Follow Us @riafasha

Tuesday, December 23, 2014

A Story from Bath, Lelaki dari Masa Lalu

4:15:00 PM 2 Comments
Royal Victoria Park memancarkan sinar keemasan dari dedaunan yang berguguran. Musim gugur yang eksotik dengan semilir angin dingin, hingga bisa menembus mantel tebal wanita yang kini duduk di sebuah bangku kayu berwarna kecoklatan. Tampaknya ia mulai kedinginan. wajar saja sudah hampir tiga puluh menit Ia tidak beranjak dari sana.  Keindahan taman yang diresmikan oleh Putri Victoria ini rupanya tidak bisa mengobati kekesalan Rien. Jika saja bukan karena menunggu Gie ia akan berkeliling sendiri di kota Bath ini, salah satu kota tua di Inggris yang punya banyak tempat menarik untuk bisa dikunjungi.
Tidak ingin lebih lama menunggu, Rien menekan tombol di handphone nya
“Gie, jangan biarkan aku menunggu hingga mati kedinginan disini. Jauh-jauh dari Indonesia aku hanya duduk disini, sedang tempat-tempat istimewa yang dituliskan Jane Austin menungguku!” tanpa basa-basi Rien menceramahi sahabatnya itu. Namun kelang beberapa saat raut wajah Rien berubah iba.
“Apa? Maaf aku nggak tau, baiklah aku akan pergi sendiri. Salam untuk mamamuj” Rien memukul kepalanya, mengukutuki diri karena telah bicara kasar pada Gie. Suara Gie begitu sedih, secara tiba-tiba ia harus pulang ke Indonesia karena Mamanya mendadak sakit parah.
Rien menghela nafas lalu membuka peta yang pernah diberikan Gie padanya. Ada beberapa tempat yang ingin ia kunjungi di kota Bath yang dulunya bernama Aquae Sulis. Bath sangat terkenal dengan pemandian air panasnya, untuk itu Rien berencana mengelilingi kota Bath dan akan singgah ke Roman Bath untuk merasakan sensasi mandi yang banyak dibicarakan orang-orang.
Setelah menimbang-nimbang Rien akhirnya memutuskan untuk mengunjungi The Royal Crescent Building yang tak jauh dari Victoria Park, bangunan ini bergaya arsitektur Georgian yang sangat antik. Rien berdecak kagum mengamati lengkung bangunan yang seperti bulan sabit. Memang hanya apartemen yang terdiri dari 30 rumah dalam posisi bulan sabit dan dirancang oleh arsitek John Wood the Younger,namun menjadi istimewa karena dulu Pangeran Frederick pernah tinggal di salah satu kamar apartemen ini.
***
credit

@ Pulteney Bridge.
Rien menyesali ia harus menikmati petualangan ini sendiri. Rasanya kurang menyenangkan berwisata tanpa teman bicara. Kini ia hanya termangu mengamati Sungai Avon dari atas jembatan, sungai ini melintasi kota Bath dengan bendungan kunonya, sangatindah dengan hamparan pohon-pohon menguning di tepian sungai. Biasanya di saat-saat seperti ini Gie akan sibuk mengambil foto dan meminta Rien untuk menjadi modelnya. Namun kenyataannya ia harus rela bernwisata sendirian
Rien berjalan perlahan, namun tiba-tiba ia menabrak seseorang lelaki tua. Lelaki itu tersungkur dan tongkatnya terhempas. Rien cemas dan mencoba membantunya.
“Maafkan saya, uhm.. I’m sorry, saya tidak sengaja.” Ucap Rien gugup dengan bahasa inggris yang terbata. Lelaki tua itu berdiri membungkuk. Wajahnya sayu tanpa senyuman. Ditatapnya Rien dengan tajam.
“Riena! Kamu akhirnya kembali, sudah bertahun-tahun aku menunggumu.” Raut wajah lelaki tua itu seketika berubah ceria, digenggamnya tangan Rien yang dingin. Rien semakin kebingungan. Wajahnya pucat pasi. Banyak hal negative yang melintas dipikirannya hingga sebuah dentuman keras terdengar jelas, lalu Rien tidak bisa mengingat apa-apa.
***

