Follow Us @riafasha

Wednesday, August 29, 2012

Back to the Past (Chika Rei)

9:36:00 PM 18 Comments

The Untold Message

“Carish!” suara asing menggema di lorong gelap yang saat ini kulewati. Bersatu dengan bunyi tetesan air yang berasal dari rembesan air hujan. Tak ada sesiapa, hanya ketakutan yang kubawa semakin menjadi dan entah akan berakhir dimana.  

Aku tak pernah berdo’a untuk kembali pada masa lalu,
Namun jika kembali adalah sebuah pilihan yang harus kupilih
Kan ku utarakan sebuah pesan yang tak tersampaikan
Bahkan jika kau telah berlalu


***
“Tidak kah kau bisa melihat siapakah diriku?” masih jelas kuingat ucapan terakhir Bryan, kakek tua yang pagi ini mengunjungiku. Aura kehebatannya di masa lalu masih terpancar, kalung berinisial B&C membuatku tertarik untuk mengenalnya lebih jauh. 

“Hei, kau tentu Bryan. Bukankah yang kau tanyakan itu aneh, Grandpa?” Bryan tersenyum simpul lalu meninggalkanku tanpa kata. Aku menghela nafas panjang memandangi tubuh bungkuknya berjalan tertatih menuju hutan. 

Aku termangu dan tanpa sadar hujan telah membasahiku, yang kurasa hanya kelabu. Dan setelah itu, aku mendapati semuanya gelap tanpa cahaya di sebuah lorong seperti Cinderella yang terjebak di hutan belantara. 

“Carish, berjalanlah. Jangan takut, aku bersamamu!” suara itu kini semakin kentara di telingaku, merubah ketakutan menjadi keyakinan untuk berjalan lurus. Remang kulihat cahaya kecil yang sepertinya muncul dari ujung lorong mendekat. Beberapa detik kemudian, bayang hitam berjalan mendekatiku. perlahan wajah itu terlihat makin jelas terkena cahaya lilin yang dibawanya.

"Selamat datang kembali Putri Carish!" lelaki yang kini di depanku mengulurkan tangannya.  Aku mengerenyitkan dahiku, kebingungan melanda bertubi-tubi tentang keberadaanku juga lelaki yang kini memanggilku Putri. 

"Mari ikuti aku, ada yang ingin kuperlihatkan padamu!"
"Apa? aku? kamu siapa? lalu kenapa tiba-tiba aku disini?" aku menahan langkah lelaki itu, mencerca dengan pertanyaan yang tak kumengerti, namun lelaki yang sepertinya lebih tua dariku 2 tahun itu hanya tersenyum dan merangkul lenganku lembut hingga kami tiba di sebuah ruangan kosong yang penuh dengan lukisan kota-kota tua serta potret keluarga raja yang terlihat begitu berwibawa.

Tak seperti lorong gelap yang baru saja kulewati, ruangan ini begitu hangat dengan wangi mawar dan alunan instrumen karya komponis Ludwig Von Beethoven. Teh rosela hangat disajikannya di depanku.
"Minumlah, sembari mengenang ruangan favoritmu."
"Tunggu! sudah cukup dengan semua keanehan ini, bisakah kau jelaskan semua yang terjadi padaku? dan siapakah kau sebenarnya?" 
"Baiklah,  dengarkan dan jangan membantah hingga semuanya jelas di pikiranmu," lelaki itu lalu mengambil sebuah bingkai berisi potret dua orang perempuan dan seorang lelaki yang terlihat seperti ia.

"Kau lihat wanita berambut ikal itu? yang matanya berbinar penuh mimpi, dia adalah cinta pertamaku, cinta seumur hidupku dan cinta matiku bahkan saat Tuhan tak izinikan kami bersatu." Mata lelaki itu memandang nanar pada potret ditangannya, rindu dan sepi seolah bertumpuk di matanya.

"Semua baik-baik saja hingga kami harus berpisah walau tak pernah inginkan itu, Keila wanita berambut lurus disampingnya adalah sahabat terdekat kami. Entah bagaimana mulanya, aku dan Keila dipaksa menikah untuk menyelematkan keluarganya dari hukuman mati dan sebagai gantinya ia diasingkan di hutan belantara karena ayahnya yang merupakan kaki tangan Raja dituduh berkhianat."

Lelaki itu menarik nafas panjang. "Dan kau tahu, apa yang ada dipikirannya? Ia menganggap aku dan Keila telah mengkhianati cinta dan persahabatan yang telah kami bangun selama 20 tahun. kau tahu? ini menyakitkan hingga kadang aku ingin meloncat ke jurang tanpa dasar."

"Kau tidak menyusulnya? kau membiarkan cintamu berakhir seperti ini." Emosiku naik entah kenapa, kutatap mata lelaki itu lekat.

"Banyak hal yang tidak akan bisa kau mengerti hanya dengan bertanya kenapa? tanpa melihat seperti apa yang sudah kulakukan untuk membuktikan bahwa hanya dia yang kucinta"

"Aku dan Keyla hanya menikah di depan keluarga, Keyla sama sakitnya ketika harus meninggalkan Sam yang ia cintai. Aku terus berusaha mencari kekasihku bahkan saat Raja mengancamku. Namun, jejaknya menghilang. Aku tak ingin pasrah, hingga maut menjemputku nanti. Aku tak akan berhenti untuk percaya bahwa aku akan menemukannya, dan mengatakan bahwa aku mencintainya. Mencintaimu, Carish!"

Ada sesak yang mendobrak hatiku, tanganku bergetar hebat dan air mataku perlahan mengalir.
"Bryan," ada kenangan hitam putih berputar di pikiranku. ruangan ini, teh resola, musik instrumen, foto ku bersama Bryan dan Keyla. Tidak mungkin...

***
"Carish! bangunlah" aku menggigil kedinginan mendapati tubuhku terbaring di rerumputan basah. Madam Ely yang tak sengaja melewati rumahku terburu-buru mengangkatku. 
"Ada apa denganmu sayang?"
"Bryan? dimana Bryan madam?" aku berteriak histeris.
"GrandPa maksudmu?"
"Dimana Bryan madam? tangisku semakin menjadi 
Madam memelukku erat "Maaf sayang, kami baru saja menguburkannya pagi ini. Ia tenggelam di danau tengah hutan."

"Tidak..." aku menangis tanpa henti, hujan kian deras menertawakan kekalahan dan penyesalanku. Masih kentara aroma mawar bercampur aroma tanah basah. Kenapa harus aku yang tetap ada.


 Tidak bisakah aku tetap bersamanya di masa lalu.


Friday, August 24, 2012

Karena Muslimah itu Cantik

11:40:00 AM 9 Comments
Semua wanita ingin cantik

Saya percaya itu. Coba tanya seluruh wanita yang ada di sekitar kita, termasuk sahabat yang baca blog ini smua pasti jawabannya hampir sama, ingin terlihat cantik. Dan itu kenapa banyak wanita berusaha untuk terlihat cantik di depan “orang lain”. Mulai dari merogoh kocek untuk melakukan perawatan ke salon ataupun membeli kosmetik-kosmetik mahal. Tak jarang kadang malah ingin merubah apa yang sudah diberikan Allah SWT, contohnya saja operasi plastic, mau mancungi hidung lah, mau *maaf membesarkan bagian dada, menyambung rambut, atau bahkan yang lebih parahnya lagi operasi virginitas.

