku!”



……. Aku menghela nafas……
            …….. sakitnya
                        ……. Tak terdefinisikan

Dingin pagi ini, dengan sunyi tanpa alasan ingin bersamaku. Susu cokelat hangat memaksa, terlintas hati utuk kembali. Suatu ruang kerja yang selalu kucinta.*)

Biru masih memancarkan warna yang sama. Aku masih mencintaimu dengan cara yang sama. Dengan caraku.  

Ketika cintamu mati nanti, terkubur bersama hatimu yang basi, ingatlah terus bahwa cintaku tetap menari tepat di ulu hati **)

Keterangan
*) kutipan Puisi “Biru” M.F Riphat
**) kutipan Puisi “Puisi Cinta Belaka” M.F Riphat

~Chika Rei 
                Penanti Hujan Perindu Pelangi

giveaway

Because It's You

9:19:00 PM


Bulan ini memasuki bulan ke empat aku menetap di kota yang hampir setiap harinya diguyur hujan. Hujan dan ketenangan, dua kata yang saling melengkapi. Hidupku, dan hidup orang-orang disini. Tak ada keluh, hanya bahagia untuk sebuah harapan yang tersemai pada titik-titik penyejuknya.

Aku tak mau menghitung telah berapa masa sejak aku harus memutuskan untuk sendiri. Yang aku tahu rasanya sepi, kecewa dan entahlah, dan di akhir Juni kembali aku menyadari ternyata Allah telah menggariskan apa yang menurutnya terbaik. Aku seperti ini karena ini yang terbaik.

Dan di saat aku berjalan sendiri dalam rinai yang syahdu, aku melihat bayang yang membuatku bergedik. Dia dan hujan datang bersamaan. Entah ini sebuah kebetulan atau apa, sedikit mirip dengan cerita di Drama Korea "Love Rain". Dia datang, dan mengisi kekosongan yang harusnya tak kubiarkan lagi siapapun memasukinya. What should I do? aku telah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak jatuh lagi, aku telah mengeraskan hatiku namun ini yang terjadi.

I just have love alone but I can’t even love
I can’t even say the words that I really want to say
The love that is getting farther away
The words that I can’t keep -
they are making me cry

Dia telah datang dengan hujan, dan aku menolaknya walau di hati dan pikiranku ada dia yang berjalan bersama hujan. Menawarkan damai.

It’s okay even if it’s a painful love
Even if I erase the last love in my life
You are someone that cannot be erased
Even if it’s a sad destiny,
I can’t let you go
I love you because it’s you

Because to me, it’s you
Lagu: Because It's You (OST Love Rain)
lirik bisa lihat disini
lagunya sudah bisa langsung didengar sebagai backsound blog ini^^
Your Song: Dirimu dalam sebuah lagu
posting ini diikutsertakan dalam Give Away Your Song: Dirimu dalam sebuah lagu 

animal matching puzzle

Paper Craft : Animal Matching Puzzle

5:21:00 PM

Liburan emang kadang bikin bete, apalagi saya emang terbiasa punya jadwal padat *ciele
Pagi ampe malam ngajar, sekarang anak-anak pada liburan, jadi bingung mau ngapain 

akhirnya ambil iniseatif untuk buat prakarya,
hmm... mikir-mikir akhirnya tertarik untuk membuat Paper Craft
sudah pernah coba sebelumnya sih, tapi nggak memuaskan, karena nggak telaten

Nah hari ini saya emang luangin waktu buat ini
dan untuk Project Pertama pengen coba Animal Matching Puzzle

Puzzle 9 kubus yang imut :D
ini diaaaa
rada lama juga chika ngebuatnya karena diselingi nyemil hihiii


alat dan Bahan 
1. Kertas Manila
2. Gunting
3. Lem

ini Bisa dijdikan mainan edukatif untuk anak usia dini, bunda2 di rumah juga gx perlu ngeluari kocek banyak untuk membuat anak senang, belajar melalui bermain, menyenangkan bukan, ^^ yuk berkreasi

keterangan gambar


1. Pattern Animal yang sudah digunting
2. Puzzle yang masih acak
3. Penampakan Puzzle yang dikeluarkan dan alasnya
4. Salah satu puzle yang udah jadi gambar gajah (masih ada 5 gambar lagi yang bisa dibuat)




Yuhuu... jadi ketagihan ngebuatnya :D
ini udah ada beberapa lagi yang dibuat tapi belum diuplod :D

giveaway

Untuk Rindu yang Tak Terdengarkan

8:19:00 AM

Senandung Rindu
Kenangan redup yang membangkit
bersenyawa dengan partikel – parikel udara
Mengungkit haru rintihan hati
dan membentangkan sayap-sayap lara perpisahan
Yang tlah teranyam dalam bingkai masa lalu.

Tapi tetap saja lekat
Diorama hati yang menangis kala melihat langkahmu
yang jauh dan semakin menjauh ketika itu


By: Ririe Kinanthi ( 2006 )


Dan ketika puisi ini bersenandung, pada hamparan rindu yang mungkin tak terdengarkan, aku merambah pilu. Mencoba menyelidik rasa pada tiap kata yang dituliskan penulisnya. Hei, kita pasti tahu seperti apa sesaknya rindu yang menghujam jantung, bahkan pikiran mu pun tak kan lepas untuk mengharapkan asa yang kadang terasa hampa. 

Kita tahu kadang bayang yang diharapkan hanya angan belaka, namun inilah kenyataan tentang Hati yang tak bisa berdusta, dan puisi mengungkapkannya.

Saya pernah memaknai entah dimana, puisi adalah sesuatu yang hidup dan menghidupkan jiwa penulis ataupun pembacanya. Refleksi jiwa kita tumbuh di dalamnya. dan ketika membaca puisi ini, saya pun serasa masuk ke dalamnya, merasai benih rindu yang membuncah namun hanya terbalaskan alpa. Memori masa lalu seakan berputar, menghantui setiap langkah. Ini harus dihentikan, namun tak kuasa. Karena rindu sudah terlalu kuat menggenggam jiwa.

Izinkan saya menyampaikan setitik harap untuk jiwa yang mungkin masih merindu, sama seperti jiwa saya yang saat ini rapuh.

/untukmu yang hampa lagi tak kuasa/


hujan tak kan mengabarkan pelangi jika hanya diam tak bersua sapa

sedang dirimu hanya berjumpa pada sepotong senja

tanpa doa
                tanpa asa

/sampaikan lah pada Pemilik Rindu akan harapmu
biar saja Dia yang menjawab asa
Sang Pemilik Cinta 

“Tulisan ini diikutsertakan dalam “Giveaway Kidung Kinanthi: Kata dalam Puisi”

~di bilik Rindu
12-07-12

Instagram

IBX583D9E221356E

Like us on Facebook

Flickr Images