Follow Us @soratemplates

Friday, July 20, 2018

Membangun Kebiasaan Hidup Anak

Tahukah Anda, kebiasaan hidup yang dikuasai pada masa balita nantinya akan berdampak besar terhadap kemauan untuk belajar di masa depan. Untuk menguasai kemampuan, misalnya di bidang akademis diperlukan emosi yang stabil. Bila fondasi kebiasaan hidup anak benar-benar solid, emosi anak cenderung akan lebih stabil dan hal ini akan melahirkan motivasi untuk belajar.

Ada beberapa kebiasan hidup yang sebaiknya Bunda mulai dari sekarang


Waktu Tidur

Waktu tidur terbaik berbeda-beda menurut kondisi keluarga masing-masing. Anda sebaiknya tidak perlu terlalu menitikberatkan pada bangun pagi-pagi atau tidur lebih awal. Akan lebih baik kalau sebisa mungkin anak tidur setiap hari pada waktu yang sama. Waktu tidur yang diperlukan oleh anak setiap harinya berubah sedikit demi sedikit. Tidak ada ketentuan berapa jam sebaiknya anak tidur. Meskipun demikian, berikan perhatian terhadap kondisi tubuh anak, seperti memperpanjang waktu tidur siang bila malamnya anak tidur lebih larut.

Makan

Hal terpenting saat makan adalah makan dengan gembira. Meskipun nantinya anak sudah bisa makan sendiri, disarankan agar orang tua pun ikut makan bersama karena kehadiran orang tua bisa menjadi sumber motivasi bagi anak untuk makan. Penggunaan sendok dan garpu dimulai saat kemampuan jemarinya meningkat dan ini dapat dilakukan setelah anak mulai memiliki minat terhadap sendok dan garpu.

Menggosok Gigi

Bagi sebagian anak, memasukkan benda asing ke dalam mulut adalah hal yang menakutkan, termasuk pada saat menggosok gigi. Dengan mencoba mengatasinya setiap hari dan memberikan pujian saat ia mau mencoba, anak akan memperoleh kepercayaan diri dan rasa pencapaian. Saat Si Kecil sulit untuk diajak menggosok gigi, tidak masalah bila sesekali membuat pengecualian misalnya cukup dengan hanya berkumur dan minum air putih.

Melepas Popok

Pertama-tama yang perlu dilakukan untuk mengajak anak melepas popok tadalah dengan membuat kesan bahwa "ke toilet itu menyenangkan". Hubungan anak dan orang tua pun dapat diperdalam dengan saling berbagi perasaan saat anak belum berhasil melepas popok. Ketika anak melihat orang tuanya tidak keberatan membersihkan bekas ompolnya, bahkan tetap memberinya semangat, ia akna berpikir Ternyata pada saat belum berhasil pun, aku tetap diterima" ANak akan tenang dan bersemangat untuk berusaha lagi.

No comments:

Post a Comment

seperti hujan yang membawa kehangatan, sampaikanlah rindu untuk sang Penanti :)