Mobil Sahabat Petualang

Eksplorasi Sumatra Coffee Paradise dengan Daihatsu Terios 7 Wonders

6:58:00 PM

Indonesia Surga Para Sahabat Petualang
 

Penulis di Sekitar Danau Maninjau, Sumatera Barat


Indonesia Surga Para Sahabat Petualang. Tak salah jika gelar ini kita hadiahkan untuk Negara Indonesia yang keindahan dan kekayaan alamnya tak perlu diragukan lagi. Sejak dulu, bangsa-bangsa di seluruh penjuru dunia telah mendengar dan membuktikan sendiri betapa Indonesia menawarkan pemandangan alam serta kekayaan rempahnya yang eksotik dan membuat para petualang di seluruh dunia mulai bangsa dari Cina, Timur Tengah, Arab hingga Eropa melakukan penjelajahan ke negeri ini.

Setelah ratusan abad, lewat catatan dan jurnal sejarah yang pernah dituliskan para penjelajah. Indonesia telah membuka mata dunia dan berdecak kagum akan keelokan dan eksotisme tanah air ini. Keragaman budaya dan perbedaannya membuat warna berbeda dari bangsa lain di dunia.

Tidak mau kalah, penjelajah/ petualang dari negeri sendiri pun mulai berduyun-duyun untuk menapaki jejak keindahan alam yang tiada tara. Hal ini bisa dilakukan dengan menikmati wisata pegunungan, danau, sungai, laut hingga menyusuri perkampungan-perkampungan yang kaya akan rempah-rempah dan kuliner tradisonalnya.

dari koleksi foto penulis, Lokasi: Bukut Tinggi

Sumatera, Coffee Paradise
 
gambar dari google.co.id

Sumatera, salah satu pulau di Indonesia yang merupakan Pulau ke-6 terbesar didunia. Pulau yang terbentang dari Sabang hingga Marauke ini menawarkan perjalanan yang menarik lagi menyenangkan. Kita akan merasakan keinginan untuk kembali lagi jika kita telah menikmati nikmatnya berpetualang di pulau ini.

Pulau Sumatera yang sering disebut-sebut orang sebagai Tanah Melayu merupakan pulau yang kaya dengan hasil bumi. Diantaranya adalah kopi. Kopi Indonesia ternyata merupakan salah satu kopi terbaik di dunia. Tak hanya itu, Indonesia juga merupakan produsen kopi ketiga terbesar di dunia. Dan Sumatera sering disebut-sebut sebagai coffee paradise, surganya kopi. Jika para pecinta kopi berkeliling Pulau Sumatra maka akan banyak berkenalan dengan produk kopi hasil olahan pabrik atau Industri Rumahan yang beredar di tiap daerah kunjungan. Petualangan tersebut akan membawa kita pada sebuah pengalaman unik nan mempesona. Berbicara mengenai Kopi Sumatera maka akan membawa kita mengarah pada pembahasan tentang “Kopi terbaik Indonesia”, itu karena memang sebagian besar kopi terbaik di Indonesia diambil dari berbagai daerah di Sumatera selain dari Sulawesi dan daerah lainnya di Indonesia. Karakter atau rasa yang umum dari kopi Sumatera salah satunya adalah aromanya yang earthy atau seperti bau tanah tersiram air hujan dan saat diseruput terasa aroma herbalnya.

Salah satu cara untuk menikmati petualangan di Pulau Sumatera adalah dengan mengendarai mobil. Mengendarai mobil saat ini masih dianggap sebagai sarana yang tepat untuk mengelilingi Pulau Sumatera. Selain dapat menikmati setiap keindahan perjalanan, mobil juga aman dan terlindung dari panas dan hujan serta tidak perlu takut untuk membawa barang yang agak banyak dibandingkan harus berkendara dengan sepeda motor.

Namun, yang perlu dicermati adalah pemilihan mobil sebagai sahabat petualang yang tepat agar perjalanan kita terasa aman dan menyenangkan apalagi dengan kontur pulau sumatera yang berkelok-kelok, penuh tanjakan terjal, belum lagi banyak lobang di jalan-jalan yang tak tersentuh perbaikan oleh Pemerintah. Itu berarti mobil harus mempunyai tenaga yang besar untuk melewati medan berat dan nyaman dikendari pada medan on road (jalan raya).

Daihatsu Terios 7 Wonders

gambar dari sini

Sahabat Petualang, ternyata Daihatsu Indonesia yang terus membangun dirinya menjadi merek global yang dicintai di seluruh dunia sebagai produsen mobil terbaik menyadari betapa Sumatera menyimpan keindahan alam yaitu aneka kopinya yang sangat tepat untuk dijelajahi sebagai coffee paradise

Mengusung tema petualangan Terios 7-Wonders, 3 unit Daihatsu Terios Hi-Grade Type TX AT dan TX MT menjelajah alam Indonesia nan eksotis. Perjalanan ini adalah merupakan sebuah penggambaran brand Terios sebagai "Sahabat Petualang" sejati. Selama perjalanan, tim Terios 7-Wonders akan mengunjungi 7 spot kopi yang terkenal di Sumatera.

