Follow Us @riafasha

Monday, February 2, 2015

Film Indonesia, Antara Kritik dan Harapan

Sudah agak lama TV saya rusak, sejak itu juga saya dan suami tidak menonton TV. Untung saja ada laptop di rumah yang menjadi pelipur kebosanan kami. Selain untuk nulis dan online, saya seringkali menonton film di sela-sela waktu. Film juga kadang jadi inspirasi sendiri karena setelah menonton ada-ada saja ide menulis yang muncul.

Jika ditanya Film apa yang saya gandrungi, jujur saya akui film Indonesia menempati urutan paling bawah. Hardisk 1 TB suami yang khusus untuk penyimpanan film, didominasi oleh film Hollywood yang digandrungi suami juga Anime atau Kartun yang jadi favorite saya. Kami hampir tidak update film Indonesia. Suami hanya akan mencari film Indonesia jika saya request setelah baca review kalau film itu bagus.

Rendahnya minat saya pribadi terhadap film Indonesia bukan berarti semua film indonesia itu "jelek". Rasanya kayak makan buah simalakama, ditonton kadang mengecewakan, nggak ditonton kok seperti tidak mendukung film Indonesia :D

Well, intinya sih  image Film Indonesia itu sering didominasi oleh film Horor berbau pornografi yang sering membuat saya jengah. Namun dibalik itu semua, beberapa film sempat membuat saya begitu terinspirasi karena kandungan nilai yang mungkin tidak dimiliki film lainnya. Sebut saja Trilogi Laskar Pelangi, Mestakung, Sang Pencerah, Habibie Ainun, Denias, 5 cm, KCB dan masih banyak lainnya.



Jika dilihat dari list film Inspiratif  Indonesia versi saya dan sebagian orang lainnya, kebanyakan merupakan film yang diangkat dari novel bestseller. Ini jadi kesempatan emas untuk para penulis novel agar semakin dikenal karyanya, karena biasanya film yang diangkat dari novel pun akan diterima dengan baik juga penontonnya pun akan banyak. Baru-baru ini Film Assamualaikum Beijing,  karya penulis novel kondang Asma Nadia pun sempat ramai dibicarakan. Sepertinya Film Indonesia yang diangkat dari novel akan menjadi trend fim 2015. Layaknya kita bangga karena walaupun sebagian film di bioskop kadang menjual hal-hal negatif untuk membuat film itu laku, namun masih banyak karya anak Indonesia yang tetap mempertahankan nilai dan juga makna cerita.

Mulai nampaknya geliat film Indonesia ini ternyata tidak bisa dirasakan semua kalangan. Penikmat film yang tinggal di kota besar yang sudah dipenuhi oleh bioskop tentu tak ambil pusing. Namun bagaimana dengan masyarakat yang tinggal didaerah terpencil?, bioskop tak ada, jaringan internet belum masuk, yang menjual CD film pun kadang tak ada. Saya teringat dengan adik Ibu yang menjadi abdi negara di daerah pelosok. Ia bercerita bahwa penduduk disana kekurangan hiburan. Tidak ada pilihan lain selain menonton TV yang kebanyakan gosip dan film kejar tayang yang kurang mutunya. Ini menjadi PR untuk dunia perfilman di Indonesia.

Menjadi Blogger Film?
Dengan semakin majunya dunia perfilman di Indonesia, semakin banyak juga blogger film yang bermunculan. Mereka yang sering mereview film kadang jadi tolak ukur sendiri bagi pembaca untuk menonton film yang ia rekomendasikan. Saya pun sering menengok beberapa review blogger sebelum memutuskan untuk menonton film ini atau itu.
Blogger film pun biasanya akan dilirik oleh "si pembuat film" untuk hadir saat launching film agar bisa menuliskan review dan tanggapan positif nantinya. bisa nonton film gratis euy :D

Komunitas Film Bengkulu
Overall, sejauh ini saya hanya penikmat film saja. Untuk menjadi blogger film mungkin masih jauh ehehee... Bergabung dengan komunitas film pun belum.  Namun saya layak berbangga karena walaupun blogger bengkulu minim, Komunitas Permfilman di Bengkulu yaitu Rafflesia Motions maju pesat. Sebagai buktinya Bengkulu dipilih menjadi daerah roadshow FFI (Festival Film Indonesia) 2014. Film yang tumbuh positif di Bengkulu adalah film dokumenter. Bahkan komunitas film yang ada di SMK 3 Bengkulu sudah menyabet juara di beberapa festival nasional, judul filmnya, Lautan Bambu. Semoga di tahun 2015 semakin lebih baik.