Lalu seperti  apakah sih cantik yang sebenarnya? Mata bulat? Hidung mancung? Kulit bersih? Atau muka tanpa jerawat. Saya rasa jawabannya pun akan berbeda-beda. Begitupun jika ditanyakan dengan kaum adam. Berdasarkan “interview kecil-kecilan” yang saya lakukan, baik di facebook maupun di blog kebanyakan mereka mengatakan bahwa kecantikan itu relative, tergantung sudut pandang masing-masing, dan sebagian lagi  beranggapan bahwa kecantikan sesungguhnya adalah kecantikan yang terpancar dari dalam (inner beauty)

Yap! Saya setuju kalau kita menarik satu benang merah menuju suatu kesimpulan kalaulah cantik sesungguhnya itu adalah kecantikan yang terpancar dari hati. Eits, namun perlu digaris bawahi ya. Bukan berarti karena mendefenisikan kecantikan adalah kecantikan karena prilaku, kita tidak merawat diri loh!
Allah suka keindahan dan suka kebersihan.
“Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)”
Nah! Ini harus dicamkan untuk seluruh muslimah. Karena sejatinya pun kecantikan itu meliputi dua hal jasmani dan rohani. Jasmani yang sehat dan juga rohani kuat.

Bolehkan Muslimah Berhias
Waktu saya di kampus, ada yang sempat protes jika seorang muslimah menggunakan kosmetik-kosmetik, katanya sih nanti mengundang zina mata, hati dll. atau akan mengundang fitnah.

Hmm.. menurut saya, yang penting tidak berlebih-lebihan, toh Allah pun tidak suka yang berlebih-lebihan. Kalau kata pemilik Salon Muslimah Senyum Muslim Bengkulu saat saya on air dengan temah Muslimah Cantik  di Radio Jazirah fm “Cantik itu perlu, berpenampilan bersih dan rapi itu sangat penting bagi muslimah, Allah suka keindahan, Allah suka kebersihan, Please jangan berpikiran sempit dengan tidak mau mengggunakan kosmetik misalnya deodorant, pelembab, bedak dll. Kita ini sebagai juru dakwah, apa ia orang akan tertarik mendengarkan kebaikan yang kita sampaikan jika badan kita bau? Wajah kita kucel? Yang penting adalah tidak berlebih-lebihan sahabat muslimah.”

dan setelah saya baca dibeberapa sumber fikih wanita dan bertanya kepada dosen-dosen di kampus, alhamdulillah saya mendapatkan satu kesimpulan bahwa dibolehkan dengan beberapa syarat.
karena Pada prinsipnya, Islam mengajarkan setiap Muslim untuk tampil cantik, menarik, dan memakai pakaian yang bagus, apalagi saat memasuki masjid. Banyak ayat Alquran dan hadits Nabi SAW yang memerintahkan demikian. “Dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah.” (QS Al-Muddatstsir: 3-4).





Nah! Semenjak itu saya mulai merubah paradigma, mengenai tidak dibolehkannya muslimah menggunakan kosmetik. Kalau kata mba-nya sih yang harus kita ingat adalah, Halal dan Tidak berlebih-lebihan.

Halal vs Haram
Saat ini tidak sedikit muslimah yang “kecolongan” dengan kata bernama halal. Demi untuk menuruti keinginan tampil cantik, kadang apa-apa yang dilarang Allah pun dikerjakan juga. Seperti yang disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW “Akan tiba suatu zaman di mana orang tidak peduli lagi terhadap harta yang diperoleh, apakah ia halal atau haram.” (HR Bukhari).

Di sisi yang lain, kita pun sering kebingungan untuk menemukan produk-produk halal lagi thayyib. Perkembangan teknologi proses pembuatan produk kini semakin maju dan membuat kita sebagai konsumen tidak menyadari akan kandungan bahan produk yang ada di pasaran. Contohnya saja saya, yang memang awam dengan kata-kata berbau kimia yang sering ditemukan di ingrident produk-produk kosmetik. Inilah yang kadang membuat kita secara tak sadar memakai produk yang tidak terjamin kehalalannya.


oh iya sahabat muslimah, saya juga mau kasih sedikit info dari AsySyariah tentang perhiasan yang dilarang bagi wanita. Jangan sampe kita kecolongan, karena zaman sekarang kalo nggak hati-hati bisa kebablasan :)

1. Mencabut bulu/rambut alis atau mencukurnya sampai habis
Cara berhias seperti ini diharamkan,  baik menghilangkannya itu dengan cara dicukur, dipotong, maupun menggunakan sesuatu yang dapat menghilangkan bulu/ rambut tersebut seluruhnya, atau sebagian.

2. Membuat tato
Larangan membuat tato ini umum, sama saja baik tato tersebut pada bagian wajah atau bagian tubuh lainnya. “Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambungkan rambutnya, serta melaknat wanita yang membuat tato dan wanita yang minta dibuatkan tato.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 5940 dan Muslim no. 2124)

3. Mengikir gigi
Mengikir gigi dengan tujuan untuk mempercantik diri diharamkan dalam syariat yang mulia, sebagaimana datang isyarat pelarangannya dari Nabi n dalam hadits Abdullah bin Mas’ud z. Adapun bila gigi-gigi tersebut jelek atau tidak teratur, hingga perlu merapikannya guna menghilangkan kejelekan tersebut atau karena ada kerusakan hingga perlu diperbaiki maka tidaklah terlarang, karena hal ini termasuk dalam pengobatan dan menghilangkan sesuatu yang tampak jelek. (Fathul Bari, 10/385)

Muslimah Harus Cerdas
Nah, untuk menghindari produk-produk yang tidak tejamin kehalalannya. Kita kudu cerdas sebagai muslimah. Perkembangan teknologi harusnya bisa kita jadikan sarana untuk mencari informasi. Jangan Cuma buat facebookan atau twitteran aja *hihiii

 Tinggal buka mbah google lalu Search, ex: Kandungan berbahaya dalam kosmetik atau kosmetik yang dijamin halal, dll. Sahabat muslimah juga bisa sering-sering buka websitenya MUI (LPPOM MUI) nah biasanya disana diinfokan jenis-jenis produk yang sudah diteliti dan dijamin kehalalannya.

nah Tinggal klik halalmui.org sahabat bisa cek produk kosmetik yang insyaAllah halal, disana tertera semuanya mulai dari nomor sertifikat,produsen. Nggak hanya itu bisa di cek juga daftar produk halal yang lain, misalnya kelompok jamu, obat-obatan, flavor dll.. SILAHKAN KLIK DISINI. ^_^

dan saya mendapati kalo wardah masuk kategori yang sudah teruji kehalalannya :)






Saatnya Beralih ke Wardah Cosmetic
Sebenarnya, saya mengenal wardah sudah sejak setahun yang lalu. Saat itu beberapa sahabat dekat saya mengganti seluruh produk kosmetiknya dengan wardah. Saya penasaran dan tanya kok diganti semua.