Yang Pasti disini banyak tenaga extra , buat tenaga mesin dan tenaga manusia , karena perjalanan ini di tempuh sangat jauh. Namun tidak perlu khawatir, karena Terios 7 wonders yang terdapat dalam Daihatsu Terios punya kelebihan dibandingkan mobil lainnya:
1. The Only 7-seater SUV
2. Easy Access Entertainment

3. Tough Style

4. City Cruiser High Ground Clearance

5. Easy Handling

6. Optimal Comfort

7. Excellent Strength



SUV dengan ground clearence yang tinggi memiliki kapasitas sanggup membawa 7 sahabat petualang menjelajahi alam dan kekayaan alam Sumatera sekaligus menghantarkan menuju imajinasi sahabat petualang. Dalam perjalanan SUV 7-Seater Terios, akan teruji ketangguhannya di medan yang menyuguhkan karakter jalan yang bervariasi. namun , kendala jalan dan medan yang berat , dapat di atasi dengan kenyamanan berkendaraan dapat diraih. Begitu pula dengan kenyamanan didalam kabin.Steering wheels with audio switch, menjadi salah satu fitur penunjang kenyamanan selama berkendara. ini tentu saja berkat ground clereance yang tinggi disertai dengan performa mesin 3SZ-VE DOHC VVT-I 1.495cc. Tentu saja Daihatsu Terios Hi-Grade Type TX AT - MTakan melewatinya dengan berbagai rintangan. mulai jalan berliku hingga jalan yang tak rata pun di lewatinya.

Lalu bagaimana perjalanan sahabat petualang Terios 7 wonders menikmati Petualangan coffee Paradise di Pulau Sumatera? Bahkan penulis blog yang merupakan orang asli sumatera penasaran. Mari kita simak petualangannya.


gambar di ambil dari Daihatsu
Perjalanan 10 Sahabat Petualang dimulai pada tanggal 10 Oktober 2012 dengan disaksikan oleh jajaran management dan staf Astra Daihatsu Motor. Perjalanan yang tidak mudah sepanjang tidak kurang dari 3.300km, 10 Sahabat Petualang akan merangkum dan membuka mata dunia akan kekayaan alam Indonesia khususnya 7 wonders di pulau Sumatera. Sepanjang rentang perjalanan mulai dari lampung hingga Sabang, terdapat tujuh spot produsen kopi yang akan menjadi bagian dari eksplorasi kekayaan alam dan budaya Indonesia selama perjalanan. Selain itu Daihatsu perlu diberikan apresiasi yang luar biasa karena melalui petualangan ini juga menyisipkan misi sosial yaitu melakukan aktivitas CSR dengan meberikan bantuan kepada Posyandu binaan serta memberikan bantuan kepada UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) diwilayah Bengkulu dan Medan.

1. Kopi Liwa 
gambar dari sini
Awal perjalanan 10 Sahabat Petualang dimulai dengan menyebrangi Merak-Bakeuheni yaitu perbatasan pulau jawa dan sumatera. Tujuan tim adalah menuju Danau Ranau yang letaknya tak jauh dari kota Liwa. Berdasarkan perjalanan mereka, Perjalanan menuju Liwa yang merupakan wilayah pegunungan ditempuh melalui kawasan Bukit Kemuning, dengan ragam jalan yang didominasi oleh tikungan pendek disertai oleh tanjakan terjal. Kondisi jalan inilah yang menuntut tim untuk pandai-pandai melakukan perpindahan transmisi. Beberapa kali shifter matik Terios AT berpindah dari D-3 ke 2. Sementara untuk yang manual dari 4 ke 3.

Akhirnya  Kopi Liwa merupakan kopi Indonesia yang pertama kali dikecap oleh tim selama perjalanan Sumatera Coffee Paradise. Kopi hangat yang bisa menyegarkan dan mengembalikan semangat sahabat petualang untuk kembali melanjutkan perjalanan sembari menikmati panorama Danau Ranau yang merupakan danau terbesar kedua di Sumatera. Tak lupa setelah itu 10 Sahabat Petualang mengunjungi produsen kopi. Harga kopi luwak ditaksir 400 ribuan hingga jutaan per kilo. Wow! harga yang fantastik, namun pantas untuk cita rasa kopi yang nikmat juga pengolahannya yang tidak sembarangan dengan. Kopi yang difermentasi dan keluar melalui kotoran Musang Bulan dan Musang Pandan memiliki penggemar sendiri hingga  ke manca negara. 


2. Kopi Lahat
gambar dari sini
Perjalanan 10 Sahabat petualang berlanjut menuju Kabupaten Lahat. Sebuah kejutan bagi tim karena mereka disambut oleh Bupati Lahat H Saifudin Aswari Riva'i SE. Sambil menikmati aroma kopi khas Lahat Bupati Lahat menyampaikan rasa persahabatan dan terimakasihnya karena Kabupaten Lahat dikunjungi sebagai salah satu 7 wonders of coffee paradise. Beliau juga berharap, kunjungan ini bisa menggairahkan semangat petani kopi untuk terus meningkatkan kualitas sehingga bisa mendunia.


3. Kopi Pagar Alam 
Perjalanan selanjutnya adalah menuju kota pagar alam. Perjalanan ke kota ini agak sedikit bergelombang. Sekitar 20 menit keluar dari kota Lahat jalanan mulai berkelok-kelok. Memasuki perbatasan kota Pagaralam, kelokan jalanannya disertai dengan tanjakan terjal.

Untuk mengatasi handycap ini, shifter matik Terios pun berpindah-pindah. Ketika tanjakan lumayan terjal agar akselerasi tetap terjaga posisi shifter bergeser ke L. Begitu sudah agak landai bergeser lagi ke 2 , D-3 dan juga D. Walaupun penuh dengan penumpang dan barang bawaan, ternyata ketiga terios yang terdiri dari 2 tipe matik dan 1 manual berhasil mengatasi tantangan jalanan ini. Asyik! Tim 7 wonders memang hebat!

