Follow Us @riafasha

Sunday, August 31, 2014

Thanks to Syaamil Quran

11:03:00 AM 1 Comments
Syaamil Quran sudah familiar di telinga saya sejak dulu. Bukan tanpa alasan penerbit Al-Quran satu ini jadi terkenal. Eksistensinya menyediakan Al-Quran dengan berbagai variasi yang dibutuhkan masyarakat menjadikannya tetap bertahan hingga sekarang, bahkan semakin maju dan berkembang. 

Awal mengenal Syaamil Quran saat saya sering berkunjung ke salah satu toko di Bengkulu yang menyediakan kebutuhan untuk muslim dan muslimah. Namanya hampir sedikit sama yaitu Toko Asy-Syamil :D Toko ini menyediakan berbagai barang seperti Al-Quran, Baju, Kaset/CD, Obat-Obat Herbal, dll. Nah, disana jugalah saya akhirnya bertemu dengan Quran terbitan Syaamil Quran yang sampai saat ini masih setia saya gunakan. Ada berbagai macam pilihan Al-Quran yang dijual, seperti Quran umum, khusus wanita atau khusus tajwid. 

Syaamil Quran Edisi Tajwid & Special for Woman
Dirumah saya ada dua Quran yang diterbitkan Syaamil Quran. Syaamil Quran Special for Woman untuk saya yang pernah saya singgung di postingan ini merupakan Quran yang didesain khusus wanita dengan desain yang cantik. Juga dilengkapi dengan indeks tentang keluarga serta kisah wanita yang diabadikan di dalam Al-Quran diantaranya Aisyah binti Abu Bakar (Q.S. An-Nur:11-17), Fatimah Az-Zahra r.a (Q.S. Al-Azhab:33), Ummul Mu'minin Hafshah binti Umar (Q.S.Al-Ahzab:3-5) dll. 

Satu lagi Syaamil Quran Edisi Tajwid. Kelebihan Al-quran ini karena menampilkan warna-warna yang menunjukkan hukum-hukum bacaaan tajwid yang dimaksudkan untuk mempermudah pembaca dalam memahami dan memperlajari dasar-dasar ilmu tajwid guna menyempurnakan bacaan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. 

tajwid dalam bacaan berbeda-beda warna
Di akhir halaman Al-Quran pun ada panduan tajwid, tanda waqof dan klasifikasi ayat-ayat Al-Quran yang bisa kita pelajari.
panduan hukum tajwid dan tanda waqaf

klasifikasi ayat-ayat Al-Quran
 Klasifikasi ayat-Ayat Al-Quran ini terbagi menjadi 15 Bab, yaitu Sekitar Arkanul Karim, Iman, Al Quran, Ilmu dan Cabang-Cabangnya, Amal, Dakwah Kepada Allah, Jihad, Manusia dan Hubungan Kemasyarakatan, Akhlak, Peraturan yang Berhubungan dengan Harta, Hal-Hal yang Berkaitan dengan Hukum, Negara dan Masyarakat, Pertanian dan Perdagangan, Sejarah dan Kisah-Kisah, dan Agama-Agama.

Selain itu biasanya di setiap Al-Quran terbitan Syaamil Quran juga dilengkapi dengan Al-Ma'surat. Ini jelas sangat membantu untuk zikir harian.

Al-Ma'surat 
Yang saya punya mungkin memang Al-Quran terbitan beberapa tahun yang lalu :D hehee sekarang Syaamil Quran sudah mengupgrade Quran dengan tampilan yang lebih menarik dengan kelebihannya masing-masing. Sebut saja Quran Special for Woman, sudah ada Qur'an Azalia Hisna dengan cover hand made dan bandul eksklusif yang membuat tampilannya sangat cantik.

Quran Hisna
Quran ini juga dilengkapi dengan Standar pewarnaan terbaru Kementrian Agama RI, Ayat Pojok, Asbabun Nuzul, Fadilah Ayat, Hadist tentang Wanita dan Keluarga, Klasifikasi Al-Quran dll.

Terima kasih untuk Syaamil Quran yang sudah hadir dengan inovasi dan kreativitasnya dalam mendorong masyarakat Indonesia untuk mencintai Al-Quran. Semoga dengan adanya Syaamil Quran sebagai salah satu penerbit di Al-Quran di Indonesia bisa memberi warna dan semangat tersendiri untuk kita semua semakin semangat membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Quran sebagai pedoman hidup untuk menuju surganya Allah nanti aamiin...


Saturday, August 30, 2014

Cinta Buku? BUKTIKAN

10:21:00 AM 2 Comments
Buku bisa jadi barang kesayangan bagi para pencintanya. Seseorang yang "gila" akan buku akan mengenyampingkan kebutuhan lain demi membeli buku yang diincarnya. Saya teringat salah seorang teman, Bang Hardi namanya, banyak orang juga menyebutnya perpustakaan berjalan. Begitu cintanya dengan buku ia bisa memesan kemana-mana untuk mencari buku yang tidak ada di kota kami, Bengkulu. Bahkan ia menghubungi setiap teman didaerah lain untuk mencarikan buku-buku tersebut. Uniknya, bukunya yang berlimpah tidak untuk dipinjamkan :D karena tidak ingin kehilangan buku yang sering tidak dikembalikan. Jadi kalau saya mau pinjam bukunya, hanya boleh baca dirumahnya saja, nggak boleh dibawa kemana-mana. 

I Love Book, source
 Jika dilihat dari buku-buku yang ia miliki, saya pribadi ancung jempol dengan kemahirannya memilih buku "kualitas yang baik". Kualitas nggak melulu soal bahan kertas buku, namun "isi" yang berkualitas sesuai dengan "judulnya". Setelah banyak berbincang ada beberapa hal yang sebenarnya jadi pertimbangan ketika ingin membeli buku.
1. Genre Buku. Mau beli buku pasti punya tujuan, butuhnya buku genre apa? seleranya buku apa? jadi ini akan mempermudah kita ketika udah datang ke toko buku. Jadi nggak kecapek-an buat keliling-keliling :D
2. Anti Buku Bajakan. Walaupun buku bajakan lebih murah dari buku aslinya, tapi beli buku bajakan nggak mencerminkan pecinta buku sejati *helahhh :D masa ia penulis udah susah nulis dengan mempertahankan anti-plagiarism eh malah pembacanya beli yang bajakan. Buku bajakan juga mudah dikenali kok, kalo belinya di toko-toko buku besar keknya nggak ada buku bajakan, tapi kalo di emperan toko, stasiun kadang bisa ketipu juga. 
3. Isi Buku. Ini yang jadi sangat penting menurut saya ketika ingin beli buku. Memang ketika membeli kita nggak bakal bisa tahu isi keseluruhan buku. Tapi saran saya, mendingan baca review buku itu dulu sebelum beli biar nggak nyesel kemudian. Untuk tahu buku itu tentang apa kita bisa juga gabung ke klub buku yang sering merekomendasikan buku-buku bagus, baca reviewnya blogger buku, atau ikutin info dari penerbit. 