“Kalo ini dijamin kehalalannya rei, mba udah coba ternyata enak dipake, bahan-bahannya juga ringan, nggak buat pusing, harganya terjangkau!” nah lo malah promosi dia. Saya agak kaget juga, karena biasanya si “mba” nggak pernah betah make kosmetik yang sama dalam jangka waktu lama. Kepalanya suka pusing kalau kosmetiknya nggak cocok. Mungkin bahan yang ada dalam kosmetik itu ngaruh ke kepalanya. Saya juga agak sedikit bingung :D

Waktu itu, saya belum terlalu tertarik untuk mengganti kosmetik yang biasa saya gunakan dengan wardah. Takut nggak cocok. Sudah beberapa kali gonta ganti kosmetik ya kayak gitu, Cuma bagus kalo “kosmetik” nya sedang digunakan. Ehehe..

Terus, secara kebetulan saya nonton TV dan baca majalah. Wew kaget! Liat di acara pencarian bakat di salah satu stasiun TV disana tertera make up by: Wardah, begitupun dengan model di majalah yang saya baca, make up by Wardah. Surprised aja, nggak nyangka produk kosmetik yang satu ini udah dipercaya seluas ini.

Kira-kira awal tahun 2012, saya mencoba beralih ke Wardah Cosmetic, awalnya saya menggunakan two way cake dan moisturizer cream. Hasilnya nggak mengecewakan. Bener kata temen saya, bahan nya ringan jadi enak dipake. Nggak bikin pusing :D dan hingga sekarang saya mulai mengganti seluruh produk kosmetik saya dengan wardah, ada beberapa yang jadi favorite, diantaranya lightening day cream, lightening day cream, luminous face powder,dan acne treatment gel (ini biasanya kalo lagi pms jerawat saya suka muncul eheh).



Cantik Fisik aja Nggak Cukup
Ok! Sekarang kita nggak usah bingung untuk mencari produk yang dijamin kehalalannya.
Eits! Tapi nggak selesai sampai disitu dong. Cantik fisik aja nggak cukup. Benarkah? Ia dong. Percuma kalau fisik kita bagus tapi akhlak kita bobrok  semoga kita dilindungi oleh Allah dari Aklhak yang buruk. Untuk itu kenapa setiap becermin kita dianjurkan untuk berdoa.

“Segala Puji Bagi Allah, Ya Allah. Sebagaimana Engkau telah memperindah tubuhku, maka perindahlah pula akhlakku.”


Aamiin ya Allah.

Kecantikan yang anggun dan menarik adalah umpama bidadari syurga yang tersebarlah kecantikan dan keanggunannya pada setiap muslimah didunia ini. Ketika seorang muslimah yang shalihah, memahami akan hakikat kehidupan di dunia, dan ketika hatinya digenangi oleh keimanan dan makrifat tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala, dalam memurnikan ibadah hanya untuk-Nya semata, hatinya selalu takut dan terikat dengan Rabb-Nya, mentaati-Nya dalam keadaan sendirian ataupun dihadapan banyak manusia.

So, kita kudu berlomba untuk menjadi bidadari bumi yang insyaAllah akan menjadi bidadari di syurga kelak. Dan sungguh jika seorang muslimah menghiasi dirinya dengan pakaian sabar, istiqamah,qana’ah, maka insya Allah tempat terpuji akan menuggu kita ,yaitu syurgaNya. Itulah hakikat cantik dalam Islam, Maka bila kini kita telah tersadar utuk mempercantik diri secara lahiriyah, mempercantiknya dengan busana dan kosmetik dan polesan kulit yg sesuai aturan Allah, maka mari kita sadarkan diri kita untuk mempercantik batiniyah kita dengan sabar, tawakal, lebih dekat dg Allah SWT maka dengan sendirinya akan lahirlah amalan yg akan menampakkan kecantikan dari dalam (inner beauty) amalan yg juga di ridhoi Allah SWT aamiin…




karena semua muslimah itu cantik
Yuk mempercantik diri dengan yang halal, dan mempercantik hati dengan akhlak terpuji ^_^
Salam sayang untuk seluruh sahabat Muslimah


Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog #KosmetikHalal yang diadakan oleh BLOGdetik, LPPOM MUI, dan Wardah dalam rangka mensosialisasikan Halal is My Life


sumber:
http://www.halalmui.org/newMUI/index.php/main/ceklogin_halal/produk_halal_masuk/1309
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/02/17/lzjfsy-fikih-muslimah-berhias-tabarruj-bolehkah-2habis
http://asysyariah.com/dibalik-perhiasanmu.html
http://ciricara.com/2012/07/09/ciricara-ciri-dan-cara-mengenali-kosmetik-halal
http://www.wardahbeauty.com/id

Thursday, August 23, 2012

Big Thanks to Firmoo

9:38:00 AM 6 Comments
assalammualaikum wr.wb

hai semua apa kabarnya???

dah lama banget ini blog ditinggal ehehe...

sebelumnya chika mau ngucapin Mohon Maaf Lahir Batin

maaf agak telat ehehee

hari ini seneng banget karena dapet kacamata gratis dari firmoo ^_^

ini penampakannya

pokoke kacamatanya keren :D kotaknya juga safety banget

chika tanpa kaca mata :p
dan ini dia si narsis dengan kacamata baru :D
Info lengkap mendapatkannya silahkan KESINI (jangan nggak :p)

Big Thanks to Firmoo

9:21:00 AM 0 Comments

Selamat pagi sahabat blogger ^_^
Hmm.. udah lama banget blog yang satu ini nggak di huni sama si empunya. Sedikit cerita, blog kesayangan yang satu ini, sekitar akhir Mei mengalami musibah, eitt… bukan kecelakaan lalu lintas atau kena penyakit kronis, tapi si admin nggak bisa login  sebenarnya ini kecerobohan admin alias chikarei sendiri. Chika nge-aktivin 2 step verification di account google, dan itu berarti setelah meng-input username dan password, pihak google akan mengirimkan kode verifikasi ke no.hp yang sudah didaftar sebelumnya. Nah, chikarei entah gimana kejadiannya, MENGHILANGKAN No.HP tersebut. Dan beliau pun lupa jawaban pertanyaan rahasia yang merupakan satu-satunya cara untuk login *lol*
2 bulan mencoba menghubungi google, google nya nggak percayaan, disuruh ngasih informasi ini itu. Dengan sepenuh hati chikarei meyakinkan google kalau itu benar-benar akun nya. Dan Alhamdulillah pihak google mengabulkan permohonan nya, 2 step verification nya di non aktifkan google, setelah itu chikarei bisa login hanya menggunakan password aja :D

KacaMata Gratis dari Firmoo
Sebenarnya dapat info ini udah rada lama, tapi waktu ngehubungi admin firmoo nya, dia bilang kacamata nya gratis, tapi pake biaya kirim. Terus, dapat info dari blogger-blogger yang baik hati, kalau bisa free shipping kalau kita naroh link firmoo di website yang sudah di approve sebelumnya.
Saat itu blog chikarei.com masih belom bisa login, tapi chika pengen banget punya kacamata yang cute itu >.< Dengan pedenya chika menghubungi Mr. Li Wen Jie, yang punya program untuk para blogger. Nah…. Chika mengajukan blog http://rainisrainbow.blogspot.com But, Unfortunately blog itu adalah blog baru yang pengunjung dan rank nya belum ada apa-apanya.
Sedih? So pasti, chika kembali mengajukan blog yang satu ini http://chikarei.com tapi chika omong tu ke Mr. Li Wenjie kalo blognya lagi nggak bisa login.



