Konveksi, Primadona Industri Kreatif

1:19:00 PM

Semasa kuliah saya dan tim pernah mencoba untuk memulai bisnis Design Printing termasuk untuk produksi kaos saat diberi dana hibah oleh DIKTI, namun karena kurangnya pengalaman dan keseriusan, usaha kami akhirnya diputuskan ditutup dan saya memilih untuk buka usaha photo copy dan ATK.

credit
Jika melihat beberapa tahun belakangan bisnis konveksi semakin berkembang saya menyesal kenapa menutup usaha hehee.... Namun sekarang, walaupun banyak pebisnis yang akhirnya gulung tikar, namun banyak pula yang bertumbuh dan melakukan inovasi untuk menarik minat konsumen. Hal ini didukung dengan mulai menjamurnya outlet, distro, dan factory outlet. Biasanya owner distro bekerja sama dengan pihak konveksi atau memilih untuk membuka konveksi sendiri. Selain itu, usaha konveksi bisa dikatakan nggak ada matinya karena mulai bertambahnya jumlah penduduk, banyak organisasi, event bahkan kampanye yang membuat permintaan produksi konveksi semakin meningkat.

Menjalankan usaha konveksi di daerah termasuk di Bengkulu bukan tanpa kendala. Kendala terbesar yang mungkin dirasakan adalah tekanan dari produk konveksi internasional yang kadang membanjiri pasar Indonesia. Masyarakat lebih tergiur untuk menggunakan produk impor dibanding menggunakan produk buatan Indonesia. Faktor lain seperti kurangnya kualitas, promosi, ataupun kesadaran masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri seolah melemahkan bisnis konveksi Daerah.

Lalu apakah kita harus mundur dan berkecil hati?
Tentu saja tidak. Beberapa kendala dalam usaha konveksi di daerah harusnya menjadi lecutuan untuk semakin lebih baik. Banyak juga bisnis lokal di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Semarang yang sudah bisa bersaing. Sebut saja Kota Bandung yang kaya akan industri kreatif termasuk usaha konveksinya. konveksi bak primadona dalam industri kreatif di sana. perkembangan yang cepat dan munculnya banyak konveksi yang inovatif membuat Bandung menjadi barometer industri konveksi. Teh Syifa, teman satu tim saya saat menjadi relawan gempa di Padang merupakan contoh sosok anak muda Bandung yang kreatif.  Dia membuka usaha konveksi dan menciptakan brand Grayscale yang diminati muslimah se-Indonesia, bahkan produknya dikenakan oleh Asma Nadia penulis Assalammualaikum Beijing. ^_^

Well, ini membuktikan bahwa bisnis lokal pun mampu bersaing ditengah maraknya produk impor di era global seperti sekarang ini.

Bagaimana dengan Bengkulu
Bengkulu sebenarnya punya potensi dalam usaha konveksi. Banyak usaha konveksi lokal yang sudah lama memenuhi kebutuhan masyarakat Bengkulu. Namun kelemahannya dimasalah harga yang terbilang cukup mahal untuk ukuran kantong menengah ke bawah. Akibatnya banyak masyarakat (khususnya mahasiswa) memilih memesan ke luar Bengkulu untuk mendapatkan harga yang murah dengan kualitas yang cukup bagus.

Saya pun saat masih aktif di organisasi semasa kuliah lebih memilih memesan kaos ke Bandung, atau Jakarta untuk mendapatkan hasil yang oke punya, proses yang cepat dan harga terjangkau.

Memesan kaos pun tidak boleh sembarangan. Banyak usaha yang kadang fiktif dan ingin menipu konsumen yang melihat iklannya di sosial media.

credit
Berikut tips memesan kaos agar sesuai dengan keinginan!

1. Pastikan Bahan dan Model Kaos
Kita harus memilih bahan kaos dan model yang kita inginkan. Jenis bahan kaos biasanya katun combad, katun carded, TC, hyget, atau PE. Masing-masing bahan punya kualitas dan harga yang berbeda pula. 
2. Ukuran Kaos Harus Tepat
Akan sangat tidak nyaman jika kita salah memilih ukuran. Pilihlah ukuran yang sesuai jika memesan online, atau memilih langsung datang ke penjahit untuk diukur sesuai dengan ukuran tubuh kita.
3. Design
Pastikan design kaos kita mau dibordir atau disablon atau kombinasi. Kadang usaha konveksi online juga membolehkan calon pembeli untuk membuat design kaos nya sendiri agar sesuai dengan keinginan. Seperti usaha konveksi Semarang Muslimax Clothing dimana kita bisa pesan sesuai design kita sendiri. 
4. Harga dan Jumlah Pesanan
Jangan lupa tanyakan harga dan jumlah pesanan kita ya. Jangan sampai kaos sudah jadi kita kaget dengan harga yang diminta nantinya ^_^ kalau perlu mintalah diskon jika kita memesan banyak.
5. Waktu Pengerjaan
tanyakan komitmen pemilik usaha berapa lama kaos kita akan selesai untuk menghindari pengerjaan yang molor.
6. Pesan Online pilih Usaha konveksi terpercaya
Hati-hati jika memesan kaos secara online. Pilihlah usaha konveksi yang tepercaya. Saya biasanya memesan ke teman yang saya kenal atau yang direkomendasikan oleh orang lain

Terakhir saya berharap usaha konveksi di Indonesia terutama yang ada di daerah-daerah semakin berkembang pesat dan bisa bersaing di era global seperti sekarang ini. Teman-teman bagaimana, ada yang tertarik untuk mencoba peruntungan di usaha konveksi?

