Follow Us @riafasha

Saturday, February 14, 2015

Jalan Pulang (sebuah Mimpi)

Ada kerinduan terbesit diantara mimpi-mimpi selama ini...
saat membaca cerita-cerita tentang nikmatnya memperbaiki diri
nikmatnya belajar bangun malam walau harus disiram air,
ataupun nikmatnya belajar "mengaji" di ketenangan disana...


Sepertinya memang pernah bermimpi
saat aku berada di tengah-tengah santri yang sibuk berlomba menghafal kitab, lalu tersenyum puas
ada rona-rona bahagia yang kutemukan pada tiap wajah sederhana mereka
mimpiku panjang...
saat aku berlarian bersama menuju masjid
lalu menggingil menikmati embun di kala fajar
lalu kembali tersenyum
menyadari bahwa jika maut datang pada saat itu, perjalanan kami tak kan sia-sia

aku masih bermimpi
saat aku menangis dalam sujud panjangku
mengingat-ingat berpuluh-puluh tahun penghambaan ku padaNya yang tersempurna
lalu aku tenang, bercumbu sepanjang malam bersamaNya yang terasa begitu indah...

sebenarnya aku tak ingin berhenti bermimpi
dan berharap mimpi itu adalah nyataku

namun nyataku sia-sia
dunia melenakan !
telah berapa malam aku tak pulang!
sedang jiwa raga masih kau jaga bahkan tak berkurang nikmatMu pada diri yang pendusta
berkali-kali ku tak pulang, berkali-kali aku menyesal

dalam malam!
aku ingin mimpi-mimpiku jadi nyataku
adakah jalan

tiada air mata yang bisa menyejukkan hati kecuali Air Mata Taubat... semoga aku bisa menemukan air mata itu Ya Rabb

21 comments:

  1. wow wow wow.. bagus curhatannya..
    *bingung mau komentar apa*

    ayoo inget ibadaah.. ibadaah..

    ReplyDelete
  2. Iya...
    Kpan yah air mata taubat itu ada untuk kita...
    Ning kayaknya susaaaahhh skliii... >.<
    Allah, maafkan diri hamba... :(

    ReplyDelete
  3. baguuuusss. udah deh ga bisa komen lagi. aku cuma masih mencari air mata itu :(

    ReplyDelete
  4. Memang dunia sering membuat kita terlena... dan semoga ada jalan utk membuat mimpi itu jadi nyata.

    ReplyDelete
  5. bertaubat dulu klo gini,
    jadi malu mbak klo ingat kelalaian di masa lalu.
    siap mencari jalan itu, nyook berangkat....

    ReplyDelete
  6. Amin, sekalipun aku belum pernah pulang. Selalu banyak alasan di benakku sendiri. Padahal cuma ada satu, yakni niat. Harus ku kokohkan niatku agar bisa pulang, ikhlas Lillahi ta'ala.

    ReplyDelete
  7. speechless abis... no commment.... nice poet...

    ReplyDelete
  8. Menangis saat berdoa memang sangat menenangkan dan menyenangkan ya :)

    ReplyDelete
  9. @all
    makasih yah...
    skarang lagi galau nih ^^

    ReplyDelete
  10. kadang saya masih terasa bingung ... ke arah mana saya melihat senyum Nya .. tapi Alhamdulillah masih ada orang² yang tersenyum manis kepada saya menunjukan jalan menuju senyum Nya ..

    syo semangat Ibadah .. ^ ^

    ReplyDelete
  11. galau kenapa chika? ayo semangat ya

    ReplyDelete
  12. hoalah, galau kenapa neng?

    ReplyDelete
  13. galau kenapa atuh jangan galau-galau ga baik buat kesehatan ;p

    ReplyDelete
  14. hmm.. baca ini, seketika kenangan ketika menjadi santri kembali lagi.. :)

    ReplyDelete
  15. emm... iya nie ka,aku juga pengen suatu saat mimpi ku bisa terwujud aminn...

    visit n coment back

    ReplyDelete
  16. kegalauan itu kadang tak dapat diungkapkan
    tiba-tiba saja hadir :D

    ReplyDelete
  17. Sangat menginspirasi Umi Ubay.
    Terima Kasih atas pencerahannya.

    Dari Mu'adz bin Jabal bahwasannya pada suatu hari Nabi saw memegang tangannya seraya mengatakan: "Wahai Mua'adz demi Alloh aku sungguh mencintaimu, aku berwasiat kepadamu wahai Mu'adz janganlah engkau tinggalkan di setiap selesai sholat dari mengucapkan:

    "Ya Alloh tolonglah aku agar selalu berdzikir kepadamu, bersyukur kepadamu, dan memperbagus ibadah kepadaMu" (Hr. Abu Daud)

    Sekalian mau mengucapkan Jazakaulloh Khoiron Katsiro sudah memperkenalkan dan mengajarkan saya tentang blog. semoga jika tulisan saya bermanfaat untuk orang banyak, pahalanya juga mengalir kepada Umi Ubay.

    Barokaullohhu Fiikum.
    Titip Salam untuk sahabatku Eka Sahputra, dan Si Imut Ubay.

    ReplyDelete
  18. wuihhh... bagur benes puisinya. Kalau mbuat puisi tuh kita berusaha untuk memakai kata dan kalimat indah ya.. agak belum terlihat, tapi is gred!

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)