“Riena bangun…” sebuah suara mengejutkan Rien. Ia tidak yakin sekarang berada dimana, karena tubuhnya terbaring di hamparan rumput basah. Hari telah gelap dan samar-samar ada bayangan seseorang di sampingnya. Rien mencoba duduk walau merasa badannya terasa sakit.
“kamu siapa,” Rien ketakutan melihat seseorang lelaki berpakaian jadul menatapnya cemas.
“Hei, kamu kenapa? Aku Frans, Frans Fernandes jangan bilang kamu lupa ingatan.” Lelaki itu tertawa.
“Frans? Tapi aku tidak punya teman yang namanya Frans.”
“hello aku adalah satu-satunya temanmu, dan akan tetap jadi temanmu. Ayo bangun dan kita harus segera bersembunyi sebelum penjaga ayahmu menemukan kita!” Rien bangkit dan mengikuti lelaki yang bernama Fran situ. Rien tidak bisa mengingat apa-apa dan tidak mengerti kenapa ia bisa ada di hutan gelap yang begitu sepi ini. Rien tidak mengelak hingga akhirnya Frans mengajaknya ke sebuah bangunan toko kue bertuliskan Sally Lunn Cakes.

credit

“Kita akan bersembunyi di tempat Sally, dia orangnya baik!” Frans mengedip pada Rein. Rein tergagap. Bagaimana mungkin!
“Sally? Masih hidup? Yang benar saja, gila kamu. Lagenda Sally itu sudah lebih tiga ratus tahun yang lalu.” Rien tertawa tak mengerti.
“Kamu yang gila, jelas saja Sally masih hidup. Dia baru saja pindah dari perancis dan menempati bangunan ini. Kue buatannya sangat enak, dan kamu juga menyukainya.”
“Frans, tahun berapa ini?”
“1681. Memangnya kenapa?” Rien merasa sangat pusing. Ia terjebak di masa lalu. Kalaupun ini mimpi ia ingin cepat-cepat terbangun.
***

Rien menegak habis teh yang diberikan Sally. Dalam pembicaraan mereka sejauh ini Sally dan Frans mengatakan jika Rien melarikan diri dari rumahnya karena tidak tahan terus dikekang oleh ayahnya yang termasuk orang terpandang di Aqua Sulis atau Bath. Hal lain yang membuat ayahnya murka adalah Rien masih terus berteman dengan Frans yang merupakan anak pembantu di rumahnya. Karena tidak ingin kebingungan sendiri, Rien akhirnya juga menceritakan jika ia berasal dari tahun 2014.
“ini benar-benar membingungkan, bagaimana mungkin seseorang dari masa depan bisa kembali ke masa lalu? Rien menggelengkan kepala tanda ia tak mengerti apapun.
Frans memberikan selimut tebal kepada Rien yang terlihat mulai mengantuk. Rien menyandarkan tubuhnya di sebuah sofa beludru. Dilihatnya Frans yang sibuk menambah kayu bakar. Ia tiba-tiba teringat Gie, sahabat yang sering ia buat susah. Hmm, ia berjanji jika semua ini berakhir akan menjadi sahabat yang baik untuk Gie.
“Kau jangan takut, aku ada untukmu. Sekarang tidurlah” Frans tersenyum dan membuat Rien lebih tenang.
“Kembalikan anakku.” Teriakkan keras mengejutkan Rien, bergegas ia menuju ke pintu depan dan segerombolan lelaki berbadan kekar siap-siap hendak memukul Frans. Sally yang juga berada disana mencoba melerai dan menjelaskan. Karena tidak ingin ada yang terluka Rien akhirnya mendekat.
“Aku akan pulang, dan mereka tidak salah.”
“Kau mengecewakan ayah, sebagai hukumannya kau akan kembali ke Roma,” lelaki berkumis yang kata mereka adalah ayah Rien, menarik lengan wanita itu dengan kasar.
“Jangan bawa Riena” Frans memberontak dan berusaha menarik Rien kembali. Terjadi perkelahian dan darah mengucur dari bibir Frans. Rien melepaskan pegangan di lengannya, dan menghambur hingga sebuah pukulan mendarat di mukanya. Tubuh Rien sempoyongan namun ia masih bisa melihat wajah sedih Frans dan Sally juga ayahnya yang segera membawanya pergi.
“Aku akan menunggumu Rien, sampai kapanpun.” Sayup-sayup suara Frans menggema ditelinganya. Hingga semua menjadi gelap, dan Rien kembali tertidur.
***