Penulis di Gunung Dempo, Pagar Alam
Sahabat Petualang tau tidak kalau Pagar alam begitu terkenal dengan gunung dempo dan aroma kopinya. Penulis blog sendiri pernah merasakan eksotisme berpetualang disana. Udara yang dingin di kaki gunung dempo sangat nikmat ditemani secangkir kopi dan juga pempek khas pagar alam.

Ternyata Tim 7 wonders menyambangi lokasi di Pusat Kota Pagaralam untuk menyaksikan sendiri seperti apa pengolahan kopi di Pagaralam. 
 Ternyata sistem pengolahannya mirip dengan sentra kopi di Liwa dan Lahat nyaris sama saja. Perbedaannya adalah cara me-roaster biji kopi. Walaupun di Pagaralam – drum untuk me-roaster biji kopi sama dengan yang di Lahat tetapi untuk memutarnya sudah menggunakan mesin. Sementara untuk proses penggilingannya sama yaitu memakai 2 mesin.

gambar dari sini
Selain itu, tim 7 wonders juga menikmati makan siang dipinggir sungai. Daihatsu Terios dibawa menyebrangi sungai kecil. Tim tak sabar melihat menu santap siang ikan, bihun goreng dan sambal goreng ati langsung diserbu. Suasana makan siang di pinggir sungai berbatu yang airnya jernih sungguh terasa berbeda. Ditambah menikmati kopi panas khas Pagar Alam.





4. Kopi Empat Lawang
7 wonders selanjutnya adalah menyambangi Kabupaten Empat Lawang yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Lahat. Kabupaten Empat Lawang yang memiliki icon biji kopi ini sangat terkenal dengan kopi nya. Menurut tim "Jalanan ketika keluar dari kota Pagaralam menuju Tebing Tinggi via desa Jarai – Pendopo sebenarnya cukup baik. Hanya saja tidak begitu lebar dan rutenya berkelok-kelok. Butuh kehati-hatian agar tak terjadi kecelakaan. Kondisi jalanan sendiri relatif sepi dengan pemandangan hutan di kanan dan kirinya. Karena kecepatan yang bisa diraih tak bisa terlalu kencang, maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan jarak tempuh kurang lebih 121,6 km sekitar 3 jam."

Tim akhirnya bertemu dengan salah satu pemilik pengolahan kopi. Disana tim mendapatkan informasi bahwa Kopi Empat Lawang ini memiliki ciri khas yaitu merupakan hasil percampuran Arabica dan Robusta. Wujud aslinya Robusta tapi aromanya Arabica. Wow, perpaduan yang menarik. 

Pengelolaan kopi dikabupaten empat lawang pun dilakukan semaksimal mungkin oleh pemerintah. Selain itu Tim Penggerak PKK salah satunya adalah membina perajin souvenir khas Empat Lawang dengan memakai bahan dari kayu kopi hasil peremajaan.

5. Kopi Curup-Kepahyang Bumi Raflesia
gambar dari sini
Wahhh! Kali ini Tim 7 Wonders tiba di kota dimana penulis blog tinggal nih! Bangga sekali karena Bengkulu dijadikan salah satu tempat kunjungan Daihatsu Terios. Ditambah lagi dengan melewati curup yang merupakan kota penulis blog bekerja ^_^

Tim bergerak menuju ke Curup – salah satu sentra penghasil kopi di daerah Bengkulu melalui Kepahiang. Jalanan berkelok-kelok naik dan turun membuat kami seolah sedang menari bersama Terios. Yap betul banget, saya saja sering mabuk jika melewati perjalanan Curup-Bengkulu :D 
Jalanannya relatif sepi namun sempit. Pemandangan alamnya sungguh menyejukkan mata. Masih asri ^_^

Mesin berkapasitas 1.500 cc yang membekali Terios ternyata masih cukup andal. Pun demikian dengan suspensinya. Beberapa kali Terios kejeblos di lubang jalan, namun tak ada masalah berarti. Akselerasi di tanjakan maupun ketika menyalip kendaraan di depannya baik yang memakai girboks matik maupun manual tetap terasa bertenaga.
Tetapi lagi-lagi, pemakai Terios harus jangan segan memindahkan tuas dari D ke D-3 maupun 2. Bahkan di tanjakan yang terjal agar tak ngempos tenaganya perlu dipindah lagi ke posisi L. Tanjakan dan kelok-kelokan ini ternyata terus mewarnai sepanjang jalan sebelum tim 7Wonders memasuki kota Bengkulu.

Tiba di Kota Bengkulu Tim 7 Wonders mengunjungi acara CSR berupa penyerahan bantuan untuk Posyandu dan juga UKM. Tim juga tak lupa menyambangi wisata kota Bengkulu yang kaya akan sejarah diantaranya Rumah Bung Karno, Rumah Fatmawati, dan Pantai Panjang Bengkulu. wah sebenarnya masih banyak lagi, jika tim ingin berkunjung. Lain kali mampir ke Benteng Malborough, Tapak Paderi, Danau Dendam Tak Sudah dll. 

6. Kopi Mandailing (Mandheling) Natal.
gambar dari sini
Perjalanan dari Bengkulu menuju Padang melewati muko-muko benar-benar menguji stamina. Kali ini tim memilih melewati jalur pantai. 
Begitu sampai di Pasaman Lelo segera menyambut tim 7Wonders dan langsung mengajak untuk bergerak menuju Desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungudika. Menurut sejarah kopi Arabica pertama kali masuk Indonesia pada 1699 oleh Belanda dan ditanam di daerah Mandheling Natal. Desa yang berada di lembah di antara dua bukit ini seperti desa yang hilang. Jika jalanan yang dilalui bukan aspal tapi jalan tanah pasti akan terasa sekali suasana jauh dari peradaban. Pohon kopi didesa ini diwarisi turun temurun yaitu kopi Arabica dan Kopi Robusta. Tim juga masuk ke desa paling dalam. Ground clearence Terios teruji dan tak mudah mentok. Sementara performa girboks matik dan juga mesin 1.500 vvti ok juga. Dipaksa main off-road ternyata oke banget. Kalau ada versi 4x4-nya pasti tetap laku.