APa tanggapan Mr. Li Wen Jie?
Katanya blog chikarei.com masuk dalam criteria program ini, so dia berharap blog chika bisa segera kembali dan menaruh link Firmoo supaya bisa dapet kacamata gratis :D
Hmm.. kira-kira sekitar tanggal..
Chika dapat berita yang sangat mengembirakan, ada satu email dari google yang isinya seperti ini…

Hi,

Good news -- you’re just steps away from regaining access to your account! It looks like you are having trouble with 2-step verification, so we've removed it from your account. To sign in to your account, sign in with your current password. You won't be prompted for a verification code. If you don't remember your password, you can recover it at https://www.google.com/accounts/recovery/


Wah chika lonjak-lonjak kegirangan, dan langsung menghubungi Mr Li Wen jie bahwa blog chikarei.com sudah kembali dan link firmoo pun sudah nangkring di blog ini,
Mr. Li wen jie pun ikutan senang, dan menginfokan kalau chika bisa milih kacamata yang diinginkan di firmoo.com

Awalnya Mr. Li Wen Jie menawarkan sun glasses, tapi chika nggak terlalu membutuhkan itu sekarang, butuh kacamata minus karena ini udah naik lagi minus nya…
kacamata yang chika pilih
Agak ribet milih kacamatanya, karena mr.li wen jie meminta resep dokter biar bisa pas kacamatanya *gitu sih katanya, karena hasil periksa mata chika entah kemana, chika yakinkan aja mr.li wen jie kalau chika punya mata minus sekian..sekian.. terus jarak mata sekian..sekiann… :D
Finally, Mr. Li Wen Jie mengatakan OK, tunggu saja kacamatanya dalam waktu 15-25 hari
Catatan: Teman-teman yang berkomunikasi dengan Mr.Li Wen Jie hati-hati jika ada email dari Li Wen Jie yang lain (li wen jie palsu) karena pengalaman waktu itu ada li wen jie palsu yang minta ditransfer uang >.< INget!! Email Mr li wenjie yang ini : liwenjie@yahoo.com

Dan… Kacamatanya Tiba Saudara-Saudara
Penantian saja akhirnya terjawabkan, ekeke… pagi ini sekitar  jam 9, saya dapat telpon dari POS
Pak pos : “Benar ini mba Ria Mustika Fasha, ada kiriman dari Nainjing China, tolong ambil sekarang ya, sebelum kena bea cukai,”!
Chika : *bingung* kok nggak dianter langsung? Bea cukai? Hubungannya? Saya sering dapet kiriman luar negeri nggak pernah gini?
Dengan proses yang agak ribet, karena chika lupa bawa KTP dan Pak Pos yang agak gimana gitu :p kacamata itu berhasil dibawa pulang ^_^

Ini Penampakannya

gimana keren kan??? nah sebelum menggunakan kacamata gx afdol kayaknya kalo nggak narsisan dulu ahahahaaaaa



BIG thanks to Mr. Li Wen Jie and Firmoo.com

Kacamatanya pas banget sama mata chika, dan pas banget untuk hidung saya yang mancung pesek :D 





ahahaaa jangan ketawa kalo saya narsis banget :D

Dan untuk teman-teman blogger yang masih kebingungan membaca tulisan chika yang nggak beraturan ini, chika kasih sedikit kesimpulan bagaimana mendapatkan kacamata gratis nya
1. Pastikan kita punya Blog :D usahakan blog nya punya page rank
2. Hubungi Mr. Li Wen Jie (liwenjie@yahoo.com) katakan bahwa kita ingin mengikuti programnya untuk mendapatkan kacamata gratis, dan input url blog kita.
3. Tunggu balasan nya (biasanya sih langsung dibales, orangnya baek kok :D) dan lihat apakah blog kita di approve atau tidak.
4. Kalau sudah di approve taruh Link Firmoo.com di blog kita, usahakan di tempat yang mudah dilihat pengunjung. Dan hubungi lagi mr.li wenjie, katakana link firmoo.com sudah dipasang dengan baik. Tanyakan juga apakah posisinya sudah benar atau perlu dirubah lagi?
5. Jika sudah fix, Mr. Li Wenjie akan meminta kita untuk memilih kacamata yang kita inginkan dan mengirimkan alamat kita :D
6. Gimana?? Mudah kan??? Cukup modal bahasa inggris dikit aja kok  Nah, ayo dicoba :D dan… tolong di cantumkan url postingan ini ya kalau teman-teman menghubungi Mr Li Wen Jie, bilang nya dapet info dari chika hehee…

Jika masih bingung juga, silahkan hubungi chika Via facebook or Ym yah, insyaAllah dibantu semaksimal mungkin ^_^

Salam Blogger
*dan Mohon Maaf Lahir dan Batin (maaf telat) :D

Wednesday, August 8, 2012

Dear Rani: Berbahagialah

10:17:00 AM 29 Comments
*Play dulu Videonya biar enak bacanya :D

aku telah kalah dalam pertarungan yang kumulai sendiri, aku kalah karena diriku, karena diriku yang tak cukup pantas memiliki sejatinya cinta. Aku terlambat berjuang, terlambat menyadari sejatinya cinta adalah Sang Pemilik Cinta. Harusnya tiada upaya, selain meminta pada Nya. 
~Chika Rei




Hujan subuh ini menyentakkanku akan kerapuhan hati yang semakin menjadi. Titik sejuknya menjentik-jentik genting di atas kamar hingga timbul bunyi berisik yang memilukan. Aku masih saja duduk, menunduk. Meresapi suara muazin yang terdengar begitu syahdu. Hatiku rasa teriris, aku telah kalah telak dalam pertarungan yang satu ini.

Al-Qur'an berwarna coklat di atas meja di depanku seperti tersenyum, membawa bayang wanita yang kusayangi kembali hadir. Rani, gadis berkerudung anggun yang memberikannya sebagai hadiah ulang tahunku.
"Dibaca, jangan disimpan saja," begitu katanya. 

Ah, lelaki seperti apa aku. Mataku berkaca-kaca.

gambar dari sini
"Jangan salahkan pertemuan, jangan salahkan rasa yang dianugrahi Allah kepada kita, karena cinta harusnya tak pernah salah, yang salah adalah kita yang kadang tak siap untuk membawa cinta ke jalan yang halal," masih bisa ku ingat ucapannya yang begitu tegas dan pasti. 

