#BeraniLebih Menjadi Wanita Seutuhnya

10:13:00 PM

“Menjadi wanita itu ribet”. Sejak remaja seringkali melontarkan kalimat ini pada Ibu, bibi dan orang-orang terdekat saya. Bukan tanpa alasan, namun melihat begitu banyaknya kesibukan seorang wanita dalam kesehariannya, membuat saya jengah. Setiap hari saya dihadapkan dengan kondisi Ibu yang sudah bangun sebelum subuh dan tidur larut malam, selain mengurus ayah, saya dan ketiga adik saya, Ibu juga disibukkan dengan berjualan untuk membantu ayah mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Apakah wanita itu begitu saja kerjanya? Tanpa mendengarkan pendapat orang lain saat itu saya jatuh pada sebuah kesimpulan, kalau saya menikah saya tidak ingin punya anak dan repot mengurus rumah. Saya ingin menjadi wanita karir yang bebas kemana saja. Prinsip itu malah semakin menggerogoti pikiran hingga masa kuliah saya benar-benar tidak mempunyai keterampilan sebagai seorang wanita. Jangankan memasak menu spesial, menanak nasi di dandang saja tidak pernah beres.

Awalnya saya merasa nyaman dengan “kesalahan persepsi” yang saya anut. Namun perjalanan hidup mengubah semuanya. Titik baliknya ketika kegundahan tentang jodoh datang. Perasaan saat itu jadi campur aduk. Semua lelaki pasti ingin mencari pasangan yang baik. Baik akhlak dan perangainya. Saya bercermin diri. Apa iya ada lelaki yang mau sama cewek urakan kayak saya, masak air gosong, masak nasi mentah, gaya semaunya, ngurusin rumah nggak bisa. Lalu apa saya siap menjadi seorang Ibu?

Kegundahan itu membuat saya merenung. Mencoba memahami, kenapa diciptakan wanita dan lelaki? Kenapa harus ada pernikahan? Kenapa menjadi wanita harus menjadi seorang ibu, membesarkan anak, mendidiknya.

Seorang teman tersenyum mendengar pertanyaan saya, lalu berkata “Segala sesuatu di dunia ini ada maksud dan tujuannya, Allah nggak akan menciptakan sesuatu yang sia-sia.” Kamu harus berubah, menjadi istri dan ibu itu memang terlihat melelahkan, tapi dibaliknya ada kebahagiaan yang tak bisa diganti dengan apapun.

Sejak itu saya bertekad untuk #BeraniLebih menjadi wanita seutuhnya. Memang tidak mudah, tapi saya yakin saya bisa melaluinya. Pasca menikah, saya berusaha untuk terus belajar memasak, mengurus rumah. Walaupun suami tidak mempermasalahkan kekurangan saya itu, namun bisa membuat rumah nyaman adalah kebahagiaan sendiri bagi saya.

Pilihan #BeraniLebih lainnya yang saya ambil adalah meninggalkan pekerjaan yang saya geluti setelah menikah. Sebuah pilihan yang dengan yakin saya ambil, karena tempat saya bekerja tidak mengizinkan saya untuk hamil karena posisi saya yang saat itu hanya karyawan kontrak dan hingga saat ini saya hanya menjadi ibu rumah tangga dengan seorang anak yang selalu menyenangkan hati. 


Lalu apakah gelar sarjana saya sia-sia? Sedangkan banyak teman seangkatan saya yang sudah melanglang buana ke negeri orang, melanjutkan studi, dan punya karir yang bagus. Tentu saja tidak, pilihan untuk #beranilebih menjadi wanita seutuhnya adalah pilihan yang membuat saya bahagia dan bersyukur. Saya bangga menjadi seorang ibu rumah tangga yang mendedikasikan waktu dan ilmu untuk mendidik anak yang saya harapkan nanti akan menjadi orang yang bermanfaat bagi umat. Saya bahagia menjadi seorang istri yang setiap hari bisa menyiapkan makanan yang saya masak dengan tangan saya sendiri untuk keluarga.



Saya #BeraniLebih Menjadi Wanita Seutuhnya, kalau kamu?

(476 kata)

 ***

Facebook : Ria M Fasha
Twitter : @chikarein


You Might Also Like

4 komentar

  1. Ga mba, kan saya cwo,. Pling jdi lelaki seutuhnya :D

    ReplyDelete
  2. menurut saya ga sia-sia mba lulusan sarjana jadi ibu rumah tangga

    ReplyDelete
  3. menurut saya kembali lagi ke orangnya mau di pake kerja itu ijazah atau dibiarkan saja memilih jalan berbisnis atau mengurus rumah bersama anak. Toh sudah banyak para wanita yang tinggal di rumah seharian namun bisa menghasilkan rupiah yang dimana kebanyakan tidak sejurusan atau tidak menggunakan ijazah

    ReplyDelete
  4. Ini ceritanya persis saya mbak. Bukan cewek bgt dr lahir. Trua mutusin utk resign dr kerjaan yg sbnrnya sudah mapan utk keluarga. Kdg2 suka cmbru jg liat tmn yg melalang buana ke pelosok negeri. Tapi saya hapy wlwpun cm jd IRT skrg. Semngat trus mbak :)

    ReplyDelete

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)

Instagram

IBX583D9E221356E

Like us on Facebook

Flickr Images