7. Kopi Takengon - Kopi Gayo
Kota Takengon adalah persinggahan terakhir tim 7Wonders dalam mengeksplorasi 7 tempat penghasil kopi di Pulau Sumatera. Sepanjang perjalanan ini sudah ada 6 tempat yang kami kunjungi yaitu Liwa (Lampung), Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Curup –Kepahiang, Mandailing Natal dan sekarang giliran Takengon.

gambar dari sini
Kopi Gayo sendiri merupakan kopi jenis Arabica dengan citarasa yang khas. Hebatnya lagi kopi yang diproduksi Bambang sudah merambah ke Eropa Timur dan juga Amerika. Selain kopi Gayo Blendeed ada juga kopi dari Luwak liar yang sekarang mulai ramai digemari banyak orang.

Cara menikmati kopi luwak ternyata butuh trik khusus agar lebih nikmat. Air yang digunakan harus benar-benar mendidih. Dibutuhkan alat yang bernama ekspresso (berguna untuk menyaring kopi sekaligus menurunkan kadar keasamannya) sehingga kopi tak terasa tajam di perut ketika diminum.








Sahabat Petualang, Rangkaian perjalanan panjang tim Terios 7-Wonders sepanjang 3.657 km selama 15 hari berakhir di tugu “Nol” Kilometer" Aceh tepat pukul 12.48 WIB  pada tanggal 24 Oktober 2012. wow fantastik. Mereka membuktikan bahwa Sumatra Coffee Paradise adalah benar ^_^
Sebagai wujud syukur PT ADM dan juga tim Terios 7-Wonders menyerahkan 3 ekor sapi untuk dijadikan hewan kurban. ^_^

Congratulation. Selamat untuk petualangan yang luar biasa. Menikmati 7 wonders coffee paradise sekaligus membuka mata penulis blog ini juga seluruh masyarakat yang mengakui mencintai Indonesia, agar terus mengembangkan kekayaan alam Indonesia sehingga Indonesia lebih dikenal diseluruh dunia.



Dahsyat! satu kata yang tepat untuk 10 Sahabat Petualang juga Daihatsu Terios yang punya stamina yang sama-sama tangguh melewati perjalanan panjang selama 14 hari. Saya tunggu Petualangan Selanjutnya.
Daihatsu Terios, Mobil Sahabat Petualang :)


 




berbagi itu baik Spesifikasi Daihatsu Terios Hi-Grade Type TX AT | Berbagi Itu Baik http://annasbawika.blogspot.com/2012/11/spesifikasi-daihatsu-terios-hi-grade.html#ixzz2DPV95HsQ
berbagi itu baik
Under Creative Commons License: Attribution
Yang Pasti dsini banyak tenaga extra , buat tenaga mesin dan tenaga manusia , karena perjalanan ini di tempuh sangat jauh. Dalam perjalanan SUV 7-Seater Terios, akan teruji ketangguhannya di medan yang menyuguhkan karakter jalan yang bervariasi. namun , kendala jalan dan medan yang berat , dapat di atasi dengan kenyamanan berkendaraan dapat diraih. Begitu pula dengan kenyamanan didalam kabin.Steering wheels with audio switch, menjadi salah satu fitur penunjang kenyamanan selama berkendara. ini tentu saja berkat ground clereance yang tinggi disertai dengan performa mesin 3SZ-VE DOHC VVT-I 1.495cc. Tentu saja Daihatsu Terios Hi-Grade Type TX AT akan melewatinya dengan berbagai rintangan. mulai jalan berliku hingga jalan yang tak rata pun di lewatinya . ini adalah sebuah kisah dimana tim Terios 7-Wonder Berada Di pulau sumatera.

hujan

Kala Hujan

6:02:00 PM

~Disebuah kota yang begitu kusukai.

Karena hujan tak pernah alpa mengunjungiku di kala petang.
Mengabarkan rindu yang terselip di antara aroma tanah basah.

Seperti sore ini, anak-anak berlarian sambil mengangkat celananya hingga ke lutut. Mengepit Iqro' yang terlihat sangat lusuh di antara tangan kanannya. Hei, mereka tertawa dan memainkan percikan air dari langit itu.

Hanya enam orang anak . Dan mereka sudah sangat cukup untuk membuatku tersenyum, melegakan hati yang kini bergolak, entah karena rindu, entah karena hampa, dan entah karena apa. Kini mereka duduk dihadapanku, sikut menyikut satu sama lain. Seolah antri sembako beras, berebut ingin mengaji pertama kali.
"Sudah-sudah, semuanya dapat giliran, duduk saja dulu lihat hujan nya," mereka hanya bengong mencoba mengartikan ucapanku. Lalu duduk rapi di bangku-bangku yang lembab karena rembesan hujan.

"Aduh nanti pulangnya gimana nih Mi?
"ya pulang, mandi hujan kan asyik, sambil lari-larian, sambil nyanyi-nyanyi kayak film India,"
"hihii, iya ya... asyik ya." aku tersenyum lalu memberi kode Ferdi untuk mulai mengaji.
Wajah polosnya kini kunikmati. Semangatnya membaca Iqro' walau terpatah-patah membuatku merinding karena iri.