Pilih buku apa yaaa?? source

Kehati-hatian kita dalam memilih buku sebenarnya bukan tanpa alasan. Maraknya buku bajakan, buku dengan kualitas isi yang mengecewakan, buku yang tanpa izin penerbitan jadi masalah dalam dunia penerbitan buku di Indonesia. Masalahnya cukup kompleks sehingga untuk menyelesaikannya perlu peran banyak pihak.
IKAPI, sebagai organisasi yang membawahi penerbitan mungkin perlu berbenah dan menengok secara menyeluruh permasalahan yang ada pada penerbitan. Seperti yang sudah saya singgung di posting sebelumnya, kurangnya pengawasan terhadap penerbitan kadang membuat penerbit seolah jalan sendiri tanpa didampingi. 
Penerbit Buku, sebagai wadah penulis menggantungkan nasib naskah-naskahnya banyak juga mengalami masalah. Kurangnya minat baca masyarakat membuat banyak buku yang kadang tidak terjual. Ditambah lagi persaingan dengan penerbit-penerbit besar yang sudah punya brand di mata masyarakat. Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat untuk membeli buku-buku asli juga jadi masalah sendiri. Buku bajakan dan e-book yang beredar di internet jadi momok menakutkan untuk penerbit di Indonesia. 
Buku berkualitas sekarang beredar diantara deretan buku tidak berkualitas sehingga masyarakat menjadi bingung. Contohnya saja buku pelajaran yang tidak sesuai untuk anak sekolahan kenapa bisa-bisanya diperjualbelikan secara bebas. Maraknya penerbit indie yang menerbitkan buku tanpa "editor" juga jadi salah satu faktor buku tidak layak tapi bisa masuk ke pasaran. Ini bukan berarti semua penerbit indie tidak bagus. Banyak juga penerbit indie yang tetap mempertahankan kualitas buku yang diterbitkannya.
Masyarakat pun hendaknya juga peduli terhadap penerbitan buku di Indonesia. Bukan hanya menuntut, tapi juga bertindak. Walaupun kecil, setidaknya mendukung. Seperti menggalakkan minat baca dikalangan masyarakat atau sekedar membeli buku asli/non bajakan. 

Mungkin benar juga apa yang dikatakan @TweetNikah bahwa 
Cinta bukan kata, tapi langkah nyata. 
Bukan untaian kalimat indah tapi tindakan yg membuktikannya
Begitu juga saat kita mengatakan mencintai buku dan peduli terhadap nasib buku di Indonesia. Mari dukung dengan apa yang kita bisa. 





Harapan untuk IKAPI

7:03:00 AM 0 Comments
Tidak semua orang tahu tentang IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia). Bahkan orang-orang yang mungkin berkecimpung dalam dunia buku sekalipun. Saya pun baru mengenal IKAPI belum lama ini sejak mulai aktif di klub buku dan baca-baca di situs online. Walaupun tidak mengetahui secara mendalam, setidaknya saya tahu kalau IKAPI adalah satu-satunya asosiasi yang menaungi seluruh penerbit di Indonesia. 

Walaupun sudah lebih setengah abad umur IKAPI, namun masih belum semua penerbit di Indonesia bergabung di IKAPI mengingat belakangan ini jumlah penerbit meningkat tajam, lebih-lebih penerbit yang aktif di IKAPI. Padahal masyarakat menaruh harapan besar terhadap IKAPI untuk pengembangan dunia baca tulis di Indonesia. 

Peran yang diharapkan dari IKAPI bukan sekedar hanya menjadi jembatan silaturahmi antar penerbit atau dalam hal pelaksanaan pameran saja. Lebih dari itu, IKAPI hendaknya menjadi sebuah "organisasi" yang terstruktur dan punya program yang jelas untuk melaksanakan visi dan misinya demi mendorong kemajuan dunia perbukan di Indonesia, menjadi jembatan bagi seluruh penerbit berkaitan dengan persoalan copyright (hak cipta), tata niaga buku, termasuk ikut andil terhadap RUU perbukuan yang sampai saat ini masih lambat gerakannya. Persoalan penerbit kecil yang sering kali "tertindas" pun hendaknya juga menjadi fokus oleh IKAPI.

Memang tidak mudah untuk menaungi begitu banyaknya penerbit di Indonesia dengan macam ragam karakternya. Namun berharap bukanlah suatu kesalahan. Jika saya menjadi salah satu pengurus IKAPI, ada beberapa reformasi yang ingin saya lakukan.


1. Mendata seluruh penerbit di Indonesia. Memang terkesan sulit mengingat begitu banyaknya penerbit di daerah yang baru tumbuh. Untuk itu hendaknya cabang IKAPI diperluas di setiap provinsi, sehingga penerbit-penerbit kecil di daerah bisa di kontrol. Pendataan juga harus diiringi dengan pengawasan dan pembimbingan terutama untuk penerbit-penerbit kecil.

2. Melakukan kritik dan ikut andil soal RUU perbukuan yang sampai saat ini sangat tidak berpihak kepada penerbit ataupun penulis. Hendaknya IKAPI juga berkoordinasi dengan pemerintah gx melulu soal buku pelajaran, namun juga soal buku umum.

3. Melakukan pengawasan dan penindakan tegas soal pelanggaran copyright (hak cipta) yang semakin marak. Saya bahkan menemukan salah satu praktisi pendidikan di kota saya berani-beraninya mencetak buku yang notabanenya adalah buku penulis lain dengan mengganti namanya sendiri.
4. Memberikan subsidi pada penerbit-penerbit kecil yang baru lahir, atau setidaknya memberikan keringanan pada mereka. Misalnya soal pameran, maka penerbit-penerbit kecil akan dikenakan sewa lebih kecil dan tidak membuat mereka berbeda dengan begitu kontras. 
5. Memberikan pendidikan pada editor secara menyeluruh dan mendalam. Bukan sekedar pelatihan beberapa hari saja. Sehingga buku-buku yang dihasilkan oleh penerbit benar-benar buku yang bermutu untuk mencerdaskan bangsa. 

