Follow Us @riafasha

Thursday, November 22, 2012

Kala Hujan

~Disebuah kota yang begitu kusukai.

Karena hujan tak pernah alpa mengunjungiku di kala petang.
Mengabarkan rindu yang terselip di antara aroma tanah basah.

Seperti sore ini, anak-anak berlarian sambil mengangkat celananya hingga ke lutut. Mengepit Iqro' yang terlihat sangat lusuh di antara tangan kanannya. Hei, mereka tertawa dan memainkan percikan air dari langit itu.

Hanya enam orang anak . Dan mereka sudah sangat cukup untuk membuatku tersenyum, melegakan hati yang kini bergolak, entah karena rindu, entah karena hampa, dan entah karena apa. Kini mereka duduk dihadapanku, sikut menyikut satu sama lain. Seolah antri sembako beras, berebut ingin mengaji pertama kali.
"Sudah-sudah, semuanya dapat giliran, duduk saja dulu lihat hujan nya," mereka hanya bengong mencoba mengartikan ucapanku. Lalu duduk rapi di bangku-bangku yang lembab karena rembesan hujan.

"Aduh nanti pulangnya gimana nih Mi?
"ya pulang, mandi hujan kan asyik, sambil lari-larian, sambil nyanyi-nyanyi kayak film India,"
"hihii, iya ya... asyik ya." aku tersenyum lalu memberi kode Ferdi untuk mulai mengaji.
Wajah polosnya kini kunikmati. Semangatnya membaca Iqro' walau terpatah-patah membuatku merinding karena iri.

Hingga kubiarkan kenangan membawaku saat aku memulai untuk belajar membaca Al-Quran.
"Bolos lagi, tulis kalimat Saya Berjanji tidak Akan Bolos Mengaji sebanyak 1000 kali." saat itu entah kali keberakah sang ustadz memarahiku karena bolos mengaji. Aku datang, namun saat ustadz sedang sibuk dengan anak yang lain, aku bersama teman-teman lelaki turun melalui jendela masjid yang langsung tembus ke jalan kecil di sebelah masjid. Dan kalian tau teman kemanakah aku? Yup, ke pantai.. Menikmati pasang kering atau hanya bermain pasir. Bukan kepalang marahnya si ustadz waktu itu hingga ia mengeluarkan kata-kata kasar. Maaf ya ustadz :( Aku pun saat itu marah karena menurutku yang masih polos, ustadz tidak boleh berkata kasar. Dan akhirnya aku memutuskan untuk tidak mengaji lagi, disana.

Ah, hujan memang menawarkan rindu dan kenangan yang sangat indah untuk kuingat

Dan kini, hujan kembali mengajakku untuk bersenandung
dalam hati yang kini merindu
tentangmu

7 comments:

  1. enaknya yang lagi rindu, dan tercipta sebuah gumaman kata dalam rindu

    ReplyDelete
  2. hujan memang selalu membawa banyak cerita

    ReplyDelete
  3. akh mbak chika selalu merindu tiap kali hujan hihi

    ReplyDelete
  4. romantis ya tulisanmu sist.. :)

    ReplyDelete
  5. keren nie tulisannya susah niru euy

    ReplyDelete
  6. Hujan, bagiku selalu banyak membawa inspirasi untuk menulis blog...salam kenal ya?

    ReplyDelete
  7. hujan...
    selalu berhasil membuat irama rindu bersenandung
    disudut2 jiwa,
    nice chika :)

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)