“Kau sudah sadar nak?” Rien terbangun dan mendapati dirinya tergeletak di sebuah bangku kayu. Lelaki tua yang tadi ia tabrak tersenyum. “Kau tadi pingsan, sehingga aku bawa kesini.” Rien memperhatikan sekelilingnya, semuanya telah kembali seperti semula, sepertinya kejadian tadi hanya ilusi.
“Terimakasih sudah membantuku pak, maaf merepotkan!” Rien menjabat tangan lelaki tua yang sudah mulai keriput itu. Lelaki itu tersenyum lagi, dan tanpa diminta memberikan kartu namanya.
“Jika kau tidak punya teman mengililingi kota Bath, aku bisa menemanimu.” Setelah berpamitan lelaki tua itu pergi. Dengan seksama Rien membaca kartu nama yang diberikannya. Seketika jantung Rien berdetak keras, tertulis nama Frans di kartu itu. Frans Fernandes. Tidak mungkin!
Rien menghempaskan tubuhnya. Menghela nafas yang dalam dan memejamkan matanya lama. “Ini hanya kebetulan.” Gumamnya sembari menebak tekateki di kota tua Bath yang ,[ masih anggun dengan keindahan musim gugurnzya.


  

Diko dan Negeri Pampara

4:09:00 PM 0 Comments
Di Kampung Durian, tinggallah Keluarga Pak Stave yang kaya raya. Mereka pindah dari Kota Jakarta ke kampung Durian karena ingin hidup dengan nyaman. Walaupun Pak Stave kaya, ia begitu pemurah dan baik hati.. Namun, anaknya yang bernama Diko sangat sombong dan jahat. Diko sering mengejek anak-anak kampung rambutan yang menurutnya miskin dan bau. Diko juga termasuk anak yang boros, barang-barang yang dibelikan ayahnya hanya ia gunakan selama seminggu, setelah itu barang-barang itu dibuang ke gudang.
“Den Diko, boleh tidak sepeda yang den Diko buang ke gudang, mbok Nah berikan pada anak mbok, dia ingin sekali punya sepeda,” Tanya Mbok Nah suatu kali.
“Tidak boleh! Itu barang-barangku, tidak ada yang boleh mengambilnya, Mbok Nah bisa kumpulkan sendiri uang untuk membelinya, makanya jangan jadi orang miskin!” sedih sekali Mbok Nah mendengar jawaban dari Diko. Begitu juga dengan Karyo, anak mbok Nah yang ingin sekali punya sepeda, tapi ia tak punya uang untuk membelinya.
“Kalau begitu bolehkah aku pinjam mainan mu sebentar saja Diko,” Tanya karyo ragu.
Diko dengan rasa tidak bersalah, lalu menghidupkan play station nya dan bermain hingga tak tahu waktu. Tiba-tiba Diko kaget karena lampu di rumahnya padam. Diko berteriak histeris karena ketakutan. Ia tidak bisa membuka pintu kamarnya. Perlahan, ada sebuah cahaya yang muncul dari gudang penyimpanan mainan nya di kamar. Semua mainannya itu bergerak dan memanggil namanya…
“Papa,, Mama… tolong….” Diko begitu ketakutan saat melihat salah satu sepeda yang ia buang di gudang berputar putar mengelilinginya. “Diko… kau jahat dan sombong… kau harus diberi pelajaran,” ucap salah satu handphone yang juga mengelilingi Diko. Lalu Diko tak sadarkan diri.
Kepala Diko terasa berat saat ia membuka mata. Diko kaget bukan kepalang menyadari ia sedang terbaring di sebuah gudang yang bau dan apek. Baju yang Diko kenakan juga bukan baju bagus lagi, tapi baju compang camping. Ia tampak kurus dan menyedihkan.
“Aku dimana!” teriak Diko ketakutan, perutnya pun terasa lapar.
“Hahaa… kamu sekarang ada di Negeri Pampara,” sebuah suara mengejutkan Diko.
“Sii..siapa kamu… kenapa sepeda bisa bicara?” Tanya Diko.
“Sudah kubilang kau sekarang ada di Negeri Pampara, ayo ikut denganku…” jawab sepeda itu.
“Tidak mau.. aku tidak mau menaiki sepeda jelek sepertimu,” 
“Ha! Kau lihat dirimu anak kecil… kau lebih jelek dariku, di dunia ini kau adalah orang paling miskin, jadi jangan berani sombong!” Dengan terpaksa ia mengikuti sepeda itu .Diko melewati sebuah ruangan yang begitu bagus, ruangan yang dilapisi kaca itu dipenuhi oleh alat-alat yang sepertinya sangat canggih dan tidak pernah Diko lihat sebelumnya.
“Alat-alat apa itu sepeda,” Tanya Diko penasaran.
“Itu adalah mesin fotocopy translator, jadi kalau kita memfotocopy kertas bertuliskan bahasa inggris, tinggal tekan tombol yang bewarna kuning untuk menjadikannya bahasa Indonesia,” jawab sepeda dengan tenang.
“Kalau yang itu apa,” Diko kagum sekali melihat dua orang anak yang berbicara melalui kaca, setelah ditanyakan pada Sepeda ternyata anak-anak itu berasal dari Negara yang berbeda. Ketika anak dari negeri India menuliskan bahasa india di kaca, anak dari Indonesia akan langsung tahu artinya karena tulisan di kaca yang tampak oleh anak dari Indonesia adalah Bahasa Indonesia.