Semoga IKAPI semakin maju dan berkembang agar tidak ditinggalkan oleh masyarakat dan tidak ada asosiasi penerbit tandingan yang bisa semakin membuat ruwetnya penerbit di Indonesia.





Thursday, August 28, 2014

Bukan Sekedar Gadget

10:59:00 AM 1 Comments
Gadget sering diibaratkan sebagai teman terdekat yang nggak bisa lepas. Kemana-mana harus dibawa. Survei terbaru menunjukkan, 66 % orang mengalami Nomophobia, sebutan untuk sindrom tak bisa hidup tanpa ponsel. (Sumber: wolipop.detik.com). Yang kadang nggak habis pikir, gadget pun dibawa hingga ke toilet. 

Gadget  punya dua dampak. Baiknya sudah jelas, gadget dijadikan sumber informasi dan komunikasi. Kalau buruknya, tergantung dari penggunanya sendiri misalnya menjadi pribadi yang pendiam, menutup diri, menyia-nyiakan waktu, bahkan bisa jadi phobia dengan dunia luar, kayak si penulis Alexander Rover di film  Nims' Island  itu loh. Nah, kalo udah begitu bisa bahaya!

Saya sendiri termasuk orang yang nggak update soal gadget :D Bahkan sekarang, saat semua orang berlomba-lomba untuk punya blackberry, note, tablet, i-phone, smartphone dengan berbagai variasi, konten, dan kecanggihannya. Handphone saya masih handphone yang dikategorikan orang-orang sebagai "handphone jadul" yang setidaknya cuma bisa kirim pesan dan telepon saja. 

Sempat terpikir untuk "meng-update" gadget yang saya punya, karena agak gimana gitu saat ditanyai soal pin bb, akun instagram, line, dll. Apalagi saat adik-adik saya sering cerewet melihat handphone yang saya gunakan sudah jelek tanpa diganti-ganti. 
"Kak, ayolah ganti handphone itu dengan yang lebih bagus" Saya "nyengir" aja kalau sudah disinggung seperti itu. Bagi saya sebuah handphone cukup bisa sms dan telepon saja :D kalau soal online saya lebih senang menggunakan laptop, atau untuk foto saya lebih suka foto dengan kamera khusus, bukan handphone.

Bagi sebagian pengguna, kebutuhan akan gadget sudah seperti kebutuhan primer. Ada orang yang membutuhkan gadget karena konten yang ada didalamnya. contohnya adik saya yang notabane nya adalah reseller aksesoris online, jadi dia butuh gadget dengan konten pendukung lainnya seperti bbm, line, instagram, dll. Namun banyak juga orang yang membutuhkan gadget hanya sebagai trend atau untuk meningkatkan percaya diri mereka ketika berada dekat dengan orang lain. Bisa dibilang sebagai pelengkap agar tidak dikatakan kudet.

Lalu bagaimana dengan gadget yang sudah bundling dengan kontennya? Hmm... Bisa menguntungkan kok untuk penyedia layanan juga konsumen. Untuk penyedia gadgetnya toh bisa kerjasama dengan institusi lainnya yang bisa menghemat biaya pemasaran. sedangkan untuk konsumen juga nggak perlu repot-repot lagi untuk download konten yang diinginkan. 

Kalo nggak salah awalnya strategi blunding ini sering dipake oleh perusahaan ponsel dengan operator telepon, juga ditambah dengan aplikasi lainnya seperti aplikasi untuk facebook, twitter atau jejaring social  yang lain dengan harga yang murah. Jadi membludak deh konsumennya :D

Sekarang sistem blunding udah semakin canggih, contohnya aja Syaamil Tabz atau Syaamil Note yang memberi kemudahan bagi umat muslim yang punya mobilitas tinggi namun tidak ingin meninggalkan ibadahnya. Kalau syaamil tabz sendiri adalah tablet yang didalamnya dilengkapi aplikasi built in islami paling lengkap. Aplikasinya ada banyak mulai dari Quran, tafsir, audio murotal, aplikasi haji dan umroh, e-book Islami hingga game untuk anak-anak.

source
Sepertinya ini bisa jadi paket lengkap untuk pengguna yang membutuhkan gadget dengan aplikasi ibadah di dalamnya. Saya juga jadi tertarik dengan note/tabletnya. Jadi gadget yang kita punya bukan sembarang gadget namun juga  punya nilai ibadah. Nggak cuma hanya gadget aja dengan kontennya yang kadang bisa melenakan.

Wednesday, August 27, 2014

Kebutuhan akan Al-Quran sebagai Pedoman

12:30:00 PM 2 Comments
Pasca wafatnya Rasulullah SAW dan umat Islam dipimpin oleh khalifah, banyak terjadi perpecahan antar umat. Jika dahulu ada Rasul sebagai tempat bertanya dan meminta pertimbangan, sekarang kita hanya bisa berpedoman atas apa yang diajarkan Rasulullah SAW. Disinilah peranan Al-Quran sebagai wahyu yang diturunkan Allah kepada Rasulullah SAW untuk menjadi pedoman hidup bagi umat manusia. 

Awalnya belum ada Al-Quran yang dituliskan dalam satu mushaf penuh. Barulah pada masa khalifah Ustman bin Affan Al-Quran ditulis dalam satu mushaf sebagai salah satu cara pemersatu umat dan solusi atas konflik yang terjadi diantara umat Islam pada saat itu. Lalu tersebarlah Al-Quran hingga ke generasi saat ini termasuk di  Indonesia dengan isi yang seluruhnya sama dengan Al-Quran di seluruh dunia, karena Al-Quran merupakan kitab yang dijanjikan akan dipelihara oleh Allah SWT seperti yang tertuang dalam firman Allah : 
"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. Al-Hijr:9)

Di Indonesia sendiri, pada lima tahun terakhir juga dipenuhi dengan Penerbitan Al-Quran dengan berbagai variasi tanpa mengubah, mengurangi, atau menambah ayat Al-Quran itu sendiri. Jika dulu mushaf Al-Quran kebanyakan tanpa terjemahan, sekarang masyarakat sudah dimudahkan dengan adanya terjemahan Bahasa Indonesia. Bahkan beberapa Al-Quran dilengkapi dengan asbabul nuzul, tajwid dan terjemahan per kata lengkap dengan variasi warna yang menarik.
Sebenarnya kebutuhan akan variasi jenis Al-Quran tergantung pada pribadi masing-masing. Saya sendiri tidak muluk-muluk, cukup Al-Quran dengan tulisan yang jelas dibaca dengan terjemahannya. Untuk pengetahuan lain soal tajwid, tasfir dan asbabul nuzul saya lebih suka membacanya lewat buku tersendiri. Sejak dari tahun 2012, saya masih lengket sama salah satu Al-Quran produksi Syaamil Quran, yaitu Al Qur'anulkarim Special for Woman.
 
