Follow Us @riafasha

Thursday, February 13, 2014

My Cup of Tea - a Novel by Nia Nurdiansyah

4:50:00 PM 5 Comments

Judul Buku : My Cup of Tea
Penulis : Nia Nurdiansyah
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 354 Halaman
Tahun Terbit: 2013
 
“People who are meant to be together will always find their way back to each other. They may take detours in life but they're never lost.”

Shereen tahu, pesan itu bisa ditujukan untuk siapa saja. Apakah itu menggambarkan hubungannya dengan Park Min Ho, atau justru dengan Dipi—tak ada yang tahu. Karena ia memang tidak pernah benar-benar yakin apakah seseorang memang benar-benar ditakdirkan untuknya, atau tidak.
Namun, terkadang ada sepercik kepercayaan di hati, tentang apa yang seharusnya diperjuangkan, dan apa yang seharusnya dilepaskan.
Beberapa orang singgah untuk bersama dalam jangka waktu yang lama, sementara yang lain hanya lewat untuk menemani sesaat. Pada suatu waktu, ada dia yang mungkin tanpa kehadirannya, kita sama sekali tidak dapat menahan sebuah penderitaan seorang diri

***
Sheeren dan Dipi telah bersahabat sejak kecil. Pertemuan pertama mereka di secret garden menjadi kenangan yang tak bisa dilupakan. Dipi, anak lelaki yang saat itu baru kelas 3 SD ditolong oleh shereen yang telah duduk di kelas 6 SD. Banyak petualangan yang mereka habiskan di secret garden dan semuanya terasa menyenangkan. Termasuk kegiatan minum teh ditemani kue-kue buatan Dipi yang akhirnya menjadi kebiasaan mereka hingga dewasa. Dipi selalu menikmati itu, kecuali berperan sebagai adik kecil bagi shereen. 

Perasaan Dipi ternyata berbeda dengan apa yang dirasakan sheeren. Dipi selalu menganggap sahabat kecilnya itu special dan ada rasa lain di ruang hati di dipi selain rasa sebagai sahabat. Namun Dipi selalu berusaha bersikap biasa, karena Sheeren telah mempunyai seseorang yang selalu ia gadang-gadangkan akan menjadi pendamping hidupnya, yaitu Art. Entah kenapa ada ketidaksukaan Dipi pada Art. Dipi merasa sahabat kecilnya itu telah berubah, seolah mengenakan topeng semata-mata agar Art menyukainya.

Persahabatan mereka mulai renggang karena sheeren mulai sibuk dengan Art dan teman sosialitanya. Tanpa menyadari bahwa ia telah mulai kehilingan sosok dirinya yang sederhana. Sheeren benar-benar mengabaikan janjinya dengan Dipi bahkan tak membalas pesan-pesan yang dikirimkan karena ingin menghabiskan waktu dengan Art yang akan melanjutkan sekolah di Korea Selatan. Sheeren tak benar-benar tahu jika ada hal yang penting yang ingin disampaikan Dipi. 

Kepergian Art ke Korea disertai kepergian Dipi membuat Sheeren merasa kesepian dan akhirnya memutuskan untuk memberi kejutan pada Art dengan diam-diam mengunjunginya. Namun sebuah pukulan telak seolah menampar wajahnya, seorang yang benar-benar dia cintai ternyata menghianatinya. kata-kata Art bahwa "satu-satunya wanita yang akan kubuatkan sarapan pagi di tempat tidur cuma kamu, Sher" ternyata hanya sebuah kebohongan.

Perjalanannya ke Korea ternyata hanya membuahkan rasa sakit. dan mempertemukannya dengan seorang duda bernama Park Min Hoo yang baik hati, Hmm. siapakah yang akan mengobati hati Sheeren, Park min hoo atau sahabat kecilnya Dipi?? silahkan dibaca hehehee

***

Buku Kedua Nia Nurdiansyah ini sebenarnya mengambil kisah yang sudah biasa diangkat. Sahabat jadi Cinta. Namun yang membuatnya berbeda adalah keduanya bertahan dengan perasaan masing-masing hingga begitu lama. Racikan novel dengan narasi tentang dunia kuliner dan arsitektur juga bikin novel ini unik. 

Namun ada beberapa hal yang bikin novel ini kurang greget menurut saya. Seperti gaya cerita yang bolak-balik antara sudut pandang sebagai Dipi dan Sheeren. Saya agak kebingungan di awal cerita walaupun akhirnya sudah membiasakan diri dengan gaya penceritaannya. Mungkin akan lebih menarik jika hanya menggunakan satu sudut pandang saja.

Setiap membaca novel, saya selalu berharap bisa jatuh cinta dengan salah satu tokoh dalam novel. Namun tidak saya temukan di novel ini. Saya pikir bisa jatuh cinta dengan karakter Dipi, lelaki yang suka bercanda dan punya hobi masak, tapi ternyata tidak. Tokoh Dipi sepertinya kurang di explore sehingga karakternya kurang kuat. Begitu juga dengan karakter sheeren. Mungkin karena begitu banyak narasi yang menutupi kekuatan karakter tokoh.

