Follow Us @riafasha

Wednesday, February 27, 2013

A Moment to Remember: Arka

Yang kurasa hanya indah
Tidak ada yang lain
Seperti alunan melodi tanpa nada
Yang hanya terasa di sini
Di hati



Berbicara tentang kenangan, memori yang tersimpan rapi di kotak bernama hati akan terbuka perlahan. Diam-diam menyusup dan memutar hitam putihnya masa lalu yang menyunggingkan senyuman haru, juga rindu. Lalu sesekali mensyukuri bahwa kenangan itu memberi banyak hikmah untuk hidup yang kini dijalani.

Mari  sejenak ku ajak untuk menyusuri jejak beberapa tahun yang lalu. Tak perlu tahu detail kapan dan dimana itu, karena aku akan begitu malu mengakuinya.

Saat itu aku hanya gadis pendiam yang berdiri di lantai tiga gedung sekolah. Mengamati sosok dingin yang keringatnya berkucur deras di tengah lapangan. Matanya seperti elang, mengamati setiap pergerakan bola yang diarahkan lawan. Ia bukan atlit bola voli, tapi teman-teman mempercayakannya untuk menjadi salah satu pemain di event class meeting.

Sebut saja namanya Arka. Benarkah namanya Arka? Hei tentu saja tidak. Aku bukan tipikal wanita yang berani untuk mengakui rasa  yang kutahu dari lelaki dingin itu adalah karakternya yang keras dan tak akan pernah mau bicara dengan wanita jika tidak punya kepentingan. Termasuk padaku, hampir enam bulan duduk di kelas yang sama, ia tak pernah bicara padaku.

Keterlaluan memang, tapi begitulah yang terjadi. Dari cerita teman-teman, keluarga Arka broken home. Ia juga play boy. Jangan saja ada wanita cerewet yang sok di sekolah, ia akan bersumpah akan mendapatkan wanita itu dan mencampakkannya.

Kalian pasti akan protes jika aku mengakui bahwa aku pernah sangat menyukainya. Haha, begitulah rasa. Tidak bisa diatur sesuai ingin kita.

Aku hanya melihat ada sesuatu yang berbeda darinya, dibalik semua keburukan yang dimilikinya. Sebenarnya ia adalah orang yang sangat perhatian dan penuh kasih sayang. Hanya saja karena kerasnya hidup membuatnya menjadi seperti itu.

Kalian ingin tahu buktinya?
Semua teman  tau kalau setiap rabu aku pasti akan dijemput Ibu dari sekolah karena harus check up rutin ke dokter Puspa, Dokter kulit di RSUD M.Yunus karena kecelakaan yang menimpaku sewaktu SD.
Banyak teman yang bertanya dan member simpati, namun tidak untuk Arka. Dia masih diam dan tak mau menyapa.

Hingga teman baikku menyampaikan sesuatu yang membuatku senang.
“Arka nanyain kenapa kamu ke dokter setiap minggu tuh!” Fatma terkekeh.
“Ha? Nanyain? Yang bener?” aku kaget.
“Ya iya, dia Tanya begini. Fat.. kok Ria ke dokter terus, sakitnya parah ya? Dia nanya rumah kamu juga.”
“Beneran?”
“Tanya aja sendiri kalo nggak percaya!” Fatma terkekeh.

Well, pertanyaan sederhana Arka itu yang membuatku menyukainya. Ditambah lagi, saat aku sedang melakukan ujian susulan karena sering izin ke rumah sakit, ia masuk ke kelas dan berbicara dengan ketus.
“Makanya cepat sembuh biar nggak ujian susulan terus. Ngerepotin guru aja!” aku saat itu terpelongo heran, mukaku memerah dimarahin seperti itu. Tetapi itu membuatku malah semangat untuk sembuh.

Gilaa.. Ahahaaa, terlalu simple, tapi untukku itu luar biasa. Aku melihat dirinya yang asli, Arka yang perhatian dengan caranya yang keras, matanya yang khwatir. Dan aku sangat menyukai caranya itu. Aku yakin suatu saat nanti Arka akan menemukan dirinya yang sebenarnya, dan menjadi orang hebat. Aamin..


***
Takdir membawaku tetap didekatnya hingga akhir SMA. Dekat namun jauh. Aku di sekolah yang sama, namun hanya bisa memandanginya dari kejauhan dengan teman-temannya. Ia masih seperti dulu, play boy. Dan aku masih seperti dulu, menyukainya :(

Bagaimanapun perasaan ini, aku yakin memendamnya adalah yang terbaik. Walau kenangannya masih jelas tersimpan, namuna pelan-pelan posisinya tergantikan oleh orang lain. Yah begitulah…

Kini, aku melihatnya lagi secara tak sengaja di ruang maya. Seperti prediksiku, ia telah menemukan dirinya. Syukurlah, ia berjuang dengan apa yang dilakukannya untuk masyarakat. Untuk member manfaat pada semua orang.

Dimanapun kau sekarang berada, dengan siapapun rasa yang kau labuhkan. Semoga Allah menyayangimu dan memberikan yang terbaik untukmu. Arka :)

dan kau adalah kenangan yang tak pernah terlupa :)



tulisan ini diikutsertakan di GiveAway Tanda Kasih Buat Kamu ^.^ oleh empieee.net


3 comments:

  1. manis banged kisah nya ^^.. hihihih.. haL2 kaya gini smp qt menjelang tua yg akan jd kisah bt anak cucu.. ;) penggalan hidup yg tersimpan manis dilubuk hati. Mksh dear udh ikut gabung GA nya.. Good Luck yaaa.. ^^

    ReplyDelete
  2. Kenangan yg tak terlupakan ....hmmmm So sweet

    Makasih ya kunjungannya

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)