Al-Quran Special for Woman
Awal ketertarikan saya karena Al-Quran ini didesain khusus wanita dengan desain yang cantik. Ayat-ayat untuk wanita diberi warna pink sehingga memudahkan saya untuk mempelajarinya.

Dilengkapi juga dengan indeks tentang keluarga dan kisah-kisah wanita yang diabadikan Allah dalam Al-Quran.
indeks keluarga
wanita-wanita dalam Al-Quran
Bagi saya Al-Quran Special for Woman ini sudah cukup. Namun tentu, lain saya lain pula orang lain. Secara umum umat Muslim di Indonesia rasanya juga lebih suka Al-Quran yang simple dan praktis untuk dibawa kemana-mana. Bagi penyuka gadget tentu akan memilih sejenis Syaamil Note atau tabz. Yang ingin praktis pasti bawanya Al-Quran pocket, kalau orang tua yang matanya kurang terang tentu memilih Al-Quran yang lebih besar huruf-hurufnya. Untuk anak-anak sudah tersedia My-first Al-Quran yang dilengkapi dengan e-pen. Bahkan yang jadi berita bahagia sudah ada Al-Quran Braille yang bisa membantu saudara-saudara kita yang tunanetra. Rasanya kebutuhan muslim Indonesia sudah terpenuhi dengan kekreatifan Penerbit Al-Quran di Indonesia.

Lalu, Al-Qur'an apa sih yang belum pernah ada di Indonesia? Saya juga kurang pengetahuan soal ini hehehe... Karena di era modern kayak sekarang semua sudah ada. Bahkan Al-Quran yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya, saat acara Hafidz Indonesia 2014 saya liat liputan saat finalis berkunjung ke syaamil, Al-Quran dicetak khusus dengan foto mereka di depannya. (sayang saya nggak nemu foto Qurannya :D)

mungkin yaaa... *mohon maaf kalo salah :D ada Alquran ukuran mini yang belum ada di Indonesia yang  Berukuran 2.4 cm x1.9cm 

sumber: google
kecil banget kan yah, gimana mau bacanya coba :D harus pake kaca pembesar.  Dan mungkin semakin berkembangnya zaman, nggak menutup kemungkinan, inovasi Al-Quran akan semakin berkembang. Mungkin saja akan ada Al-Quran dengan model kacamata pintar yang bisa diakses dengan hanya menggunakan kacamata :D kayak proyek kacamata terminatornya mbah google..




wallahualam bissawab. Namun bagaimanapun perkembangan percetakan dan penerbitan Al-Quran semoga saja kesemuanya membuat kita semakin semangat untuk membaca Al-Quran, Memahaminya dan mengamalkannya. Melecut kita untuk semakin dekat kepada Sang Pencipta, bukannya membuat kita semakin lalai dan terlena dengan kecanggihan yang ada. karena sejatinya yang kita butuhkan adalah isi al-Quran dan manfaatnya untuk pedoman hidup agar tiba di Jannah dengan selamat, bukan bentuk apalagi kemewahannya.

Buku Menarik dan Bermanfaat untuk Anak

8:52:00 AM 0 Comments

"Anak-anak seperti kertas putih" pernah tau kalimat ini? sepertinya hampir semua orang tahu tentang teori ini. Seorang anak akan menjadi apa tergantung dari cara orang tua mengisi kehidupan anak itu sendiri, dengan kebaikan kah atau keburukan. Begitu juga dalam Islam, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadist“Setiap manusia dilahirkan ibunya di atas fitrah. Kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” Anak lahir dalam kondisi yang tidak berdaya dan tidak tahu apa-apa, maka disinilah peran orang tua untuk mengajak anaknya menuju ke jalan kebenaran.

Dunia anak begitu kompleks dan menyenangkan. Mereka begitu polos dengan apa yang mereka lihat dan alami. Sesuatu yang sederhana bisa menjadi luar biasa jika mereka yang melakukan. seperti contoh kecil saat mereka melihat seekor burung, maka mereka akan membayangkan bisa mempunyai sayap seperti burung, terbang kesana kemari dan mengelilingi dunia. Ketika mereka berkelahi, akan dengan mudahnya akrab kembali karena tidak ada api dendam seperti orang dewasa kebanyakan. 

Namun, anak bisa akan menjadi sangat berbahaya jika orang dewasa disekitarnya tidak mendidik nya dengan baik. Mereka bisa menjadi orang paling jahat dan brutal. Salah satu faktor dalam pendidikan yang baik adalah bacaan yang baik dan bermanfaat untuk anak-anak yang bisa membangun kepribadian cemerlang yang bisa tertanam hingga dewasa. Tentu saja bagi seorang muslim kita pasti sepakat bahwa bacaan terbaik adalah Al-Quran dan Hadist. yang juga ditunjang dengan buku bacaan lainnya yang bisa mengembangkan karakter anak.

Sebut saja Buku Lima Sekawan, buku seri petualangan yang dilakoni Julian, Dick, George, Anne dan Timmy, hasil insipirasi yang mendalam oleh Enid Bylton, penulis legendaris yang telah mendapat banyak penghargaan. Saya salah satu pembaca buku-bukunya sejak kecil yang ikut masuk dalam seri petualangan yang ia buat. Buku ini menjadi sangat menarik karena saya seperti berimajinasi ikut dalam petualangannya.  Ya, saya merasa diajaknya untuk mencari harta terpendam, bertemu dengan orang-orang aneh dan ajaib atau berpetualang di laut. Kisah klasik namun masih hidup diingatan saya hingga sekarang. Misterinya disajikan dengan ringan dan tidak berlebihan. Namun tetap bisa membuat pembaca anak-anak menjadi riang.