Hingga kubiarkan kenangan membawaku saat aku memulai untuk belajar membaca Al-Quran.
"Bolos lagi, tulis kalimat Saya Berjanji tidak Akan Bolos Mengaji sebanyak 1000 kali." saat itu entah kali keberakah sang ustadz memarahiku karena bolos mengaji. Aku datang, namun saat ustadz sedang sibuk dengan anak yang lain, aku bersama teman-teman lelaki turun melalui jendela masjid yang langsung tembus ke jalan kecil di sebelah masjid. Dan kalian tau teman kemanakah aku? Yup, ke pantai.. Menikmati pasang kering atau hanya bermain pasir. Bukan kepalang marahnya si ustadz waktu itu hingga ia mengeluarkan kata-kata kasar. Maaf ya ustadz :( Aku pun saat itu marah karena menurutku yang masih polos, ustadz tidak boleh berkata kasar. Dan akhirnya aku memutuskan untuk tidak mengaji lagi, disana.

Ah, hujan memang menawarkan rindu dan kenangan yang sangat indah untuk kuingat

Dan kini, hujan kembali mengajakku untuk bersenandung
dalam hati yang kini merindu
tentangmu

aktivitas kreatif

Permainan Hewan : Aku Seekor Hewan

9:06:00 PM

Menghabiskan waktu untuk bermain bersama anak adalah hal yang sangat menyenangkan. Namun anak-anak seringkali bosan jika permainan yang kita berikan itu-itu saja.
Ternyata ada banyak permainan yang bisa dilakukan guru, orang tua ataupun siapa saja yang ingin melengkapi aktivitas anak-anak dengan permainan yang kreatif dan edukatif.

Salah satunya adalah Permainan hewan.
Banyak hal yang bisa kita kembangkan dan ini salah satunya:

Aku Seekor Hewan
(Mengajarkan tentang hewan)
1. Berpura-puralah menjadi seekor hewan, misalnya kelinci
2. Melompatlah maju mundur seperti kelinci


3. Beri arahan melompat ke tempat-tempat berbeda pada anak,
    misalnya melompat ke kursi atau melompat ke pintu
4. Beri wortel untuk dimakan anak Anda saat ia berpura-pura menjadi kelinci
5. Pilihlah hewan-hewan lain seperti ikan yang bisa berenang dan meminum air,
    bebek yang berjalan bergoyang-goyang, dan lain-lain

Nahh... akan lebih variatif lagi jika kita membuatkan boneka hewan ataupun topeng hewan disertai video dan juga lagu-lagu yang berhubungan dengan tema hari ini ^_^

selamat mencoba

giveaway

Giveaway Semua Tentang Puisi

2:34:00 PM

Silahkan simak syarat-syaratnya
1. Peserta adalah blogger
2. Platform  blog boleh apa saja
3. Memiliki alamat di Indonesia
4. Membuat "sebuah puisi yang bertemakan Hujan dan Rindu", panjang bebas
5. Puisi harus berbahasa Indonesia
6. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu puisi
7. Tulis puis di blog masing-masing dan diakhir puisi tuliskan "Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi" yang dipasang link ke postingan ini
8. Daftarkan link puisi masing-masing di postingan ini
9. Deadiline giveaway 19 Desember 2012, Pengumuman seminggu setelahnya

Semua Puisi kan diposting di blog Semua Tentang Puisi Insya Allah :)

Hadiah
- tiga pemenang yang akan mendapatkan masing-masing satu buah buku dari admin. *Judul buku menyusul secepatnya (bukunya lagi di order) hehee
- Satu orang pemenang akan mendapatkan pulsa @10.000
- Dua orang pemenang akan  mendapatkan pulsa @5.000


Klik link ini untuk info lengkapnya http://puisipuisi-kita.blogspot.com/2012/11/giveaway-semua-tentang-puisi.html

giveaway

Giveaway Semua Tentang Puisi

2:31:00 PM

Silahkan simak syarat-syaratnya
1. Peserta adalah blogger
2. Platform  blog boleh apa saja
3. Memiliki alamat di Indonesia
4. Membuat "sebuah puisi yang bertemakan Hujan dan Rindu", panjang bebas
5. Puisi harus berbahasa Indonesia
6. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu puisi
7. Tulis puis di blog masing-masing dan diakhir puisi tuliskan "Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi" yang dipasang link ke postingan ini
8. Daftarkan link puisi masing-masing di postingan ini
9. Deadiline giveaway 19 Desember 2012, Pengumuman seminggu setelahnya

Semua Puisi kan diposting di blog Semua Tentang Puisi Insya Allah :)

Hadiah
- tiga pemenang yang akan mendapatkan masing-masing satu buah buku dari admin. *Judul buku menyusul secepatnya (bukunya lagi di order) hehee
- Satu orang pemenang akan mendapatkan pulsa @10.000
- Dua orang pemenang akan  mendapatkan pulsa @5.000


Klik link ini untuk info lengkapnya http://puisipuisi-kita.blogspot.com/2012/11/giveaway-semua-tentang-puisi.html

Dilatasi Rindu

1:19:00 PM






Angin pantai senja ini berhembus syahdu, menerbangkan pasir-pasir halus dan meniupkan aroma ombak yang khas. Vani memperhatikan kapal-kapal yang hendak berlabuh, sesekali ia mengambil gambar berbagai sudut pantai. Suasana seperti ini sangat menyenangkan bagi Vani, cahaya jingga saat matahari tenggelam membuat Vani tak henti mengucap nama Allah berkali-kali. Duduk berlama-lama di pantai adalah hal yang paling disukai seorang Vani, Elvani Homairoh wanita muda penyuka fotografi dan tergila-gila dengan pemandangan alam. Ia merasakan dunia baru yang begitu indah saat menjejakkan kakinya pada pasir-pasir basah ataupun bercengkrama dengan kepiting-kepiting kecil di pinggiran pantai. Terkadang ia tak mempedulikan orang-orang yang menyangkanya seperti anak kecil di umurnya yang sudah beranjak 23 tahun ini. Yang penting aku suka, begitu alasannya.

