Kau Yang Mengutuhkan Aku ~ Review Revolvere Project

2:20:00 PM


seperti pelangi selepas hujan
Penantian akan indah pada waktunya

Sengaja kubiarkan haru menyelimuti ruang kosong tempat dimana aku kini duduk dengan aroma secangkir teh rosela yang baru saja diseduh. Dari kaca yang bening masih terlihat titik-titik hujan menjentik, seperti alunan musik yang saat ini kunikmati. Menyentak satu titik rasa yang lama ku simpan dan kubiarkan agar tak kembali luka menganga. Sesak namun menenangkan. Sakit namun menyimpan sejuta harapan.

Entah sebagai sebuah kebetulan atau memang sudah rencana Tuhan agar aku membacanya. Ku anggap saja ini sebuah kesempatan yang langka, untuk sebuah inspirasi yang patut disyukuri karena ia tak akan datang semau kita.

Awalnya aku bertanya-tanya tentang judul yang mungkin tak biasa "Kau Yang Mengutuhkan Aku," sebagai pembaca yang penuh dengan imaji dan sering berprasangka, aku mengira ini pasti cerita tentang dua insan yang penuh dengan romantisme dari awal hingga akhir dan mungkin membuat ku yang sedang dirundung kegalauan di atas tenor semakin tersudut di petak-petak mimpi sang penanti.

Imaji ku pun menciut pada satu titik untuk pembukaan fiksi-auvi ini. Hampir saja menyerah untuk tidak melanjutkan membacanya. Bukan karena aku tak suka, lebih kepada kondisi hatiku yang tak bersahabat. dalam rindu yang tak tersampaikan. Namun, Antusiasme para juru komentar membuatku mengurungkannya, perlahan menilik kata yang dirancang dengan hati. Aku tersentak!

Imaji yang kubenihkan ternyata salah total. Ku ulang hingga 3 kali untuk membacanya. dan tulisan ini sudah cukup membuat mata ku berkaca-kaca. Membuat ku mengangguk setuju, lalu merambah pilu untuk sebuah masa lalu yang harusnya tak membuatku mengingatnya sebagai kenangan pahit.

andaikan, kata ini kenapa harus ada dalam kamus otakku. Aku berandai menjadi wanita beruntung dalam cerita ini. Dicintai dengan sepenuhnya cinta. Cinta yang menjaga. Menunggu tanpa ragu untuk akhir yang indah.
kita saling bertahan, aku dan kamu: Kita harus menunggu.*

Begitulah sebuah karya, jika ditulis dengan hati maka ia akan berbicara dengan hati para penikmatnya. Hidup lagi menghidupkan. Memang aku bukan ahli dalam fiksi audio visiual, tapi setidaknya sebagai seseorang yang punya hati. Ku anggap karya ini sebagai sebuah inspirasi pembangun. Mengajak kita untuk memaknai hakikat menyayangi dan mencintai sesungguhnya. Bersabar dan menunggu. Dua kata yang jarang dimiliki para pencinta saat ini :) . bukan hanya mata dan telingaku saja yang menikmatinya. Lebih-lebih perasaanku yang teraduk-aduk >.<
Yang penting bukan itu. Apa artinya kita berdua, bermesraan, tapi tak pernah saling mendoakan?”*

Menahan nafsu untuk tidak bermesraan adalah godaan dua insan yang dimabuk asmara. dan tokoh dalam cerita ini menjadi panutan untuk kita untuk menahan semuanya. Menggantinya dengan bait-bait doa, karena do'a adalah salah satu bukti cinta. Dan kalian tahu apa yang aku lakukan? pada saat ini juga aku berdo'a untuk seseorang yang hanya aku dan Allah yang tahu. Seseorang yang masih disimpan Allah hingga saatnya tiba. dan aku berjanji akan berjuang menjadi lebih baik setelah ini. :)


kekagumanku tak sampai disitu, dengan penasaran yang sedikit berlebih, ku akhiri sebuah akhir yang menurutku begitu indah
Pagi-pagi, selepas sembahyang, aku akan mendoakanmu dan kamu mendoakanku. Hingga pada saatnya sebuah SMS akan tiba, berisi tiga kata seperti biasanya: aku cinta kamu.
Bertahanlah,
sebentar lagi,
sampai kau ikat diriku...

Aku menghela nafas panjang mengakhirnya. Menahan kekaguman yang bercampur dengan memori ku yang berputar bersama laju video yang terus berulang.  Izinkan kata terima kasih mengakhiri postingan ini. Terimakasih untuk inspirasi di siang yang sendu dengan guyur hujan yang henti.

Semuanya yang membaca ini, datanglah kesini . Selamilah imaji, temukan inspirasi, lalu menuai arti.





Lalu biarkan saya menikmati secangkir teh rosela yang telah dingin namun masih menyimpan hangat pada rasa di hati. Menanti hujan, Merindu pelangi. yang akan indah pada saatnya nanti.