Ku genggam tanganku yang gemetar. Ya, pertemuan ku dengannya tak pernah salah. Begitupun rasa yang kusimpan padanya. Setelah sekian lama tak pernah kurasa. Rasa yang seperti ini tak pernah ada sebelumnya. Jikapun aku memiliki wanita disampingku, aku tak pernah mencintai, tak pernah menyayangi. Aku Jahat? ya, seperti kata sahabatku, aku penjahat cinta.  

Dan ketika wanita berkerudung itu datang tiba-tiba dihidupku. Aku serasa begitu berwarna. Tak pernah sesemangat ini aku untuk bangun kala subuh, mengambil air wudhu lalu membaca Al-Quran yang ia hadiahkan padaku. Tak pernah seperti ini, aku mencoba untuk melanjutkan sekolahku yang dulunya hancur karena tingkahku. Tak pernah aku sedekat ini dengan keluargaku, tak pernah sebelumnya. aku begitu bersyukur aku mengenalnya.

Hingga kuutarakan hasratku pada wanita berkerudung itu, 
"Aku juga menyukaimu, tapi hanya sebatas menyukai tidak lebih dari itu," hei aku begitu bahagia mendengarnya.
"lalu kita pacaran?"
"Tentu saja tidak," ucapnya tegas.
"Lalu buat apa perasaan ini?" sungguh tak mengerti.
"Cukup saja rasa yang harus disimpan, dan kita akan menjalani hari seperti biasa, hingga saat nya nanti."

Ah, aku begitu bingung saat itu. Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh wanita ini. Aku butuh status. aku butuh kamu Rani. Aku tak ingin kehilanganmu.

"Apa guna pacaran jika hanya akan diakhiri dengan status mantan. untuk apa jika hanya akan mengotori hati dengan cemburu buta. Bahkan untuk apa jika kesemuanya itu tidak disukai Allah? Allah akan dengan mudah saja mengambil rasa ini dari kita. Kembalilah lagi jika kau siap, itupun jika Allah masih membiarkan rasa ini ada."

satu tahun aku menunggu, dan kamu masih tetap sama. 
Dan aku semakin rapuh, saat aku tahu aku tidak siap membawa cinta ini ke jalan yang halal. Seperti katamu.

Subuh telah usai, kubuka lembaran pertama Al-Quran yang kau berikan. Dan aku menangis, Rani. Menyadari kekalahanku, menyadari keterlambatanku untuk berubah. 

Dan aku berterimakasih, untuk kesemuanya. Pelajaran berharga yang kau berikan dengan pertemuan yang singkat ini. 

Berbahagialah, karena ada lelaki yang siap membawa cintamu menuju cinta yang halal.

Aku selalu menyayangimu.


~ Chika Rei
08-08-12





Sunday, August 5, 2012

Mengenang-Mu Saja

10:04:00 PM 52 Comments

gambar dari sini
Sengaja malam ini ku duduk bersandar pada bangku karet yang terasa dingin. Kueratkan kancing jaket abu-abu yang semakin terasa longgar. Langit begitu indah, dan gemerlap cahaya bintang membuatku tersenyum kecil sambil menahan haru.
Beberapa hari yang lalu, aku membaca tulisan seseorang yang begitu kukagumi. Hei, hanya mengagumi tanpa perlu ia ketahui dan aku beri tahu. Cukup kekaguman saja yang membuatku harusnya terpacu untuk lebih baik. Karena ku tahu ia begitu hebat, dan Allah pasti menjaganya dan akan memberikan wanita yang terbaik untuknya :) 
Banyak hal yang terjadi beberapa hari ini dan membuatku banyak berfikir, membongkar kembali persepsiku akan kata bernama takdir. Rahasia Allah itu begitu mengejutkan, dan cara Allah menuntun kita untuk sebuah perbaikan itu begitu indah, penuh kasih sayang. 
Seharian aku membaca kata-kata yang tak sengaja kutemukan di twitter. Bukan lebay atau sejenisnya yang sering diungkapkan anak muda, aku benar-benar menangis. Malu, itu kata yang tepat untuk ku saat ini. dan kenapa aku begitu malu? Allah yang tau itu.
Kalau kamu sekarang Lagi memperbaiki diri dan Menjaga Hati, Insya Allah jodohmu juga lagi memperbaiki diri dan menjaga hatinya 
RT @ManJaddaWaJadaa
Setengah ramadhan telah berlalu, apa yang telah ku perbuat untuk memperbaiki diri? Apa yang sudah kulakukan untuk memperbaiki masa lalu? Aku benar-benar tertampar malam ini. 
Banyak yang kupinta, tapi apa yang sudah kuperbuat?
Malam semakin dingin dan mataku tak sedikit pun mengantuk. Masih ingin kunikmati bintang di atas sana dengan penuh kekaguman. Seperti kekagumanku pada orang-orang yang senantiasa berusaha memperbaiki dirinya. Menjemput maaf, menjemput pengharapan dari Sang Pemilik Cinta. Hingga Allah membalasnya dengan yang terbaik.
Malam ini
biarkan ku mengenang-Mu saja
karena mengenang-Mu adalah hal yang paling indah
 
~Chika Rei dibawah gemerlap bintang penuh kasih sayang Sang Pemilik Cinta  

Saturday, August 4, 2012

Kau dan Aku : Dua Warna yang Saling Melengkapi

1:25:00 PM 35 Comments


kita adalah dua warna yang berbeda
tak peduli warna apa yang ku sukai, tak peduli warna apa yang kau sukai
cukup saja kau tahu, bahwa kita saling mencintai
~Chika Rei

gambar dari sini
 

Padang ilalang selalu jadi tempat favorite kita untuk mengutarakan mimpi. Menjamah harapan dari awan yang berarak riang. Matamu, memancarkan cahaya yang tak dapat kudefenisikan, membuat jantungku berguncang hebat. Hei, Kau tak pernah tahu, aku begitu mengagumimu.

Di bangku tua yang masih kuat itu, setiap senja dengan rona jingga yang menawan kau menarik lengan bajuku. Membuka buku catatanmu, lalu membacakan sebuah sajak yang tak kumengerti.

ilalang padang gersang
tunggui titik-titik hujan
adalah 
diriku
pada penantian
 
Kau tersenyum simpul, mengharapkanku mengomentari sajakmu. Namun aku hanya menggelengkan kepala tak mengerti. Kau tersenyum lagi, lalu mengucek rambutku lembut.
"Besok lomba basket kan!! jaga kesehatan,"
"Please! ikut club basket Rain, apa kata orang kalau kamu nggak  bisa basket!"