Di saat yang sama, seorang lelaki dengan balutan t-shirt hitam dan celana jeans tampak mendekati Vani. Perlahan ia duduk di bangku kosong yang berada di samping Vani. Tak ada percakapan antara mereka. Vani tengah sibuk menikmati setiap sudut keindahan Pantai Panjang, Pantai di Bengkulu yang konon katanya merupakan Pantai terpanjang di Asia. Sedang  lelaki itu pun tengah asyik memandang Vani dan seorang anak lelaki yang seringkali mengikuti gaya Vani.

Hafiz, anak lelaki itu terlihat begitu bersemangat. Lelaki itu tersenyum, pikirannya kembali terbawa pada kejadian dua tahun silam. Saat dimana Vani memilih untuk membawa Hafiz bersama mereka.
***
Ima merentangkan kakinya di atas pasir pantai. Terasa kehangatan menjalari kaki-kakinya yang basah, matanya nanar memperhatikan kapal yang merapat ke dermaga.

“Abang…” Ima beringsut dari duduknya, melambai-lambaikan tangannya pada kapal  itu.
“Abang…” Ima berteriak lebih kencang dari sebelumnya, lalu berlari mendekati kapal itu.
“Sudah Ima… sudah… itu bukan Abangmu,” Emak seketika menarik lengan Ima yang  hampir menceburkan dirinya pada gulungan ombak.
“Itu pasti Abang mak… itu pasti Abangku, dia pasti datang untuk menjemputku,” Ima tersenyum bahagia sembari melepaskan pegangan Emaknya. Ima melewati ombak, berlari-lari dengan girang. Tapi tiba-tiba ia berdiri mematung dan menangis. Emak hanya geleng-geleng kepala lalu kembali ke rumah.

***
“Abang pasti pulang kan Van,” Vani yang saat itu merupakan sahabat dekat Ima hanya tersenyum pilu. Lalu mengalihkan pandangannya pada Emak.
“Abang mu tak akan pulang, sudah kukatakan berulang-ulang Abangmu sudah mati di laut sana,” sebenarnya Emak tak tega mengatakan hal ini pada Ima, tapi Ima terus saja tak mengerti.
“Mak bohong!” Ima melemparkan ikan yang ada ditangannya, lalu berlari menuju pondokan tempat ia dan Abangnya biasa bercengkrama.

***
“Suatu saat nanti, abang akan mengajakmu berlayar ke tempat yang paling indah ma” Fadli, lelaki yang telah 3 tahun menjadi suami Ima itu tersenyum menatap gadis yang sangat dicintainya.
“Kemana itu bang?”
“Suatu saat kau akan tahu, selepas berlayar abang akan mengajakmu, abang janji!”  Ima terus terisak jika mengingat kata-kata abangnya itu. Janji itu tak akan pernah ditepati, karena Abangnya entah dimana saat ini. Kini ia hanya bisa menunggu di dermaga hingga abangnya pulang.
“Ima orang gila… ima orang gila…”anak-anak yang bermain di pantai terus mengejeknya yang selalu duduk diam di atas pasir pantai. Sesekali Ima melempari anak-anak itu dengan pasir.
“Ima, janganlah begini terus,  kamu masih punya Hafiz, anakmu… satu-satunya harta paling berharga yang Allah titipkan padamu dan Bang Fadli,” Ima hanya hening, sesekali dilihatnya Hafiz yang terus saja merengek. Namun iya seperti hilang kesadaran, membiarkan saja anaknya terbengkalai tak terurus, sedang 
Hafiz baru berusia 2 tahun.

Perlahan hujan turun, pantai yang hangat mulai terasa dingin, bau pasir basah tercium tapi Ima tak beranjak dari dudukannya di pasir.

“Bukankah ini hari ulang tahun pernikahan kita bang? Ima tak akan pulang sebelum Abang tiba” Ima menatap nanar gulungan ombak yang menderu.

“Ima pulanglah,” teriak Emak dari kejauhan. Namun Ima tak berkutik sedikitpun.
“Bang Ima Rindu…” Ima terisak… butir air matanya bersatu bersama tetesan hujan.  Lalu ia berjalan tertatih menuju ombak , masih dengan isak yang ditahan.

***
Vani meneriaki Emak dan memanggil nelayan di sekitar pantai. Ima semakin menuju ke tengah. Vani cemas, tubuh Ima akan terhempas ombak. Hafiz menangis keras.
Plakk… sebuah tamparan keras melayang ke pipi Ima yang masih setengah sadar.
“Sadarlah ma… sadarlah…  jangan seperti ini, jangan sia-siakan hidupmu hanya untuk hal bodoh seperti ini, lihat anakmu ma.. lihat,” tangis Vani pecah, menderu-deru bersama ombak. Diguncang-guncangnya tubuh Ima yang terlihat begitu rapuh.
Ima menangis lalu merangkul Vani. “Maaf.”

