Untuk Lelaki yang Ku Rindu Senyumnya

10:00:00 AM

Ramadhan kembali

di sunyi pagi yang membawa kerinduan untuk setiap penanti
sengaja ku biarkan masa lalu mengusik, menjentik kenangan untuk kembali mengingat
kenangan yang ku anggap selalu indah, begitu indah. Tentang senyum lelaki yang paling menyejukkan, menentramkan, walaupun ia hanya tersenyum simpul menatap anak-anak yang bermain di petak sawah.


aku begitu bahagia, sekalipun yang kulihat hanya punggung mu yang tegap dari kejauhan

Dia mungkin tampak sama dengan lelaki kebanyakan. Namun tidak dimataku, dia berbeda, sangat spesial. Tak perlu tahu namanya, tak perlu berkenalan dengannya. Cukup saja melihatnya berjalan keluar rumah, tersenyum menyapa tetangga, lalu beranjak ke mushola. Melihat punggungnya dari kejauhan, aku telah merasakan bahagia.

Ini bukan perasaan cinta atau apapun yang sering diumbar para remaja. Aku hanya begitu kagum akan senyumnya, sikapnya yang tak pernah dusta, dan Dia yang mencintai Tuhan-Nya. 

Aku tak pernah mau bertanya, siapa namanya. Hingga suatu kali adik lelaki ku bercerita.
"Kak Rudi hebat kak, hafiz Qur'an 30 Juz, setiap hari keliling ngajar ngaji gratis ke orang-orang, ni aja Bayu diajarkan ngaji pake irama, bayu mau juga seperti kak Rudi, disayang Allah," mataku berbinar, hatiku berdegup kencang. Ternyata Kak Rudi namanya, aku merasa malu pada diriku sendiri, diumur nya yang masih muda dia telah hafal 30 juz. Subhanallah, Allah pasti selalu menjaganya.

Satu kejadian yang membuatku begitu malu, saat Kak Rudi datang ke rumah untuk membeli Racun Nyamuk, 
"Ka, beli baygon" mukaku langsung merah merona saat ia memanggil namaku, darimana ia tahu namaku ya?
"Eh iya kak,!" aku buru-buru masuk mengambilkan pesanannya.
"Ini kak!"
"Baygon ka, bukan indomie!" masya Allah >.< aku salah ambil. Harusnya Baygon malah Indomie. Malu sekali rasanya. Kak Rudi hanya terkekeh dan geleng-geleng kepala. 

Sepersekian detik, jantungku rasa berhenti, ingin sekali mengabadikan ekspresinya saat itu di otakku. Tapi waktu ternyata tak berpihak, ia segera pergi setelah mendapatkan Baygon. 

***
"Foto bayu sama kak Rudi," 
"Mintaaaaaaa...." aku kejar-kejaran dengan adik lelakiku demi mendapatkan foto kak Rudi, walaupun hanya di print dengan kertas biasa, sungguh aku ingin memilikinya. 
"Suka ya.. suka yaa...." Bayu meledekku.
"Nggak, cuma kagum aja," muka ku memerah. 

***
1 bulan Kak Rudi tak terlihat. aku selalu menunggu setiap magrib di beranda rumah demi melihatnya berangkat ke mushola, sekalipun yang kulihat hanya punggungnya. 

kalian tahu kan bagaimana rasanya rindu? rindu diam-diam yang terpendam. hufthh... 

"Kak Rudi sakit kak, sakit usus sudah 1 bulan ini, kasihan liat dia nggak bisa bergerak sama sekali,"  

aku terdiam. pasti banyak yang merindukannya.


*langit malam begitu cerah, dipenuhi bintang-bintang, diam-diam aku menangis di kamar mendengar berita yang begitu mengejutkan. Kak Rudi dipanggil Allah di malam 23 Ramadhan.

"Kak Rudi kan nggak bisa ngomong dan nggak bisa gerak sama sekali, tapi dimalam ia meninggal, ia mengucapkan La Ilahaillallah dengan lancar dan pasti, bayu ingin menghafal Quran juga, biar nanti meninggal baik seperti kak Rudi" aku terdiam lagi, menahan sesak didada. 

Allah begitu menyayanginya, Allah begitu menyayanginya.


subuh membawa rindu di hati, untuk melihat senyum lelaki kekasih Allah.

Terimakasih untuk mengingatkanku membaca Al-Quran setiap pagi.

Berbahagialah dengan iman yang kau bawa hingga Allah memanggilmu.

satu hal yang tak pernah bisa kusampaikan. aku begitu mengagumimu :)





You Might Also Like

22 komentar

  1. sepertinya saya bisa merasakan kerinduan itu juga mbak.
    sama seperti rasa rinduku kepada seorang sahabat, sudah seperti saudara. dia juga sudah pergi 3 tahun silam. tapi ceritanya, lembarannya masih ada dalam ingatan kami, sahabat-sahabatnya.

    Semoga Allah memberi tempat yang pantas untuk Kak Rudi sesuai dengan amal ibadahnya.

    ReplyDelete
  2. semoga kita bisa meninggal husnul khotimah juga ya. btw itu cerita nyata atau bukan ya? :)

    ReplyDelete
  3. kadang banyak diantara kita yang bertanya "kenapa harus rindu"..
    mungkin itu adalah tanda kebesarang Allah... Ya Rohman.. Ya Rohim..

    ReplyDelete
  4. meninggal khusnul khotimah itu sebuah kenikmatan...berkah islam yang luas biasa. semoga kita bisa seperti itu yaa
    aaamiiiinnn

    ReplyDelete
  5. Dija juga mau belajar ngaji....

    ReplyDelete
  6. rindu diam2 duh indah tapi menyiksa ya.

    ReplyDelete
  7. hah??????? baca dari awal saya dibuat senyum2 sendiri karena sempat merasakan hal yg mirip waktu SMK..

    kok bagian terakhirnya??? :'(((

    semoga ia mendapat tempat yg layak di sisiNya.. :'(
    sayang ya.. kebanyakan orang baik selalu dipanggil lebih dulu.. :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang dlu waktu smk gimana rif???

      karena Allah menyayangi mereka,makanya dipanggil cepat

      Delete
  8. setiap membaca cerpenya mbak pasti aku langsung merinding ....

    ReplyDelete
  9. Luar biasa nih kak rudi,, semoga menjadi hamba Allah yang ditempatkan di surga...
    keren mbak ceritanya..
    Memang kalau orang shaleh itu ketika mati dalam keadaan khusnul Khatimah

    ReplyDelete
    Replies
    1. insyaAllah, smoga kita bisa seperti beliau

      makasih^^

      Delete
  10. Orang baik memang cepat di panggil Allah,

    ReplyDelete
  11. Kejujuran ini begitu menyentuh

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)

Instagram

IBX583D9E221356E

Like us on Facebook

Flickr Images