“Wahh hebat sekali… bisakah aku membelinya,”
“Heh,, anak kecil, sudah ku bilang kau orang paling miskin disini, bisa makan saja mujur,” Diko kembali tertunduk sedih, mengingat semua perlakuannya terhadap Karyo.
“sekarang aku mau dibawa kemana?”
“Kau akan di daur ulang,!”
“Apa di daur ulang! Emangnya aku ini barang rongsokan apa!” teriak Diko.
“Ia di negeri Pampara kau adalah manusia rongsokan yang harus diperbaiki, supaya sikapmu tidak sombong lagi, kau akan dimasukkan ke dalam mesin, dan kau akan diperbaiki,” 
“Tidak….. aku tidak mau…” Diko turun dari sepeda lalu berlari menjauhi sepeda. Ia sangat takut jika harus mengalami nasib seperti barang-barang rongsokan yang di daur ulang. Pasti rasanya sangat sakit. “Bisa-bisa aku mati,” ungkap Diko dalam hati.
Diko berlari sekuat mungkin melewati lorong-lorong yang tak ia kenali. Tiba-tiba… bruk….Diko menabrak seseorang….
“Ka… karyo…” Diko gelagapan melihat Karyo mengenakan pakaian bak seorang Raja.
“Siapa kamu! Kau pasti gelandangan yang di kerajaanku,” jawab anak yang mirip Karyo itu.
“Karyo… ini Diko… tolong aku…” Diko menangis meminta pertolongan.
“Siapa karyo? Aku Raja Pikuru , Raja negeri Pampara, cepat keluar dari kerajaanku, atau kau akan ku penjarakan,” 
“Maaf… maafkan aku… aku berjanji tidak akan jahat dan sombong lagi.. aku janji…” tangis Diko semakin kencang. Ia tak menyangka, Karyo yang ia hina sekarang menjadi Raja di sebuah negeri yang sangat hebat dan canggih.
“Memangnya kesalahan apa yang telah kau lakukan…!” Tanya Raja Pikuru.
“Aku telah jahat dan sombong pada teman-temanku, dan aku juga membuang mainanku yang masih bisa digunakan. Aku sangat menyesal, dan aku tidak tahu kenapa aku bisa tersesat ke negeri pampara ini!” Karyo tersenyum, lalu mengangkat Diko dari duduknya.
“Ayo ikut denganku,”
Diko diajak oleh Karyo untuk menaiki sebuah petakan kaca. Hanya dengan menekan sebuah tombol di Kaca itu, Diko dan Karyo melesat seperti menaiki sebuah pesawat. Diko diajak mengelilingi negeri Pampara. Negeri itu sangat makmur dan canggih.
Walaupun negeri itu penuh dengan alat-alat teknologi, tapi rakyatnya tetap melestarikan alam. Setiap rumah pasti setidaknya menanam dua pohon, sehingga negeri Pampara begitu sejuk dan asri. Diko juga diajak ke pusat teknologi Negeri Pampara, disana mereka mengolah bahan-bahan bekas untuk menjadi barang yang lebih bagus, sehingga sampah tidak ada yang sia-sia.
“Wah hebat sekali, bagaimana ini bisa dilakukan, sampah plastic bisa dijadikan tas, souvenir, hebat sekali…” berkali-kali Diko berdecak kagum melihat setiap sisi negeri pampara.
“Ia, karena rakyat kami selalu memanfaatkan semua yang ada biar tidak sia-sia, semua barang-barang itu walaupun mereka benda mati, tapi kita harus jaga dan rawat, kalau tidak kita sendiri yang akan rugi, selain itu rakyat negeri ini juga tidak sombong, karena masih ada negeri-negeri lain yang lebih hebat dan maju dari negeri ini”Jawab Raja Pikuru bijaksana.
“Iya Karyo aku sangat menyesal,”
“Karyo!” Raja Pikuru geleng-geleng kepala, lalu menekan tombol hijau di kaca yang membawa mereka terbang.
Tiba-tiba kepala Diko jadi pusing, ia tersentak… dan sekarang Diko sudah berada di kamarnya. Diko menangis menyadari kesalahannya. Lalu ia berlari menuju gudang penyimpanan mainanya. Dikeluarkannya semua mainan itu, dan dibawanya kepada Pak Usro, pembantu dirumahnya.
“Pak tolong dibersihkan semua mainan ini ya,” ungkap Diko
“Untuk apa Den?” Tanya Pak Usro kebingungan. Diko hanya tersenyum, lalu ia menyuruh Mbok Nah untuk memanggil karyo dan teman-teman Karyo yang lain.
“Silahkan kalian ambil mainan yang kalian mau, dan rawat dengan baik ya,” Diko tersenyum senang, karyo dan teman-temannya walaupun masih kebingungan akan perubahan sikap Diko mengucapkan terima kasih. Mereka sangat senang. Lalu memeluk Diko dengan haru. Diko juga jadi menangis menyesali kesalahannya. Dari kejauhan terlihat Raja Pikuru yang melambaikan tangannya. Diko pun tersenyum dan berjanji untuk merubah sifatnya. 