~Chika Rei
Bengkulu, Juli 2012


diikutsertakan dalam Lomba Review Revolve Project yang diadakan di Blog Fahdisme.com

You Might Also Like

63 komentar

  1. hmmm, Chika Rei?
    perasaan kita udh saling kenal deh??

    aku kurang begitu tahu dgn Revolvere Project
    :D
    semoga menang ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe eiya maksudnya salam kenal dengan rumah baru chika :D hehee

      makasih^^

      Delete
  2. hai, kunjungan balik nih :) Iya, sekarang lagi di Bengkulu. Seneng bisa kenal blogger Bengkulu, salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah. abisnya chika jarang banget nemu blogger bengkulu :D

      Delete
  3. Bagussss, suka-suka...hei write back ya mbk cika ke http://kisah-dandelion.blogspot.com/....lagi belajar nulis nih

    ReplyDelete
  4. salam kenal blognya sudah q follow#22 jika berkenan boleh saya minta follbeknya.. selamat menjalankan ibadah puasa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga sudah chika follback^^ makasih ya

      Delete
  5. "Marhaban ya Ramadan" mohon maaf lahir batin ya.. saya ijin follow blognya.. terimakasih..

    ReplyDelete
  6. Ah aku selalu kagum kepada para pujangga, kemampuan mereka menemukan kata dan kemudian menyusunnya jadi sejambang bunga dalam pikiran. Suka bertanya-tanya, apakah ada taman dalam kepala mereka, atau kah imaji itu layaknya hujan yang jatuh dimana tanah harus di lembabkan? Salam kenal dalam hujan dan teh rosela yang mendingin, Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. taman mungkin tak ada secara langsung, mereka menyemainya mulai dari benih hingga tumbuh bunga :)

      salam kenal mba evi.. saya suka sekali komentarnya :)

      Delete
  7. Bagus isinya, Mbak :)
    Moga menang, ya ^^

    Ooo, ini to yg punya chikarei.com..
    Aku dulu sering jadi silent reader >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin ya Allah, makasih fibbi^^

      hehe iyah, chikarei.com nya lagi gx bisa dibuka :D

      Delete
  8. Kalimat smsnya cocok bgt buat gw yg LDR, hiks..

    ReplyDelete
  9. blog ini ganti tampilan ya? maaf lahir batin dulu mau puasa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan ganti tampilan ra kun,, tapi chikarei.com sementara pindah kemari :p

      chikarei.com nya lagi gx bisa dibuka

      Delete
  10. semoga menang dalam lomba reviewnya..

    ReplyDelete
  11. rangkaian kata katanya cantik banget.... subhanallah...

    ReplyDelete
  12. Lalu biarkan saya menikmati secangkir teh rosela yang telah dingin namun masih menyimpan hangat pada rasa di hati. Menanti hujan, Merindu pelangi. yang akan indah pada saatnya nanti.

    saya SUKA kata-kata ini...kerennn

    ReplyDelete
  13. asalamualaikum
    suit,suit romantis banget
    semoga lombanya menang mba
    salam kenal juga dari Yogya

    ReplyDelete
    Replies
    1. waalaikumsalam

      hahaha kalau project nya emang romantis

      tulisan saya mah nggak :p

      slam kenal juga nura :D

      Delete
  14. assalamualaikum!!
    romantis tuh...
    salam kenal ya :D

    ReplyDelete
  15. apa itu mbak bro,, novel ya.??!!!

    ReplyDelete
  16. nunggu magrib minum teh rosela kayaknya enak hehehe

    ReplyDelete
  17. Chika, saya selalu mengagumi kata-kata puitis yang ditulis manis...ah, derai hujan pasti jadi musik pengiring yang indah ya!
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitu juga saya ^^

      ya, hujan selalu jadi inspirasi

      Delete
  18. kayaknya udah kenal deh dengan mbak Chika Rei.. no comment soal project itu deh, jujur saya gak paham...

    mau patrol sahur aja deh.. biar warga Bengkulu gak telat sahur hehe

    met sahur mbak

    ReplyDelete
  19. Semoga menang ya kontesnya... keren kok...

    ReplyDelete
  20. ah, kata2nya dalem banget ...

    ReplyDelete
  21. baca-baca dan menyimak. salam kenal.

    best regard,
    adi pradana

    ReplyDelete
  22. oh so sweet dan dalem banget.....
    inspiratif...
    :)

    ReplyDelete
  23. indah banget kata2 nya. kena banget kak buat gue yang lagi galau juga gara2 kangen mantan huaaaaaaa *curcot

    ReplyDelete
  24. @dihas thanks yaa

    @Vanila ahahaa.. kangen mantan??? ckckk :D

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)

Instagram

IBX583D9E221356E

Like us on Facebook

Flickr Images