Cita-Cita

11:04:00 AM




gambar dari google

“Istirahatlah,” setengah berteriak nenek menegur kakek, yang diteriaki tersenyum sambil terus memanen ubi.
“Bukannya nanti kakek mau ajak nenek jalan-jalan.” Tambahku.
“Kalau kita sakit nanti tidak bisa lagi jalan berdua. Umur semakin tua” nenek menghela nafas.
“Haha,” kakek tertawa nyaring.
“Tenanglah, bahkan saat meninggal kita tetap bisa berdua. Jadi pasangan di surga. Bukankah itu cita-cita kita?” Mereka berdua tersenyum.
Aku membalikkan wajah. Haru.






You Might Also Like

6 komentar

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat
    Segera dicatat sebagai peserta Kontes Unggulan;Enam Puluh Tiga
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  2. Aamin, smeoga impian kakek selalu bersama bisa tercapai

    ReplyDelete
  3. aihhh romantika bercinta sungguh aneh-aneh tapi nyata..manula-manulanya kini pandai beraksi....

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)

Instagram

IBX583D9E221356E

Like us on Facebook

Flickr Images