Wanita Penjaga Api

1:29:00 PM 0 Comments
Orang-orang memanggilnya “elok”. Wanita itu hanya mengenakan kaos biasa dan celana pendek seadanya. Rambutnya yang mulai beruban dibiarkan begitu saja diikat ke belakang tanpa tersentuh pewarna. Berbedak tak sempat apalagi mengoleskan lipstik di bibirnya. Sebelum subuh tiba, ia sudah berjibaku dengan dinginnya angin yang menerpa kulitnya yang tak lagi kencang. Membiarkan tubuhnya menggigil demi mendapatkan dagangan yang akan ia jual kembali di warung depan rumahnya. Dia hanyalah penjual sayur di warung kelontongan rumah kami, mendidikasikan hidupnya demi keluarga. Dia Ibu saya, dari rahimnyalah saya lahir.

Puluhan tahun saya hidup dengannya, ia tetap sosok wanita galak yang suka mengomel. Seringkali mencubit saat saya melakukan kesalahan di masa kecil, jarang memuji walaupun banyak prestasi yang saya torehkan, memarahi saya jika tidak bisa menjaga adik dengan baik dan terlalu sibuk untuk sekedar membacakan dongeng jika saya ingin tidur dipelukannya. Namun dibalik itu dia adalah malaikat tanpa sayap. Penuh kebaikan, penuh motivasi.

Pendidikan Ibu hanya sebatas SMA, tapi ia adalah orang yang paling berjasa dimata ketujuh adiknya. Ia punya mimpi, adik-adiknya kelak akan menjadi orang sukses walau kakek hanyalah nelayan dan nenek hanya punya dagangan kecil-kecilan.

Mimpinya itu tidak dengan mudah ia jalani. Kakek selalu marah jika ibu bersekolah dan mengajak adik-adik yang lain untuk giat belajar. “Anak perempuan hanya akan jadi istri orang dan berakhir di dapur,” begitu ujar kakek mematahkan semangatnya. Namun Ibu bukanlah orang yang pantang menyerah, walau kakek tidak pernah memberikan uang sepeserpun untuk pendidikan, Ibu tetap menjaga api semangatnya untuk bersekolah agar bisa menjadi contoh untuk adik-adiknya kelak. Semua ia jalani demi uang untuk sekolah adik-adiknya, berjualan kacang di kereta api, membantu bongkar muat ikat di pelabuhan, hingga menjajakan kue keliling di panas terik pun ia lakoni.

Ibu mewujudkannya, mimpi-mimpi itu. Walau ia hanya bisa tamat SMA, ketujuh adiknya menamatkan sekolah bahkan hingga jenjang master. Mereka menjadi sukses dibidangnya.



