Kau dan Aku : Dua Warna yang Saling Melengkapi

1:25:00 PM



kita adalah dua warna yang berbeda
tak peduli warna apa yang ku sukai, tak peduli warna apa yang kau sukai
cukup saja kau tahu, bahwa kita saling mencintai
~Chika Rei

gambar dari sini
 

Padang ilalang selalu jadi tempat favorite kita untuk mengutarakan mimpi. Menjamah harapan dari awan yang berarak riang. Matamu, memancarkan cahaya yang tak dapat kudefenisikan, membuat jantungku berguncang hebat. Hei, Kau tak pernah tahu, aku begitu mengagumimu.

Di bangku tua yang masih kuat itu, setiap senja dengan rona jingga yang menawan kau menarik lengan bajuku. Membuka buku catatanmu, lalu membacakan sebuah sajak yang tak kumengerti.

ilalang padang gersang
tunggui titik-titik hujan
adalah 
diriku
pada penantian
 
Kau tersenyum simpul, mengharapkanku mengomentari sajakmu. Namun aku hanya menggelengkan kepala tak mengerti. Kau tersenyum lagi, lalu mengucek rambutku lembut.
"Besok lomba basket kan!! jaga kesehatan,"
"Please! ikut club basket Rain, apa kata orang kalau kamu nggak  bisa basket!"

Kau mengucek rambutku lagi,
"Lalu? kamu malu aku nggak bisa main basket, terus kenapa tidak cari atlet basket saja?"
"Bukan gitu, teman-temanku ngomongi kamu terus!"
"Yang tau aku itu kamu Rani, kamu tau kan aku bisa kok olahraga apapun, tapi kalau untuk Club Basket nggak Ran, aku kan sudah diamanahkan jadi Ketua Teater,"

aku diam, keningku berkerut.
Kau diam, mengedarkan pandang nanar.
"Apakah perbedaan kita membuat hatimu susah Ran? Kamu suka merah, aku suka biru. kamu suka basket, aku suka sastra, kamu suka bakso aku paling nggak suka bakso. apa itu mengganggu?" kau memandangku lekat, aku terdiam pilu.
"Maaf Rain,"

"Tidak ada yang perlu dimaafkan, mungkin kita adalah dua warna yang berbeda. Aku tak pernah peduli itu Rani, tak peduli warna apa yang ku sukai, tak peduli warna apa yang kau sukai, cukup saja kau tahu, aku begitu mencintaimu. Apa itu tidak cukup?"

Tubuhku seketika bergetar, aku terlalu memaksamu, aku terlalu menuntutmu. Sedang kau selalu tak peduli dengan perbedaan kita, kau selalu menerimaku apa adanya aku.

"Ma.. afff..." aku menangis tersedu. Kau mengambil sapu tangan biru dari kantong bajumu. Kau usapkan di mataku.

"Sekarang, katakan padaku? apakah aku harus menyukai warna yang sama denganmu, atau hoby yang sama?"
"Tidak,"aku masih tersedu.
"Lalu, apa kau mencintaiku? walaupun aku tidak sekeren pemain basket?"
Aku tak bisa menjawab, tangisku semakin menjadi.

"Lah kok tambah nangis, sudah-sudah, aku tau kok kamu sangat mencintaiku, Rani !"

aku sesenggukan, kau mengelus rambutku lembut. Langit telah berubah jingga keemasan, bercampur warna keabuan. Tak kan pernah kulupakan apa yang kau katakan padaku, dan aku bersyukur. Begitu bersyukur, Tuhan mengirimkan kau untuk melengkapiku. Bukan yang lain.

You Might Also Like

35 komentar

  1. salam kenal.... :D
    heummm,nice story.....

    ReplyDelete
  2. wuaaaaaaaaaaaaaaa
    suatu saat aku mau tuh ke hamparan bunga kuning
    persis yang di foto itu

    HARUSSSS

    aaamiiiiin

    ReplyDelete
  3. aaaahhhhh...co cuit bgd dah hmmmm

    ReplyDelete
  4. Blogwalking nih... :)

    Salam kenal...

    http://icha-planifolia.blogspot.com/

    :)

    ReplyDelete
  5. Benar benar penuh syair dan kata pujangga :-)

    ReplyDelete
  6. to tweet ........... :D
    berbeda itu sebenarnya indah kalo mau saling mengerti,

    nice story, ini lanjutan crita yang kemarin ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehee... iya mey sweet banget dah =))

      bukan mey :D nanti ya lanjutan crita itu

      Delete
  7. manis nih ceritanya, metafornya juga asik. ada sambungannya gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehee makasih ra kun...

      baca aja blog ini sring2 ntar ada2 aja :p

      Delete
  8. yes kau putih, aku hitam..
    jika kami menyatu maka jadilah


    malam minggu ini : kelabu..

    T.T

    ReplyDelete
  9. ada banyak warna di sini, kenapa harus memilih warna yang sama...

    ReplyDelete
  10. kala warna yang berbeda menjadi satu...

    seperti...

    bhinneka tunggal Ika...
    itu adalah Indonesia... :D
    #gj

    boleh boleh kok kalau bersedia fotonya dibuat vektor.. sediain foto yang resolusinya besar, :D atau yang penting detailnya jelas... :D wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha ada 2 ja rulz

      mau banget,,,, ditunggu yaaa

      Delete
  11. yang belang lebih enak katanya..
    kan bukan cuma 1 warna..

    ReplyDelete
  12. :((((, sumpah ya kak gue jadi galauonthemax nih.. huaaaaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha chika nggak bermaksud membuat galau looo :D

      Delete
  13. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    jujur dalam segala hal tidak akan mengubah duniamu menjadi buruk ,.
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    ReplyDelete
  14. cerita manis ditulid penulis yg juga manis, dan hamparan bunga itu ?
    heuuuu,...inginnya rebah disana dgn puisi dan kamu kekasih hati ^^

    ReplyDelete
  15. very nice story... congrats, you are so loaded with talent ;)

    ReplyDelete
  16. romantis bangettttt.... :')))
    lumayan,bikin otak kendur diantara kerjaan yg numpuk... :'))

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)

Instagram

IBX583D9E221356E

Like us on Facebook

Flickr Images