Follow Us @riafasha

Wednesday, August 8, 2012

Dear Rani: Berbahagialah

*Play dulu Videonya biar enak bacanya :D

aku telah kalah dalam pertarungan yang kumulai sendiri, aku kalah karena diriku, karena diriku yang tak cukup pantas memiliki sejatinya cinta. Aku terlambat berjuang, terlambat menyadari sejatinya cinta adalah Sang Pemilik Cinta. Harusnya tiada upaya, selain meminta pada Nya. 
~Chika Rei




Hujan subuh ini menyentakkanku akan kerapuhan hati yang semakin menjadi. Titik sejuknya menjentik-jentik genting di atas kamar hingga timbul bunyi berisik yang memilukan. Aku masih saja duduk, menunduk. Meresapi suara muazin yang terdengar begitu syahdu. Hatiku rasa teriris, aku telah kalah telak dalam pertarungan yang satu ini.

Al-Qur'an berwarna coklat di atas meja di depanku seperti tersenyum, membawa bayang wanita yang kusayangi kembali hadir. Rani, gadis berkerudung anggun yang memberikannya sebagai hadiah ulang tahunku.
"Dibaca, jangan disimpan saja," begitu katanya. 

Ah, lelaki seperti apa aku. Mataku berkaca-kaca.

gambar dari sini
"Jangan salahkan pertemuan, jangan salahkan rasa yang dianugrahi Allah kepada kita, karena cinta harusnya tak pernah salah, yang salah adalah kita yang kadang tak siap untuk membawa cinta ke jalan yang halal," masih bisa ku ingat ucapannya yang begitu tegas dan pasti. 

Ku genggam tanganku yang gemetar. Ya, pertemuan ku dengannya tak pernah salah. Begitupun rasa yang kusimpan padanya. Setelah sekian lama tak pernah kurasa. Rasa yang seperti ini tak pernah ada sebelumnya. Jikapun aku memiliki wanita disampingku, aku tak pernah mencintai, tak pernah menyayangi. Aku Jahat? ya, seperti kata sahabatku, aku penjahat cinta.  

Dan ketika wanita berkerudung itu datang tiba-tiba dihidupku. Aku serasa begitu berwarna. Tak pernah sesemangat ini aku untuk bangun kala subuh, mengambil air wudhu lalu membaca Al-Quran yang ia hadiahkan padaku. Tak pernah seperti ini, aku mencoba untuk melanjutkan sekolahku yang dulunya hancur karena tingkahku. Tak pernah aku sedekat ini dengan keluargaku, tak pernah sebelumnya. aku begitu bersyukur aku mengenalnya.

Hingga kuutarakan hasratku pada wanita berkerudung itu, 
"Aku juga menyukaimu, tapi hanya sebatas menyukai tidak lebih dari itu," hei aku begitu bahagia mendengarnya.
"lalu kita pacaran?"
"Tentu saja tidak," ucapnya tegas.
"Lalu buat apa perasaan ini?" sungguh tak mengerti.
"Cukup saja rasa yang harus disimpan, dan kita akan menjalani hari seperti biasa, hingga saat nya nanti."

Ah, aku begitu bingung saat itu. Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh wanita ini. Aku butuh status. aku butuh kamu Rani. Aku tak ingin kehilanganmu.

"Apa guna pacaran jika hanya akan diakhiri dengan status mantan. untuk apa jika hanya akan mengotori hati dengan cemburu buta. Bahkan untuk apa jika kesemuanya itu tidak disukai Allah? Allah akan dengan mudah saja mengambil rasa ini dari kita. Kembalilah lagi jika kau siap, itupun jika Allah masih membiarkan rasa ini ada."

satu tahun aku menunggu, dan kamu masih tetap sama. 
Dan aku semakin rapuh, saat aku tahu aku tidak siap membawa cinta ini ke jalan yang halal. Seperti katamu.

Subuh telah usai, kubuka lembaran pertama Al-Quran yang kau berikan. Dan aku menangis, Rani. Menyadari kekalahanku, menyadari keterlambatanku untuk berubah. 

