Berdakwah dengan Cara yang Baik

9:03:00 AM



"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS.An-Nahl-125)

***

Ada seorang ustadz yang baru baru ini saya kenal. Bukan kenal secara langsung, tapi dari pembicaraan dikalangan mahasiswa dan teman lainnya. Mereka menyebutkan bahwa ustadz itu sering menegur mahasiswa masalah ibadah. Saya pikir malah bagus. Tapi ternyata tidak bagi yang lain. Mereka mengatakan bahwa cara ustadz menegur selalu keras dan kasar. alih-alih membuat yang didakwahi sadar, malah mereka menjadi murka dan mengeneralisir bahwa orang yang paham agama itu biasa selalu menjudge dan menganggap orang lain rendah.

Saya jadi ingat pernah belajaran tentang Dakwah yang baik. Karena dakwah itu kan sebenarnya adalah mengajak, bukan mengejek apalagi mencaci. Banyak cara menuju syurga, namun di balik itu banyak jalan justru membawa manusia menuju ke neraka. Niatnya baik, tapi cara atau metodenya salah, niatnya  mengajak orang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, tapi cara yang digunakannya mencaci maki, menghina dan memburuk-burukan pihak lain yang tak sepaham dengannya.

Seakan syurga dia yang punya dan pihak lain yang tak sepaham dengannya masuk neraka semuanya. Jadi kebenaran ada di tangannya sendiri, pihak lain yang sama-sama muslim ketika berbeda pendapat dengannya justru dimaki-maki, dihina dijadikan bahan gunjingan yang mengaksyikan, dengan kata-kata kasarnya saudaranya sesama muslim”dibantainya!” dipermalukan di depan umum. Menyedihkan, dakwahnya bukan mengajak, tapi mengejek!

Nabi adalah semulia-mulia manusia, Beliau mengajarkan kepada kita semua untuk berlaku lemah lembut dan tak mudah mengkafirkan sesama muslim, apapun perbedaan pendapat dan mazhabnya. Islam disebarkan dengan kelembutan bukan dengan kekerasan dan menghina paham orang lain atau kelompok lain yang berbeda pendapat.

Nabi tak pernah mengajarkan untuk memaki pihak lain, menghina pihak lain dan mudah mengkafirkan orang lain yang sama-sama akidahnya, sama-sama syahadatnya, sama dalam gerakan dan bacaan sholatnya, sama iman dan Islamnya, sama dengan tata cara zakat, puasa dan hajinya. Bila seandainya pun berbeda, mereka juga punya dalil sendiri, yang bisa saja benar. Tak mengklaim kebenaran milik pribadi, kebenaran datangnya dari allah SWT

Jadi mengajak orang kepada Islam lagi-lagi harus dengan kelembutan, kalimat disampaikan adalah ajakan, bukan ejekan, amanah bukan amarah, rendah hati bukan emosi, berbagi bukan mengusili, menyejukan bukan membuat hati panas dan seterusnya. Itulah dakwah yang hakiki, dakwah yang membuat orang menjadi sejuk di dalam masjid, mushollah atau di dalam pengajian, sehingga ketika mereka pulang kerumah, mereka makin dekat kepada Allah SWT, bukan malah lari dari Allah, karena salah metode yang menyampaikan.

You Might Also Like

0 komentar

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)

Instagram

IBX583D9E221356E

Like us on Facebook

Flickr Images