Berbicara tentang buku anak yang menarik tentu kita harus memposisikan diri sebagai anak-anak. Apa sih yang diinginkan anak untuk buku bacaannya? Sebagian anak dengan daya imajinasi tinggi tentu menginginkan buku anak yang bisa membuatnya ikut berpetualang bersama cerita yang ada dalam buku tersebut. Tentu saja cover dan ilustrasi gambar dalam buku sangat mempengaruhi ini. Selain itu isi buku yang bisa "membekas" pada anak juga jadi faktor penting. Membekas dalam artian, ada sesuatu yang tinggal di memori anak tentu saja dalam hal yang baik. Misalnya ketika mereka membaca sebuah seri petualangan mencari harta. Maka d ialam bawah sadar mereka akan meyakini bahwa "serakah itu tidak boleh". Jadi menurut saya menarik juga harus diiringi dengan kemanfaatan untuk perkembangan anak.


Walaupun banyak kasus buku pelajaran/lks yang tidak sesuai untuk perkembangan anak. Namun perkembangan literasi anak di Indonesia mulai pesat. Banyak penulis yang sudah menelurkan ide kreatif dalam bentuk buku yang menarik lagi bermanfaat untuk anak.
Salah satu buku favorit saya ada Heroes Diaries yang sering saya gunakan untuk memberikan dongeng yang inspiratif untuk murid-murid yang sedang mengaji. Kisah para pahlawan Islam yang Pemberani secara tidak langsung menanamkan sikap kepahlawanan dalam diri mereka. selain itu cover dan ilustrasi yang menarik membuat mereka tidak bosan untuk terus membacanya.

Ini hanya salah satunya, masih banyak buku anak yang lain yang cocok untuk perkembangan anak. Bahkan sudah ada komikus Indonesia yang membuat cerita petualangan anak. Ini merupakan sebuah kabar baik mengingat maraknya komik-komik jepang yang kadang dijual bebas untuk anak namun isinya ternyata untuk orang dewasa.

Semoga literasi anak di Indonesia semakin bisa memenuhi hausnya anak-anak Indonesia akan bacaan yang menarik dan bermanfaat. Dan kita semua pasti sangat berharap penulis-penulis bacaan anak di Indonesia semakin cerdas untuk menyajikan ide kreatif yang bisa membawa karakter anak Indonesia lebih baik.

Tuesday, August 26, 2014

Mengelilingi Pantai Bengkulu : Permata yang Terpendam

11:11:00 AM 4 Comments
Mengunjungi Provinsi Bengkulu, tidak afdhol rasanya jika tidak mengunjungi pantainya. Memang belum banyak orang tahu tentang wisata pantai di Bengkulu. Padahal Provinsi Bengkulu berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia dan memiliki garis pantai yang panjang dan menawan. Jika kita berkeliling Provinsi Bengkulu maka sepanjang perjalanan akan menemui keindahan pantai yang eksotis.

Kali ini saya akan mengajak pembaca jalan-jalan di Kota bengkulu dan menikmati pesona pantai yang membentang dari Pantai Jakat hingga Pantai Panjang. Tidak perlu khawatir soal lokasi, pantai di Bengkulu sangat mudah dijangkau dengan transportasi umum atau kendaraan pribadi. Lokasinya juga tidak jauh dari pusat kota dan penginapan. Jadi have fun to follow me.

Eh tunggu, sebelum travelling ke pantai, ada beberapa perlengkapan yang harus disiapkan biar disana kita bisa total untuk mengeksplor pantai.

yeayy, I'm ready to go
1. Tas sandang yang nantinya diisi cemilan, air mineral, dan jangan lupa Liang Teh Cap Panda yang bisa menyegarkan mengingat kondisi pantai yang sedikit panas.
2. Matras. Memang saya sedikit aneh karena bawa matras ke pantai :D Tapi biasanya saya suka nongkrong di bawah pepohonan yang ada di pantai sambil menikmati pemandangan.
3. Kamera Canon. Yup yang ini jangan lupa, bawaan paling penting untuk mengabadikan momen indah.
4. Ada baiknya menggunakan lotion/sunscreen dan membawa topi serta kacamata untuk menghindari panas secara langsung.
5. Agar fleksibel, saya menggunakan motor untuk mengelilingi pantai Bengkulu.

Pantai Jakat 
Pantai jakat terletak sekitar 1 km dari pusat kota Bengkulu. Pantai ini termasuk salah satu pantai yang sering dikunjungi masyarakat karena sangat cocok untuk dijadikan arena rekreasi. Pantai akan terlihat membludak oleh wisatawan ketika sore hari karena cuaca yang tidak terlalu panas dan ombak yang tidak terlalu besar sering dimanfaatkan oleh pengunjung untuk berenang.

Ramainya pantai jakat,  potokito
Pantai jakat akan semakin menawan karena banyak kapal nelayan tradisional yang berlabuh. Arena wisata pantai ini juga dilengkapi dengan fasilitas permainan seperti banana boat, penyewaan pelampung renang, dan  jet ski yang juga dilengkapi dengan penjaga pantainya. Bagi wisatawan yang tidak mau bermain air juga bisa duduk di tenda-tenda di pinggir pantai yang biasanya ada penjual es kelapa atau jagung bakar.



karena termasuk phobia kedalaman laut dan tidak bisa berenang, saya hanya bisa menikmati saja pengunjung yang begitu senang bermain di air. akhirnya saya memutuskan untuk mencari lokasi yang agak sepi untuk duduk dan juga foto-foto :D

akhirnya menemukan tempat sepi :D
Pantai Tapak Paderi
Selanjutnya kita menikmati  tapak paderi yang jaraknya bersebelahan dengan pantai jakat. Pantai Tapak Paderi memiliki pesona alam yang luar bisa, terutama pada saat matahari terbit dan terbenam.

matahari terbit
saya dan matahari terbit :D

tapak paderi masih sepi saat matahari terbit


kita  dapat menikmati pemandangan di sekitar pantai dari tengah danau buatan yang terletak di pinggir pantai dengan menggunakan perahu yang memang disediakan di tempat ini.
Yang juga membuat tapak paderi menjadi spesial adalah karena adanya Fort Malborough yang dibangun pada saat penjajahan pemerintahan Inggris di seberang Pantai Tapak Paderi. Di sore hari maka pengunjung mulai akan ramai.

wisata air dengan perahu bebek
tapak paderi

oh ya baru-baru ini, dibangun tugu pers tepat di depan tapak paderi dalam rangka memperingati hari pers nasional tahun ini yang telah diadakan di bengkulu. tugu pers dengan rangkaian bunga raflesia dan pena di atasnya menambah menarik minat wisatawan untuk datang ke Bengkulu.