Monday, December 22, 2014

Ayo NgeBlog bareng Liga Blogger Indonesia 2015

10:19:00 AM 47 Comments
Jadi blogger yang mood-moodan emang nggak baik. Contohnya saja saya, kadang semangat kadang juga down. Banyak faktor sih, salah satunya kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga dengan bayi yang masih unyu-unyu banget dan susah untuk ditinggal lama. Baru satu paragraf, Ubay (anak saya) udah manggil-manggil dengan teriakannya yang aduhai. walhasil tulisan yang rencananya mau diposting tetap nangkring di menu draft, plus sebagai blogger saya nggak bisa disebut blogger sebenarnya karena jarang banget mampir ke blog-blog tetangga wkwkw...Namun itu hanya alasan sebenarnya :p faktor paling utamanya adalah rasa malas yang terus nempel nggak mau pergi-pergi.

Untuk mengatasi rasa malas sebenarnya blogger punya cara ampuh. Salah satunya ikut kompetisi nulis di blog. Kalau mau dicari, itu kompetesi blog buanyak banget berseliweran di internet. Mulai dari di kompasiana, blogdetik, perusahaan-perusahaan atau sekadar giveaway yang diadakan oleh blogger sendiri. Saya pun sering mencobanya, caranya dengan mencatat setiap kompetisi yang ingin saya ikuti beserta deadlinenya, lalu setiap hari mengguyur tulisan lomba. Walau dari banyak nya lomba yang diikuti, hanya beberapa yang menang, tapi alhamdulillah dengan ikut kompetisi blog, saya bisa tetap terus menulis dan mengasah kemampuan.


Di bulan Desember ini salah satu kompetisi blog yang lagi booming banget yaitu Liga Blogger Indonesia . Awal jumpa dengan liga blogger sebenarnya udah lama. Niatnya sih saya kepengen ikutan musim sebelumnya, namun eh ternyata pendaftaran sudah ditutup. Lalu alhamdulillah saya berkesempatan ikut musim ini sebelum ketinggalan pendaftaran lagi. Syaratnya juga mudah kok, punya blog dan twitter.


Liga Blogger Indonesia 2015 ini bakal jadi tantangan sendiri untuk emak-emak kayak saya dan bakal jadi terapi ampuh untuk penyakit malas ngeblog. Kompetisi ini bukan hanya kompetisi dengan satu tulisan saja. Namun merupakan kompetisi bagi blogger Indonesia dengan waktu selama 3 bulan dengan konsep kompetisi rasa sepakbola. Yeayyy akhirnya bisa maen bola *nahloh. Dalam waktu 3 bulan itu peserta dituntut untuk menulis tiga post/pekan. Salut deh untuk inisiator yang bikin kompetisi ini. Saya yakin banyak kebaikan yang bakal datang dengan adanya kompetisi ini. Semoga nanti saya bisa istiqomah untuk nulis walau harus curi-curi waktu disela Ubay tidur, saya yakin kok anak saya ngedukung emaknya hehehe...




Awalnya saya agak takut takut gimana gitu mau ikutan LBI. Mengingat saya baru pertama kali ikutan kompetisi model begini, plus banyak blogger senior yang udah teruji kemampuan ngeblognya juga ikutan. Namun, kembali lagi ke niat awal ikut kompetisi ini yaitu untuk memacu semangat agar terus ngeblog dan mempererat silaturahim sesama blogger akhirnya ketakutan itu pun sirna. Jangan sampai ngblog dengan kondisi terterkan kan?? Ngeblog harus dengan hati yang riang gembira agar tulisan yang dihasilkan makin baik. 

Oh ya, untuk mengkerucutkan peserta, ada babak kualifikasi tanggal 22-26 desember 2014. Disyaratkan untuk membuat tiga postingan yang akan diduelkan dengan peserta lain. (*ngedenger kata duel saya ngeri hehe). Poin dihitung dari postingan yang ditulis juga banyaknya komentar calon peserta. Hmm.. ini jadi tantangan lagi karena kita memang kudu ngunjungi tulisan-tulisan peserta lain. Tapi saya berharap walau yang juga ikut menentukan adalah komentar, itu tidak menjadi alasan kita untuk buat posting seadanya karena hanya mementingkan komentar. Hendaknya kita tetap menuliskan sesuatu yang berkualitas dan bermanfaat. Semoga saya pun bisa berlaku demikian. Begitupun seperti yang disampaikan di tata cara babak kualifikasi

