Follow Us @riafasha

Wednesday, July 10, 2013

Lelaki Aneh Itu

 
"Rei..." suara itu lagi mengusikku. Dengan terpaksa aku menoleh ke belakang. Memperhatikan tubuh tegap berlari mendekatiku.
"Kenapa lagi?" wajahku mulai masam.
"Gx ada apa-apa " dia tersenyum berlalu mendahuluiku.
"Dasar aneh", ini ketiga kalinya ia bersikap aneh seperti itu. Entahlah. Tiba-tiba memanggil, lalu berlalu semaunya.
Belum sempat hilang kesalku, dia berbalik arah, tersenyum lagi padaku.
"Kenapa lagi" rasanya dikepalaku sudah ada tanduk.
"Kamu cantik kalau lagi marah,"
"kamu................." Spontan aku melempar buku yang sedari tadi kupegang, tak peduli orang-orang memperhatikan kami. Namun sayang, ia telah terlalu jauh kabur.
Hanya sayup bayangnya menjauh mencibirku. “Sialan” hatiku mengumpat keras.
***
Perpustakaan kampus tampak lengang. Hanya beberapa mahasiswa yang hilir mudik. Sedari tadi tak juga ku temukan kumpulan puisi yang kucari.
“Cari buku khairil Anwar ya..” Suara itu lagi.. Oh Tuhan, kenapa di setiap sudut ada dia. Rain si Kingkong Jahil..
“Kenapa disini?” tanyaku ketus sembari membolak balik Antalogi Puisi Malu (aku) jadi orang Indonesia.
“Terganggu!!” Matanya membulat. Membuatku semakin tak nyaman.
“Mau mu apa sih!!” Tak ingin kalah, ku tatap wajah nya lekat.
“Izinkan aku selalu mengganggumu” Sejenak hening, emosiku meredup saat membaca ketulusan dimatanya.
Plaak... buku Puisi Taufiq Ismail itu melayang di kepalanya. Sontak kami tertawa bersama. 
 
*repost from my old blog: http://simple-rei.blogspot.com

1 comment:

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)