Pantai Panjang Bengkulu
Ini bukan pantai terakhir yang ada di Bengkulu. Hehehe.. tapi ini adalah akhir dari wisata keliling pantai yang saya lakukan. Pasti pada bingung kenapa disebut pantai panjang? yaaa memang karena pantai nya puanjaaanggg banget. Membentang sepanjang 7 km dengan pasir putih dan kumpulan pohon cemara laut yang berjejer rapi dipinggiran pantai yang oleh orang Bengkulu disebut pohon "Ru", bikin pantai ini indah banget, nggak kalah deh sama pantai Pataya Thailand.

keindahan pantai panjang
beberapa pengunjung menikmati susasana pantai

Saya dan suami sering kesini sekedar untuk jalan-jalan atau ngadain acara refreshing bersama teman-teman. Kebetulan hari minggu kemaren ada acara halal bihalal jadi tambah lengkap deh jalan-jalan keliling pantai. Kawasan pantai panjang ini juga sudah direnovasi oleh pemerintah sehingga wisatawan lebih mudah untuk menikmati pantai dari atas jalan saja. Pantai panjang juga sangat strategis karena disekitar kawasan sudah ada Bengkolen Indah Mall, restauran, hotel dan cottage. Bagi pecinta "gowes" di kawasan ini juga ada penyewaan sepeda loh...
suami dan teman2 bermain bola



Oh ya satu hal yang perlu diperhatikan saat mengunjungi pantai panjang adalah larangan untuk mandi, karena kondisi ombak di pantai panjang yang tidak stabil dan agak cenderung ganas. Jika musim liburan dan banyak pengunjung yang tidak mengindahkan peringatan pemerintah, seringkali terjadi banyak nya orang yang tenggelam di pantai ini.



Setelah puas menikmati pantai, saya kehausan dan merasa tenggorokan agak panas. Untunglah di tas sedia Liang Teh Cap Panda,  minuman cincau yang bisa meredakan panas dalam. Kebetulan ada Ibu Linda dan Pak Novian yang juga saya kasih liang teh cap panda.




ahh segarnyaaa

Indonesia memang negara maritim yang kaya akan potensi alam lautnya. Namun Indonesia akan menjadi miskin jika menyia-nyiakan kekayaan alamnya, apalagi merusaknya. Tidak bisa dipungkiri, bahwa kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga potensi alam menjadikan alam kita menjadi kotor dan rusak. Padahal kita termasuk negara yang beruntung karena Allah sudah memberikan potensi luar biasa untuk kita syukuri dan kita lestarikan.

Untuk itu yuk jaga pantai kita, dari hal kecil misalnya jangan merusak, jangan buang sampah sembarangan apalagi di laut, lakukan penanaman pohon dan aksi bersih-bersih pantai :)

saya , guru, dan murid SD Mahira melakukan aksi pungut sampah di pantai

Semoga Indonesia makin dikenal dengan keindahan alamnya, keramahan masyarakatnya, dan kecerdasan bangsanya. Hidup Indonesia!!!

https://www.facebook.com/notes/liang-teh-cap-panda/blog-contest-travelogue-wisata-pantai-di-indonesia/733911136647959

Monday, August 25, 2014

Pameran Buku untuk Kita

5:23:00 PM 1 Comments
Bicara pameran, bagi saya dan sebagian besar warga Kota Bengkulu seringkali mengkaitkan nya dengan Festival Tabot. Festival ini dihelat  masyarakat Bengkulu untuk memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad yaitu Imam Husein bin Ali bin Abu Thalib. Acara ini biasanya berlangsung selama sepuluh hari yaitu  1-10 Muharam. Setiap tahun, acaranya dipusatkan di depan Balai Raya Semarak Bengkulu (rumah kediaman Gubernur Bengkulu), tepatnya di lapangan Polres Bengkulu.

source: potokito

Bisa dikatakan ini pameran paling menarik di kota Bengkulu yang pernah saya kunjungi. Tentu saja bukan hanya pameran tabot yang ditampilkan, namun festival ini juga dimeriahkan pertunjukan seni, pasar, pameran/bazar buku,  pameran kriya, serta aneka lomba seperti lomba delman hias, rebana, tari tabot, dan beragam acara seni lainnya. Acara ini jadi ladang rejeki tersendiri untuk warga bengkulu khususnya. Saat acara ini berlangsung ribuan wisatawan tumpah ruah dijalanan kota Bengkulu, bukan hanya wisatawan lokal namun juga wisatawan mancanegara.

Walaupun banyak kontroversi tentang perhelatan tabot. Tapi tabot jadi ajang rekreasi tersendiri bagi masyarakat Bengkulu yang menurut saya pribadi kurang mendapat pameran edukatif seperti layaknya kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Sebut saja IBF, Pameran Buku Bandung dll. Festival tabot ini juga di isi oleh pameran dinas dan instansi. Biasanya warga ikut membantu mengisi barang-barang kerajinan dan makanan khas yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat jika laku terjual.

Berburu Buku di Festival Tabot
Pasti pada penasaran kan soal pameran buku di festival tabot. walaupun yang lebih ditonjolkan adalah barang-barang kerajinan dan produk industri rumah tangga, namun di festival tabot tetap ada pameran buku. Biasanya yang membuat stan pameran buku adalah toko buku dan beberapa instansi pemerintahan. Diantaranya Stand Kota dan Kabupaten yang seringkali memberikan buku panduan wisata gratis bagi para pengunjung. Selain itu ada Stan Departemen Agama yang juga seringkali bagi-bagi buku gratis. 

Sudah gratis tapi masih sepi. Hehehe, itulah yang seringkali terjadi di pameran buku saat festival tabot. Mungkin karena faktor minat baca masyarakat yang masih rendah, sehingga merasa tidak memerlukan buku-buku walaupun diberikan secara gratis oleh pemerintah. 


