Follow Us @riafasha

Wednesday, February 27, 2013

Eksistensi Batik di tengah Gempuran Batik Impor

Di sebuah kesempatan yang langka, saya duduk berdiskusi dengan Bapak Susiyanto,M.Si. Direktur PT.Radio Jazirah juga suami dari Anggota DPD RI, Ibu Eni KHairani. Awalnya saya mengeluh kesulitan mencari Batik Besurek (khas Bengkulu) dengan harga murah hehee… selanjutnya dengan pedenya saya membandingkan harga Batik disini dengan harga Batik di Pusat Grosir misalnya di Tanah Abang atau tempat lainnya yang harga batiknya jauh lebih murah.

“Hidup itu pilihan Rei. Mau pilih batik yang harganya lebih mahal tapi produk anak negeri yang kualitasnya bagus. Atau pilih batik murah yang ternyata batik impor dari China.” Pak Susyanto terkekeh.
Sumpah saat itu saya kaget bukan main. Selama ini saya mengira batik-batik murah yang ada di toko batik grosir adalah batik-batik produk negeri sendiri.

“Masa nggak kepikiran sih Rei. Mana mungkin harga kemeja batik yang biasa dijual seratus ribu rupiah bisa dijual hingga dua puluh lima ribu. Emang buat batik nggak beli bahan? Nggak kasih gaji penjahit? Yang dari China itu mengcopy motif batik dan dikirimkan lagi ke Indonesia dengan harga sangat murah. Dan masyarakat Indonesia berlomba-lomba untuk membelinya. Sedangkan usaha batik dalam negeri harus banting harga biar laku, yang berujung banyaknya usaha batik rumahan gulung tikar.”




Berawal dari rasa penasaran, saya mencoba menggali informasi soal ini. Setelah mencari beberapa referensi, sebuah fakta mengejutkan saya. Indonesia telah digembur BATIK China sejak 4 tahun yang lalu.  Bahkan selama 2012 Indonesia telah mengimpor batik senilai 285 miliar (sumber: detik finance). Hal yang bisa saja terjadi karena Indonesia kini sudah masuk dalam perdagangan bebas dan itu berarti tak ada yang dapat melarang datangnya produk impor dari manapun.

“Lalu sekarang mau beli yang mana?” Tanya Pak Sus.

“Kepengennya sih batik asli Indonesia dan harga murah.” Saya terkekeh.

“Ya nggak bisa gitu, kalo batik asli kan ada proses mbatik nya apalagi yang pake lilin/malam. Masa mau disamakan sama cetakan mesin? Kalau mau beli batik besurek itu banyak kios Pusat Oleh-Oleh Bengkulu di Anggut, di depan Rumah Peninggalan Bung Karno. Biasanya ada diskon. Saya akhirnya manggut-manggut sekaligus miris memikirkan nasib pembatik Indonesia.

Jadi ingat waktu SMP, guru kesenian saya dengan begitu semangatnya mengajarkan kami membatik. Khusus Daerah saya di Bengkulu, Batik nya dikenal dengan Batik Besurek. Ada yang pernah dengar atau sudah tahu? Masa sih nggak tahu, Pak SBY aja pernah makenya loh :D saat menyampaikan pidato pelaksanaan Gerakan Nasional Penghematan Penggunaan Bahan Bakar Minyak di Istana Negara pada tanggal 29 Mei yang lalu. Baju batik besurek yang digunakan berupa kemeja lengan panjang dengan motif yang sangat bagus. (sumber: Antara)


Pengertian Batik Besurek terdiri atas 2 kata yaitu “batik” dan “besurek”. Batik berasal dari bahasa Jawa yang terdiri atas gabungan dua kata yaitu ”amba”, yang artinya “menulis” dan “titik” yang artinya “titik”. Kata batik juga diduga berasal dari kata “Ambatik” yang diterjemahkan berarti ‘kain dengan titik-titik kecil’. Sedangkan kata “besurek” berasal dari bahasa Bengkulu “besurek”, yang kalau di bahasa indonesiakan menjadi “bersurat” dan dimaknakan menjadi “menulis”. Jadi bisa diartikan Batik Besurek adalah Batik Bertulisan.