Diharapkan KOMENTAR berkualitas. Bila postingan blogger (lawan) tidak menarik, tidak perlu memberikan komentar. Karena apapun komentarnya akan dihitung
Berilah komentar jika sahabat suka dengan postingan itu dengan komentar yang berkualitas, berupa pendapat ataupun masukan. Semoga kita menjadi blogger yang bijak

Dan terakhir salam kenal untuk seluruh calon peserta Liga Blogger Indonesia, Ayo NgeBlog bareng Liga Blogger Indonesia 2015

terus semangat ya ^_^ 


hari senin hujan gerimis

hujan deras sudahlah reda
walau kuota semakin tipis
saya tetap semangat ikut Liga Blogger Indonesia :))

Tuesday, December 9, 2014

Mommychi, for Mom and Child

3:32:00 PM 2 Comments
Menjadi seorang ibu adalah impian setiap wanita yang telah menikah. Mempunyai seorang bayi seolah membuat kebahagiaan bertambah sempurna. Begitupun juga saya saat hamil, sungguh bahagia ketika mengetahui bahwa di dalam perut saya ada janin yang berkembang. Namun kebahagiaan itu kadang bercampur cemas karena takut tidak bisa merawat buah hati dengan baik dan maksimal. Apalagi di kehamilan pertama saya pernah mengalami keguguran yang tentunya berakibat pada mental saya yang akhirnya sering cemas dan takut. Apalagi sekarang ini kematian ibu dan anak angkanya bertambah yang banyak disebabkan oleh banyaknya penyakit yang timbul saat hamil akibat ketidaktahuan atau kurangnya ilmu sang calon ibu.

Pengalaman pahit keguguran di tahun 2013, membuat saya dan suami lebih hati-hati dan banyak belajar serta bertanya pada bidan ataupun dokter kandungan. Mulai dari hamil muda hingga kelahiran sang buah hati. Selain itu saya juga banyak membaca artikel di internet dan mendownload aplikasi khusus untuk ibu hamil dan anak. Salah satunya adalah Mommychi, aplikasi ibu hamil dan anak terlengkap dan terpercaya yang dikembangkan oleh PT. Kalbe Farma dengan tools dan fitur yang mudah digunakan sehingga ibu dapat mengikuti perkembangan kehamilan ibu sampai dengan tahap perkembangan Anak. 


Aplikasi ini terbukti membantu untuk mencatat dan memantau perkembangan buah hati sejak dalam kandungan hingga ia lahir nantinya. Sangat mudah untuk mendapatkannya. Mommychi terdiri dari mobile application dan website application yang terintegrasi sehingga mommy bisa mengakses  data yang sama di mobile application maupun website application. Untuk mobile application, mommy bisa mendownload secara gratis di Play Store atau iTunes, untuk website juga bisa mendaftar atau login dengan facebook di website nya https://mommychi.co.id lalu isi data yang dibutuhkan. 



tampilan mommychi dengan mobile application
Ada banyak fitur dalam aplikasi ini, dengan tools utama yaitu Tools untuk ibu hamil dan tools anak. Namun sebelum membahas tentang tools ibu hamil dan tools anak, saya mengajak mommy untuk menikmati beberapa tools umum yang juga sangat berguna yaitu.
1. Galeri, ini merupakan album foto untuk menyimpan dokumentasi perkembangan buah hati sejak dalam kandungan hingga perkembangannya setelah lahir nanti, so mommy akan bisa melihat pertumbuhan buah hati.
2. Kalkulator Kesehatan yang terdiri dari kalender kesuburan untuk mengetahui masa subur mommy, predeksi haril lahir buah hati yang dihitung dari hari pertama periode haid terakhir, juga prediksi tinggi anak untuk anak usia 2 tahun ke atas


kalkulator kesehatan
3. Direktori Kesehatan berupa data lengkap rumah sakit, dokter, apotek dan KalCare. sayangnya saya belum menemukan data untuk lokasi dimana saya tinggal yaitu di Bengkulu, semoga nanti bisa diupdate lagi oleh Mommychi ^_^



4. Belanja, fitur ini memudahkan mommy untuk belanja produk kalbe secara online. Tambah gampang deh untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mommy dan anak. Contohnya saja jika mommy ingin membeli prenagen mommy, tinggal pilih merk produk dan jenisnya lalu masukkan ke shopping cart :)




5. Game dan 6. Musik sebagai fitur hiburan. Ada game mewarnai untuk buah hati yang telah bisa mewarnai, sayangnya Ubay baru berumur 1 bulan lebih hehe jadi belum bisa mewarnai :D Lalu ada musik yang bisa kita dengarkan saat hamil ataupun setelah buah hati lahir.





