Follow Us @riafasha

Friday, July 27, 2012

Dopi, Si Detektif Lumba-Lumba

Negeri Seribu pulau.
Negeri bawah laut yang begitu indah. Disana tinggallah berjuta-juta makhluk ciptaan Allah dengan berbagai jenis bentuknya. Mulai dari ikan, cumi-cumi, gurita, udang bahkan ubur-ubur. Mereka hidup rukun dan damai karena mereka memiliki pemimpin yang bijaksana, yaitu Baginda Paus Biru. Baginda Paus Biru tidak tinggal di kerajaan yang harus ia tempati, Baginda Paus Biru malah memilih tinggal di rumah sederhanannya bersama istri dan anak-anaknya. Karena kebijaksanaan dan kesederhanaannya itu semua penghuni Negeri Seribu Pulau sangat menghormatinya.

Begitu juga dengan Dopi, lumba-lumba cerdik yang diangkat menjadi panglima di negeri seribu pulau. Dopi sangat ahli dalam mengontrol semua hal yang terjadi di Negeri Seribu Pulau. Jika ada kekacauan sedikit, pasti Dopi lah yang pertama kali akan datang untuk mendamaikannya. Bahkan Baginda Paus Biru pun sering kebingungan, bagaimana Dopi bisa mengontrol keamanan Negeri Seribu Pulau dengan begitu rapi dan tak ada yang terlewatkan. Setiap ada masalah, pasti Dopi yang paling tahu seluk beluk masalahnya. Dan Dopi selalu membawa benda seperti box tipis yang bisa memunculkan gambar-gambar dan kejadian-kejadian. karena itulah, penduduk Negeri Seribu Pulau menjulukinya Si Detektif Lumba-Lumba.

Suatu hari, saat Baginda Paus Biru sedang mengadakan rapat dengan Dopi dan pasukan yang lain-lain.  Tiba-tiba alarm bahaya Negeri Paus Biru berbunyi. Bunyinya begitu keras, sehingga mengejutkan seluruh penduduk Negeri Seribu Pulau.


"Dopi, apa yang terjadi?" tanya Baginda Paus Biru cemas.
"Sepertinya, terjadi sesuatu di perbatasan Negeri kita baginda?" jawab Dopi tenang.
"Bagaimana kau bisa tahu kalau terjadi sesuatu di perbatasan kita?" Baginda masih cemas akan yang terjadi.
"Sebentar Baginda," Dengan tenang Dopi membuka box tipis yang ia sebut notebook itu, dengan lincah Dopy menekan tombol-tombol yang tak baginda ketahui. Tiba-tiba muncul gambar perbatasan Negeri Seribu Pulau.

"Ha? bagimana kau bisa menampilkan perbatasan negeri kita?" tanya baginda heran.
"Baginda! saat saya melakukan kunjungan ke Negeri Matahari Terbit, saya dihadiahkan Notebook ini oleh Panglima Takeshi, disana semua panglima memantau Negeri dengan ini Baginda! dan diperbatasan dan setiap daerah saya telah memasang cctv untuk memantaunya?" jawab Dopi bangga.

"Apa itu cctv? apa itu sejenis mantra sihir?"
"Hahaaa... tentu bukan Baginda, mantra sihir itu malah membuat negeri kita nanti dapat bencana dari Sang Raja Alam... cctv itu sejenis perekam setiap kejadian yang tampak oleh nya,"
"Ahh... baiklah, nanti saja kau jelaskan padaku, sekarang cepat kirim pasukan ke perbatasan," perintah Baginda.
"Sudah baginda, sekarang masalahnya sudah teratasi... ternyata ada Bajak Laut yang mengganggu perkampungan Mutiara, dan pasukan telah membereskannya"  Baginda geleng-geleng kepala karena heran,
"Baginda, saya telah memberikan HT alias Hand Talky kepada koordinator perkampungan sehingga langsung bisa menghubungi kalau ada masalah," Dopi langsung menunjukkan Hand Talky pada baginda.


 Tiba-tiba Hand Talky Dopi berbunyi, "Panglima Dopi, Bajak Laut sudah kami atasi," suara Kapten Hiu terdengar puas,
"Bagus Kapten Hiu, ini saya Baginda Paus Biru, terimakasih atas usaha kalian," Baginda Paus Biru juga terdengar begitu puas.
"Hahaa... hebat sekali kau Dopi, kau memang cerdik... sekarang tugasmu adalah mengajarkan pada semua pasukan dan penduduk Negeri Seribu Pulau untuk memanfaatkan alat sihir ini," Baginda Paus Biru tertawa terbahak-bahak.
"Bukan alat sihir baginda... tapi alat hebat!"
"Oh iya iyaa...." Baginda terus tertawa kegirangan sambil memainkan hand talky milik dopi.

Dopi berlalu meninggalkan Baginda Paus Biru dan duduk di antara terumbu karang. Di bukanya kembali Notebooknya lalu berujar dalam hati "Terimakasih Panglima Takeshi, aku tidak akan melupakan kebaikanmu memberikan hadiah hebat ini, karena aku bisa melindungi negeri Seribu Pulau.


Sejak saat itu penduduk Negeri Seribu Pulau merasa sangat terbantu akan alat yang diperkenalkan oleh Panglima Dopi. Misalnya saja Nino si ikan badut, pemilik usaha laundry bisa mempromosikan usahanya lewat alat canggih itu, sehingga usaha nya semakin pesat. dan begitu Juga, Mr. Guri bisa mempromosikan usaha bakerynya. Semua Penduduk berterimakasih pada Dopi, Si Detektif Lumba-Lumba. Negeri Seribu Pulau semakin aman dan tentram.

----the end----

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Persahabatan NF

Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan. 
Sahabat sejati menjadi pendorong impian. 
Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah

6 comments:

  1. waah kereennnn, alat2nya water proof semua dund yaa, iih gemes deh sama dopi pengen cubit pipinya :D

    eh eh tapi koq ga ada quote tentang persahabatannya ya di atas banner.. :)

    okay makasih yaa udah ikutan

    'xoxo'

    ReplyDelete
  2. alatnya tahan air hahaha....
    bagus bagus :D

    ReplyDelete
  3. kalah deh aku sama lumba-lumba..... laptopku konslet gara-gara ketumpahan kopi.... apa lagi kalo aer laut coba....

    ReplyDelete
  4. wah si dopi pergi ke negerinya kaisar takeshi, dalam rangka studi banding ya.... pulangnya dapat oleh-oleh canggih

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)