Disebut besurek atau bersurat karena kain ini bertuliskan huruf-huruf Arab. Konon, batik besurek diperkenalkan para pedagang Arab dan pekerja asal India pada abad XVII. Dahulu kala di beberapa kain, terutama untuk upacara adat, kain ini memang bertuliskan huruf Arab yang bisa dibaca. Tetapi, untuk sekarang ini sebagian besar hanya berupa hiasan mirip huruf Arab.

Kain besurek sekarang sudah berbeda dengan kain besurek asli seperti yang dibuat ratusan tahun lalu. Para perajin sudah memadukan besurek yang aslinya hanya bermotif huruf arab dicampur dengan motif bunga Raflesia Arnoldy, bunga khas Bengkulu. Hal itu dilakukan untuk lebih memasyarakatkan kain besurek. Selain itu, dengan mendobrak tradisi lama diharapkan hasil kerajinan rakyat ini menjadi semakin populer dan dipakai tidak hanya untuk keperluan adat.

Usaha untuk melestarikan kain besurek saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat. Menurut sejumlah perajin tradisional kain besurek, mereka saat ini sudah mulai terdesak oleh batik cetak yang memakai motif kain besurek. Padahal, pemda setempat sudah mewajibkan murid–murid sekolah pada hari tertentu untuk berseragam kain besurek. Bahkan, kurikulum di sekolah untuk muatan lokal adalah kerajinan batik kain besurek.

Proyek seragam dinas pegawai pemerintah daerah dan seragam murid sekolah ini sedikit pun tidak menguntungkan para perajin. Menurut Sekretaris Koperasi Perajin Kain Besurek (Kopinkra) Bengkulu Ely Sumiyati anggota Kopinkra yang tersebar di Kota Bengkulu saat ini hanya tinggal sekitar 10 perajin. Kondisi mereka juga sudah mulai kembang kempis akibat tidak mampu bersaing dengan batik printing.

Lalu apa yang harus kita lakukan??
apa kita harus diam saja. Of course not, right? harus ada usaha penyelamatan batik yang tentunya dilakukan oleh masyarakat Indonesia sendiri. 

Salah satunya dengan membeli batik produk sendiri. Walaupun harga nya lebih mahal dari batik impor, setidaknya uang itu bisa menyelamatkan usaha-usaha pengrajin batik yang hampir gulung tikar. Sudah banyak anak negeri yang mencoba mempromosikan batik Indonesia dengan usaha butik batik, toko batik baik online maupun offline. Salah satu usaha batik online yang cukup dikenal dengan kualitasnya adalah www.berbatik.com KLIK DONK hehee :p

saya sudah mencoba mengobrak abrik (hehee) produk-produknya seperti motonya Batik Cantik dalam Satu Klik . Dan wah, produk-produknya keren dan modern alias nggak ketinggalan jaman.   Berbelanja batik jadi lebih mudah. Event yang diadakan oleh berbatik.com ini juga menjadi semangat tersendiri untuk saya dan juga mungkin teman-teman untuk melestarikan batik kedepannya.




Selain itu dengan mengenakan batik di momen-momen spesial juga bisa jadi salah satu alternatif membudayakan batik.
jangan mau kalah donk sama Maria Selena dengan National Costumnya di Acara Miss Universe ^_^

Kita semua juga bisa kok ... Seperti saya dan teman-teman satu grup di JDesign Printing saat foto bersama :D


Seperti kata Pak Susiyanto di akhir pembicaraannya. Kalau bukan kita ya siapa lagi yang akan melestarikannya. Betul banget, jangan sampe kita menyesal jika suatu saat nanti batik ini diklaim oleh Negara Lain. Ayo Berbatik. Ayo Lestarikan Budaya Indonesia ^_^

Artikel ini diikutsertakan dalam KONTES BLOG AKU BERBATIK yang diselenggarakan oleh www.berbatik.com Wish Me Luck ^_^

3 comments:

  1. batik nya ga kalah keren sama batik impor

    ReplyDelete
  2. ada yang tau gak tempat pembuatan batik tulis besurek di bengkulu?
    kalog ada kasih tau info nya ya,,,, makasih

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)