Bengkulu Sepi Pameran Buku
Bengkulu memang masih sepi pameran buku, dan sebagai seseorang pencinta buku saya dan banyak teman lainnya mungkin begitu haus dan iri saat melihat reportase teman-teman di luar kota yang mungkin punya banyak tempat pameran buku untuk dikunjungi. Namun saya masih bisa bersyukur karena di Bengkulu sudah ada gramedia yang sering juga mengadakan pameran buku dan talkshow yang setidaknya bisa mengobati kerinduan para pecinta buku.

source: gramedia bengkulu
Banyak hal yang mesti dicontoh masyarakat Bengkulu soal minat baca dan perhelatan pameran buku. Agar masyarakat tertarik untuk mulai membudayakan cinta buku dan ilmu pengetahuan. Menariknya sebuah pameran buku nggak melulu karena diskon kan, saya rasa itu faktor kesekian. Dan ada beberapa hal yang menurut saya membuat pameran buku menjadi menarik diantaranya

1. Informasi soal buku dan penerbitan. Yah, ini jadi hal penting. kenapa? hmm, mungkin hanya sebagian orang saja yang mau membeli buku tanpa mengetahui dahulu informasi buku itu. Informasi buku bisa disajikan dengan layar komputer atau oleh penjaga pameran buku. Informasi soal buku2 terbaru dan penerbitan di Indonesia juga jadi bakal ampuh untuk menarik minat pengujung terutama yang hobi menulis.
2. Talk show. temu penulis dan pembagian door prize.
3. Adain lomba resensi atau menulis untuk semua kalangan. *kepengennya saya :D untuk lomba panitia bisa kerja sama dengan klub buku atau klub menulis. Oh ya, saya juga apresiasi nih untuk #PameranBukuBdg2014 yang salah satu cara menarik minat untuk pamerannya dengan ngadain lomba blog. kan keren tuh...
4. Kategori buku-buku di pameran sesuai dengan jenisnya biar pengunjung nggak kebingungan.
5. Diskon ini juga penting :D tapi kalau bisa jangan hanya buku-buku jadul yang didiskon sih.
6. Tempat yang strategis dan mudah dijangkau walau dengan transportasi umum


Semoga makin banyak pameran buku yang bisa memberi alternatif bagi masyarakat Indonesia untuk jadi cerdas dan cinta membaca ^_^




Thursday, August 7, 2014

Hidup Berkah di Hari Tua

11:58:00 AM 2 Comments
Mari kita berandai-andai!



Jika menjadi tua adalah sebuah pilihan, saya rasa kebanyakan orang tidak akan mau memilih menjadi tua. Saya akan tetap memilih menjadi wanita muda tanpa keriput, tanpa uban, tetap segar dan cantik. Kaum adam pun akan memilih tetap muda, gagah dan perkasa.

Tapi itu hanyalah berandai-andai. Nyatanya, jika Allah masih berkehendak kita panjang umur. Kita semua akan melewati  fase menjadi tua. Senyum yang biasanya dihiasi dengan gigih putih berbaris rapi, kan berganti gigi ompong yang mulai keropos. Rambut hitam akan mulai berubah menjadi uban. Kulit halus mulai keriput. Mata yang jernih mulai kabur. Bahkan kaki yang dulu bisa berlari begitu kencang kini mulai tertatih berjalan.

Namun, menjadi tua bukan berarti menjadi putus asa. tak lagi bersemangat dan menganggap diri sebagai beban anak dan cucu. Masih banyak hal yang bisa dilakukan selama Allah masih memberikan kesempatan untuk hidup. Tua ataupun muda. Tidak ada kepastian siapa yang akan tetap hidup. Karena yang pasti hanyalah kematian :)

Tahun ini saya berumur 24 tahun. Masih berjarak kurang lebih  40 tahun untuk mencapai fase seperti Pak De Cholik yang mungkin sudah begitu banyak pengalaman hidupnya. Tidak pasti apakah saya akan tetap hidup hingga umur 60 tahun lebih. Ketidakpastian itu tidak berarti membuat kita santai-santai saja. Harusnya ketidakpastian itu membuat kita semakin semangat untuk melakukan kebaikan, agar di penghujung hidup nanti, Allah memanggil kita dalam kondisi yang baik pula. Amiin...

Bekerja karena Allah
gambar dari google.co.id
Setiap orang perlu uang untuk mencukupi kebutuhan. Begitupun saya dan keluarga. Banyak hal yang dibutuhkan bagi saya dan suami yang baru setahun membentuk keluarga. Sejauh ini kami baru bisa mengontrak bedengan sederhana, itu saja sudah bersyukur karena Allah masih mencukupi kami tanpa harus tinggal di jalanan ataupun kelaparan. Tentu saja impian saya tidak hanya sampai disini. Saya banyak mendapat motivasi dari keluarga yang mengatakan bahwa membangun keluarga yang sejahtera itu tidak "ujuk-ujuk" langsung punya rumah dan mapan. Namun banyak tahap yang harus dilewati. Intinya Mempersiapkan hidup untuk tua nanti adalah terus bekerja yang dilandasi karena Allah, ditambah dengan sholat dan sabar sebagai benteng pertahanan diri. InsyaAllah berkah dan rejeki dilancarkan. Jangan sampai kita bekerja hanya untuk mendapatkan materi semata dan dengan dalih untuk membahagiakan keluarga, inilah yang banyak terjadi dengan para suami yang berani memberikan keluarganya dengan makanan yang haram dengan cara apapun seperti korupsi, menipu, serta tindakan kriminal lainnya.