***
“Sebentar lagi Ibu mu akan datang Hafiz,” Vani tersenyum sembari mengelus rambut anak sahabatnya itu. Hafiz, mengingatkannya pada Bang Fadli, sorot matanya yang tajam dan rambut ikalnya begitu persis dengan Bang Fadli. Dua tahun yang lalu Vani membawa Hafiz untuk dirawat karena Ima sedang dalam proses penenangan diri. Vani bersyukur karena waktu itu Allah masih menyelematkan Ima. Ia tak akan memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu pada Ima.

Banyak hal yang kadang tak sempat kita syukuri. Manusia terlalu naïf untuk mengakui bahwa nikmat Tuhan begitu besar. Bahkan dalam musibah sekalipun. Allah tak akan pernah meninggalkan hamba-Nya dalam kesendirian. Vani meyakini itu, sama saat Ima harus kehilangan Bang Fadli. Ima harusnya tak perlu menyalahkan Tuhan atas semuanya, karena itulah takdir. Takdir yang tak ada satupun yang bisa merubahnya. Hanya kita saja yang harusnya bisa menyikapi apa rencana Allah untuk semua ini.

Vani menoleh ke belakang, dilihatnya bayang seorang wanita berkerudung coklat mendekatinya. Wajah wanita itu terlihat sumringah. Lalu berlari kecil seolah tak sabar untuk menyapa. Bayang itu semakin mendekat lalu memeluk Vani erat.

Ima, ya… dia terlihat berbeda sekarang. Ada asa yang tersimpan dalam binar matanya. Ima yang baru. Lalu dengan tak sabar dipeluknya Hafiz, sendu… wajah Ima terlihat sendu lalu meneteskan air mata.

“Ibu…” walaupun masih kecil anak lelaki itu mengerti arti sebuah kerinduan yang mendalam. Ia pun ikut menangis.

“Terimakasih Van… aku bahkan sangat malu mengingat tingkah ku dulu, Bang Fadli akan sangat marah kalau aku menyia-nyiakan Hafiz.” Vani mengangguk kecil lalu menggenggam tangan Ima.

“Kau pasti kuat,” keduanya tersenyum lalu memandang ombak yang bergulung-gulung dengan langit yang merona jingga. Kebahagian itu ada jika kita ingin menjadikan hidup ini bahagia. Karena disetiap kejadian pastilah ada hikmah yang Allah selipkan untuk kita pelajari, bahwa hidup ini begitu indah dengan segala nikmat yang telah Allah sisipkan. Dan harusnya kita terus bersyukur

Untold Message

6:34:00 PM


Kubuka lembar diari berwarna biru yang sudah lusuh berdebu. Malam ini entah kenapa, ingin sekali kukenang perjalanan lalu yang mengajarkan sebuah arti penantian demi menunggu seseorang yang tak pernah lekang dari ingatanku walau jejaknya kukubur dalam-dalam. Seperti luka yang tak kunjung sembuh, seperti itu juga memori indah yang kusimpan dalam-dalam pada kotak bernama hati. Perih dan rindu bergerumul melumatkan benci yang menggoyah hingga bertahun lamanya.

Telah kucoba untuk melawan hari bersama sepi yang menghujam hingga titik nadir. Namun penantian masih saja memaksaku untuk membawanya dalam tiap detik yang hampir saja kehilangan nyawa. Jika hujan turun bersama hangatnya yang dirindukan, tubuhku seringkali menggigil mengingat semuanya. Pertamanya saat rasa itu ada, hingga akhirnya harus kandas disaat aku sedang benar-benar memuainya.

“Tak ada alasan, aku hanya ingin berpisah,” masih jelas ingatanku kalimat terakhir Bryan saat itu. Kotak yang berisi kue ulang tahun untuknya perlahan lepas dari tanganku. Hancur tepat di depannya, dan ia masih bersikap dingin. Tak peduli air mataku mengalir dan tangisku pecah berlomba dengan suara gemuruh di luar sana.

Mungkin ini terlihat berlebihan saat aku harus mengakui bahwa aku benar-benar hancur jika harus kehilangannya. Tapi inilah kenyataan yang memang saat ini kuhadapi, Bryan adalah satu-satunya harapanku untuk bertahan setelah ayah dan ibu meninggalkanku sejak kecil. Ia lebih dari saudara, lebih dari kekasih bahkan seorang saudara.

“Kau hanya perlu mandiri, toh selama ini aku hanya menganggapmu sebagai adik kecilku, tidak lebih dari itu.” It’s over. Mimpi yang kubangun bertahun-tahun sejak mengenalnya tiba-tiba saja hampa. Tangis kutahan dalam isak yang menyedihkan, mundur perlahan dari hadapannya dan membiarkan hujan meredam segalanya. Butir sejuk yang kini turun dari langit harusnya bisa kunikmati dengan bersyukur ataupun menyelami imajinasiku dalam sebuah tulisan. Namun isak lebih mendominasi. Hujan membasahiku dengan isak tertahan, tubuhku menggigil, bukan karena dinginnya hujan namun lebih karena melihat bayang Bryan dari kejauhan yang tak sedikitpun peduli apa yang kini kualami.





Andai waktu bisa kuputar kembali, tepat saat pertama kali pertemuanku dengannya. It has been 10 years ago. Aku duduk disebuah ayunan kayu dan mencoba menggerakkan badanku agar ayunan itu bisa membuatku melayang seperti terbang. Berkali-kali kucoba namun yang kudapati tubuhku kaku dan ayunan itu hanya bergerak seadanya. Tiba-tiba dari kejauhan segerombolan anak lelaki membawa beberapa kantong plastik yang berisi air berbagai warna. Mereka tersenyum geli melihatku, lalu berdiri mengelilingiku. Aku menunduk takut, lalu berdo’a agar mereka segera pergi dari hadapanku.