Dan aku berterimakasih, untuk kesemuanya. Pelajaran berharga yang kau berikan dengan pertemuan yang singkat ini. 

Berbahagialah, karena ada lelaki yang siap membawa cintamu menuju cinta yang halal.

Aku selalu menyayangimu.


~ Chika Rei
08-08-12





29 comments:

  1. hai mba chika.. ini elsa hehe
    hari ini jadi pembaca pertama sepertinya. jadi meninggalkan jejak deh :))

    ReplyDelete
  2. eeee,,,

    *tidak bisa berkata. .:D

    ReplyDelete
  3. "Apa guna pacaran jika hanya akan diakhiri dengan status mantan"

    Mak Jlebb....

    ReplyDelete
  4. Kata-katamu indah dan mengalir.. seperti sungai.
    Apa gunanya cinta jika disimpan? :)
    TOP.

    ReplyDelete
  5. Ingin menjalani tali kasih tidak usah lah pake pacaran segala hehe
    Soalnya gak ada kamusnya juga pacaran buat Islam, yang penting silaturahmin jalan.. kedepan siapa yang tahu? Marhaban Ya Ramadhan.

    ReplyDelete
  6. *no comment*
    terlalu menghanyutkan

    ReplyDelete
  7. mbak chika, ini bener2 kok orang bisa mengungkapkan perasaannya, kalau aku, aku gag berani untuk mengungkapkannya #eeaa malah curcol, hahaahaha :D

    ReplyDelete
  8. mbak chika bener2 dah, so sweet gitu :D

    tapi saya juga termasuk lelaki yang disebutkan pada akhir ceritanya...

    ReplyDelete
  9. Indah sekali rangkaian katanya...
    Mengalir, enak sekali dibaca.
    Maknanya pun dalam sekali.

    ReplyDelete
  10. umm.... cerita yang cukup nyindir... :D
    entahlah mbak chika....

    kalau kata sudjiwo tedjo bilang.. "Kamu bisa 'merencanakan' menikahi siapa,tapi tak bisa 'merencanakan' akan mencintai siapa saja sepanjang hayatmu. Cinta itu misteri"

    cukup adil dan realistis ya? :)

    ReplyDelete
  11. Uuwh,...
    Hampir mewek,saya membacanya!! Kebawa suasana,..
    :D

    ReplyDelete
  12. akhir2 ini suka mikirin sesuatu, dan yaaa sepertinyaaa memang ini yg dipikirkan, "Apa guna pacaran jika hanya akan diakhiri dengan status mantan. untuk apa jika hanya akan mengotori hati dengan cemburu buta. Bahkan untuk apa jika kesemuanya itu tidak disukai Allah? Allah akan dengan mudah saja mengambil rasa ini dari kita. Kembalilah lagi jika kau siap, itupun jika Allah masih membiarkan rasa ini ada."

    ReplyDelete
  13. hemmmm seperti kisah seseorang ahhh...

    ReplyDelete
  14. seperti membaca kisah sendiri.. :D

    *teringatmasalalu*

    ReplyDelete
  15. Tak pernah ada yang salah dengan pertemuan, dan kebetulan selalu dikambing hitamkan. ah setiap pertemuan selalu punya cerita kok :)

    ReplyDelete
  16. wah kekalahan harus dijadikan pelajaran untuk pertarungan yg berikutnya,,
    saat ini kalah tapi untuk menang,,
    semoga ada wanita yang lebih baik dan menenangkan hati setelah rani,,
    keren tulisannya.,

    ReplyDelete
  17. Awardnya di pajang yaa :) http://nufadilah.blogspot.com/2012/08/and-winners-are.html

    ReplyDelete
  18. suatu pertemuan adalah gerbang bagi pertemuan selanjutnya..entah dengan siapa..waktu yang akan menjaawabnya :)

    ReplyDelete
  19. saya setuju kata-katanya "Rani" mbak.. hehe :)

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)