You Might Also Like

29 komentar

  1. bener juga ya konveksi jadi industri kreatif yang sangat menguntungkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah nganjuk mulai ramai loh

      Delete
    2. iyah, semakin banyak penduduk makin penting pula usaha konveksi

      Delete
    3. iya,, sebagai tanda eksistensi keberadaan seseorang, kelompok atau komunitas salah satunya dengan pakaian, baju atau kaos, di sini konveksi berperan

      Delete
  2. tidaklah usah disesali
    semua sudah terjadi dan itulah yang terbaik

    mbak ada typo di lecutuan harusnya lecutan
    iya memang Bandung jadi indsutri soalnya betabaran distro2
    aku minat si bikin usaha sablon tapi butuh perizinan, modal dan orang yang sangat butuh relasi entahlah semoga bisa

    dan mesti optimal promo di web dan blog soalnya aku googling soal ini dikit infonya supaya memudahkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya bisa mulai dari kecil2an mbk
      ambil aja yg paketan biasanya ada

      Delete
  3. konvkesi yang kreatif, semoga dengan bermunculan konveksi ini di daerah dapat meningkatkan taraf dan perekonomian daerah tersebut

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah apalagi daerah wisata yg ngjual kaos etnik pasti laris deh

      Delete
  4. KOnveksi prospeknya sangat menjanjikan, gak kalah dengan industri makanan/minuman olahan

    @ririekayan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbk semakin kreatif jg skarang ownernyaa untuk bisa bersaing

      Delete
  5. saya juga pernah pengen usaha sablon, tapi belum terlaksana. kalah sebelum berperang :(

    ini blog namanya "penanti hujan", sekarang dimana-mana hujan, ga usah dinanti-nanti udah datang sendiri :)

    itu gambar dari boing-boing ya? LBI musim kemarin ku mereview boing-boing lho

    @f_nugroho

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo saya mah kalah ditengah jalan heehe

      heehee iya saya suka hujab

      betul itu dr boing2, itu di creditnya pke link kesana

      Delete
  6. Saya pikir di semua kota besar provinsi, sudah bertebaran konveksi-konveksi yang bagus. Dari segi harga juga bisa bersaing. Tinggal kita saja, mau mencari infonya atau tidak. Semua kembali kepada pilihan individu masing-masing.

    @nuzululpunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm sbenarnya kualitasnya gx kalah sih pak, cuma harganya kalo untuk wilayah bengkulu masih tergolong mahal jadi dlu wktu mahasiswa seringnya mesen keluar hehe

      Delete
  7. Hampir saja pake gambar seperti yang paling atas enntuh, tapi gak jadi. Ntar kita samaan dong... dikira satu konveksi lagi...he he

    @rizalarz

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe nggak apa2 kok sama, klo saya ngambilnya dri mbah google...

      Delete
  8. Memang kalau mau pesan harus tepat ya, mbak. Biar puas. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya daripada nyesel nantinya, mending pilih2 di awal

      Delete
  9. Setuju kalau konveksi disebut nggak ada matinya, kenyataannya memang saat ini banyak komunitas bermunculan dan boleh dibilang komunitas adalah lahan basah bagi pebisnis konveksi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah, selama "pakaian" masih jadi kebutuhan, konveksi akan terus hidup hehee

      Delete
  10. sebetulnya dari segi kualitas, produk lokal ngga kalah kok sama produk impor, tapi kadang promosinya aja yang kurang gencar ya @RuriOnline

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ruri, terus juga masyarakat indonesia masih sering mentingin pendapat orang kalo pake impor itu keren, padahal keren itu kalo pake buatan Indonesia

      Delete
  11. Namun persaingan bisnis konveksi semakin ketat, apalagi yg berada di kota kota besar.

    ReplyDelete
  12. Akhirnya bisa kembali mampir setelah koneksi internet sempat kacau kemarin. Makasih untuk tips memesan kaosnya. nanti mau coba diterapkan, soalnya ada teman yang nawarin untuk nyoba produk dari usaha baru mereka :)

    @bahruladitya

    ReplyDelete
  13. Rencana Mau pesen baju sablon untuk komunitas blog medan, tapi kata temanku harus beli kaosnya dulu,.. Trus tinggal sablon ke tukang sablon. Hmmm...
    @rin_mizsipoel

    ReplyDelete
  14. terimakasih gan tentang infonya dan salam sukses

    ReplyDelete
  15. makasih gan infonya dan semoga bermanfaat

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)

Instagram

IBX583D9E221356E

Like us on Facebook

Flickr Images