Kau mengucek rambutku lagi,
"Lalu? kamu malu aku nggak bisa main basket, terus kenapa tidak cari atlet basket saja?"
"Bukan gitu, teman-temanku ngomongi kamu terus!"
"Yang tau aku itu kamu Rani, kamu tau kan aku bisa kok olahraga apapun, tapi kalau untuk Club Basket nggak Ran, aku kan sudah diamanahkan jadi Ketua Teater,"

aku diam, keningku berkerut.
Kau diam, mengedarkan pandang nanar.
"Apakah perbedaan kita membuat hatimu susah Ran? Kamu suka merah, aku suka biru. kamu suka basket, aku suka sastra, kamu suka bakso aku paling nggak suka bakso. apa itu mengganggu?" kau memandangku lekat, aku terdiam pilu.
"Maaf Rain,"

"Tidak ada yang perlu dimaafkan, mungkin kita adalah dua warna yang berbeda. Aku tak pernah peduli itu Rani, tak peduli warna apa yang ku sukai, tak peduli warna apa yang kau sukai, cukup saja kau tahu, aku begitu mencintaimu. Apa itu tidak cukup?"

Tubuhku seketika bergetar, aku terlalu memaksamu, aku terlalu menuntutmu. Sedang kau selalu tak peduli dengan perbedaan kita, kau selalu menerimaku apa adanya aku.

"Ma.. afff..." aku menangis tersedu. Kau mengambil sapu tangan biru dari kantong bajumu. Kau usapkan di mataku.

"Sekarang, katakan padaku? apakah aku harus menyukai warna yang sama denganmu, atau hoby yang sama?"
"Tidak,"aku masih tersedu.
"Lalu, apa kau mencintaiku? walaupun aku tidak sekeren pemain basket?"
Aku tak bisa menjawab, tangisku semakin menjadi.

"Lah kok tambah nangis, sudah-sudah, aku tau kok kamu sangat mencintaiku, Rani !"

aku sesenggukan, kau mengelus rambutku lembut. Langit telah berubah jingga keemasan, bercampur warna keabuan. Tak kan pernah kulupakan apa yang kau katakan padaku, dan aku bersyukur. Begitu bersyukur, Tuhan mengirimkan kau untuk melengkapiku. Bukan yang lain.

Friday, August 3, 2012

Feel Free : Because It's Me

12:12:00 PM 15 Comments

There is a pleasure in the pathless woods
There is a lapture on the lonely shore
There is society, where no intrudes
By the deep sea, and music in its roar
I love not a man less, but nature more
~lord byron


Laut memancarkan kilau, sinarnya menembus ruang dimana aku kini berdiri mematung, mengintip dari celah jendela terbuka. Indah, tak ada kata lain untuk sebuah panorama pagi yang bercengkrama diantara deburan ombak yang memburu. Lalu mentari mengintip malu-malu di balik batu cadas nan angkuh diujung lautan. Aku pun tersenyum, ada bahagia yang tak terlukiskan kuraskan. Ini seperti rasa yang yang dirasakan seorang Cristoper dalam In to the Wild, aku pun merasakannya. Alam memang punya cara yang khas untuk menawarkan kebebasan dan impian.

sejalan dengan kata Arswendo Atmowiloto Kebebasan adalah, tidak melakukan perbuatan yang kita sesali nanti sekaligus, harus berani melakukan perbuatan yang kita kenang ulang nanti.

Mungkin yang paling berperan akan pikiran ku tentang kebebasan adalah Ayah, tidak seperti Ibu yang seringkali membelikan ku gaun ataupun mainan ala-ala perempuan. Ayah membiarkan aku untuk memilih, memilih pakaian yang aku kenakan, memilih mainan apa yang ingin kumainkan, memilih dengan sapa aku akan berteman. Mungkin karena ayah adalah seorang perantau yang sudah pernah mencicipi susahnya hidup dari aceh hingga kalimantan, bisa mengerti arti kebebasan sesungguhnya.

Dan aku begitu bersyukur, ketika ayah memperbolehkan mengikuti segala kegiatan yang kusuka, kegiatan yang kumau selama itu baik untukku.
"Bersyukurlah, ayahmu sekarang adalah ayahmu!" begitu selalu kata Ibu. Sejak SMP ayah tidak pernah marah jika aku harus menampilkan drama atau baca puisi di acara-acara teater hingga larut malam.

"Setiap pilihan punya konsekuensi, kakak memilih A dan kakak harus tau akibat dan manfaatnya, lakukanlah apapun selama itu baik. Satu pesan ayah, jangan pernah berbohong, jangan kecewakan ayah ibu, sekali ayah ibu terkecewakan, mungkin akan susah percaya untuk selamanya." Hal inilah yang selalu kupegang hingga saat ini. Apapun yang akan kulakukan, sejauh apapun itu, semuanya dengan izin ayah dan Ibu :)

Well, aku adalah perempuan yang suka tantangan. Walaupun aslinya cengeng dan manja :D
Suka kebebasan dan anti diatur dengan cara yang otoriter. Setelah menyelami dunia teater di SMP. Beranjak SMA aku mulai mengikuti dunia Kepalang Merahan.

"Selamilah hingga dalam, jangan tanggung-tanggung, jangan takut," ahaaa. ini ambisi yang sedikit berlebihan. tapi ini sedikit berhasil, aku paling anti setengah-setengah. Jika sudah masuk kedalam suatu bidang, aku harus menguasainya, mendapat ilmunya, dan mengambil manfaatnya. 6 Bulan bergelut di dunia PMR, mengantarkan aku ke JUMBARA Nasional di Palembang.


Kegilaanku untuk mencoba "hal-hal baru" semakin memuncak ketika masuk ke Universitas. Tidak direstui ibu merantau ke Jawa, membuat ambisiku memuncak -.-'. Tidak di Jawa Bengkulu pun jadi.
Mulai dari bergabung ke Club Pecinta Alam Muhammadiyah yang dikenal dengan Hizbul Wathan, aku semakin mencintai alam. Alhamdulillah, saat itu aku diutus kampus untuk mengikuti pelatihan Nasional SAR (Search and Rescue) yang diadakan di Kaliurang, Yogyakarta dan juga nge-camp di Gunung Merapi. Eh, satu hal yang membuat saya tertawa sendiri saat mengingatnya yaitu: Saya naik merapi pake ROK ahahahaa... belum lagi petualangan dengan ular, dan juga misi penyelamatan korban hilang di gunung merapi, it was so amazing ^_^

Peserta pelatihan SAR di depan Rumah Mbah Marijan (chika yang pake jilbab abu2 panjang)


Kecintaanku dengan gunung juga tidak berhenti sampai disitu, aku mencoba mendaki Gunung Dempo, Pagar Alam  (Palembang) bersama teman-teman lainnya, dan lagi-lagi saya naik gunung pake rok hahahaa... Gunung Dempo menurut ku lebih menantang, bukan apa-apa, ketinggiannya sih nggak terlalu, tapi medan yang dilewati penuh dengan tantangan, mulai dari hutan lumut hingga tanjakan terjal mencapai kemiringan 90 derajat yang memaksaku naik menggunakan tambang.



saya dan teman-teman di starting point

puncak merapi yang bersebelahan dengan dempo

it's me (di depan kawah)

kawahnya keren kan ^_^
nah ini tanjakannya ^_^
 
Arghh... gunung memang buat ketagihan. Hingga sekarang pun, gunung jadi salah satu tempat favorite ku.