@chikarein

37 comments:

  1. turut sedih karena ga ada Tv
    TB itu apa mbak?
    Iya kenapa ya yang beredar itu film horor dan porno? Padahal banyak yang bisa di gali loh
    amin untuk doanya
    aku baru tau jadi blogger film bisa nonton film gratis
    wih asyik dong
    iya knp ya di daerah ga di kembangkan? Padahal industri bioskop bisa laku disana
    ya sudahlah
    oh ada komunitas film di Bengkulu, aku kudet nih

    @guru5seni8
    Http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah saya udah terbiasa tanpa TV mbak hehe, jadi gx terkontaminasi gosip2 :D
      TB itu tera byte mbak,
      yah film esek2 sering kan mw ngejar laris aja mbak,
      mungkin minim fasilitas,jg bwt bioskop di daerah kan butuh dana banyak :)

      Delete
    2. http://www.filmbioskops.com/2015/01/doraemon-stand-by-me-2014.html

      bagi pecinta film kartun di web kami banyak film kartun silahkan kunjungi web kami ya www.filmbioskops.com

      Delete
  2. menurut Ideep dunia perfilman indonesia sudah mulai berkembang, dan tidak ada segi pornografi di dalamnya, tapi para aktornya malah berebut untuk main film hollywood. Entah, apa itu bisa disebut membanggakan Indonesia apa nggak hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya deep udah banyak film Indonesia yang bagus :)
      banyak artis yg mw ngejar main hollywood karena ngejar prestise, yah kalo main hollywood kan bisa jadi artis mahal kalo balik ke Indonesia :D
      gx masalah sih mreka main film hollywood tapi jg jangan jadi jual mahal kalo ditawari film Indo :D

      Delete
  3. wah mulai menggeliat ya komunitas film di Indonesia ya... @didno76

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah, di daerah saya alhamdulillah mulai maju komunitas filmnya, bahkan mereka suka bikin film pendek

      Delete
  4. Sepertinya butuh semacam penggiat gitu ya biar film di Indonesia engga ditinggalin?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah, semacam relawan film kayaknya mantep,
      tapi jd penggiat harus punya materi promosi yang bagus
      film Indonesia nya dibagusin, pasti banyak deh penggiatnya

      Delete
  5. Semoga film-film di Indonesia makin maju, jangan seperti sinetronnya yang hampir mirip kebun binatang hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... saya jg jengah sama sinetron yang mengeksplorasi hewan *nahloh...
      konsepnya mungkin bagus, tapi hasilnya itu kayak gx serius pembuatannya,
      terutama bagian animasi hewanny,
      :D

      Delete
  6. film horror indonesia ini loh mesti di balikin ke jalur lagi.
    masalahnya banyak film horror indonesia sudah melenceng ke jalur film biru..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah, kalo film horor beneran mungkin bakal keren yah

      Delete
  7. orang di pelosok ga kekurangan hiburan kok,, Hiburan mereka bukan bioskop, ada hamparan sawah nan hijau, ada pohon2 rindang bahkan di daerah-daerah bisa menjadi banyak inspirasi didapat

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sebenarnya, malah kenyamanan di pelosok itu dirindukan oleh org2 perkotaan,
      tapi nggak semua berfikir kayak gitu dib

      Delete
    2. Hm.. catetan buat para perantau yang hidup di kota besar, mungkin kalo mudik jangan lupa bawain oleh-oleh DVD film bermutu :) @RuriOnline

      Delete
    3. hehe iya bisa jadi oleh2 yang mungkin bakal disenengi banget kalo pulkam

      Delete
  8. Film Laskar Pelangi, 5 cm perlu ditiru. Lebih banyak film yang mengandung nilai mendidik nya semakin sukses dunia perfilman Indonesia, dan film horor yang mengandung porno di tiadakan, karena ga berguna..hihi menurut saya sih gitu Mba :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah, harusnya pembuat film berfikir kayak gitu biar Indonesia jadi tambah cerdas :D

      Delete
  9. semoga saja film nasional ke depannya lebih baik lagi dari segi mutu dan pemasarannya :)

    ReplyDelete
  10. Wah, sekarang malah saya tidak pernah lihat film.
    Lebih suka lihat film jadul lewat yutub. Atau baca kitab2.

    @nuzululpunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. film jadul emang banyak ya pak di youtube, kalo saya bukan penikmat film lama hehee

      Delete
  11. Mbaak bikin blog film aja, kan Suaminya punya stock film bejibun hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengen sih... tapi nih lom bisa ngurusin blog satu hehee... tp gx menutup kemungkinan mw bikin jg heheh

      Delete
  12. saya berharap semakin banyak film yg berlatar non-jawa. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah, masih banyak kok budaya indonesia yang bisa diieksplor

      Delete
  13. lha komen saya di atas cuma terketik nama "f" gapapa deh.. hehe

    @f_nugroho

    ReplyDelete
  14. Wah iya baru nyadar, sekarang ini banyak film dari novel best seller.........

    @rizalarz

    ReplyDelete
  15. Wah, komunitas film bengkulu keren ya, hihi.

    ReplyDelete
  16. Paling nggak suka kalau film Indonesia selalu mengarah pada komedi pornogerafi. Mereka seolah menjual tubuh pemain, uuhh.... Sedangkan ceritanya nggak jelas.

    Semoga Film Indonesia menjadi lebih maju lagi yah Mba, biar semua orang bisa menikmatinya.Syarat dengan pesan-pesan untuk kehidupan.
    @rin_mizsipoel

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya aku jg gx suka kalo ada film genre begituan

      aamiin... biar masyarakat indonesia jg makin cerdas

      Delete
  17. Hidup tanpa TV? saya banget, sampai lulus SMA, di rumah gak punya TV. Pas kuliah, di kost juga gak ada TV, ada sih yg bawa tapi kalau mau lht kan di kamarnya, males

    #eh, kok saya malah curcol soal TV ya

    @ririekayan

    ReplyDelete
  18. http://www.filmbioskops.com/2015/02/disaster-la-2014.html

    gan kunjungi web kami ya bagi pecinta film horror kami banyak filmnya disana

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)