Hidup Sehat
Salah satu cara mensyukuri hidup adalah menjaga kesehatan. Salah satu contoh teladan hidup sehat bagi saya adalah nenek dan kakek saya sendiri. Umur mereka sudah mendekati 70 tahun. Tapi masih begitu kuat dan bersemangat. Termasuk untuk bolak-balik ke masjid, berkebun, mengendarai motor dan bersilaturahim kemana-mana. Saya tanya apa rahasianya. ternyata ada dalam pola hidup sehat yang kini sering kita tinggalkan. Mau tau apa saja?
1. Udara segar di kala subuh dan pagi hari. Ternyata nenek dan kakek memang rajin ke masjid untuk menunaikan sholat shubuh, dan setelah itu berjalan-jalan untuk menikmati udara pagi yang segar :D bisa sebagai pengganti olahraga.
2. Konsumsi makanan sehat dan anti junkfood. Dari dulu nenek dan kakek paling nggak suka makanan-makanan siap saji, mereka lebih senang memasak sendiri dengan bumbu-bumbu tradisional. Tanpa tambahan penyedap, msg, atau pemanis buatan. Ditambah lagi konsumsi sayur dan buah yang nggak pernah putus. Hal ini udah saya terapkan di keluarga saya, saya menyingkirkan segala jenis bumbu cepat saji,  walaupun harus memasak sedikit lebih lama. Saya juga jarang makan di luar dan memilih mencari resep jika tiba-tiba selera makan sesuatu :D alhamdulillah saya sudah agak jarang sakitnya.
3. Istirahat yang cukup

Baiti Jannati (Rumahku Surgaku)
Ini impian besar saya dan suami sejak menikah, menjadikan rumah seperti surga.
Setiap keluarga punya caranya sendiri sebagai tolak ukur kebahagiaan. Ada yang mendasari dengan prestasi akedemik anak, banyaknya harta dan kekayaan, tingkatan jabatan dan lain sebagainya.
Namun, Saya dan suami telah menyamakan visi bahwa tolak ukur kebahagiaan keluarga kami adalah ketentraman hidup yang diliputi kebahagiaan dan mendidik generasi-generasi yang soleh dan solehah.
gambar dari google.co.id

saya semakin termotivasi setelah melihat tanyangan Hafidz Indonesia yang memperlihatkan bagaimana luar biasanya orang tua mendidik anak-anak mereka . Mungkin terlalu muluk saya menginginkan itu dengan tingkat keimanan saya yang masih lemah, ibadah yang kadang lalai dan amalan yang sedikit. Tapi saya nggak mau nyerah, :D Kalau orang lain bisa kenapa saya nggak bisa. Saya memulai nya sendiri dengan mencoba menghafal sedikit-sedikit. Dengan harapan dan do'a janin yang saya kandung saat ini diberkahi Allah dan diberi kesempatan untuk menjadi salah satu anak pilihan yang akan menjadi penghapal Quran. Aamiin.. Mohon doanya ya teman-teman.
Saya membayangkan tua nanti, rumah saya akan dipenuhi oleh penghafal quran yang wajahnya berseri-seri karena hidayah Allah. Ahh, indah sekali. ^_^ 

Birrul Walidain (Berbakti pada Orang Tua)
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Q.S Al Israa’, 17:23) 

Hal ini sering saya bahas bersama suami. Alangkah bahagianya jika masa tua kita dikelilingi oleh anak-anak yang berbakti. Namun sebaliknya, alangkah sedihnya jika anak kita sendiri menelantarkan kita yang sudah renta. Menganggap kita sebagai beban dan anti dengan kita.
Untuk itu saya jatuh pada kesimpulan, untuk bahagia di masa tua dengan anak cucu. Kita harus membangun nya dari sekarang. selain mendidik generasi soleh dan solehah, kita juga mesti taat dan berbakti pada orang tua kita sendiri walaupun kita sudah berumah tangga. Jika ada terbesit di hati ingin menelantarkan orang tua, bayangkan bagaimana jika kita tua nanti.

Saya dan suami pun punya planning agar mertua saya bisa tinggal bersama kami setelah dia pindah ke Bengkulu. Sungguh dengan merawat orang tua kita yang sudah renta. InsyaAllah kita tidak akan rugi. Malah berbakti pada orang tua adalah salah satu ibadah yang begitu dicintai Allah. Beberapa contoh teman dan keluarga saya yang merawat ibu dan mertua mereka dalam pemeliharaan mereka sendiri, hidupnya malah bertambah berkah dan sejahtera. Karena ada faktor do'a dari orang tua yang mempengaruhi kesuksesan anak-anaknya.

Belajar, Berbagi, dan Berkarya
Biar hidup makin bermanfaat. Jangan pernah bosan untuk belajar, berbagi dan berkarya.  Saat ini saya memang sedang break bekerja di luar karena fokus sama kehamilan. Tapi itu tidak menjadi batasan untuk belajar dan berbagi. Sesekali suami mengajak saya ke pelatihan ataupun kajian agar otak tidak buntu. hehe, jangan sampai belum tua saja saya sudah pikun nantinya. Selain itu di rumah ba'da magrib saya juga menerima anak-anak yang mau belajar ngaji. dan kadang-kadang ada mahasiswa yang dulu pernah saya ajar datang kerumah sekedar belajar sedikit-sedikit. Lumayan juga bisa merefresh ilmu di bangku kuliah yang bisa hilang jika tidak dipelajari lagi.
Di lain waktu saya malah belajar bersama anak-anak muda yang tergabung dalam HGKNPI (Himpunan Gerakan Kewirausahaan Nasional Pemuda Indonesia ). Belajar mencari dana dan mengembangkan usaha hehee...   
Untuk soal bekarya, saya masih dalam tahap pembelajaran. Menulis tentu masih saya lakukan, karena ketika saya tua  ingin diingat sebagai orang yang bermanfaat dengan karya-karya. aamiin..


Mempersiapkan Kematian
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan”. (QS. Al Ankabuut 57)

gambar dari google.co.id
Tua tidak sepasti kematian. dan hal inilah yang menjadi landasan kita untuk tidak melulu mempersiapkan hari tua, namun yang terpenting adalah mempersiapkan kematian. Karena bisa saja nyawa kita dicabut sebelum kita menjadi tua kan?
Lalu apa yang menjadi bekal kita untuk mempersiapkan kematian? Jujur saya sendiri masih sedikit sekali ibadah dan amalannya. Padahal hal terbaik yang mesti dipersiapkan adalah memperbanyak ibadah dan amalan, karena semua yang ada di dunia ini akan kita tinggalkan, hanyalah amalan yang menemani kita menghadap Sang Pencipta.
Saya masih perlu banyak memperbaiki diri, dan semoga nanti di akhir hayat saya dipanggil dalam kondisi terbaik saya. Dan saya berdoa'a begitu pula pada teman-teman. Yuk persiapkan kematian lebih keras dibandingkan mempersiapkan hari tua ;) 

***
yang muda semoga bisa mempersiapkan hari tuanya menjadi hari-hari yang menyenangkan.
yang tua semoga diberikan ketentraman untuk menikmati hidup
pokoknya semoga hidup kita semua berkah dan bermanfaat