“Hei anak aneh, mau menolong kami?” kuperhatikan wajah mereka satu persatu. Permintaan yang mencurigakan menurutku, wajah mereka tak memperlihatkan mereka butuh bantuanku. Karena takut, aku mengangguk. Lalu satu di antara mereka melemparkan kantong plastic berisi air warna biru ke bajuku. Aku mengerang!

“Kami hanya ingin mencoba lemparan jitu kami yang baru, dan kamu beruntung karena jadi sasarannya. Hahahaa….” Salah satu anak berbadan tambun tertawa terbahak-bahak hingga perutnya berguncang. Aku menangis tertahan, tubuhku gemetaran ketakutan. Banyak hal yang tak bisa kumengerti mengapa mereka harus menjahiliku, padahal aku sama sekali tak pernah menjahati mereka.

“Mau lagi?” anak lainnya yang berkulit hitam mendorongku dari ayunan hingga tersungkur di tanah. Aku kembali menangis, kali ini hingga tak bersuara.

“Hei hentikan!” dari balik pohon Mangga, seorang anak berbadan pendek dan berambut ikal berteriak ke arah kami. Mukanya merah padam, matanya tajam seperti elang, dan kini ditangannya telah siap sebuah ketapel kayu yang berisi batu-batu kerikil.

“Pergi. Jangan ganggu! Atau aku tembak kalian dengan ketapel!” tiga anak laki-laki yang menggangguku malah tertawa terpingkal-pingkal. Didekatinya si pahlawan ketapel itu, dan aku meringis melihat apa yang akhirnya terjadi, tubuh anak yang ingin menolongku itu penuh luka akibat pukulan tiga anak jahat yang kini berlalu dengan tawa yang menjijikkan. Aku menangis memperhatikan darah yang mengalir dari bibirnya, wajahnya yang putih mulus akan penuh bekas luka karena ini.

“Hei sudahlah, jadi perempuan tidak perlu cengeng. Aku sudah biasa seperti ini, lebih baik kau panggilkan Ibu Penjaga Panti untuk mengobati lukaku,” aku mengangguk dan berlari ke Panti Asuhan Kasih Ibu, tempat dimana aku dibesarkan. Tak perlu waktu lama, Ibu Aisyah datang tergopoh-gopoh. Mengangkat tubuh mungil pahlawan ketapel yang akhirnya kuketahui namanya. Bryan, Bryan Nugraha. Nama yang menurutku sangat aneh.

Dan sepuluh tahun pula, Bryan mengisi hari-hariku. Menghadiahkan sebuah rumah pohon di belakang panti sebagai hadiah ulang tahunku. Rumah pohon itu dibuatnya dengan meminta pertolongan Mang Komar, orang yang mengabdikan dirinya untuk Panti Asuhan Kasih Ibu. Saat itu aku memeluknya erat, seperti ia adalah kakak lelaki tertuaku. Di rumah yang kami sebut, Rainbow House itu pula kami merajut berjuta mimpi masa depan. Saling mendukung hingga aku tak lagi merasa sendiri hidup tanpa siapapun di dunia ini.

Angan yang ia hadirkan untukku begitu kusyukuri, walaupun saat ia pergi aku rapuh hingga berhari-hari. Tapi itu sudah berlalu sejak setahun yang lalu. Kini, aku mengerti mengapa ia biarkan aku sendiri melalui hari tanpanya. Merajut mimpiku sendiri tanpa bergantung padanya.

“Tetap bersama ku kan Bryan,” masih kuingat permintaanku padanya.

“Tentu saja tidak, suatu saat nanti kita akan punya kehidupan masing-masing. Aku dan kehidupanku dan kau dengan kehidupanmu Rani”

“Tidak, kehidupanku kan kamu,” aku terkekeh tanpa mempedulikan apa yang dipikirkan Bryan saat itu.

Andai waktu bisa kuputar kembali, aku tidak akan mengumpat ataupun menangis saat Bryan meninggalkanku. Aku akan tersenyum, memeluknya dan mengucapkan terimakasih bahwa aku akan baik-baik saja dan menemuinya suatu saat nanti dengan diriku yang baru. Meminta alamat dimana dia akan pindah, dan mungkin sesekali mengunjunginya.

Andai waktu bisa kuputar kembali, aku ingin mengatakan bahwa aku mencintainya bukan sebagai saudara laki-lakiku, lebih dari itu. Dan akan berdo’a untuk kebahagiannya bahkan jika perempuan yang akan mendampingi hidupnya bukanlah aku.

Ku tutup lembar diary biru yang penuh dengan potretku dan Bryan. Tersenyum lalu melelehkan air mata haru. Terimakasih Bryan untuk kenangan dan pelajaran berharga dalam hidupku.

Sayup-sayup suara laptopku terdengar, bunyi bip-bip menandakan ada email masuk. Kubuka inbox dari email seseorang yang tak kukenal.

    Dear Rani,

    Jam 2 nanti aku tiba di Indonesia, tunggu aku di Bandara ya. Banyak hal yang ingin kuutarakan setelah lama meninggalkanmu. Argh, aku tak sabar mengatakannya. I wanna marry you, won't you? :) datanglah dengan senyummu.

    From: Bryan yang mencintaimu



Aku tergagu,

                     lalu berlari menujumu.

Instagram

IBX583D9E221356E

Like us on Facebook

Flickr Images