Banyak lagi kegiatan yang ku lakukan selama ngampus,

^ Jadi Relawan Gempa Sumbar, nah yang ini ceritanya teman-teman bisa baca disini




^Perwakilan MTQ Nasional Mahasiswa di Lhoksmawe Aceh,
di depan baiturahma
ahaa ini pengalaman yang menyenangkan, bayangkan dari Bengkulu-Aceh aku dan teman-teman naik mobil. Bikin mabuk, tapi penuh petualangan, karena letak Aceh yang diujung sana, kami jadi bisa mampir-mampir dan melewati hampir seluruh provinsi yang ada di Sumatera. Foto-fotonya banyak sih, tapi saya tampilkan saja satu, saat mampir sholat subuh di Masjid Baiturahman. Masjid ini begitu menenangkan, semoga bisa kesini lagi.

Uhumm, sebenarnya saya ini pendiam loh *lol* tapi jika kalau disuruh ngomong, susah berhentinya ahahaa... itulah kenapa aku juga memilih aktivitas sebagai tukang ngomong alias Penyiar di Radio Kampus, Jazirah 104,3 fm.  Orang-orang nggak akan tau nama asliku, :)) panggilan bekennya kalau di kampus itu "Rei"

on air in Jazirah fm
A'ade and me

selain jadi tukang ngomong di radio, aku juga kadang-kadang jadi tukang ngomong dilapangan. Termasuk saat outbound ataupun DEMO. hihiii lucu bener ingat yang ini, aku pernah jadi orator buat nurunin salah satu dosen yang terindikasi melakukan pelecehan di kampus. Nama Ria Mustika Fasha pun jadi black list di mata Bapak itu. :D
pasti tau dong saya yang mana :D
Kampus memang menawarkan impian yang menyala-nyala, sungguh merindukan masa-masa di kampus. Dan aku tidak pernah menyesal sekalipun awalnya kampus ini bukan yang aku harapkan awalnya. Namun, Allah benar-benar memberikan yang terbaik, banyak ilmu, banyak pengalaman dan juga petualangan yang ku dapat. Bahkan aku berhasil membangun Usaha Digital Printing di kampus karena berhasil memenangkan Proposal Kewirausahan Mahasiswa Dirjen Dikti Kopertis Wilayah II dan mendapatkan bantuan usaha Rp. 35 juta.

and the last
Selain kegiatan-kegiatan di atas, hobby ku lainnya adalah Ngeblog-nulis-Ngontes. ^_^ banyak hal yang bisa didapatkan dari nulis, mengekspresikan diri, menambah ilmu, belum lagi bonus-bonus lainnya seperti hadiah yang didapatkan dari lomba kepenulisan ataupun dari GA2 di blog.

beberapa buku antalogiku yang sudah terbit


Ada yang bertanya? apa yang kulakukan sekarang?
ehemm.. sebenarnya setelah di wisuda, aku mengajar di salah satu universitas Bengkulu, Poltekes, namun entah mengapa jalan membawa ku ketempat yang lain. Tempat Penuh Senyuman dimana aku sekarang. Bukannya, tidak mau ditempat kerja yang lama. Tapi, aku dan teman ku ingin mencoba sesuatu yang baru, membangun dari awal. Bersusah-susah dahulu, insyaAllah nanti akan berhasil.

Aku dan seorang teman membangun PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang programnya ada PAUD, MDA, BimBel, TPA dll.
"Menjadi berarti, bermanfaatlah untuk orang lain, bukan manusia yang akan membalasnya, Allah yang akan membalasnya, yakinlah itu," Semangat ini yang kubawa kesini. Tidak mengambil keuntungan dari PKBM, namun untuk kehidupan sehari-hari, kami "dagang" apa yang bisa dijual. asal halal ^_^

chika bersama Gege (murid PAUD)
Dan ketika disuruh mengkekspresikan diri dengan warna yang disuguhkan Sony VAIO E14P, aku memilih yang ini

calm and independent. Dilengkapi dengan generasi ketiga Intel Core i7 CPU dengan AMD Radeon HD 7670M GPU diskrit (VRAM 1GB), notebook ini bakal pas banget sama aku ahahaa...

Aku yang menyukai kebebasan untuk apapun yang akan ku lakukan dan jalanku sendiri. Warna putih dengan semburat biru yang menenangkan cocok untuk siapa pun yang mencintai kebebasan. Because it's me ^_^

sebaik-baiknya kebebasan adalah kebebasan positif yang bukan hanya membawa manfaat untuk dirinya, tapi juga untuk orang-orang disekitarnya ^_^ be free and useful


*tulisan ini dibuat untuk diikutsertakan dalam Kontes Sony VAIO yang diselenggarakan oleh Female Daily dan Sony Indonesia.

Thursday, August 2, 2012

Harga Sebungkus Kripik Pedas

3:51:00 PM 18 Comments

Gemericik genangan air masih kentara di pelataran rumah sederhanaku. Jalan yang telah kehilangan wibawanya tampak menampung tumpahan air dari langit. Anak-anak sebayaku yang rata-rata tak berbaju sibuk berteriak seolah tak pernah peduli kalau suatu saat nanti mereka akan menjadi dewasa. Hujan lagi-lagi menawarkan kecerian untuk sekumpulan raga yang tak sanggup melampiaskan masa kecilnya di depan game watch ataupun sekedar jalan-jalan ke mall.

“Kuluk.. kuluk.. kuluk-kuluk…” Sophia, anak seorang tukang kredit berbadan gumpal memprovokasi anak-anak lain untuk mengikutinya. Konon katanya, jika kita beretriak “kulu-kuluk” dengan gaya orang Dayak, menutup dan membuka mulut, hujan akan turun dengan deras. Sophia dan anak-anak itu lalu berlari mengelilingi rumah warga. Sesekali terdengar umpatan kotor mereka diselingi tawa menjengkelkan.

Dak do kerjoan*” aku mengumpat, sembari mencomot kripik pedas yang harusnya kubungkus rapi. Sebenarnya bukan tak suka dengan tingkah mereka, tapi lebih pada kecemburuanku yang tak bisa seperti mereka. Semua orang tahu aku menyukai hujan, langit mendung bukannya membuatku sedih seperti Ibu-ibu yang tak rela jemuran bajunya belum kering, tapi aku malah bersorak-sorak kegirangan, seperti mendapat hadiah coklat satu lemari.


gambar dari sini
 “Selesaikan dulu ngebungkus keripiknya kak, setelah itu boleh main hujan,” kulihat kripik pedas di depanku. Masih setengah baskom lagi, butuh waktu tiga puluh menit untuk membungkus semuanya dan mengelemnya dengan api. Aku cemberut, dan Ibu hanya geleng-geleng kepala.

“Ini masih banyak bu, setengah jam lagi hujan mungkin nggak ada lagi.”
“Ya kalau gitu, tinggal pilih. Mau main hujan atau ngebungkus keripik. Yang mau membungkus keripik untuk dijual sekolah kan kakak, kalau mau main hujan ya silahkan. Berarti kakak nggak dapat keuntungan dari keripik. Ingat lo, siapa yang mau punya sepeda” Aku tak bisa berkata-kata lagi, tertunduk dan mengurungkan inginku untuk bermain hujan.