Overall, saya tetap menikmati buku ini dengan ceritanya yang mengalir dan bisa menuntaskannya hanya beberapa jam. ^_^


Saturday, February 1, 2014

Palm Sugar for Better Life

3:56:00 PM 7 Comments

Hidup ini akan hampa tanpa cinta. Begitu juga rasanya hidup tanpa gula, hehe... Bayangkan jika Allah tidak menciptakan something sweet di dunia ini. Ah, pasti tidak akan ada kata manis :D

 Bicara soal manis, pasti tidak akan jauh-jauh dari gula. Ada banyak jenis gula sekarang ini, namun saya yang awam soal jenis-jenisnya sejauh ini hanya tahu ada yang namanya gula pasir, gula aren, dan gula halus (putih).  Saya pun baru tahu ternyata banyak perbedaan mendasar dari gula pasir dan gula aren. Setelah searching sana-sini, ternyata palm sugar (gula aren) punya banyak khasiat yang tidak dimiliki oleh gula pasir yang selama ini biasa saya konsumsi. Gula aren saya gunakan hanya sebatas untuk membuat makanan/jajanan.

NO
GULA PASIR (CANE SUGAR)
 (PALM SUGAR)
1
Manis
Manis dan Lezat
2
Tidak ada kandungan garam mineral
Terdapat kandungan garam mineral
3
Mengandung glukosa yang tinggi
Kandungan glukosa  lebih kecil
4
Kandungan nutrisi minim
Mengandung Vitamin C, Thiamine,  Nicotinic acid, Riboflavin, Ascorbic acid dan protein.
5
Tidak bisa bila dipakai  terapi kesehatan.
Cocok dipakai untuk terapi seperti asma, anemia atau kurang darah, kusta, dan bisa untuk pertumbuhan anak.
6
Mengkonsumsi yang berlebihan bisa memicu batuk dan demam
Malah bagus untuk pengobatan batuk dan demam
7
Kadang berakibat efek sakit pada tubuh, misalnya radang pada tenggorokan.
Bagus sebagai makanan awal untuk penderita typhoid
8
Tidak berkhasiat untuk kesehatan.
Sangat baik diet, meredam panas pankreas, membantu pertumbuhan gigi kuat, memperkuat kerja jantung
9
Hanya sebagai pemanis saja
Memiliki khasiat seperti madu.

Gula pasir adalah pemanis yang paling sering dipakai untuk makanan dan minuman sehari-hari. Seperti kopi,  teh, jus, makanan minuman ringan lainnya,  umumnya sering menggunakan gula pasir. Namun ternyata gula pasir ini memiliki dampak kurang baik untuk kesehatan pankreas dan tubuh. Gula pasir adalah merupakan karbohidrat sederhana yang sulit dicerna dan sulit mengubahnya  menjadi energi. Untuk dapat mengubah gula pasir menjadi gula darah, tubuh hanya butuh waktu 3 menit. Namun untuk mengubah gula darah menjadi energi yang dapat disimpan dalam otot, pankreas memerlukan waktu kira-kira 140 menit. Bila setiap hari gula pasir yang kita konsumsi lebih dari setengah sendok, maka sisanya akan menumpuk menjadi gula darah dan jadi lemak tubuh. Sehingga akibatnya orang akan bertambah gemuk, lama-kelamaan akan menjadi diabetes.

Palm sugar ternyata  memiliki efek yang beda dengan gula pasir. Untuk mengubah gula merah menjadi gula darah di dalam tubuh, juga butuh waktu yang relatif sama, yaitu 3 menit. Untuk mengubah gula darah menjadi energi juga sama  3 menit . Indeks Lelah pankreas dalam menghasilkan insulin untuk mengubah gula darah menjadi energi +0,00005. Ternyata lebih rendah kira-kira 10x dari gula batu.  Dengan demikian, gula merah termasuk yang paling baik. Pankreas yang normal berkemampuan mengkonversi 9 sendok makan gula merah menjadi energi setiap hari atau kira-kira 90 gram.

Wah pantas saja di gerai - gerai kopi kelas premium seperti Starbucks, J-Co, Kopi tiam, Bengawan Solo Cafe, Espresso, Excelso,  maupun di hotel - hotel berbintang saat ini banyak ditemui penikmat kopi / teh yang menggunakan Gula aren sebagai pemanisnya. Hal ini dikarenakan gula aren memang kaya nutrisi dan sangat aman untuk dikonsumsi, selain karena memang mempunyai rasa yang nikmat dan aroma yang harum.
source: google.com


Selain kandungan gulanya yang lebih sedikit, gula aren juga diketahui mengandung senyawa-senyawa lain yang bermanfaat seperti thiamine, riboflavin, asam askorbat, protein dan juga vitamin C. Jika ingin mendapatkan tubuh yang lebih sehat, tak ada salahnya mulai mengganti gula pasir dengan gula aren jika ingin mengonsumsi kopi, teh atau dicampurkan dalam makanan (http://detikhealth.com ).

