Follow Us @riafasha

Friday, July 13, 2012

Untuk Rindu yang Tak Terdengarkan

Senandung Rindu
Kenangan redup yang membangkit
bersenyawa dengan partikel – parikel udara
Mengungkit haru rintihan hati
dan membentangkan sayap-sayap lara perpisahan
Yang tlah teranyam dalam bingkai masa lalu.

Tapi tetap saja lekat
Diorama hati yang menangis kala melihat langkahmu
yang jauh dan semakin menjauh ketika itu


By: Ririe Kinanthi ( 2006 )


Dan ketika puisi ini bersenandung, pada hamparan rindu yang mungkin tak terdengarkan, aku merambah pilu. Mencoba menyelidik rasa pada tiap kata yang dituliskan penulisnya. Hei, kita pasti tahu seperti apa sesaknya rindu yang menghujam jantung, bahkan pikiran mu pun tak kan lepas untuk mengharapkan asa yang kadang terasa hampa. 

Kita tahu kadang bayang yang diharapkan hanya angan belaka, namun inilah kenyataan tentang Hati yang tak bisa berdusta, dan puisi mengungkapkannya.

Saya pernah memaknai entah dimana, puisi adalah sesuatu yang hidup dan menghidupkan jiwa penulis ataupun pembacanya. Refleksi jiwa kita tumbuh di dalamnya. dan ketika membaca puisi ini, saya pun serasa masuk ke dalamnya, merasai benih rindu yang membuncah namun hanya terbalaskan alpa. Memori masa lalu seakan berputar, menghantui setiap langkah. Ini harus dihentikan, namun tak kuasa. Karena rindu sudah terlalu kuat menggenggam jiwa.

Izinkan saya menyampaikan setitik harap untuk jiwa yang mungkin masih merindu, sama seperti jiwa saya yang saat ini rapuh.

/untukmu yang hampa lagi tak kuasa/


hujan tak kan mengabarkan pelangi jika hanya diam tak bersua sapa

sedang dirimu hanya berjumpa pada sepotong senja

tanpa doa
                tanpa asa

/sampaikan lah pada Pemilik Rindu akan harapmu
biar saja Dia yang menjawab asa
Sang Pemilik Cinta 

“Tulisan ini diikutsertakan dalam “Giveaway Kidung Kinanthi: Kata dalam Puisi”

~di bilik Rindu
12-07-12

26 comments:

  1. aku setuju, puisi memang "hidup" paling tidak ada sesuatu yang hidup didalamnya :) contohnya ttg rindu yg merupakan sumber inspirasi yg tak pernah mati, meski nyata bertemu tapi rindu tak akan pernah jemu :)

    ReplyDelete
  2. @aulawi
    yupp.. rindu pulalah yang membuat saya pun menulis ini:)

    ReplyDelete
  3. Postingan yang bagus, menambah pengetahuan buat saya,.....Numpang belajar di sini sobat, ....
    saya follow juga di sini ke 2
    jika tidak keberatan sudilah follow balik..
    salam kenal dan terima kasih

    ReplyDelete
  4. Masya Alloh kaget saya ternyata eh ternyata sahabat lama hhh.

    kenapa dengan chikarei.com? emangnya lupa loginnya? sayanglah,mudah-mudahan segera teratasi

    Menulis tentang kerinduan, jika terlahir dari nurani dan perasaan terdalam, maka yang tertuang menjadi hal yang menyentuh dan menghanyutkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehee

      chikarei.com nya kena musibah pak ies >.<

      itu kan chika aktifkan 2 step verification pake no hp
      nah no hapenya itu hilang :(

      yuppp... rindu adalah tentang hati

      Delete
  5. balik lagi, baca komentar di tempat saya, sampean bilang newbie, saya tertawa berguling-guling ... bukannya Non Chika justru senior saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa.... kan sekarang jadi newbie karena blognya baru lagi :D

      wahhh chika senior?? bukan2 :D

      Delete
  6. wewwwww blognya masih dalam rangka pembangunan ya?.. kaya rumah saja (*hayahhh) seting lagi aja di domainnya.

    ayo semangaddd postinggggg

    moenas.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehee iyahhh
      abisnya rumah lama rubuh :D

      makasih^^

      Delete
  7. ehhhh iya url komennya dibuka donks biar gampang neh komengnya ^^

    ReplyDelete
  8. Replies
    1. hu umm... iya mba lid
      abisnya blog lama gx bisa login chika :(

      Delete
  9. wah pertama kali berkunjung nih... :)

    ReplyDelete
  10. #WAh ternyta blogger senior ya Mbak?

    [MAAF baru singgah di sini...terima kasih atas partisipasinya menguraikan bait-bait rindu dengan indahnya]

    Pada rasa yang dinamai rindu..
    yang bersenandung dalam kata tak bersuara
    Jika pelangi mampu menuntaskan dahaga para perindu
    Biar ku berdansa dengan hujan bersama lukisan senja

    #TERCATAT SEBAGAI PESERTA#

    ReplyDelete
    Replies
    1. aduh jangan dibilang senior donk >.<
      chika juga baru nih :D

      hehheee

      makasih banget ya sudah berkunjung :)

      Delete
  11. aiihhh ternyata blogger lama di rumah baru yaa mbak chika, selamat yaa menang di GA nya mbak rie :D

    SAlam kenal dan manies dari Sidoarjo :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iyahh... abisnya rumah lama kena musibah :D

      makasih niar

      Delete
  12. haiiiii mba.........bagus banget
    salam kenal ya
    sudilah mampir ke tempat ku
    baru belajar hehehehe

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)