Kembali kubungkus keripik yag bentuknya seperti pisau-pisau dengan gumpalan darah. Huffhtt.. sudah sejak kelas 1 sd kusimpan keinginan punya sepeda. Tapi apa daya, tabunganku tak cukup-cukup untuk membeli sebuah sepeda bekas sekalipun.

Harusnya aku mudah saja merengek seperti anak-anak yang lain dengan jurus andalan menangis tanpa henti dan berguling-guling di tanah, tapi semuanya percuma jika kenyataannya orang tuaku memang tidak mempunyai uang untuk membelikan sebuah sepeda untuk anak sulungnya. Semua upaya sudah kuusahakan, mulai dari mengumpulkan uang jajanku, uang pemberian kakek, uang pemberian tante hingga berjualan apa saja yang bisa menghasilkan uang.

Berjualan kripik salah satu favoritku. Keripik Ibu terkenal enak, kalau kata teman-teman di sekolahku “Mak nyoss super duper” gurih dan pedas. Tak ada yang bisa menandingi rasanya, termasuk keripik Ibu Rita si Kacamata garang, wali kelas 4 yang selalu iri kalau keripik ku laku, dan yang lebih parahnya Ibu Rita malah menyuruhku tidak berjualan, katanya nanti menganggu konsentrasi belajar, nah loh, padahal kan aku berjualannya waktu istirahat.

"Telul.. telul.." adik sepupuku Luffi tiba-tiba merengek. Di tarik-tariknya bajuku yang mulai berbau apek.
"Lufii mau telur dadar? mau kakak buatkan?" adik sepupuku itu mengangguk riang.
"Kakak bisa buatnya?" tanya ibu menyangsikan.
"Bisa dong,!" jawabku pede lalu beranjak kedapur.


Ada dua buah kompor di dapur. Yang satu kosong, satunya lagi ada panci berisi air panas yang baru saja dimasak. Kompor yang kosong apinya kecil, jadi aku memutuskan untuk menggunakan kompor satu lagi. Eh, tapi ada air panas yang baru dimasak. Dengan hati-hati aku mengambil alas tangan untuk mengangkatnya. Kupegang erat-erat telinga panci. Namun, entah kenapa tiba-tiba tanganku terasa berat dan panas. dan prangg....

"Panas...." aku histeris karena panci yang kupegang tiba-tiba terlepas dan air didalamnya tumpah di paha hingga kakiku. Ibu berlari ke dapur, begitu panik hingga menangis. 
Aku telah lupa apa yang terjadi setelah itu, yang ku tahu kaki ku begitu panas dan aku menangis tak henti. Tetangga-tetangga berkumpul melihatku iba. 
"Tidak apa kak, tidak apa-apa nanti sembuh, nanti kulitnya tumbuh lagi" aku berpikir hari itu adalah hari terakhir hidupku melihat seluruh kulit kakiku melepuh dan kulitnya digunting oleh perawat, aku begitu menyesal.

1 bulan berlalu, aku masih duduk lemas di petakan kasur. Sungguh aku tidak bisa melakukan apapun selain duduk. Pergelangan kakiku yang tersiram air panas tidak bisa digerakkan, sehingga tak bisa berjalan. Setiap dicoba digerakkan, daging nya akan mengeluarkan darah dan itu terasa begitu perih. Aku seringkali menangis sesenggukan, saat ingin *maaf buang air. Ibu tanpa sedikit pun rasa jijik menampungnya dan membersihkanku, memandikanku, menyuapkanku. 

Hingga suatu saat, aku begitu shock hingga tak bisa berkata-kata.
“Amputasi?” Aku diam menatap langit-langit kamar yang semakin kecoklatan. Suara Ibu begitu keras hingga dadaku berguncang hebat. Sedang ayah hanya menatapku miris.

Hampir tak punya harapan, itulah aku yang hanya terbaring di sepetak kasur. Ragu aku mengeluarkan kata yang sebenarnya tak bisa mengubah apa-apa.

“Maafkan tika yah, bu….” entah kali keberapa aku menangis, sedang sakit di kaki ku kian parah.

“Maaf, kalau tika pergi mungkin tak serepot ini.” Aku yakin ini tak seperti aku, Tika yang penuh mimpi, kini sebegitu rapuhnya dengan saran dokter untuk kakiku. Amputasi! Akan jadi apa hidupku, adakah lelaki yang akan menyukaiku? Tidak, itu terlalu jauh. Bagaimana dengan masa depanku nanti. Apa aku akan hidup dengan tongkat atau kursi roda? Tidak, Lebih baik aku mati. 

“Kaki Tika tak akan diamputasi nak!” Ibu merangkulku, hangat, air matanya mengalir deras hingga membasahi pipiku. Entahlah, aku semakin merasa bersalah. Andai saja tidak kuturuti adikku yang ingin dibuatkan telur, andai saja tidak kuangkat air panas itu, andai saja saraf di kakiku tidak terluka. Ah, semakin berandai-andai aku semakin ingin hilang dari bumi. 

“Dengar nak,” ibu menggenggam tanganku yang semakin kaku. 

“Tika akan sembuh, yakinkan disini,” mata Ibu kian berbinar, ada keberanian seolah merasuk di celah-celah darahku saat iya menyentuhkan tangan di dadaku.  Aku mengangguk pelan, berujar pelan dalam hati “Allah, jangan buat Ibu menangis lagi,” lalu aku memejamkan mata. Aku ikhlas untuk semua ini, apapun yang akan terjadi nantinya.

“Ya Allah, jangan biarkan dia tersakiti, biar aku saja yang menerima semua sakitnya, sembuhkanlah anakku,” meski rintih tiap malam aku mendengar bisikan-bisikan do’a Ibu yang tak henti hingga matanya membengkak. Ia tetap terjaga dalam malam, berdo’a, mengipasiku, memandikanku, mengobatiku. Ialah satu-satunya yang percaya bahwa kakiku akan sembuh tanpa amputasi

***
Allah menjawab do'a-do'a Ibu, tanpa dokter, hanya dirawat oleh tanteku yang tamatan sekolah keperawatan, perlahan luka-luka ku sembuh. Hanya bagian pergelangan kaki saja yang sering berdarah kalau berjalan. Tapi aku harus kuat, demi ibu dan demi ujian nasional SD yang 2 minggu lagi akan kulewati. 

ending: 
terimakasih Allah telah mengirimkan wanita terbaik dihidupku, terimakasih tetap menyayangiku, bahkan dua bulan tidak bersekolah aku tetap bisa lulus Ujian Nasional dengan nilai tertinggi di SD ku. Dan kalian tahu, apa yang kudapat setelah itu.

"Ini sepeda untuk tika, hasil berjualan keripik dan hasil kesabaran menunggu kakiknya sembuh," aku menangis sesenggukan melihat sepeda berwarna merah orange di depan rumah. Hanya sepeda bekas, ya hanya sepeda bekas  yang dimodifikasi oleh ayah, namun penuh kasih sayang ayah dan ibu serta kesabaranku mengumpulkan receh dengan berjualan kripik pedas. :)

ayo tebak chika yang mana :D