 Sebenarnya saya belum pernah mencoba mengganti gula pasir untuk teh atau kopi dengan palm sugar. Namun, saya sering menggunakan palm sugar untuk membuat aneka makanan, yang paling saya gemari yaitu Pempek. Walaupun saya asli Bengkulu, namun pempek sudah jadi favorite saya. Walaupun rasa yang saya buat tidak seenak pempek palembang, saya lebih yakin dibanding harus membeli pempek yang dijajakan dijalanan. Karena pernah punya pengalaman, rasa kuah pempek yang dijual sangat tidak sesuai dengan apa yang saya bayangkan. Sebagai penggila pempek, pasti tahu "kuah yang lezat" itu kayak gimana. Saya nggak akan kemakan jika kuah pempeknya cair dan terasa manis gula pasir, bukan gula aren. karena pempek yang enak itu nggak akan enak tanpa kuah yang enak :D


Nah ini beberapa foto pempek yang pernah saya buat :D
ini pempek berbagai bentuk
pempek kapal selam
kue perut punai, source: antaranews.com

Selain pempek, ada cemilan khas bengkulu
yang terkenal karena cita rasa gula arennya. makanan ringan ini di buat dengan adonan  tepung terigu yang terkebih dahulu disangrai dengan sedikit garam. setelah semuanya kalis atau siap, adonan pun di goreng, nah. jadilah kue perut punai yang sangat enak dan rasanya begitu khas. ada dua pilihan rasa untuk kue perut punai, rasa gurih dan satunya lagi kue perut punai berbalut gula  aren karamel, nama kue perut punai konon karena bentuknya mirip dengan isi perut burung punai yang melilit melingkar. Kebetulan ini saya nggak bisa ngebuatnya hehe, jadi sering dibeli aja.


 Oh ya, sahabat pernah dengar Kopi Kawa nggak??

Kawa atau ada juga yang menyebut Aia (air) Kawa adalah sejenis kopi dan merupakan minuman khas Sumatera Barat (Sumbar). Jika di berbagai daerah kopi dibuat dari biji kopi, namun di daerah ini dibuat dari daun kopi.
Untuk membuatnya, daun kopi yang dikumpulkan lalu disusun seperti tusuk sate kemudian dibakar. Setelah agak gosong, lalu diremas-remas hingga menjadi serpihan kecil.
Serpihan kecil inilah yang kemudian dicampur dengan air panas. Untuk mengurangi rasa pahit ditambahkan gula merah atau gula aren. Setelah itu siap dihidangkan.
Konon, kebiasaan minum Kopi Kawa dimulai pada zaman penjajahan kolonial. Rakyat pribumi saat itu diwajibkan pemerintah kolonial untuk menanam kopi di tanah dan halaman rumah mereka. Namun semua hasil panen kopi diambil penjajah dan diekspor ke luar negeri.

kopi kawa. source: ranahberita.com

Minum kopi pada masa itu merupakan suatu kemewahan tersendiri. Warga pribumi yang ingin sekali minum kopi, akhirnya memanfaatkan daun kopi yang tersisa untuk diolah menjadi minuman seperti kopi. Tak ada akar rotan pun jadi kata pepatah, tak ada biji kopi warga cukup terhibur menikmati Kopi Kawa.

Orang Minang, terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi seperti Batusangkar, Bukit tinggi, Payakumbuh dan Sawahlunto, mempunyai kebiasaan unik dalam menikmati kopi ini.

Kelebihan air kawa dibanding kopi yang biasanya adalah kandungan kafeinnya yang lebih rendah sehingga tidak membuat Anda insomnia setelah meminumnya. Selain itu juga tak sepekat kopi dari biji kopi tapi lebih mirip seperti teh.

Kawa daun siap untuk disajikan untuk menemani saat bersantai bersama teman dan saudara. Keunikan lain dari minuman Kawa Daun ini adalah cara penyajiannya di dalam tempurung atau batok kelapa. Menyeruput Kawa Daun semakin asyik dan nikmat ditemani makanan kecil seperti kue bika, bakwan, tahu, ketan dan pisang goreng.

Sebenarnya masih banyak lagi jajanan lezat yang bisa dibuat dari palm sugar. Seperti Bubur Sumsum, Kelepon, Bubur Kacang Hijau, gado-gado, rujak, dll. Dan kedepannya saya mau mencoba menggunakan palm sugar untuk minuman sehari-hari saya.

Terakhir saya sangat mengapresiasi, mulai banyak produk anak negeri yang sehat dan bermanfaat. Seperti Arenga, Organic Palm Sugar.


Pemanis sehat yang mempunyai banyak jenis seperti, gula semut, yang liquid dan table sugar. Dan saya yakin dengan mementingkan kesehatan dalam proses pembuatannya, maka banyak orang yang mulai akan beralih menggunakannya :)

Oh ya, saya sudah mulai cari-cari di supermarket di Bengkulu tapi belum ketemu arenga palm sugar, atau apa memang saya yang terlewat. Saya sejauh ini baru menemukan Arenga Madu Hutan nya. ^_^

Yuk, peduli pemanis sehat demi generasi masa depan yang lebih sehat dan cerdas :) for our better life