 7. Tanya dokter, yang bisa mommy gunakan untuk berkonsultasi dengan dokter-dokter di klikdokter.com juga ada live chat loh mom ;)

8. Tutorial, jika mommy kebingungan menggunakan aplikasi ini, bisa lihat fitur ini biar paham
9. About, sekilas tentang mommychi bisa dibaca disini.

Lanjut yuk mom, intip-intip fitur utamanya, ada tools ibu hamil dan tools anak


Fitur Kehamilan




Kontrol Kehamilan, untuk mencatat perkembangan ibu hamil mulai dari berat, tinggi badan, dan berat janin, lalu akan muncul grafik kontrol kehamilan, yang bisa menyimpulkan apakah kondisi ibu dan janin normal, jika tidak normal mommy bisa menghubungi dokter untuk konsultasi lebih lanjut.


Jurnal Kehamilan, untuk menyimpan histori kesehatan ibu selama hamil, termasuk apa saja diagnosis dokter dan perlakuan yang ibu dapatkan.


Nama Bayi, Nah jika mommy kebingungan mencari nama untuk buah hati yang akan lahir, nggak perlu khawatir karena mommychi akan memberikan saran untuk nama bayi yang sesuai dengan nama mommy dan dady, tinggal pilih deh mau huruf apa hehee


Ensiklopedia Ibu Hamil, keren dan bermanfaat. Disini banyak pengetahuan yang bisa didapat soal kehamilan termasuk tips-tips selama kehamilan dan menyusui. Kebetulan saya sedang menyusui Ubay dengan asi eksklusif jadi sangat terbantu dengan tips yang disajikan oleh Mommychi




Album foto,  jadi ibu hamil bukan berarti nggak boleh narsis kan hehe.. Nah buat mommy yang suka jeprat jepret bisa mengabadikan momen indahnya saat hamil di album foto yang nantinya bisa dibuka-buka setelah melahirkan, pasti deh jadi keingat-ingat ;)


Fitur Anak




Nah ternyata tidak cukup hanya saat dalam kandungan, mommychi ternyata jadi teman setia mommy untuk memantau perkembangan buah hati setelah dilahirkan. Fitur ini sangat membantu saya dalam mencatat perkembangan ubay termasuk jadwal imunisasi. apa saja sih tools didalamnya? yuk ikuti


Imunisasi, Berisi jadwal imunisasi dan sistem pengingat otomatis yang tersimpan dalam kalender ponsel. Membantu ibu agar tidak lupa lagi jadwal imunisasi anak




Mommy akan diingatkan imunisasi apa saja yang sudah dilakukan dan belum dan kapan harus dilaksanakan.

Jurnal Kesehatan Anak
Membantu ibu mencatat kondisi kesehatan anak, terutama penyakit yang pernah dialami, nama dokter, diagnosis, dan obat yang diberikan

Grafik Tumbuh, berupa grafik perkembangan anak berdasarkan data anak yang telah kita inputkan

Ensiklopedi Anak, sejalan dengan ensiklopedi ibu, disini berupa informasi tentang kesehatan anak yang bisa menambah pengetahuan mommy


Deteksi kesehatan anak Membantu ibu mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh hingga usia 3 tahun, dilengkapi grafik interaktif


Album Foto untuk menyimpan momen momen pertumbuhan dan perkembangan buah hati 

Dari banyaknya fitur anak hanya kalkulator nutrisi yang belum aktif, semoga kedepan nya bisa aktif dan bisa digunakan.

Overall. SAYA MENYESAL KENAL MOMMYCHI, hehee menyesal kenapa nggak kenal dari dulu :D 
 empat jempol deh untuk mommchi karena fiturnya sangat membantu sekali, baik untuk calon ibu, ibu hamil, ataupun ibu menyusui. Aplikasi yang sangat bermanfaat dan berguna untuk menjadi teman setia dalam memantau perkembangan buah hati. Makasih mommychi :)